BEGIN:VCALENDAR
VERSION:2.0
PRODID:-//Indonesia Kaya - ECPv6.15.15//NONSGML v1.0//EN
CALSCALE:GREGORIAN
METHOD:PUBLISH
X-WR-CALNAME:Indonesia Kaya
X-ORIGINAL-URL:https://indonesiakaya.com
X-WR-CALDESC:Events for Indonesia Kaya
REFRESH-INTERVAL;VALUE=DURATION:PT1H
X-Robots-Tag:noindex
X-PUBLISHED-TTL:PT1H
BEGIN:VTIMEZONE
TZID:Asia/Jakarta
BEGIN:STANDARD
TZOFFSETFROM:+0700
TZOFFSETTO:+0700
TZNAME:WIB
DTSTART:20180101T000000
END:STANDARD
END:VTIMEZONE
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190725T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190825T000000
DTSTAMP:20260510T235258
CREATED:20201022T031403Z
LAST-MODIFIED:20201022T075426Z
UID:36424-1564081200-1566691200@indonesiakaya.com
SUMMARY:ARTJOG MMXIX: common|spaces
DESCRIPTION:Perhelatan seni kontemporer ARTJOG ke-12 yang didukung juga oleh Bakti Budaya Djarum Foundation\, akan digelar sepanjang 25 Juli hingga 25 Agustus 2019. ARTJOG 2019 (selanjutnya ditulis ARTJOG MMXIX) kembali menempati Jogja National Museum (JNM) untuk penyelenggaraan program-programnya.  \nSepanjang perjalanannya\, ARTJOG selalu berupaya menciptakan ruang-ruang pertemuan bagi publik seluas-luasnya melalui aktivitas kesenian. Citra perhelatan yang selama ini dikenal meriah dan membuka wawasan pada akhirnya telah mendorong ARTJOG untuk menegaskan posisinya sebagai sebuah festival seni rupa kontemporer internasional.  \nUntuk memperkuat visi jangka panjangnya sebagai perhelatan reguler\, ARTJOG telah memproyeksikan sebuah tema besar yang memayungi penyelenggaraan edisi-edisi selanjutnya. Sepanjang 2019 hingga 2021\, festival seni rupa kontemporer internasional ARTJOG akan dibingkai oleh tema besar Arts in Common\, yang diturunkan ke dalam tiga sub-tema kuratorial dalam tiga edisi festival setiap tahunnya.  \nPameran ARTJOG MMXIX mengusung tajuk kuratorial common|spaces\, melalui karya-karya yang mempersoalkan “ruang bersama” di mana kita hidup hari-hari ini.  Diikuti oleh hampir empatpuluh orang seniman (individu maupun kelompok) dari Indonesia dan mancanegara (antara lain Austria\, Australia\, Filipina dan Singapura)\, pameran ini tersusun atas karya-karya yang dipilih melalui beberapa skema. Sejumlah seniman muda dipilih melalui skema undangan aplikasi terbuka (open call application). Sementara sebagian besar seniman dipilih melalui undangan khusus. Lima orang seniman lintas displin akan menampilkan karya-karya dalam skema proyek khusus. Mereka adalah Handiwirman Saputra\, Riri Riza\, Sunaryo\, Teguh Ostenrik dan Piramida Gerilya (proyek kolaborasi antara Indieguerillas dengan Singgih S. Kartono).   \nARTJOG MMXIX tetap mempertahankan beberapa program edukasi pamerannya\, seperti Meet the Artist dan Curatorial Tour. Sementara LeksiKon merupakan program baru yang menyajikan wicara-seniman (artist talk) secara performatif. Keterlibatan para kreator dari disiplin kesenian yang lebih luas ditampung dalam program Daily Performance dan Merchandise Project. Semua program ini dirancang dan dikelola untuk memperdalam intensitas keterlibatan dan membuka wawasan publik tentang tema yang diusung.\n \nARTJOG MMXIX common|spaces pada akhirnya adalah upaya untuk menjadikan kesenian sebagai sebuah ruang pengetahuan  bersama. \nInformasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini : \nAmelberga Astri (0818-0274-0296)\nAmanda Putri (0813-3132-7332)\ne-mail: publikasi.artjog@gmail.com
URL:https://indonesiakaya.com/event/artjog-mmxix-commonspaces/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/artjog-mmxix-commonspaces-QfDDTV.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190725T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190725T000000
DTSTAMP:20260510T235258
CREATED:20201022T031320Z
LAST-MODIFIED:20201022T075403Z
UID:36357-1564012800-1564012800@indonesiakaya.com
SUMMARY:PRODUKSI KE-158 TEATER KOMA Goro-Goro: Mahabarata 2
DESCRIPTION:Sukses mementaskan Mahabarata: Asmara Raja Dewa pada November 2018 yang lalu\, Teater Koma didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation kembali menggelar pementasan terbarunya dengan judul Goro-Goro: Mahabarata 2. Lakon ini merupakan produksi ke-158 Teater Koma dan dipentaskan di Graha Bhakti Budaya\, Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki mulai 25 Juli hingga 4 Agustus 2019.  \n“Dalam lakon terbarunya\, Teater Koma kembali mengangkat kisah kehidupan para dewa dan wayang sebagai sebuah kelanjutan dari semesta Mahabarata yang telah dimulai dengan pentas Mahabarata: Asmara Raja Dewa bulan November 2018 lalu. Semoga kelanjutan kisah klasik dari Indonesia yang dikemas secara modern oleh Teater Koma ini\, dapat menginspirasi dan mengedukasi para penikmat seni terutama generasi muda agar mereka semakin memaknai ajaran luhur yang tersirat dalam kisah-kisah perwayangan\,” ujar Renitasari Adrian\, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.   \nSelain mendukung pementasan\, Bakti Budaya Djarum Foundation juga berpartisipasi dalam program apresiasi seni pertunjukan Teater Koma. Program yang bertujuan untuk mengajak 200 generasi muda atau milenial di Jakarta untuk menonton pertunjukan Teater Koma. Program ini diharapkan dapat memberikan ruang apresiasi bagi masyarakat terutama generasi milenial yang belum pernah menonton karya Teater Koma sebelumnya\, sehingga mereka menemukan referensi mengenai sajian artistik serta konsep dramaturgi yang detail dari karya Teater Koma. \nLakon Goro-Goro: Mahabarata 2 ini berkisah tentang Semar dan Togog yang ditugaskan untuk turun ke Marcapada dan menghamba kepada raja-raja di sana. Semar menjadi panakawan para ksatria yang membela kebenaran. Sedang Togog menghamba kepada para raksasa penyebar kejahatan. Kini\, Semar mengabdi kepada Raja Medangkamulyan\, Prabu Srimahapunggung. Togog menghamba kepada Raja Raksasa Kerajaan Sonyantaka\, Prabu Bukbangkalan.\n \nDi suatu masa\, karena cintanya ditolak\, Batara Guru mengutuk Dewi Lokawati menjadi tanaman padi\, dan padi itu dianugerahkan kepada kerajaan Medangkamulyan untuk jadi bahan makanan utama Wayang Marcapada. Ketika Medangkamulyan panen padi melimpah-ruah\, Sonyantaka malah diserang paceklik\, maka Bukbangkalan sangat bernafsu merampok Medangkamulyan.\n \n"Goro-Goro: Mahabarata 2 mengajak penonton untuk membayangkan dan memikirkan seperti apa pemimpin yang diinginkan\, pemimpin yang mencintai perdamaian demi kenyamanan dan kemakmuran bersama atau justru yang mencintai pertikaian demi meraih kekuasan tertinggi. Melalui proses latihan yang diselenggarakan secara rutin sejak Maret 2019 dan juga kolaborasi harmonis antara kostum\, tata rias\, desain artistik panggung\, musik\, multimedia\, serta kepiawaian para pemain di atas panggung\, saya harap pementasan Goro-Goro: Mahabarata 2 dapat menjadi sebuah sajian yang unik dan menarik bagi para penikmat seni. Sehingga kedepannya semakin banyak juga generasi muda yang tertarik untuk ikut berpartisipasi dan terjun ke dalam dunia seni pertunjukan\,” ujar Nano Riantiarno\, penulis naskah dan sutradara Goro-Goro: Mahabarata 2. \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/pameran-seni-rupa-artjog-mmxix-commonspaces/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/produksi-ke-158-teater-koma-goro-goro-mahabarata-2-fLEz3G.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190720T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190720T000000
DTSTAMP:20260510T235258
CREATED:20201022T031227Z
LAST-MODIFIED:20201022T075246Z
UID:36278-1563580800-1563580800@indonesiakaya.com
SUMMARY:Musicaphoria
DESCRIPTION:Musicaphoria terdiri dari dua kata yaitu musica dan phoria\, dimana musica berasal dari bahasa Latin yang berarti “music”\, dan phoria berasal dari bahasa Yunani yang berarti “to bring”. Musicaphoria yang secara harafiah dapat diartikan menjadi “to bring music”\, memiliki makna dan harapan tersendiri yaitu dapat mengajak masyarakat untuk bisa menikmati dan mempelajari esensi musik dengan lebih mendalam. Kegiatan ini diadakan oleh Universitas Pelita Harapan dan memiliki 4 program yaitu: UPH Music Camp 2019 merupakan sebuah program belajar singkat yang memberikan pengalaman belajar musik secara intensif selama empat hari penuh; NEW Music Festival adalah sebuah rangkaian kegiatan yang difokuskan pada pemberian gambaran untuk mahasiswa/i UPH Conservatory of Music\, khususnya mahasiswa/i dari peminatan Komposisi dan Sound Design tentang perkembangan dunia industri musik tanah air dan luar negeri di masa sekarang ini. \n \nBroadway Musical Concert “A Night with Roger Rodgers & Hammerstein”\, acara musikal teater yang diperankan oleh Mahasiswa-mahasiswi Universitas Pelita Harapan dan mengkolaborasikan siswa-siswi yang berpartisipasi di program Summer Camp yang diselenggarakan oleh Sekolah Pelita Harapan serta melibatkan Tim Orkestra dari Universitas Pelita Harapan yang mengiringi acara musikal teater ini. Konser ini juga dibantu oleh kelas Produksi Seni Pertunjukan dari peminatan PAPM didalam proses persiapan dibelakang layar. Program ke-4 yaitu: Reverberation\, adalah sebuah konser yang dibungkus dengan konsep festival dan bazar. Sesuai dengan namanya\, RVB memiliki visi untuk menjadi suguhan musik yang menarik\, berdampak positif\, dan terus menjadi gema yang dinantikan dan didengarkan oleh penikmatnya. \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/musicaphoria/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/musicaphoria-F67iJi.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190719T193000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190721T000000
DTSTAMP:20260510T235258
CREATED:20201022T031412Z
LAST-MODIFIED:20230921T073546Z
UID:36438-1563564600-1563667200@indonesiakaya.com
SUMMARY:EKI Dance Company pentaskan  EKI Update  4.1 #BroadwaynyaIndonesia
DESCRIPTION:EKI Dance Company didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation menggelar EKI Update 4.1 yang menyuguhkan tampilan ala Broadway dgn bumbu drama komedi yang dijamin menghibur penonton. EKI Update 4.1 adalah program rutin EKI Dance Company yang mempersembahkan karya terupdate / terkini dari EKI Dance Company untuk masyarakat penonton seni pertunjukan Indonesia.\n\nDalam EKI Update 4.1 ini EKI Dance Company mengangkat tema #BroadwaynyaIndonesia. Pertunjukan akan terbagi dua\, yaitu sejumlah tari lepas dan sebuah mini  musikal berjudul Ada Apa Dengan Sinta ?. Mini Musikal ini mengangkat kisah cinta di tengah budaya yang menggunakan ikatan keluarga sebagai ikatan kongsi (merger) bisnis.\n\nDalam EKI Update 4.1 juga ditampilkan kolaborasi anak anak YPAC Jakarta dengan EKI Dance Company yang mempersembahkan gerak dan lagu berjudul Aku Bisa. Serupa dengan pentas EKI Update sebelumnya\, EKI Dance Company menyumbangkan seluruh  keuntungan dari tiket untuk YPAC Jakarta.\n\nProfil Eksotika Karmawibhangga Indonesia ( EKI) Dance Company\n\nEksotika Karmawibhangga Indonesia (EKI) adalah sebuah dance company profesional yang memadukan unsur tradisi dan kontemporer dalam karya-karyanya. EKI didirikan tahun 1996 oleh Aiko Senosoenoto dan Rusdy Rukmarata. Keduanya terinspirasi oleh semangat Karmawibhangga – sederet relief Candi Borobudur yang kini terkubur – yang menebarkan paham keterbukaan pemikiran dan potret yang jujur dari masyarakat pada zamannya.\n\nSelama lebih dari dua puluh tahun ini\, EKI juga telah melahirkan sejumlah pementasan musikal seperti : Madame Dasima (2001)\, China Moon (2003)\, Lovers and Liars (2004)\, Battle of Love (2005)\, Freakin’ Crazy You (2006)\, Miss Kadaluwarsa (2007)\, Jakarta Love Riot (2010)\, Kabaret Oriental (2012) dan lain-lain. Pada September 2016 lalu\, EKI dipercaya untuk tampil pada Jamuan Makan Malam Kenegaraan di Istana Negara\, di hadapan Presiden RI Joko Widodo dan tamu negara\, Presiden Filipina Rodrigo Duterte. Serta pada Januari 2017\, di hadapan tamu negara Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di Istana Bogor. Mulai tahun 2016 ini\, EKI Dance Company juga rutin menggelar pementasan EKI Update sebanyak dua kali dalam setahun.\n\nWebsite : http://ekidanceco.co.id/\nInstagram : @ekidanceco\nFacebook : EKI Dance Company\nYoutube : EKI Dance Company\nTwitter : @EKIdanceCo\nEmail : info@ekidanceco.co.id
URL:https://indonesiakaya.com/event/eki-dance-company-pentaskan-eki-update-4-1-broadwaynyaindonesia-2/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/eki-dance-company-pentaskan-eki-update-41-broadwaynyaindonesia-OBsm1O.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190719T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190719T000000
DTSTAMP:20260510T235258
CREATED:20201022T031239Z
LAST-MODIFIED:20230921T073708Z
UID:36295-1563494400-1563494400@indonesiakaya.com
SUMMARY:EKI Dance Company pentaskan EKI Update 4.1 #BroadwaynyaIndonesia
DESCRIPTION:EKI Dance Company didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation menggelar EKI Update 4.1 pada tanggal 19 – 21 Juli 2019\, di Gedung Kesenian Jakarta. Pertunjukan ini menyuguhkan tampilan ala Broadway dgn bumbu drama komedi yang menghibur penonton. EKI Update 4.1 adalah program rutin EKI Dance Company yang mempersembahkan karya terupdate / terkini dari EKI Dance Company untuk masyarakat penonton seni pertunjukan Indonesia.\n\nDalam EKI Update 4.1 ini EKI Dance Company mengangkat tema #BroadwaynyaIndonesia. Pertunjukan terbagi dua\, yaitu sejumlah tari lepas dan sebuah mini  musikal berjudul Ada Apa Dengan Sinta?. Mini Musikal ini mengangkat kisah cinta di tengah budaya yang menggunakan ikatan keluarga sebagai ikatan kongsi (merger) bisnis.\n\n\nEksotika Karmawibhangga Indonesia (EKI) adalah sebuah dance company profesional yang memadukan unsur tradisi dan kontemporer dalam karya-karyanya. EKI didirikan tahun 1996 oleh Aiko Senosoenoto dan Rusdy Rukmarata. Keduanya terinspirasi oleh semangat Karmawibhangga – sederet relief Candi Borobudur yang kini terkubur – yang menebarkan paham keterbukaan pemikiran dan potret yang jujur dari masyarakat pada zamannya.\n\nSelama lebih dari dua puluh tahun ini\, EKI juga telah melahirkan sejumlah pementasan musikal seperti : Madame Dasima (2001)\, China Moon (2003)\, Lovers and Liars (2004)\, Battle of Love (2005)\, Freakin’ Crazy You (2006)\, Miss Kadaluwarsa (2007)\, Jakarta Love Riot (2010)\, Kabaret Oriental (2012) dan lain-lain. Pada September 2016 lalu\, EKI dipercaya untuk tampil pada Jamuan Makan Malam Kenegaraan di Istana Negara\, di hadapan Presiden RI Joko Widodo dan tamu negara\, Presiden Filipina Rodrigo Duterte. Serta pada Januari 2017\, di hadapan tamu negara Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di Istana Bogor. Mulai tahun 2016 ini\, EKI Dance Company juga rutin menggelar pementasan EKI Update sebanyak dua kali dalam setahun.\n\n\nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/eki-dance-company-pentaskan-eki-update-4-1-broadwaynyaindonesia/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/eki-dance-company-pentaskan-eki-update-41-broadwaynyaindonesia-HxS0bS.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190713T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190713T200000
DTSTAMP:20260510T235258
CREATED:20201022T031349Z
LAST-MODIFIED:20201022T075412Z
UID:36402-1563048000-1563048000@indonesiakaya.com
SUMMARY:Suluk Maleman Edisi Juli 2019
DESCRIPTION:Suluk Maleman adalah acara rutin bulanan yang dirancang sebagai ajang untuk silaturrahim\, tukar pikiran\, mengaji masalah-masalah yang dihadapi bangsa\, baik di tingkat lokal maupun nasional. Acara ini sejak awal digagas sebagai oase untuk merekatkan kembali ikatan kemanusiaan\, kemasyarakatan dan kebangsaan. \nTema Suluk Maleman kali ini “Sujud Semesta Sujud”. Tema ini merupakan bagian ketiga belas dari episode Taubat Nusantara\, Menjaga Nalar Bangsa\, yang akan diisi antara lain oleh Dr\, Abdul Jalil dan Budi Maryono.  Kecuali membahas tema\, seperti biasa acara ini akan diselingi pagelaran musik oleh Orkes Puisi Sampak GusUran. \nKegiatan dilaksanakan pada tanggal 13 Juli 2019\, pukul 20.00 WIB\, bertempat di Rumah Adab Indonesia Mulia\, Jalan P. Diponegoro No 94\, Pati. \nInfo lebih lanjut :\nWebsite: www.sulukmaleman.com\nFacebook: fb.com/sulukmaleman\nTwitter: @suluk_maleman\nInstagram: @sulukmaleman
URL:https://indonesiakaya.com/event/suluk-maleman-edisi-juli-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/suluk-maleman-edisi-juli-2019-l3VeYn.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190713T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190713T000000
DTSTAMP:20260510T235258
CREATED:20201022T031128Z
LAST-MODIFIED:20201022T075142Z
UID:36187-1562976000-1562976000@indonesiakaya.com
SUMMARY:Kompetisi Seni Persembahan JKTMOVEIN
DESCRIPTION:Jakarta Movement of Inspiration atau Jakarta Move In (JKTMOVEIN) adalah organisasi di bidang seni yang sering menggelar drama musikal. Komunitas yang ditujukan sebagai wadah generasi muda dalam berkreasi dan menciptakan sesuatu yang baru serta inovatif ini sudah menyelenggarakan beberapa pertunjukan musikal\, seperti: Musikal Petualangan Sherina\, Dongeng Pohon Impian\, Gemuruh dan lainnya. Kali ini\, Jakarta Move In bekerjasama dengan Ciputra Artpreneur menyelenggarakan Jakarta Show Off\, sebuah kompetisi seni yang melombakan 3 (tiga) cabang seni pertunjukan: BAND\, DANCE\, dan SHOW CHOIR. \nJakarta Show Off diselenggarakan pada tanggal 13 Juli 2019 yang lalu di Ciputra Artpreneur\, Jakarta. Kompetisi dengan total hadiah Rp80.000.000 ini diikuti tidak hanya oleh peserta dari Jakarta\, tapi juga dari beberapa kota dan daerah lain di Indonesia. Kompetisi ini sudah dimulai sejak bulan Mei 2019 dengan cara mengirimkan video audisi mereka secara online dan kelompok atau peserta yang terpilih mengikuti serangkaian lokakarya dan pelatihan yang diadakan sebelum tampil pada acara final Jakarta Show Off ini. Merekapun dinilai oleh juri-juri yang kompeten di bidangnya\, diantaranya ada Lea Simanjuntak dan Gita Gutawa. Acara ditutup dengan penampilan dari talenta muda yang tergabung dalam JKTMOVEIN. \nJKTMoveIn berharap melalui kegiatan ini dapat menemukan talenta dan juga mengasah kreatifitas dari anak-anak muda yang nantinya juga dapat besama-sama memberikan kontribusi dalam kemajuan seni pertunjukan di Indonesia. \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/kompetisi-seni-persembahan-jktmovein/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/kompetisi-seni-persembahan-jktmovein-mKdQZw.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190712T193000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190730T000000
DTSTAMP:20260510T235258
CREATED:20201022T031416Z
LAST-MODIFIED:20201022T075440Z
UID:36444-1562959800-1564444800@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pameran Seni Rupa "Sihir Kata"
DESCRIPTION:Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) bersama Bakti Budaya Djarum Foundation meneruskan investasi panjang dalam dukungan fasilitasi ruang presentasi karya seniman muda melalui program Ruang Seni Rupa. Pada bulan Juli ini PSBK akan menggelar platform pameran Ruang Seni Rupa edisi kedua di tahun 2019 dengan menampilkan karya dari peserta Seniman Pascaterampil 2019. Pameran yang diberi tajuk “Sihir Kata” akan dibuka pada Jum’at\, 12 Juli 2019 dan berlangsung sampai tanggal 30 Juli 2019\, bertempat di Galeri Gedung Damarwulan\, Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK)\, Ds. Kembaran Rt. 04-05\, Tamantirto\, Kasihan\, Bantul\, Yogyakarta.\n \nSeniman yang terlibat dalam Ruang Seni Rupa ini merupakan sebagian dari peserta Program Seniman Pascaterampil yang pada bulan April kemarin telah mewujudkan gagasannya dalam pertunjukan kolaborasi pada platform Jagongan Wagen. Mereka adalah Asmiati Sihite\, Azwar Ahmad\, Briyan Farid Abdillah Arif\, Muhrizul Gholy\, Theodora Melsasail.\n  \nKelima seniman tersebut berasal dari disiplin seni yang berbeda-beda\, ada yang dari seni rupa\, film\, tari\, dan juga teater. Bagi seniman yang tidak berangkat dari disiplin seni rupa\, pameran ini tentu saja menjadi tantangan yang harus mereka hadapi\, yaitu mewujudkan gagasan mereka dalam medium yang baru. Begitu pula bagi seniman yang berangkat dari disiplin seni rupa\, pameran ini merupakan kesempatan untuk bereksplorasi dan berbagi gagasan dengan seniman lintas disiplin.\n \n“Sihir Kata” diolah peserta melaui diskusi panjang\, peserta bersepakat untuk mengangkat tema tentang Informasi. Sebuah informasi yang disampaikan secara sengaja ataupun tidak\, melalui pengalaman visual\, suara\, teks\, maupun yang diambil dari ruang-ruang ketidaksadaran manusia. Pembacaan terhadap informasi secara objektif\, keyakinan personal\, dan kecenderungan untuk menerima informasi secara emosional turut mewarnai dinamika komunikasi antarmanusia.\n \nBanyak medium digunakan sebagai ruang bertukar informasi yang memungkinkan terjadinya perkembangan pengetahuan. Pada titik tertentu informasi telah menjadi komoditas. Perlombaan memperebutkan benar berlangsung semakin ramai. Batasan antara yang benar dan salah pun menjadi semakin kabur. Tantangan untuk mampu memilah sumber-sumber terpercaya dengan bijak semakin besar.\n \nRuang Seni Rupa (RSR) kali ini memusatkan perhatian pada bagaimana pola komunikasi dan pertukaran informasi memunculkan hubungan sebab-akibat yang membangun sebuah cerita. Mulai dari mana informasi berasal\, apa saja yang dimaknai sebagai sumber informasi\, bagaimana informasi disampaikan\, bagaimana informasi diolah oleh penerimanya\, hingga efek-efek yang timbul dari pertukaran tersebut. Peserta program residensi Seniman Pascaterampil (SPt) merefleksikan pengalaman personalnya kemudian menariknya pada pembahasan yang lebih luas dengan mengidentifikasi posisi dirinya dalam konteks pengolahan informasi oleh masyarakat hari ini. \n \nPada program RSR ini PSBK mendukung seniman untuk melakukan eksplorasi interdisipliner melalui medium seni rupa. RSR hadir untuk menjadi sarana belajar bagi peserta program residensi SPt  untuk mengembangkan diri\, membuka ruang kolaborasi antar-disiplin\, dan  ruang pertukaran informasi antara seniman dengan masyarakat pada proses penciptaan dan presentasi karya seni rupa. Ruang seni PSBK memungkinkan keterbukaan interaksi dan interpretasi dalam mengasah daya pemaknaan bahasa bentuk untuk bersama-sama menyerap nilai belajarnya sebagai dasar berbagai sikap dan pilihan di kehidupan sehari-hari.\n \nPadepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) \n \nMelanjutkan spirit maestro seni Indonesia Bagong Kussudiardja\, PSBK mewujudkan diri sebagai art center dengan misi mendukung pengembangan kreatif seniman dan masyarakat umum untuk terus terhubung pada nilai-nilai seni dan budaya\, keberlanjutannya\, dan penciptaan nilai-nilai budaya melalui seni. PSBK hadir sebagai laboratorium kreatif\, tempat berkumpul\, ruang presentasi karya seniman dari berbagai disiplin. PSBK menghadirkan karya seniman-seniman muda\, memfasilitasi riset-riset artistik dan pengembangan profesional\, dan merancang program-program untuk meningkatkan community engagement dan pengembangan jaringan melalui kesenian.\n \nPadepokan Seni Bagong Kussudiardja\nDs. Kembaran Rt.04-05\, Tamantirto\, Kasihan\, Bantul\, DIY\nTel./Fax.: +62(0)274/ 414-404\nWhatsapp : +62 82141416252\nEmail: media@psbk.or.id   Web: www.psbk.or.id\nFacebook: psbkjogja\nTwitter & Instagram: @psbk_jogja\nYoutube: media psbk
URL:https://indonesiakaya.com/event/pameran-seni-rupa-sihir-kata/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/pameran-seni-rupa-sihir-kata-EETqKe.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190708T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190708T000000
DTSTAMP:20260510T235258
CREATED:20201022T031301Z
LAST-MODIFIED:20201022T075322Z
UID:36329-1562544000-1562544000@indonesiakaya.com
SUMMARY:13 Peserta Ruang Kreatif Indonesia Menuju Broadway Menginjakkan Kaki ke Broadway\, New York\, Amerika Serikat
DESCRIPTION:Menyisihkan 672 pendaftar dan terpiih dari 70 peserta workshop di Jakarta\, akhirnya 13 peserta terpilih Ruang Kreatif: Indonesia Menuju Broadway yang diinisiasi oleh www.indonesiakaya.com menginjakkan kaki ke jantung industri teater broadway\, New York\, Amerika Serikat. Mereka mendapatkan kesempatan eksklusif untuk berkolaborasi bersama tim broadway papan atas yang terdiri dari sutradara\, direktur musik\, koreografer\, dan tim pendukung produksi broadway pada 8 – 12 Juli 2019\, seperti: Amy Weinstein\, Seth Weinstein\, Kelly Feustel\, Scott Difford (pemain The Book of Mormon di Broadway)\, Heather Teepe (pemain Matilda The Musical)\, Shelby Finnie (pemain The Prom on Broadway)\, Kelly Grant (pemain Phantom of The Opera)\, Tony Freeman (pemeran Zazu dalam Lion King di Broadway)\, Maria Briggs (pemain Mean Girls) dan Stage manager Anastasia\, Bonnie Hansen. \n13 peserta terpilih juga menampilkan pementasan yang bertajuk “What I Did For Love” di Symphony Space\, Broadway\, New York. Mereka disaksikan oleh para tokoh Broadway\, di antaranya Casting Director Jeffrey Dreisbach\, Shirine Babb (pemain Harry Potter and the Cursed Child Original Broadway)\, dan Lance Roberts (pemain My Fair Lady Broadway)\, juga beberapa undangan lainnya. Melihat penampilan yang baik dan juga respon positif dari para tamu undangan di sana\, pementasan ini kembali dipentaskan di Jakarta\, saat para peserta kembali ke tanah air. Ruang Kreatif: Indonesia Menuju Broadway merupakan sebuah program beasiswa pelatihan bagi seniman muda untuk mendapatkan ilmu panggung dengan standar broadway di Indonesia. Berkolaborasi dengan organisasi peraih Premiere Award-Winning Global Arts Education StudentsLive dan Passport to Broadway\, New York yang didirikan oleh Sutradara Artistik Amy Weinstein pada tahun 2000. \n \nHarapannya dari pertunjukan ini talenta muda Indonesia dapat sejajar dengan standar Broadway dan nantinya akan ada seniman Indonesia yang berhasil menembus panggung broadway. Semoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/13-peserta-ruang-kreatif-indonesia-menuju-broadway-menginjakkan-kaki-ke-broadway-new-york-amerika-serikat/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/13-peserta-ruang-kreatif-indonesia-menuju-broadway-menginjakkan-kaki-ke-broadway-new-york-amerika-serikat-3hobUZ.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190705T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190706T000000
DTSTAMP:20260510T235258
CREATED:20201022T031422Z
LAST-MODIFIED:20201022T075447Z
UID:36454-1562356800-1562371200@indonesiakaya.com
SUMMARY:"Celeng Oleng"\, Program Indonesia Kita Tahun 2019
DESCRIPTION:Program Indonesia Kita 2019 yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation hadir dengan mengangkat lakon berjudul "Celeng Oleng"\, yang akan digelar pada tanggal 5 – 6 Juli 2019\, di Graha Bhakti Budaya\, Taman Ismail Marzuki\, Jakarta. \nLakon Celeng Oleng\nCeleng\, sebutan untuk seekor babi hutan yang liar\, besar dan bertaring. Dalam banyak kisah\, Celeng sering digambarkan sebagai hewan yang menakutkan dan mistis. \nDalam lakon ini\, Celeng menjadi pembicaraan dan kecemasan orang-orang kampung. Sebutannya\, ‘Celeng Oleng’. Dengus nafasnya membuat udara menjadi panas dan mengundang hawa tegang. Orang-orang saling curiga dan mudah terpancing permusuhan. \nDi suatu wilayah ada dua kampung dengan latar tradisi\, sejarah dan karakter yang berbeda. Satu kampung dihuni orang Batak dan kampung lainnya dihuni orang Jawa. Warga kedua kampung ini bersikap salling bermusuhan dan ketakutan dengan adanya Celeng Oleng. \nKonon kabarnya\, Celeng Oleng mampu menghisap darah dan nyawa manusia. Bisa mencuri tanpa tertangkap karena uang dan bermacam-macam barang bisa tiba-tiba lenyap. Banyak kejadian aneh di wilayah dua kampung itu. Warganya saling curiga\, "Jangan-jangan ada yang sengaja melepas celeng untuk menakuti penduduk dan membuat kacau?" \nKetika ada yang bermaksud baik mau menangkap Celeng Oleng\, malah dituduh sebagai pemilik mahluk yang mengerikan itu. Ketika ada yang bermaksud mendamaikan kedua kampung yang bermusuhan itu\, malah dianggap pencitraan karena ingin berkuasa. \nSituasi kampung bertambah genting dengan adanya rencana penggusuran. Tawuran antar kampung sudah siap meledak\, terutama karena dua peremuan dari dua kampung itu mendadak hilang. Apa sebenarnya yang terjadi? \nBenarkah dua perempuan itu hilang karena digondol Celeng Oleng? Dengan sosok yang misterius dan menegangkan\, apakah warga kampung memang sudah pernah benar-benar melihat wujud Celeng Oleng? Saksikan lakon Celeng Oleng  yang merupakan pentas ke 32 dari Panggung Indonesia Kita. \nProgram Indonesia Kita 2019\nJalan Kebudayaan Jalan Kemanusiaan \nPentas ke                  : 32\nJudul Pentas              : Celeng Oleng\nJadwal                     : 2 kali pentas\n                               Jumat\, 5 Juli 2019 – Pukul 20.00 WIB\n                               Sabtu\, 6 Juli 2019 – Pukul 20.00 WIB\nVenue                      : Graha Bhakti Budaya\, Taman Ismail Marzuki\, Jl. Cikini Raya 73\, Jakarta.\nTim Kreatif                : Butet Kartaredjasa\, Agus Noor\, Djaduk Ferianto\, Paulus Simangunsong\,\nNaskah & Sutradara      : Agus Noor\nPenata Tari                : Josh Marcy\nPenari                      : I-Move Project\nPenata Musik             : Arie Pekar\nPemusik                   : Jakarta Street Music\nPemain                    : Cak Lontong\, Akbar\, Marwoto\, Boris Bokir Manullang\, Wisben\, Joned\, Meri Sinaga\, OBAMA [Orang Batak Marlawak]\, Sri Krishna Encik\, Sruti Respati\, Christina Panjaitan\, Febriati Nadira\, Flora Simatupang & Andy Eswe. \nHTM:\nPLATINUM Rp. 750.000  | VVIP Rp. 500.00 | VIP Rp. 300.000  | BALKON Rp. 150.000 \nReservasi Tiket:\nwww.kayan.co.id | www.blibli.com \nInformasi:\nKayan Production & Communications\n0895 3720 14902 | 0813 1163 0001 \nTentang Program Indonesia Kita \nIndonesia Kita mulai menggelar pertunjukan sejak tahun 2011\, dan sejak itulah pentas-pentas yang diadakan menjadi "laboratorium kreatif" bagi berbagai seniman\, baik lintas bidang\, lintas kultural dan lintas generasi. Dari satu pentas ke pentas lainnya\, pada akhirnya mengkristal menjadi sebuah ikhtiar untuk semakin memahami bagaimana proses "menjadi Indonesia".\nSebagai sebuah bangsa\, Indonesia adalah sebuah "proses menjadi"\, yakni sebuah proses yang terus menerus diupayakan\, proses yang tak pernah selesai\, untuk mencapai apa yang menjadi cita-cita bersama\, yaitu menjadi 'sebuah bangsa yang berkebudayaan’. \nIndonesia Kita telah menjadi sebuah forum seni budaya yang bersifat terbuka\, yang mempercayai jalan seni dan kebudayaan sebagai jalan yang sangat penting untuk mendukung 'proses menjadi Indonesia" itu. Terlebih-lebih ketika Indonesia hari ini seperti rentan dan penuh berbagai persoalan\, maka merawat semangat ke-Indonesia-an menjadi sesuatu yang harus secara terus-menerus diupayakan. \nIndonesia Kita yang secara berkala dan rutin diselenggarkan\, pada akhirnya telah mampu meyakinkan penonton untuk melakukan apa yang seringkali disebut oleh Butet Kartaredjasa\, sebagai "ibadah kebudayaan" yakni semangat untuk bersama-sama mendukung dan mengapresiasi karya seni budaya. Pentas-pentas Indonesia Kita mendapat apresiasi yang baik\, tanggapan positif\, dan mampu menjadi ruang interaksi tidak hanya antara seniman dan masyarakat penonton\, melainkan juga antara penonton dan penonton. Sebuah komunitas kultural terbentuk\, di mana penonton kemudian menghadiri pentas-pentas Indonesia Kita\, sebagai wujud dari "ibadah kebudayaan".
URL:https://indonesiakaya.com/event/celeng-oleng-program-indonesia-kita-tahun-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/celeng-oleng-program-indonesia-kita-tahun-2019-mTefjF.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190705T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190705T000000
DTSTAMP:20260510T235258
CREATED:20201022T031354Z
LAST-MODIFIED:20201022T075429Z
UID:36410-1562284800-1562284800@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pertunjukan Berjudul "Celeng Oleng"\, Program Indonesia Kita Tahun 2019
DESCRIPTION:Sebagai forum seni budaya yang digawangi oleh trio seniman kreatif seperti Butet Kartaredjasa\, Agus Noor dan Djaduk Ferianto\, Indonesia Kita kembali menghibur para penikmat seni dengan pentas bertajuk Celeng Oleng. Pentas ke-32 dari Program Indonesia Kita yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation ini diselenggarakan pada 5 dan 6 Juli 2019 di Graha Bhakti Budaya\, Taman Ismail Marzuki. \nCeleng merupakan sebuah istilah untuk seekor babi hutan yang liar\, besar dan bertaring. Dalam banyak kisah\, Celeng sering digambarkan sebagai hewan yang menakutkan dan mistis. Dalam lakon ini\, Celeng menjadi pembicaraan dan kecemasan orang-orang kampung. Sebutannya\, Celeng Oleng\, dengus nafasnya membuat udara menjadi panas dan mengundang hawa tegang. Orang-orang saling curiga dan mudah terpancing permusuhan.  \n“Indonesia Kita kembali hadir kehadapan para penikmat seni dengan sebuah pementasan yang dikemas secara unik dan juga menarik. Sebagai forum seni yang bersifat terbuka\, Indonesia Kita menyadari pentingnya nilai-nilai kemanusiaan dan keberagaman dalam kehidupan sosial yang ada pada masyarakat. Kami harap\, dengan tema utama yaitu Jalan Kebudayaan Jalan Kemanusiaan\, setiap pementasan yang mereka sajikan di tahun 2019 ini dapat menginspirasi dan juga mengedukasi para penikmat seni\,” ujar Renitasari Adrian\, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation. \n \nDi suatu wilayah ada dua kampung dengan latar tradisi\, sejarah dan karakter yang berbeda. Satu kampung dihuni orang Batak dan kampung lainnya dihuni orang Jawa. Warga kedua kampung ini bersikap saling bermusuhan dan ketakutan dengan adanya Celeng Oleng. Konon kabarnya\, Celeng Oleng mampu menghisap darah dan nyawa manusia. Bisa mencuri tanpa tertangkap karena uang dan bermacam-macam barang bisa tiba-tiba lenyap. Banyak kejadian aneh di wilayah dua kampung itu\, sehingga warganya saling curiga. \nKetika ada yang bermaksud baik mau menangkap Celeng Oleng\, malah dituduh sebagai pemilik makhluk yang mengerikan itu. Ketika ada yang bermaksud mendamaikan kedua kampung yang bermusuhan itu\, malah dianggap pencitraan karena ingin berkuasa. Situasi kampung bertambah genting dengan adanya rencana penggusuran. Tawuran antar kampung sudah siap meledak\, terutama karena dua perempuan dari dua kampung itu mendadak hilang.  \n“Ketika jalan kemanusiaan direfleksikan melalui pertunjukan Indonesia Kita\, maka semakin terasa relevan untuk mengajak\, menemukan dan menumbuhkan kembali kepekaan\, kesadaran dan kemanusiaan kita. Sebab seni pertunjukan sering diibaratkan seperti oase di tengah kegersangan. Indonesia Kita menghadirkan seni di antara masyarakat yang melampaui sekat dan batas-batas suku\, agama dan orientasi politik\,” ujar Butet  Kartaredjasa selaku penggagas Indonesia Kita.  \n \nLakon yang ditulis dan disutradarai oleh Agus Noor ini\, menampilkan Cak Lontong\, Akbar\, Marwoto\, Boris Bokir Manullang\, Wisben\, Joned\, Meri Sinaga\, OBAMA (Orang Batak Marlawak)\, Sri Krishna Encik\, Sruti Respati\, Christina Panjaitan\, Febriati Nadira\, Flora Simatupang\, dan Andy Eswe. \n“Seni merupakan refleksi kompleksitas manusia dengan beragam dimensi. Kesadaran ini menjadi dasar untuk mengolah gagasan-gagasan kreatif dalam menciptakan pertunjukan Indonesia Kita sepanjang tahun 2019 di mana kita semua berada di antara gegap gempita peristiwa politik\, namun kebudayaan mengingatkan kita untuk memuliakan kemanusiaan\,” ujar Agus Noor\, Direktur Kreatif Indonesia Kita.  \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/international-mask-festival-tahun-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/pertunjukan-berjudul-celang-oleng-program-indonesia-kita-tahun-2019-1uPD4F.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190703T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190703T200000
DTSTAMP:20260510T235258
CREATED:20201022T031418Z
LAST-MODIFIED:20201022T075442Z
UID:36447-1562184000-1562184000@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pertunjukan Berjudul Gandang Sarunai di Festival Nan Jombang
DESCRIPTION:Pelestarian dan pemertahanan aset budaya seperti kesenian tradisi yang dapat dilakukan terus menerus juga dengan  dukungan para penikmat seni itu sendiri. Dengan kehadiran serta apresiasi dari penikmat seni yang ada di Sumatera Barat\, dan Padang khususnya menjadikan kegiatan yang mengapresiasi kesenian tradisi seperti Festival Nan Jombang tgl 3 ini akan terus berkembang. Festival Nan Jombang tgl 3 hadir sebagai bagian dari kepedulian seniman dan masyarakat terhadap kesenian tradisi. Galombang Minangkabau di bawah payung Nan Jombang Dance Company berkomitmen untuk selalu mempertahankan keberadaan Festival Nan Jombang tgl 3 sebagai bentuk penghargaan kepada para seniman tradisi yang ada di Sumatra Barat. \nJuli ini\, sebagai salah satu bentuk usaha pemertahanan dan pelestarian kesenian tradisi yang ada di Sumatera Barat\, Galombang Minangkabau kembali menyelenggarakan Festival Nan Jombang tgl 3 bulan ketujuh di tahun ketujuh ini secara konsisten. Kesenian yang akan ditampilkan di Festival Nan Jombang tgl 3 kali ini yakni kesenian Gandang Sarunai yang berasal dari Muaro Labuah Kecamatan Solok Selatan.  \nMemboyong kesenian Gandang Sarunai dari Solok Selatan\, grup Karang Taruna Lubuak Sati pimpinan bapak Yusrial Katik Lembang Batuah tidak hanya menampilkan kesenian tradisi Gandang Sarunai namun juga menampilkan pertunjukan eksplorasi dari instrumen Sarunai. Pada pertunjukannya nanti di Festival Nan Jombang tgl 3 grup Karang Taruna akan menampilkan pertunjukan asli dari Gadang Sarunai tersebut\, yakni dengan dua pemain gendang dan satu pemain Sarunai. Pada perkembangannya kesenian Gadang Sarunai juga sudah dibawakan dengan diiringi dendang seperti Saluang dan Rabab.  \nMenurut pemaparan bapak Yusrial Katik Lembang Batuah grup karang Taruna Lubuak Sati dengan kesenian Gandang Sarunai ini telah ada selama hampir 300 tahun. Hal tersebut beliau sampaikan juga dengan pengetahuan bahwa kesenian ini telah diturunkan selama 6 generasi. Dengan keberadaannya dan pemaparan tentang kesenian Gandang Sarunai ini akan sangat mengesankan untuk dapat menyaksikannya dan menjadi penikmat dari salah satu kesenian yang sudah dipertahankan dengan baik hampir 300 tahun. Menampilkannya di Festival Nan Jombang tgl 3 merupakan salah satu usaha yang kita lakukan bersama untuk mendokumentasikan dan memperkenalkannya lebih luas lagi bagi masyarakat Minangkabau.  \nPertunjukan Gadang Sarunai dari Grup Karang Taruna Lembang Sati ini dapat kita saksikan pada Festival Naan Jombang tgl 3 Juli nanti\, seperti pada penyelenggaraan- penyelenggaraan sebelumnya dapat disaksikan di Ladang Tari Nan Jombang Balai Baru Padang. Festival Nan Jombang Tgl 3 merupakan program tahunan Nan Jombang Grup. Tahun ini untuk kesekian kalinya Bakti  Budaya Djarum Foundation kembali mendukung kegiatan Festival Nan Jombang Tgl 3.  \nInfo lebih lanjut\, silahkan menghubungi panitia :\nAngga Djamar : 0812 6616 716\nwww.nanjombangdance.id
URL:https://indonesiakaya.com/event/pertunjukan-berjudul-gandang-sarunai-di-festival-nan-jombang/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/pertunjukan-berjudul-gandang-sarunai-di-festival-nan-jombang-yp49XS.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190703T193000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190707T000000
DTSTAMP:20260510T235258
CREATED:20201022T031434Z
LAST-MODIFIED:20231213T042109Z
UID:36472-1562182200-1562457600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pertunjukan Teater Kelas Dunia Bertajuk "I LA GALIGO"
DESCRIPTION:Didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation \, Yayasan Bali Purnati bekerja sama dengan Ciputra Artpreneur dengan bangga mempersembahkan pertunjukan teater kelas dunia bertajuk “I LA GALIGO” yang akan berlangsung pada tanggal 3\, 5\, 6\, 7 Juli 2019 di Ciputra Artpreneur Theater\, Jakarta. I La Galigo merupakan sebuah pementasan yang naskahnya diadaptasi dari “Sureq Galigo”. \nSureq Galigo sendiri adalah wiracarita tentang mitos penciptaan suku Bugis yang terabadikan lewat tradisi lisan dan naskah-naskah; terekam dalam bentuk syair (circa abad ke-13 dan ke-15) dalam bentuk puisi bahasa Bugis kuno yang juga ditulis dalam huruf Bugis kuno. Puisi ini terdiri dalam sajak bersuku lima yang menceritakan kisah asal usul manusia. \nDalam versi adaptasi ke atas panggung ini\, Sureq Galigo menjadi dasar dari sebuah kisah yang menggambarkan petualangan perjalanan\, peperangan\, kisah cinta terlarang\, upacara pernikahan yang rumit\, dan pengkhianatan. Semua ini merupakan plot cerita yang kemudian membentuk sebuah cerita besar yang begitu menarik\, dinamis\, dan ternyata masih memiliki relevansi dengan kehidupan modern di zaman sekarang. \nPertunjukan ini memiliki misi untuk mengenalkan seni budaya Nusantara kepada masyarakat luas. Selama ini\, sejak pentas perdananya di Esplanade Theatres on the Bay (Singapura) pada 2003\, lakon ini terus menuai pujian saat digelar di kota-kota besar dunia\, seperti: Lincoln Center Festival (New York) \, Het Muziektheater (Amsterdam)\, Fòrum Universal de les Cultures (Barcelona)\, Les Nuits de Fourvière (Rhône-France)\, Ravenna Festival (Italy)\, Metropolitan Hall for Taipei Arts Festival (Taipei)\, Melbourne International Arts Festival (Melbourne)\, Teatro Arcimboldi (Milan)\, sebelum akhirnya kembali ke Makassar untuk dipentaskan di Benteng Rotterdam\, dan baru-baru ini dipilih sebagai pementasan khusus berkelas dunia pada saat Annual Meetings IMF-World Bank Group 2018 di Bali. Bahkan\, media sekelas The New York Times pun tak segan menyebutnya “stunningly beautiful music-theater work” ketika I La Galigo menjadi pembuka pada Festival Lincoln Center 2005. \nI La Galigo merupakan sebuah harta seni budaya Indonesia. Penghargaan masyarakat internasional pada karya ini sudah terbuktikan\, sehingga kini\, sudah selayaknya masyarakat Indonesia juga dapat menyaksikan sebuah pentas mahakarya yang tak kalah menarik dengan kisah “Mahabharata” maupun “Ramayana”. \nPertunjukan berdurasi dua jam yang disutradarai oleh Robert Wilson ini dilengkapi dengan tata panggung teater modern dan tata cahaya yang spektakuler. Musik digarap oleh komposer Rahayu Supanggah setelah melakukan penelitian intensif di Sulawesi Selatan. \nTiket pertunjukan bisa didapatkan melalui :\nwww.ciputraartpreneur.com\nhttps://www.loket.com/event/i-la-galigo_VyU
URL:https://indonesiakaya.com/event/pertunjukan-teater-kelas-dunia-bertajuk-i-la-galigo/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/pertunjukan-teater-kelas-dunia-bertajuk-i-la-galigo-tHt8cJ.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190703T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190703T000000
DTSTAMP:20260510T235258
CREATED:20201022T031353Z
LAST-MODIFIED:20201022T075416Z
UID:36408-1562112000-1562112000@indonesiakaya.com
SUMMARY:"I La Galigo"\, Karya Musik-Teater Terinspirasi Sastra Klasik Sulawesi Selatan
DESCRIPTION:Didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation\, Yayasan Bali Purnati bekerja sama dengan Ciputra Artpreneur mempersembahkan pertunjukan teater kelas dunia berjudul I La Galigo yang berlangsung pada 3\, 5\, 6\, dan 7 Juli 2019 di Ciputra Artpreneur Theater. I La Galigo adalah sebuah pementasan musik-teater yang naskahnya diadaptasi dari Sureq Galigo. \nSureq Galigo adalah wiracarita mitos penciptaan suku Bugis (circa abad 13 dan 15) yang terabadikan lewat tradisi lisan dan naskah-naskah\, dan kemudian dituliskan dalam bentuk syair menggunakan bahasa Bugis dan huruf Bugis kuno.  \n \nDalam adaptasi naskah panggung ini\, Sureq Galigo menjadi dasar dari sebuah kisah yang menggambarkan petualangan perjalanan\, peperangan\, kisah cinta terlarang\, pernikahan yang rumit\, dan pengkhianatan. Elemen-elemen ini dirangkai menjadi cerita besar yang begitu menarik\, dinamis\, dan ternyata masih memiliki relevansi dengan kehidupan modern zaman sekarang.\nKarya musik-teater I La Galigo ini bercerita melalui tarian\, gerak tubuh\, soundscape dan penataan musik gubahan maestro musik Rahayu Supanggah di bawah penyutradaraan salah satu sutradara teater kontemporer terbaik dunia saat ini\, Robert Wilson. Pertunjukan yang berdurasi dua jam ini amat memukau karena tata cahaya dan tata panggung yang spektakuler. \nUntuk menciptakan ekspresi yang lebih dramatis\, sebanyak 70 instrumen musik\, mulai dari instrumen tradisional Sulawesi\, Jawa\, dan Bali dimainkan 12 musisi untuk mengiringi pertunjukan ini. Penataan bunyi dan musik ini merupakan sebuah hasil karya dan hasil kerja intensif melalui riset yang tidak main-main di bawah penyelia Rahayu Supanggah. \n“Mulai dari tahun 2001 kami mempelajari naskah tua yang dianggap sakral dalam budaya Bugis tersebut\, sekaligus mendalami budaya Sulawesi Selatan. Setelah tiga tahun\, akhirnya pada tahun 2004 kami melakukan pementasan pertama I La Galigo di Esplanade\, Singapura. Setelah melanglang buana ke 9 negara dan 18 tahun telah berlalu\, I La Galigo kembali hadir di Jakarta untuk naik pentas di Ciputra Artpreneur. Kami berharap pertunjukan yang telah kami rangkai secara modern ini dapat memperkenalkan naskah kuno asli Indonesia kepada generasi muda\, sekaligus mengusik keingintahuan masyarakat untuk lebih mendalami seni budaya Indonesia sehingga tidak punah\,” ujar Restu I. Kusumaningrum\, Ketua Yayasan Bali Purnati dan Direktur Artistik I La Galigo. \n \nSejak pentas perdananya di Esplanade Theatres on the Bay (Singapura) pada 2004\, lakon ini terus menuai pujian saat digelar di kota-kota besar dunia\, seperti: Lincoln Center Festival di New York\, Het Muziektheater di Amsterdam\, Fòrum Universal de les Cultures di Barcelona\, Les Nuits de Fourvière di Prancis\, Ravenna Festival di Italy\, Metropolitan Hall for Taipei Arts Festival di Taipei\, Melbourne International Arts Festival di Melbourne\, Teatro Arcimboldi di Milan\, sebelum kembali ke Makassar untuk dipentaskan di Benteng Rotterdam.  \nI La Galigo juga terpilih sebagai pementasan khusus berkelas dunia pada saat Annual Meetings IMF-World Bank Group 2018 di Bali\, bahkan media sekelas The New York Times pun tak segan menyebutnya "stunningly beautiful music-theater work" ketika I La Galigo menjadi pembuka pada Lincoln Center Festival 2005.  \n“Banyaknya apresiasi yang diberikan terhadap pertunjukan I La Galigo baik di dalam maupun luar negeri membuktikan bahwa budaya kita luar biasa indahnya di mata dunia. Maka tak heran jika negara ini dijuluki zamrud khatulistiwa\, karena Indonesia memang punya beragam potensi yang luar biasa. Sudah jadi komitmen bagi Bakti Budaya Djarum Foundation untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap kekayaan dan keberagaman budaya tanah air. Kami tidak akan berhenti mendukung industri seni kreatif Indonesia agar kekayaan budaya Indonesia semakin dikenal\, baik dalam negeri maupun internasional\,” ujar Renitasari Adrian\, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation. \nI La Galigo merupakan sebuah harta seni budaya Indonesia. Penghargaan masyarakat internasional pada karya ini sudah terbukti\, sehingga kini\, sudah selayaknya masyarakat Indonesia juga dapat menyaksikan sebuah pentas mahakarya asli Indonesia yang tak kalah menarik dengan kisah “Mahabharata” maupun “Ramayana”. \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia
URL:https://indonesiakaya.com/event/i-la-galigo-karya-musik-teater-terinspirasi-sastra-klasik-sulawesi-selatan/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/i-la-galigo-karya-musik-teater-terinspirasi-sastra-klasik-sulawesi-selatan-kUFfKE.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190629T193000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190629T193000
DTSTAMP:20260510T235258
CREATED:20201022T031433Z
LAST-MODIFIED:20201022T075458Z
UID:36470-1561836600-1561836600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pertunjukan Berjudul "Kanya"\, Jagongan Wagen Edisi Juni 2019
DESCRIPTION:Jagongan Wagen edisi Juni 2019 yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation  menampilkan sebuah pertunjukan tari oleh Ela Mutiara\, koreografer penerima Hibah Seni PSBK 2019. Melalui proses fasilitasi penciptaan karya yang berjalan selama kurang lebih satu bulan di PSBK\, karya tari yang berjudul “Kanya” akan dipersembahkan secara perdana pada Sabtu\, 29 Juni 2019\, pukul 19.30 – 21.00 WIB\, bertempat di Panggung Diponegoro kompleks\, Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK)\, Ds. Kembaran Rt. 04-05\, Tamantirto\, Kasihan\, Bantul\, Yogyakarta. \n“Perempuan tidak akan jauh dari sumur\, dapur\, dan kasur.” \nKutipan di atas merupakan sebuah konstruksi pandangan masyarakat atas kaum perempuan.  Salah satu contohnya\, perempuan remaja akan dihadapkan pada pilihan utama yaitu bekerja atau menikah\, selain itu bukan menjadi prioritas utama. Tekanan sosial semacam ini menjadi faktor maraknya pernikahan dini\, kaum perempuan tidak perlu berpendidikan tinggi apalagi memilih untuk berkarir. \nKanya dalam bahasa Sansekerta memiliki arti anak perempuan. Penata tari ingin berbagi alasan atas pilihan perempuan terhadap dirinya sebagai individu yang mandiri. Melalui karya ini pilihan untuk menikah dan bekerja lahir atas dasar kesadaran\, setara dengan pilihan untuk melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Di satu sisi\, alih-alih memaknai konstruksi pandangan masyarakat terhadap kaum perempuan sebagai tekanan\, karya ini turut mengajak masyarakat untuk menginterpretasikan ulang persepsi ruang ‘sumur\, dapur dan kasur‘  sebagai ruang penting dan berpengaruh dalam struktur sosial. \nJagongan Wagen (JW) adalah ruang bagi masyarakat seni dan selain seni untuk bersama-sama menjalankan proses belajar kreatif\, kolaboratif\, eksploratif dan edukatif melalui praktik penciptaan dan pementasan pertunjukan di PSBK. PSBK memfasilitasi dan mengkurasi kegiatan yang berlangsung setiap bulan ini\, kecuali awal tahun dan bulan puasa.  \nHibah Seni PSBK adalah fasilitasi seniman Indonesia untuk mempresentasikan karya pertunjukan terbarunya secara perdana di platform Jagongan Wagen. Fasilitasi meliputi dukungan kuratorial\, produksi\, dan dokumentasi sebagai upaya membagi gagasan karya kepada publik. \nPadepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) \nMelanjutkan spirit Bagong Kussudiardja\, PSBK mewujudkan diri sebagai art centre dengan misi mendukung pengembangan kreatif seniman dan masyarakat umum untuk terus terhubung pada nilai-nilai seni dan budaya\, keberlanjutannya\, dan penciptaan nilai-nilai budaya melalui seni. PSBK hadir sebagai laboratorium kreatif\, tempat berkumpul\, ruang presentasi karya seniman dari berbagai disiplin. PSBK menghadirkan karya seniman-seniman muda\, memfasilitasi riset-riset artistik dan pengembangan profesional\, dan merancang program-program untuk meningkatkan community engagement dan pengembangan jaringan melalui kesenian. \nPadepokan Seni Bagong Kussudiardja\nDs. Kembaran Rt.04-05\, Tamantirto\, Kasihan\, Bantul\, DIY\nTel./Fax.: +62(0)274/ 414-404\nWhatsapp : +62 82141416252\nEmail: media@psbk.or.id   Web: www.psbk.or.id\nFacebook: psbkjogja\nTwitter & Instagram: @psbk_jogja\nYoutube: media psbk
URL:https://indonesiakaya.com/event/pertunjukan-berjudul-kanya-jagongan-wagen-edisi-juni-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/pertunjukan-berjudul-kanya-jagongan-wagen-edisi-juni-2019-RNMH8c.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190629T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190629T000000
DTSTAMP:20260510T235258
CREATED:20201022T031402Z
LAST-MODIFIED:20201022T075425Z
UID:36422-1561766400-1561766400@indonesiakaya.com
SUMMARY:Komunitas KAHE Mempersembahkan Pertunjukan "Yang Terhempas\, Yang Terkikis"
DESCRIPTION:Pertunjukan berjudul “Yang Terhempas\, Yang Terkikis” persembahan Komunitas KAHE Maumere yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation sukses dipentaskan di Taman Monumen Tsunami\, Maumere\, Flores\, Nusa Tenggara Timur\, pada Rabu\, 29 Mei 2019\, pukul 19.15 WITA. \nPertunjukan ini adalah salah satu hasil karya dari pergulatan Komunitas KAHE tentang tsunami Flores 1992. Pertunjukan ini menempatkan Kampung Wuring sebagai lokus dan fokus riset penciptaan karya. Kampung Wuring sendiri adalah kampung nelayan di wilayah kelurahan Wolomarang\, Kabupaten Sikka\, yang terbentuk oleh migrasi suku Bajo dan Bugis antara tahun 1902-1918. Pada tsunami Flores 1992\, kampung Wuring menjadi salah satu tempat dengan kehancuran terparah. \n \nKampung Wuring digunakan sebagai idiom lokal untuk membicarakan perubahan-perubahan yang tengah terjadi di tubuh masyarakat kota Maumere. Mengadopsi struktur kampung Wuring sebagai dramaturgi pertunjukan\, “Yang Terhempas\, Yang Terkikis” mencoba merefleksikan arah gerak kebudayaan di Maumere yang ditandai dengan beragam pertemuan antara yang tradisional dan modern\, yang lokal dan global.  \nPertunjukan berkisah tentang Mamat Kasip\, seorang juragan kapal ikan di Wuring\, beristri lima\, dan kisah hidupnya menjadi sorotan seluruh warga kampung. Ia meminta seorang wartawan\, teman sejawatnya saat kuliah menulis kisah hidupnya sebelum ia meninggal. Pementasan ini adalah secuil cerita tentang hidup Mamat Kasip yang terus menjadi pergunjingan hingga akhir hayatnya. \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/komunitas-kahe-mempersembahkan-pertunjukan-yang-terhempas-yang-terkikis/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/komunitas-kahe-mempersembahkan-pertunjukan-yang-terhempas-yang-terkikis1-lTKCUj.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190628T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190630T000000
DTSTAMP:20260510T235258
CREATED:20201022T031421Z
LAST-MODIFIED:20201022T075446Z
UID:36452-1561680000-1561852800@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) ke XI tahun 2019
DESCRIPTION:  \nDidukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation\, acara Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) ke XI tahun 2019 diselenggarakan di Kudus\, Jawa Tengah\, pada tanggal 28-30 Juni 2019. Acara ini dihadiri oleh 46 penyair dari Jawa Tengah\, 32 penyair nasional\, 6 penyair dari Malaysia\, 7 penyair dari Singapura\, 6 penyair dari Thailand dan 4 penyair dari Brunei Darussalam. Kegiatan kali ini mengusung tema “Puisi Untuk Persaudaraan dan Kemanusiaan”. \nPertemuan Penyair Nusantara tidak hanya menjadi peristiwa sastra atau peristiwa budaya rutin tahunan\, tapi juga bertujuan untuk menjalin komunikasi antar penyair nusantara\, membahas perkembangan sastra dan kebudayaan nusantara\, membuat antologi puisi bersama serta membaca sajak di atas panggung yang sama. \nPeserta PPN XI adalah para penyair yang karya puisinya lolos kurasi dan memenuhi persyaratan yang ditentukan panitia penyelenggara. Para kurator berjumlah 10 orang\, yakni Ahmadun Yosi Herfanda\, Kurnia Effendi\, dan Chavchay Syaifullah (kurator nasional)\, Mukti Sutarman Espe\, Sosiawan Leak dan Jumari Hs (kurator Jateng)\, Mohamad Saleeh Rahamad (kurator Malaysia)\, Djamal Tukimin (kurator Singapura)\, Mahroso Doloh (kurator Thailand)\, dan Zefri Ariff (kurator Brunei Darussalam). Selain para penyair peserta\, hadir juga para peninjau dari negara Malaysia dan sejumlah tokoh sastra Indonesia. \nKehadiran penyair dari berbagai daerah di tanah air dan dari negara-negara tetangga diharapkan bisa memviralkan Kudus yang terkenal sebagai Kota Kretek dan Kota Wali menjadi tujuan wisata yang mengesankan. Tidak hanya tentang kesenian dan budaya Kudus yang eksotis\, melainkan juga aneka ragam kulinernya yang diharapkan dapat mengajak mereka kembali ke kota ini. \nAcara pembukaan PPN XI berlangsung di Hotel Gripta Kudus\, dimeriahkan oleh kesenian khas Kudus dari kelompok Terbang Papat Menara\, musikalisasi puisi kelompok musik Sang Swara\, dan pembacaan puisi oleh penyair perwakilan negara-negara peserta. \nPada hari kedua\, panitia menggelar seminar sastra dan kebudayaan dengan menampilkan 6 pembicara\, yakni Maman S. Mahayana (Indonesia)\, Dr. Moh. Saleeh Rahamad (Malaysia)\, Prof. Zefri Arif (Brunei Darussalam)\, Dr. Rakib Bin Nik Hasan (Thailand)\, Djamal Tukiman\, MA (Singapura)\, dan Dr. Tirto Suwondo\, M.Hum. (Balai Bahasa Jawa Tengah\, Indonesia). Seminar yang dimoderatori oleh Sihar Ramses Simatupang ini\, diharapkan dapat memberikan wawasan baru tentang perkembangan sastra dan budaya nusantara dan membahas isu-isu terkini tentang sastra dan kebudayaan. \nAcara dilanjutkan dengan bedah buku antologi berjudul Sesapa Mesra Selinting Cinta yang berisi karya-karya penyair yang lolos kurasi. Pembicara dalam bedah buku adalah Prof. Suminto A. Sayuti yang akan membawakan makalah berjudul Seracik Bumbu Soto Kerbau dalam Sesapa Mesra Selinting Cinta\, dimoderatori oleh Dr. Mohammad Kanzanuddin\, M.Pd. PPN XI hari kedua ditutup dengan workshop pembacaan puisi yang disampaikan oleh Sosiawan Leak dengan moderator Jimat Kalimasadha. Peserta workshop ini adalah guru Bahasa Indonesia perwakilan dari SMP\, MTs\, SMA\, MA\, dan SMK se-Kabupaten Kudus. \nDi hari yang sama\, berlangsung kegiatan utama yaitu Panggung Penyair Asean. Para penyair akan unjuk kebolehan di atas Panggung Penyair Asean yang digelar di pelataran timur Menara Kudus. Presiden Penyair Indonesia\, Sutardji Calzoum Bachri\, bersama Kyai Mustofa Bisri (Gus Mus)\, D. Zawawi Imron\, Thomas Budi Santoso\, dan Sosiawan Leak ikut meriahkan panggung tersebut. \nSelain itu\, sejumlah penyair dari Malaysia\, Singapura\, Thailand\, Brunei Darussalam\, dan penyair dari berbagai daerah di Indonesia\, antara lain Emy Suy\, Fikar W. Eda\, Taufiq Ikram\, Didid Endro\, Rini Intama\, Warih Wisatsana\, Imam Maarif juga terlibat di panggung yang sama.  \nPada hari terakhir\, peserta akan melakukan wisata budaya ke Menara Kudus untuk berziarah ke makam Sunan Kudus dan melihat dari dekat Menara Kudus yang merupakan situs sejarah\, simbol akulturasi budaya Hindu dan Islam\, simbol toleransi umat beragama\, simbol semangat persaudaraan yang dibawa oleh Sunan Kudus\, Sayyid Ja'far Shadiq Azmatkhan.  \nWisata budaya dilanjutkan dengan mengunjungi Museum Jenang atau yang juga dikenal dengan sebutan Gusjigang X-Building. Di museum tersebut\, pengunjung dapat menyaksikan proses pembuatan jenang Kudus\, miniatur Kudus\, dan sejarah Kudus. Secara umum\, museum ini memperlihatkan Kudus dan sejarahnya\, serta aktivitas perekonomian Kudus pada masa lampau hingga sekarang. Penutupan PPN XI 2019 dilaksanakan di Museum Kretek Kudus sebagai tempat terakhir rangkaian wisata budaya. \nInformasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini\, silahkan menghubungi panitia :\nJimat : 0818 0246 3554
URL:https://indonesiakaya.com/event/pertemuan-penyair-nusantara-ppn-ke-xi-tahun-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/pertemuan-penyair-nusantara-ppn-ke-xi-tahun-2019-e2i3v4.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190623T193000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190623T193000
DTSTAMP:20260510T235258
CREATED:20201022T031425Z
LAST-MODIFIED:20201022T075450Z
UID:36458-1561318200-1561318200@indonesiakaya.com
SUMMARY:Forum Apresiasi Sastra Dan Budaya Kudus (FASBuK) Edisi Juni 2019
DESCRIPTION:Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK) yang didukung Bakti Budaya Djarum Foundation bekerja sama dengan Kajian Kreatifitas dan Seni Fakultas Teknik ( Teater Obeng ) Universitas Muria Kudus akan menggelar lawatan rutin sastra dan budaya. Kali ini menampilkan Pertunjukan Musik\, Puisi dan Diskusi bertema “Kembali Fitri“ di Auditorium Universitas Muria Kudus\, Kampus Gondangmanis PO BOX 53 Bae Kudus\, pada hari Minggu\, 23 Juni 2019\, pukul : 19.30 WIB. \nPada edisi bulan Juni 2019 ini panggung Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus menghadirkan beberapa insan seni muda dari kelompok teater\, musik\, dan pecinta puisi. “Kembali Fitri“\, mengajak kita semua untuk bergembira di bulan Syawal\, meningkatkan kebaikan dari apa yang sudah dilakukan. \nSekilas tentang Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK) \nBerdiri sejak 12 Januari 2009\, FASBuK adalah ruang kerja fisik dan pemikiran untuk mencipta inovasi serta varian-varian sebuah paket kemasan kegiatan dalam bidang kesusasteraan dan kesenian lokal yang nantinya mampu menjadi asset atas keberagaman kebudayaan nasional dan dekatmasyarakatnya sehingga tercapai ruang bersama untuk saling berbagi\, bertukar pikiran\, demi sebuah cita-cita luhur tumbuhnya nilai-nilai kesadaran manusia yang berbudaya. \nSecara rutin tiap bulannya FASBuK menggelar acara Sastra dan Seni Budaya yang meliputi Apresiasi sastra\, Sarasehan Budaya\, Pertunjukan Musik\, Tari dan Pementasan Drama/Teater\, dan sebagainya. \nUntuk mengetahui lebih lanjut mengenai kegiatan ini\, silahkan menghubungi: \nForum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FasBuk)\nKetua Badan Pekerja FASBuK :Arfin AM\nNo. Hp: +62 857 4259 8480\nEmail: fasbuk93@gmail.com
URL:https://indonesiakaya.com/event/forum-apresiasi-sastra-dan-budaya-kudus-fasbuk-edisi-juni-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/forum-apresiasi-sastra-dan-budaya-kudus-fasbuk-edisi-juni-2019-qKf5al.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190622T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190622T200000
DTSTAMP:20260510T235258
CREATED:20201022T031426Z
LAST-MODIFIED:20201022T075451Z
UID:36460-1561233600-1561233600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Suluk Maleman Edisi Juni 2019
DESCRIPTION:Suluk Maleman adalah acara rutin bulanan yang dirancang sebagai ajang untuk silaturrahim\, tukar pikiran\, mengaji masalah-masalah yang dihadapi bangsa\, baik di tingkat lokal maupun nasional. Acara ini sejak awal digagas sebagai oase untuk merekatkan kembali ikatan kemanusiaan\, kemasyarakatan dan kebangsaan. \nTema Suluk Maleman kali ini adalah “Kembali Menjadi Manusia”. Tema ini merupakan bagian ke-dua belas dari episode Taubat Nusantara\, Menjaga Nalar Bangsa\, yang akan diisi antara lain oleh Budi Maryono dan Nur Said MA.  Kecuali membahas tema\, seperti biasa acara ini akan diselingi pagelaran musik oleh Orkes Puisi Sampak GusUran. \nKegiatan dilaksanakan pada tanggal 22 Juni 2019\, pukul 20.00 WIB\, bertempat di Rumah Adab Indonesia Mulia\, Jalan P. Diponegoro No 94\, Pati. \nInfo lebih lanjut :\nWebsite: www.sulukmaleman.com\nFacebook: fb.com/sulukmaleman\nTwitter: @suluk_maleman\nInstagram: @sulukmaleman
URL:https://indonesiakaya.com/event/suluk-maleman-edisi-juni-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/suluk-maleman-edisi-juni-2019-ioed0Q.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190622T150000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190622T150000
DTSTAMP:20260510T235258
CREATED:20201022T031429Z
LAST-MODIFIED:20201023T073820Z
UID:36464-1561215600-1561215600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Jakarta Sepanjang Masa oleh Krida Loka
DESCRIPTION:
URL:https://indonesiakaya.com/event/festival-bedhayan-tahun-2019-2/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/22-JUN-300-x-450-uDQIs7.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190622T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190622T000000
DTSTAMP:20260510T235258
CREATED:20201022T031406Z
LAST-MODIFIED:20201022T075430Z
UID:36428-1561161600-1561161600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Festival Bedhayan Tahun 2019
DESCRIPTION:Laskar Indonesia Pusaka dan Yayasan Swargaloka yang didukung Dirjen Kebudayaan Dr. Hilmar Farid dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyelenggarakan Festival Bedhayan 2019 pada tanggal 22 Juni 2019\, di Gedung Kesenian Jakarta. \nDidirikan oleh Jaya Suprana pada tahun 2019\, Laskar Indonesia Pusaka merupakan wadah untuk mengayomi kearifan seni panggung lokal. Sebagai cabang dari Jaya Suprana School of Performing Arts\, komunitas ini merambah lebih dalam kepada seni panggung tradisi Indonesia dan bertujuan untuk membuat generasi milenial mengapresiasi karya bangsa. \nFestival Bedhayan bertujuan untuk melestarikan dan mengembangkan kesenian tradisional\, mempopulerkan karya agung bangsa Indonesia\, menanamkan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia\, membangun karakter bangsa serta melestarikan warisan budaya Indonesia. Festival Bedhayan juga bertujuan untuk memperkenalkan pusaka kerajaan Jawa jaman dahulu yaitu tari Bedhaya. \n \nTari Bedhaya adalah tarian sakral dari Keraton Surakarta dan Yogyakarta yang saat ini sudah dimodifikasi untuk dapat dinikmati khalayak umum dan diubah menjadi Bedhayan atau Bedhaya-Bedhayaan. Festival Bedhayan 2019 juga menghadirkan beberapa pakar tari bedhayan\, yaitu GKR. Ayu Wandansari Koes Murtiyah\, KP Sulistyo Tirtokusumo\, dan Wahyu Santoso Prabowo. S.Kar.M.S. \nFestival Bedhayan 2019 yang turut didukung oleh Jamu Jago\, BCA\, Sinarmas\, dan Bakti Budaya Djarum Foundation mengajak hadirin untuk merasakan pengalaman di keraton dalam semalam\, berinteraksi langsung dengan para penari serta menyantap hidangan khas Solo. \n \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/festival-bedhayan-tahun-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/festival-bedhayan-tahun-20191-x2rAw6.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190617T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190617T200000
DTSTAMP:20260510T235258
CREATED:20201022T031424Z
LAST-MODIFIED:20230925T034749Z
UID:36457-1560801600-1560801600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Opera Drama Wayang "Sang Penjaga Hati"
DESCRIPTION:Swargaloka didukung Bakti Budaya Djarum Foundation kembali mempersembahkan sebuah pertunjukan wayang orang berbahasa Indonesia dalam bentuk opera tradisi modern\, perpaduan wayang kulit dalam layar lebar dan wayang orang  dengan balutan tarian tradisi kontemporer nusantara\, serta diiringi musik orkestra gamelan berkolaborasi dengan instrument musik modern. Hasil kemasan tersebut dinamakan The Indonesia Opera Drayang Swargaloka dan telah memperoleh beberapa penghargaan diantaranya dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI)\nPementasan akan diselenggarakan pada hari Senin tanggal 17 Juni 2019 pukul 20.00 WIB\, dengan menyajikan lakon dengan judul “Sang Penjaga Hati” \nSinopsis :\nSepenggal kisah dari sang penjaga hati yang dengan setia menemani  kemanapun kekasih hatinya melangkah untuk mencari kesejatian hidup. \nAdalah Narasoma dan Setyawati berjalan menuruni jurang terjal berusaha sampai pada lembah kebahagiaan. Bagi keduanya cinta memang sesuatu yang indah\, tapi kadang cinta juga memberikan kesedihan yang dalam. Karena cinta pula Setyawati harus terpisah selamanya dengan Bagaspati ayah yang mengasuhnya sejak kecil hingga dewasa. \nKarena cinta pula Narasoma merelakan Dewi Madrim adik semata wayangnya harus terpisah dengannya\, barangkali begitulah bagi Narasoma melepaskan Madrim ke tangan Pandu adalah bukti cintanya untuk kebahagiaan Madrim. \nDan akhirnya yang paling berat dalam hidupnya adalah terpisah dengan kekasih sejatinya\, Dewi Setyawati.  Bharatayuda telah memanggil ksatria Mandaraka yang sudah tidak muda itu untuk turun ke gelanggang payudan demi  Pandawa\, Narasoma merelakan nyawanya di gelanggang Bharatayuda  untuk kejayaan Pandawa. Semua dilakukannya karena cinta. Semua dilakukannya karena dia adalah sang penjaga hati. \nBagi sang penjaga hati seperti Narasoma\, setiap cerita selalu punya akhir\, tapi dalam kehidupannya bersama Setyawati sebuah akhir hanyalah sebuah awal untuk menapaki cerita baru\, karena dia adalah Sang Penjaga Hati dalam kehidupan selanjutnya. \nInformasi lebih lanjut mengenai pertunjukan ini :\nTelephone : 0813 1474 4452\nwww.swargaloka.id
URL:https://indonesiakaya.com/event/opera-drama-wayang-sang-penjaga-hati-2/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/opera-drama-wayang-sang-penjaga-hati-z9FNfO.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190617T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190617T000000
DTSTAMP:20260510T235258
CREATED:20201022T031359Z
LAST-MODIFIED:20230925T034642Z
UID:36418-1560729600-1560729600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Opera Drama Wayang "Sang Penjaga Hati"
DESCRIPTION:Sepenggal kisah dari sang penjaga hati yang dengan setia menemani  kemanapun kekasih hatinya melangkah untuk mencari kesejatian hidup. Adalah Narasoma dan Setyawati berjalan menuruni jurang terjal berusaha sampai pada lembah kebahagiaan. Bagi keduanya cinta memang sesuatu yang indah\, tapi kadang cinta juga memberikan kesedihan yang dalam. Karena cinta pula Setyawati harus terpisah selamanya dengan Bagaspati ayah yang mengasuhnya sejak kecil hingga dewasa. \nKarena cinta pula Narasoma merelakan Dewi Madrim adik semata wayangnya harus terpisah dengannya\, barangkali begitulah bagi Narasoma melepaskan Madrim ke tangan Pandu adalah bukti cintanya untuk kebahagiaan Madrim. \n \nDan akhirnya yang paling berat dalam hidupnya adalah terpisah dengan kekasih sejatinya\, Dewi Setyawati.  Bharatayuda telah memanggil ksatria Mandaraka yang sudah tidak muda itu untuk turun ke gelanggang payudan demi  Pandawa\, Narasoma merelakan nyawanya di gelanggang Bharatayuda  untuk kejayaan Pandawa. Semua dilakukannya karena cinta. Semua dilakukannya karena dia adalah sang penjaga hati. \nBagi sang penjaga hati seperti Narasoma\, setiap cerita selalu punya akhir\, tapi dalam kehidupannya bersama Setyawati sebuah akhir hanyalah sebuah awal untuk menapaki cerita baru\, karena dia adalah Sang Penjaga Hati dalam kehidupan selanjutnya. \n \nWayang Orang Swargaloka didukung Bakti Budaya Djarum Foundation kembali mempersembahkan sebuah pertunjukan wayang orang berbahasa Indonesia dalam bentuk opera tradisi modern\, perpaduan wayang kulit dalam layar lebar dan wayang orang\, dengan balutan tarian tradisi kontemporer nusantara\, serta diiringi musik orkestra gamelan berkolaborasi dengan instrument musik modern. Hasil kemasan tersebut dinamakan The Indonesia Opera Drayang Swargaloka dan telah memperoleh beberapa penghargaan diantaranya dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Pementasan diselenggarakan pada hari Senin tanggal 17 Juni 2019\, di Gedung Kesenian Jakarta\, dengan menyajikan lakon dengan judul “Sang Penjaga Hati”. \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/opera-drama-wayang-sang-penjaga-hati/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/opera-drama-wayang-sang-penjaga-hati1-CHvkTt.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190614T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190614T200000
DTSTAMP:20260510T235258
CREATED:20201022T031428Z
LAST-MODIFIED:20201022T075452Z
UID:36462-1560542400-1560542400@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pertunjukan Berjudul Puti Bungsu di Festival Nan Jombang
DESCRIPTION:Penyelenggaraan Festival Nan Jombang telah mencapai pertengahan tahun pada Juni ini. Segenap usaha dan kerja keras serta ketulusan hati dicurahkan untuk menghadirkan dan menyuguhkan berbagai tampilan kesenian tradisi Minang yang ada di Sumatera Barat pun kesenian tradisi yang ada di Indonesia. Semua kerja keras dari komunitas Galombang Minangkabau di bawah payung Nan Jombang Grup merupakan bentuk dari dedikasi tanpa batas terhadap perkembangan kesenian serta apresiasi terhadap kesenian tradisi khususnya sebagai dasar berpijak setiap seniman. \nPada bulan keenam penyelenggaraan Festival Nan Jombang\, komunitas Galombang Minangkabau kembali memberikan suasana baru bagi penonton. Kali ini akan menampilkan pertunjukan dari Grup Parewa Limo Suko. Pada pertunjukan kali ini Parewa Limo Suku akan menampilkan pertunjukan yang tentu saja berakar tradisi Minangkabau. Judul pertunjukan yang akan dibawakan pada Festival Nan Jombang tgl 3 oleh parewa Limo Suku yakni Puti Bungsu. \nMenurut Irmun Krisman pimpinan parewa Limo Suku\, Puti Bungsu merupakan sebuah karya pertunjukan yang dikemas dalam bentuk kolaborasi unsur drama\, tari\, dan musik tradisional yang disuguhkan dengan konsep kekinian. Pertunjukan Puti Bungsu mengandung pesan tentang kekuatan atau aturan adat di Minangkabau yang masih kental dan masih diterapkan sampai sekarang. \nPuti Bungsu adalah adik dari tujuh bidadari bersaudara\, yang mana Puti Bungsu dipaksa untuk turun ke bumi oleh Kakak-kakaknya untuk pergi mandi di Telaga Puti. Ketika mereka sedang asik mandi\, muncullah Malin Deman mencuri salah satu selendang tujuh Puti tersebut. Ternyata selendang yang diambil adalah selendang Puti Bungsu\, maka tinggallah Puti Bungsu di bumi. Dia sangat sedih\, lalu datang Malin Deman yang menawarkan kebaikan untuk mengajak Puti Bungsu pulang ke rumahnya yang sejak awal jatuh hati dan berniat mempersunting Puti Bungsu. Keberadaan Puti Bungsu dipertanyakan oleh masyarakat\, karna asal usul yang tak jelas. Puti Bungsu pun mengikuti aturan adat yang berlaku di masyarakat Minangkabau. Dia pun dinikahi oleh Malin Deman dan masyarakat pun menerima. \nPertunjukan tersebut nantinya dapat kita saksikan dan nikmati pada Festival Nan Jombang tgl 3\, yang khusus bulan ini akan di adakan pada tanggal 14 Juni 2019. Pertunjukan dari parewa Limo suku ini akan didukung oleh 15 orang pemain. \nFestival Naan Jombang tgl 3\, seperti pada penyelenggaraan- penyelenggaraan sebelumnya dapat disaksikan di Ladang Tari Nan Jombang Balai Baru Padang. Festival Nan Jombang Tgl 3 merupakan program tahunan Nan Jombang Grup. Tahun ini untuk kesekian kalinya Bakti  Budaya Djarum Foundation kembali mendukung kegiatan Festival Nan Jombang Tgl 3.  \nInfo lebih lanjut\, silahkan menghubungi panitia : \nAngga Djamar : 0812 6616 716\nwww.nanjombangdance.id
URL:https://indonesiakaya.com/event/pertunjukan-berjudul-puti-bungsu-di-festival-nan-jombang/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/pertunjukan-berjudul-puti-bungsu-di-festival-nan-jombang-NkIERW.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190608T193000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190609T000000
DTSTAMP:20260510T235258
CREATED:20201022T031431Z
LAST-MODIFIED:20201022T075456Z
UID:36467-1560022200-1560038400@indonesiakaya.com
SUMMARY:Kethoprak Conthong Yogyakarta Mempersembahkan Lakon Panguwasa Samodra
DESCRIPTION:Jepara\, daerah dipesisir utara pulau Jawa ini memiliki kisah tersendiri sebelum masa R.A. Kartini. Sama-sama sebagai tokoh wanita\, Ratu Kalinyamat pernah memimpin Jepara\, dimana seluruh perangkat pemerintahannya konon dijabat para wanita sedangkan para pria hanya sebagai bawahan. Ratu Kalinyamat memiliki cita-cita untuk menguasai samudra agar dapat berguna untuk semua bangsa di Nusantara. \nBagaimanakah perjuangan Ratu Kalinyamat dalam memperjuangkan cita-citanya? Dan bagaimana laku prihatin yang ia jalani? Saksikan lakon berjudul Panguwasa Samodra persembahan dari Kethoprak Conthong Yogyakarta bersama Bakti Budaya Djarum Foundation di Gedung Concerthall Taman Budaya Yogyakarta\, tanggal 8 dan 9 Juni 2019\, Pukul 20.00 wib. \nInformasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini\, silahkan menghubungi panitia : \nTedjo Badut :+62 817 460 778 atau 087 845 600 148
URL:https://indonesiakaya.com/event/kethoprak-conthong-yogyakarta-mempersembahkan-lakon-panguwasa-samodra-2/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/kethoprak-conthong-yogyakarta-mempersembahkan-lakon-panguwasa-samodra-LcghIy.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190608T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190608T000000
DTSTAMP:20260510T235258
CREATED:20201022T031118Z
LAST-MODIFIED:20201022T075132Z
UID:36171-1559952000-1559952000@indonesiakaya.com
SUMMARY:Kethoprak Conthong Yogyakarta Mempersembahkan Lakon Panguwasa Samodra
DESCRIPTION:Jepara\, daerah di pesisir utara pulau Jawa ini memiliki kisah tersendiri sebelum masa R.A. Kartini. Sama-sama sebagai tokoh wanita Ratu Kalinyamat pernah memimpin Jepara\, dimana seluruh perangkat pemerintahannya konon dijabat para wanita sedangkan para pria hanya sebagai bawahan. Ratu Kalinyamat memiliki cita-cita untuk menguasai samudra agar dapat berguna untuk semua bangsa di Nusantara. \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/kethoprak-conthong-yogyakarta-mempersembahkan-lakon-panguwasa-samodra/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/kethoprak-conthong-yogyakarta-mempersembahkan-lakon-panguwasa-samodra1-ui9Sv9.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190607T170000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190609T000000
DTSTAMP:20260510T235258
CREATED:20201022T031432Z
LAST-MODIFIED:20201022T075457Z
UID:36468-1559926800-1560038400@indonesiakaya.com
SUMMARY:Opera Bakdan Neng Sala Lakon "Sinta Obong"
DESCRIPTION:Opera Bakdan Neng Sala dengan lakon “Sinta Obong” merupakan adopsi dari cerita Ramayana. Berbeda dengan pertunjukan tari dan pementasan wayang lainnya\, karya ini menyuguhkan garap tari dialog dan tembang serta melibatkan 150 seniman. Gagasan konsep opera ini menitikberatkan pada garap gerak tari kekinian tanpa meninggalkan tradisi yang ada. Demikian juga dengan garap musik yang diracik sedemikian rupa sehingga nuansa opera yang megah dan agung dapat dirasakan oleh penonton.  \nKali ini\, konsep pertunjukan akan mengeksplorasi bentuk panggung dengan mengolah dimensi agar terlihat menarik\, tentunya menyesuaikan alur cerita yang dibutuhkan. Selain itu kostum juga kami garap serealis mungkin sesuai peran masing-masing tanpa meninggalkan rasa tradisinya. Semua ini dikolaborasikan menjadi satu kesatuan pertunjukan agar penonton dapat merasakan ikut masuk dalam garapan dunia opera.  \nBakdan Neng Sala Nonton Opera Ramayana sudah terselenggara selama 4 kali dalam 4 tahun dan momentumnya bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri. Event ini merupakan agenda tahunan Kota Solo\, sebab event ini menjadi daya tarik tersendiri untuk wisatawan lokal dan mancanegara. Berikut adalah judul atau lakon yang pernah dipentaskan\, Anoman Obong (2015)\, Sang Anoman (2016)\, Rama Tambak – Kumbokarno Gugur (2017) dan Goa Kiskendo (2018). \nLakon Sinta Obong adalah rangkaian dari beberapa peristiwa yang penting dalam keseluruhan lakon Ramayana. Garapan ini dimulai dari episode Anoman Duta\, sampai dgn Anoman Obong. Episode berikutnya peristiwa Rama Tambak\, dalam episode ini memfokuskan garapan pada pelestarian dan perawatan ekosistem\, dalam hal ini laut beserta kehidupan yang ada di dalamnya. Episode berikutnya adalah Kumbokarna Gugur dan dilanjutkan Brubuh Ngalengka. Merupakan puncak garapan\, adalah episode Sinta Obong. Dalam garapan ini akan dikisahkan bayangan yang menghantui hati dan sanubari Dewi Sinta. Dia sangat prihatin hanya karena mempertahankan dirinya\, terjadilah peristiwa yang sangat luar biasa dan mengakibatkan korban yang tak terhitung jumlahnya. \nKegiatan Bakdan Neng Sala Nonton Ramayana yang didukung juga oleh Bakti Budaya Djarum Foundation akan digelar pada 7-9 Juni 2019\, pukul 17.00 WIB di Benteng Vastenburg Surakarta. \nInformasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini\, silahkan menghubungi panitia :\nIka : 0813 2935 2165
URL:https://indonesiakaya.com/event/opera-bakdan-neng-sala-lakon-sinta-obong/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/opera-bakdan-neng-sala-lakon-sinta-obong-DVN7gT.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190607T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190607T000000
DTSTAMP:20260510T235258
CREATED:20201022T031407Z
LAST-MODIFIED:20201022T075431Z
UID:36430-1559865600-1559865600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Opera Bakdan Neng Sala Nonton Ramayana Dalam Lakon "Sinta Obong"
DESCRIPTION:Kegiatan Bakdan Neng Sala Nonton Ramayana dalam lakon “Sinta Obong” yang didukung juga oleh Bakti Budaya Djarum Foundation sukses digelar pada 7-9 Juni 2019\, bertempat di Benteng Vastenburg Surakarta.  \nPertunjukan melibatkan sekitar 150 seniman yang menyuguhkan garapan tari\, dialog\, serta tembang. Gagasan konsep opera ini menitikberatkan pada koreografi kekinian tanpa meninggalkan tradisi yang ada. Demikian juga dengan garapan musik yang diracik sedemikian rupa sehingga nuansa opera yang megah dan agung dapat dirasakan oleh penonton. \n \nLakon Sinta Obong adalah rangkaian dari beberapa peristiwa yang penting dalam keseluruhan lakon Ramayana. Cerita dimulai dari episode Anoman Duta hingga Anoman Obong. Episode berikutnya menceritakan peristiwa Rama Tambak\, dalam episode ini memfokuskan cerita pada pelestarian dan perawatan ekosistem laut beserta kehidupan yang ada di dalamnya. Episode berikutnya adalah Kumbokarna Gugur\, dan dilanjutkan Brubuh Ngalengka. Puncak cerita adalah episode Sinta Obong\, yang menyajikan kisah saat Dewi Sinta melakukan upacara obong\, yaitu upacara membakar diri selepas diculik oleh Rahwana\, demi membuktikan kesucian dan kesetiaannya pada Rama\, sang suami.  \nBakdan Neng Sala Nonton Opera Ramayana sudah terselenggara selama 4 kali dalam 4 tahun dan momentumnya bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan Kota Solo\, dan telah menjadi daya tarik tersendiri untuk wisatawan lokal dan mancanegara. Lakon yang pernah dipentaskan dalam kegiatan Opera Bakdan Neng Sala di tahun-tahun sebelumnya adalah Anoman Obong (2015)\, Sang Anoman (2016)\, Rama Tambak – Kumbokarno Gugur (2017) dan Goa Kiskendo (2018). \n \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/opera-bakdan-neng-sala-nonton-ramayana-dalam-lakon-sinta-obong/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/opera-bakdan-neng-sala-nonton-ramayana-dalam-lakon-sinta-obong-k0cBR6.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190529T191500
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190529T191500
DTSTAMP:20260510T235258
CREATED:20201022T031435Z
LAST-MODIFIED:20201022T075500Z
UID:36474-1559157300-1559157300@indonesiakaya.com
SUMMARY:Komunitas KAHE Mempersembahkan Pertunjukan "Yang Terhempas\, Yang Terkikis"
DESCRIPTION:Pertunjukan Yang Terhempas\, Yang Terkikis adalah salah satu hasil karya dari pergulatan Komunitas KAHE tentang tsunami Flores 1992. Pertunjukan ini menempatkan Kampung Wuring sebagai lokus dan fokus riset penciptaan karya. Kampung Wuring sendiri adalah kampung nelayan di wilayah kelurahan Wolomarang\, Kabupaten Sikka\, yang terbentuk oleh migrasi suku Bajo dan Bugis antara tahun 1902-1918. Pada tsunami Flores 1992\, kampung Wuring menjadi salah satu tempat dengan kehancuran terparah. \nYang Terhempas\, Yang Terkikis menempatkan kampung Wuring sebagai idiom lokal untuk membicarakan perubahan-perubahan yang tengah terjadi di tubuh masyarakat kota Maumere. Mengadopsi struktur kampung Wuring sebagai dramaturgi pertunjukan\, Yang Terhempas\, Yang Terkikis mencoba merefleksikan arah gerak kebudayaan di Maumere yang ditandai dengan beragam pertemuan antara yang tradisional dan modern\, yang lokal dan global.  \nYang Terhempas\, Yang Terkikis bercerita tentang Mamat Kasip\, seorang juragan kapal ikan di Wuring\, beristri lima\, dan kisah hidupnya menjadi sorotan seluruh warga kampung. Ia meminta seorang wartawan\, teman sejawatnya saat kuliah menulis kisah hidupnya sebelum ia meninggal. Pementasan ini adalah secuil cerita tentang hidup Mamat Kasip yang terus menjadi pergunjingan hingga akhir hayatnya. \nPertunjukan Yang Terhempas\, Yang Terkikis dikerjakan dengan metode penciptaan bersama oleh penggiat di Komunitas KAHE. Kegiatan yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation ini akan dipentaskan di Taman Monumen Tsunami\, Maumere\, Flores\, Nusa Tenggara Timur\, pada Rabu\, 29 Mei 2019\, pukul 19.15 WITA.  \nInformasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini\, silahkan menghubungi panitia : \nAgusto Simor : 0813 3905 3613
URL:https://indonesiakaya.com/event/komunitas-kahe-mempersembahkan-pertunjukan-yang-terhempas-yang-terkikis-2/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/komunitas-kahe-mempersembahkan-pertunjukan-yang-terhempas-yang-terkikis-EteDv4.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190523T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190523T000000
DTSTAMP:20260510T235258
CREATED:20201022T031139Z
LAST-MODIFIED:20201022T075155Z
UID:36205-1558569600-1558569600@indonesiakaya.com
SUMMARY:KINTSUGI: A New Ballet about Love\, Betrayal and Abuse oleh Elhaq Latief
DESCRIPTION:KINTSUGI: A New Ballet about Love\, Betrayal and Abuse adalah sebuah pertunjukan tari bergenre ballet dan kontemporer yang membawa isu tentang kekerasan dalam pacaran. Sukses diselenggarakan di Teater Kecil\, Taman Ismail Marzuki\, Jakarta pada tanggal 23 Mei 2019. Pertunjukan yang berdurasi kurang lebih 60 menit ini mengambil inspirasi dari pengalaman pribadi penciptanya. Elhaq Latief ingin meningkatkan kesadaran terhadap isu penting yang kadang terlewati\, serta membentuk pemikiran bahwa kekerasan dalam pacaran itu bukan hal yang biasa dan tidak bisa dibiarkan begitu saja. \nElhaq Latief (Muhammad Qardhawi Gad Elhaq) adalah koregrafer yang berbasis di Indonesia. Sejak 2008 ia telah bekerja sebagai Aktor\, Penyanyi\, Penari dan Koreografer profesional di industri teater di Jakarta. Namun kariernya benar-benar dimulai ketika ia ditawari peran sebagai Corps de Ballet di produksi Ballet Sumber Cipta "The Nutcracker" pada tahun 2009. Latief memulai pengalaman teater pertamanya ketika dia berusia 13 tahun di Melbourne\, Australia. Latief menemukan bakatnya dalam musik\, akting dan menari selama SMP juga mempelajari piano\, trompet dan seruling. Pada akhir 2009 ia kembali ke Jakarta dan semakin menumbuhkan bakatnya dalam menyanyi\, menari\, dan berakting. \nPada tahun 2016\, Latief berpartisipasi dan menerima beasiswa oleh program YES ASEAN Musical Theatre program oleh Kedutaan Besar AS untuk komunitas ASEAN untuk mempelajari lebih lanjut tentang budaya teater musikal (Broadway). Di tahun ini 2019\, Latief terpilih untuk terbang ke New York\, Amerika Serikat untuk training dalam bidang teater yaitu Ruang Kreatif: Indonesia Menuju Broadway yang diadakan oleh www.indonesiakaya.com. Latief adalah anggota dari Jakarta Performing Arts Community (JPAC)\, yang dimana dia berkembang dan berkarya sebagai koreografer dari banyak produksi JPAC. \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/kintsugi-a-new-ballet-about-love-betrayal-and-abuse-oleh-elhaq-latief/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/kintsugi-a-new-ballet-about-love-betrayal-and-abuse-oleh-elhaq-latief-JstuLg.tmp_.jpg
END:VEVENT
END:VCALENDAR