BEGIN:VCALENDAR
VERSION:2.0
PRODID:-//Indonesia Kaya - ECPv6.15.15//NONSGML v1.0//EN
CALSCALE:GREGORIAN
METHOD:PUBLISH
X-WR-CALNAME:Indonesia Kaya
X-ORIGINAL-URL:https://indonesiakaya.com
X-WR-CALDESC:Events for Indonesia Kaya
REFRESH-INTERVAL;VALUE=DURATION:PT1H
X-Robots-Tag:noindex
X-PUBLISHED-TTL:PT1H
BEGIN:VTIMEZONE
TZID:Asia/Jakarta
BEGIN:STANDARD
TZOFFSETFROM:+0700
TZOFFSETTO:+0700
TZNAME:WIB
DTSTART:20180101T000000
END:STANDARD
END:VTIMEZONE
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20200830T130000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20200830T130000
DTSTAMP:20260510T132448
CREATED:20201022T031104Z
LAST-MODIFIED:20201022T075117Z
UID:36150-1598792400-1598792400@indonesiakaya.com
SUMMARY:Online Streaming Pertunjukan Puri Yutopia Permai\, Jagongan Wagen Edisi Agustus 2020
DESCRIPTION:Erlina Rakhmawati\, peraih Hibah Seni PSBK asal Yogyakarta akan menampilkan karya terbarunya yang berjudul Puri Yutopia Permai pada presentasi Jagongan Wagen edisi Agustus 2020. Melalui karya ini\, Erlina akan menghadirkan sebuah realita kaum milenial di kota besar yang harus berhadapan dengan mahalnya biaya hunian. Utopia pun dihadirkan sebagai sebuah satir. \nPadepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) kembali mempersembahkan Jagongan Wagen (JW) edisi keenam tahun ini dalam format alih wahana digital. Proses fasilitasi ruang kreatif keproduksian alih media dan sajian karya telah terlaksana sejak awal bulan Agustus di kompleks art center PSBK dengan menyertakan protokol kesehatan keproduksian pertunjukan. Dalam kemitraan dengan Bakti Budaya Djarum Foundation\, premiere karya baru program Jagongan Wagen akan ditampilkan di portal YouTube IndonesiaKaya pada Minggu\, 30 Agustus 2020 mulai pukul 13:00 WIB. Penayangan Jagongan Wagen juga disertai dengan adanya Closed Caption bagi audiens dengan difabilitas. \nDalam karya Puri Yutopia Permai ini Erlina menyajikan pertunjukan dengan drama musikal. Karya ini mengangkat isu perkotaan yang akrab dengan kaum milenial yaitu tentang mahalnya harga tanah di kota. Harga sewa rumah atau indekos ikut melonjak. Kaum milenial terancam tidak bisa memiliki hunian ideal. Mahalnya harga tanah tidak berbanding lurus dengan tingkat pendapatan rata-rata. Erlina mencoba menggambarkan isu tersebut melalui kisah kelompok musik reguleran yang sedang gundah sebab diusir dari kontrakan karena tidak mampu membayar sewa rumah. Pada sebuah cafe tempat mereka mencari nafkah\, satu-persatu lagu dialunkan. Melalui lirik dari lagu-lagu dan dialog yang dihadirkan\, cerita pun bergulir. Sebuah utopia dihadirkan sebagai satir untuk merespon keadaan ini. “Kalau dari konsep pertunjukan ini musik lebih dari musik\, kami mencoba memasukan elemen-elemen dramatisir musik. Di situ yang menjadi plot cerita dalam narasi adalah lagu-lagu\, ada lima lagu yang akan kami bawakan” demikian imbuh Erlina. \nErlina Rakhmawati merupakan seniman musik & teater kelahiran Yogyakarta tahun 1990. Menulis lagu dan naskah lakon telah menjadi bagian dari hidupnya. Saat ini\, Erlina aktif bermusik sebagai penulis lagu. Ia juga sedang memulai kembali berkontribusi dalam kelompok teater sebagai penulis lakon. Kegelisahannya terkait permasalahan sosial\, diskriminasi pada perempuan\, pergeseran iklim\, dan membangun masyarakat yang menjunjung keberagaman\, kesetaraan\, dan nir-kekerasan\, membuatnya melahirkan satir dalam karya-karyanya. \nSeniman yang ikut berpartisipasi dalam presentasi karya Puri Yutopia Permai ini diantaranya\, Erlina Rakhmawati (Aktor\, Sutradara & Penulis Naskah)\, Adhitya Ari Wibowo (Aktor & Perkusi)\, Afrizal Rahmadani (Aktor & Bass) M. Dinu Imansyah (Aktor & Gitar)\, Syakirina Rahmatuzahra Utami (Aktor & Ukulele)\, Alexandrie Dolly (Aktor)\, Nurrul W.R.Nelwan (Aktor)\, Yusantia Aprian (Aktor)\, dan Menik Sithik (Kru Pendukung). \nPada Senin\, 31 Agustus 2020 pukul 15.30-17.00 WIB akan diadakan Bincang Karya dengan menghadirkan Erlina Rakhmawati tentang karya Puri Yutopia Permai. Dua penanggap yang akan hadir dalam artist talk ini di antaranya adalah Sohifur Ridho’i dari Roka Teater & Irfan R. Darajat dari LARAS Studi Musik. Bincang Karya ini terbuka untuk masyarakat umum\, pendaftaran akan disertakan pada formulir registrasi yang dapat diakses di www.psbk.or.id.
URL:https://indonesiakaya.com/event/online-streaming-pertunjukan-puri-yutopia-permai-jagongan-wagen-edisi-agustus-2020/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/online-streaming-pertunjukan-puri-yutopia-permai-jagongan-wagen-edisi-agustus-2020-bGrXzf.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20200829T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20200830T000000
DTSTAMP:20260510T132448
CREATED:20201022T031105Z
LAST-MODIFIED:20201022T075118Z
UID:36151-1598731200-1598745600@indonesiakaya.com
SUMMARY:The Indonesian Opera Drayang Swargaloka â€œKEKAYIâ€
DESCRIPTION:Situasi Pandemi Covid 19 yang belum diketahui kapan akan berakhir\, tidak menyurutkan kami untuk tetap semangat dalam berkarya. Swargaloka didukung Bakti Budaya Djarum Foundation kembali mempersembahkan pementasan virtual The Indonesia Opera Drayang Swargaloka dengan judul "KEKAYI" Prahara Ayodya. Sebuah kisah kasih Ramawijaya dan Dewi Sinta yang penuh liku dan romantika. \nKisah ini diawali dari ambisi Dewi Kekayi yang menginginkan Barata anaknya menjadi raja. Hal tersebut mendorongnya untuk mengusir anak tirinya Ramawijaya yang seharusnya berhak menjadi raja. Ramawijaya bersama istrinya Dewi Sinta yang baru saja dipertemukan dalam sebuah sayembara\, rela menuruti kehendak Dewi Kekayi demi menepati janji ayahnya prabu Dasarata. Rama bersama Sinta dan adiknya Lesmana menjalani masa pembuangan selama 13 tahun di hutan Dandaka. Kesedihan dan kebahagiaan\, suka duka dijalani Rama dan Sinta. Cobaan datang mengancam. Godaan datang menyerang\, menguji kesetiaan. Kisah kehidupan Rama dan Sinta penuh perjuangan. Kisah cintanya mengguncang dunia. \nPementasan virtual ini dapat disaksikan secara gratis melalui channel youtube SwargalokaArt pada hari Sabtu\, 29 Agustus 2020 pukul 20.00 wib. Dan di channel youtube IndonesiaKaya pada hari Minggu\, 30 Agustus 2020 pukul 20.00 wib. \nDrayang Swargaloka "KEKAYI" Prahara Ayodya di dukung oleh para bintang wayang orang dan pemain teater unggulan yaitu : Harris Syaus (Dasarata)\, Ariyo Saloko (Ramawijaya)\, Dewi Sulastri (Kekayi)\, Yani Wulandari (Dewi Sinta)\, Bathara SD (Barata)\, penari : Swargaloka School of Performing Art\, pemusik : Dedek Gamelan Orchestra \nPenulis naskah : Irwan Riyadi\, Sutradara : Irwan Riyadi & Bathara Saverigadi\, Penata musik : Dedek Wahyudi & Gregorian Christ Mahendra\, Penata artistik : Fajar Darmanto\, Penata busana : Yani Wulandari\, Pimpinan produksi : Suryandoro \nIG SwargalokaArt\nFB SwargalokaArt\nwww.swargaloka.com
URL:https://indonesiakaya.com/event/the-indonesian-opera-drayang-swargaloka-aeoekekayiae%c2%9d/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/the-indonesian-opera-drayang-swargaloka-kekayi1-ReoCmv.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20200815T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20200816T000000
DTSTAMP:20260510T132448
CREATED:20201022T031115Z
LAST-MODIFIED:20201022T075128Z
UID:36167-1597521600-1597536000@indonesiakaya.com
SUMMARY:"Rumah Kenangan"\, Pertunjukan Teater Daring Pertama Yang Diproduksi Oleh Bakti Budaya Djarum Foundation Dan Titimangsa Foundation Selama Masa Pandemi
DESCRIPTION:Jakarta\, 11 Agustus 2020 – Titimangsa Foundation bekerja sama dengan Bakti Budaya Djarum Foundation\, mempersembahkan pertunjukan teater daring bertajuk ‘RUMAH KENANGAN’ pada tanggal 15 dan 16 Agustus 2020 pukul 20.00 WIB mendatang di www.indonesiakaya.com. Pementasan ini juga didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif\, Yats Colony dan Padepokan Seni Bagong Kussudiardja. \nPertunjukan ini adalah produksi ke-36 dari Titimangsa Foundation. “Rumah Kenangan” adalah sebuah pementasan teater yang dilakukan tanpa penonton dan dialih mediakan ke dalam bentuk film atau disebut juga cinema play. Rekaman pementasan ini yang kemudian akan ditayangkan secara langsung di www.indonesiakaya.com. “Rumah Kenangan” adalah kisah tentang 6 manusia dengan beragam karakter yang diikat karena persaudaraan. Disebabkan oleh pandemic Covid-19\, mereka semua terpaksa berada di satu rumah bersama setelah sebelumnya berpencar. Ternyata segala yang selama ini terpendam\, terbuka secara perlahan di dalam sebuah rumah kenangan. \n“Rumah Kenangan” adalah pertunjukan teater daring pertama yang diproduksi oleh Bakti Budaya Djarum Foundation dan Titimangsa Foundation selama masa pandemi. Proses latihan diadakan via aplikasi Zoom dengan pemain dan sutradara yang ada di berbagai penjuru kota di Indonesia. Seluruh pemain dan kerabat kerja kemudian berkumpul di Yogyakarta setelah sebelumnya melakukan rapid test dengan hasil non reaktif. Semua pemain dan tim kerja kemudian dikarantina di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja\, akses keluar masuk siapapun yang tak berkepentingan dengan proses produksi\, ditutup. Setiap masuk ruangan\, ada pengecekan suhu badan dan diharuskan untuk mencuci tangan. Minuman suplemen kesehatan selalu tersedia\, agar semua tetap fit. \nProduksi ini diproduseri oleh Happy Salma dan Butet Kartaredjasa. Ide cerita dicetuskan oleh Happy Salma dan naskah ditulis oleh Agus Noor. Agus Noor juga yang menyutradarai pementasan ini. Pementasan ini mengumpulkan nama-nama pemain yang berdedikasi di film dan teater\, yaitu Butet Kartaredjasa\, Ratna Riantiarno\, Happy Salma\, Susilo Nugroho\, Reza Rahadian dan Wulan Guritno. Pentas ini juga melibatkan jejeran kerabat kerja yang telah malang melintang di dunia seni pertunjukan\, yaitu Iskandar Loedin dan Deden Jalaludin Bulqini sebagai Penata Artistik\, Indra Ing sebagai Penata Musik\, Retno Ratih Damayanti sebagai Penata Kostum dan FourColors Production sebagai Tim Alih Media. \nBerkumpulnya tokoh teater dan film dalam garapan ini diharapkan menjadi upaya agar terus bergerak. Menerima keadaan sambil tetap berupaya semampu yang kita bisa. \nHappy menuturkan\, “Proses ini berlangsung kurang lebih 2 bulan. Singkat padat dan bergizi. Semua kisah berpusat di satu rumah dengan beragam kejadian masalah keluarga. Saya deg-degan juga. Tidak tahu jadinya akan seperti apa. Saya hanya memikirkan bahwa bersama kawan-kawan\, panggung harus bergerak. Harus ada langkah nyata bahwa kita masih hidup. Betul yang diucapkan Sutradara dan Penulis Naskah Agus Noor\, bahwa kita mencintai pilihan profesi kita\, kita melakukan sepenuh hati dan menyerahkan pada semesta setelahnya.” \nHappy menambahkan\, “Pentas dilakukan seperti pada umumnya pementasan\, tidak ada cut to cut kecuali perpindahan set. Walau ini teater daring\, tapi keasyikan permainan teater dan ruang peristiwa rasanya tetap terjaga. Tapi tentu energi magis menonton langsung tak akan pernah bisa tergantikan.” \nRenitasari\, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation berujar. “Seni pertunjukan selama masa pandemi mengalami mati suri karena sifatnya yang harus mengumpulkan banyak orang di tempat tertutup secara fisik. Dalam pertunjukan teater daring ‘Rumah Kenangan’ ini\, Bakti Budaya Djarum Foundation bersama Titimangsa Foundation mencoba menghadirkan formula baru dalam menyelenggarakan dan mengapresiasi seni pertunjukan. Seni sebagai salah satu media yang paling berhasil dalam merespon situasi sehingga kesenian selalu berkembang sesuai zaman dan media kesenian dapat beradaptasi dengan beragam kemungkinan. Kami berharap jika formula ini berhasil dilakukan dan mampu mengumpulkan banyak penonton\, seni pertunjukan di Indonesia dapat kembali hidup dan menggeliat.” \n“Rumah Kenangan” dapat disaksikan secara daring di www.indonesiakaya.com pada Sabtu dan Minggu\, 15 dan 16 Agustus 2020 pukul 20.00 WIB. Pementasan ini adalah pementasan dengan tiket berbayar sebesar Rp. 50.000 yang dapat dibeli di www.titimangsa.or.id. Dapatkan kesempatan terbatas membeli tiket early bird seharga Rp. 35.000 dari tanggal 4 – 10 Agustus 2020. \nTunggu apa lagi\, Segera dapatkan tiketmu\, sebelum kehabisan!
URL:https://indonesiakaya.com/event/rumah-kenangan-pertunjukan-teater-daring-pertama-yang-diproduksi-oleh-bakti-budaya-djarum-foundation-dan-titimangsa-foundation-selama-masa-pandemi/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/rumah-kenangan-pertunjukan-teater-daring-pertama-yang-diproduksi-oleh-bakti-budaya-djarum-foundation-dan-titimangsa-foundation-selama-masa-pandemi-RewTf1.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20200815T193000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20200816T000000
DTSTAMP:20260510T132448
CREATED:20201022T031112Z
LAST-MODIFIED:20201022T075126Z
UID:36163-1597519800-1597536000@indonesiakaya.com
SUMMARY:Wayang Orang Bharata mempersembahkan Lakon "Gatotkaca Senopati"
DESCRIPTION:Secara tidak terduga\, Pandemi Corona yang disebabkan Covid-19 melanda seluruh dunia di bulan ketiga di tahun 2020 ini. Membuat semuanya tiba-tiba terhenti. Tantangan bagi awak wayang panggung semakin banyak. Keadaan yang terbentuk karena Pandemi ini menuntut seniman wayang panggung\, seperti Wayang Orang Bharata\, untuk semakin kreatif dan berani melakukan inovasi. Teknologi harus dijadikan teman ketika pentas konvensional di panggung pandemonium dengan penonton di tempat yang sama tidak memungkinkan. \nPentas secara daring\, menggunakan kanal Youtube merupakan salah satu inovasi Wayang Orang Bharata menghadapi situasi “New Normal”. Dengan melakukan pentas secara daring\, maka seniman dapat terus berkarya dan mengeksplorasi pentas serta memanfaatkan teknologi untuk tetap berhubungan dengan para penggemar wayang orang dimanapun berada. \nPada gelar wayang orang daring kali ini Wayang Orang Bharata mempersembahkan lakon “Gatotkaca Senopati” yang akan disiarkan secara live streaming  di kanal Youtube WO BHARATA Official pada Sabtu\, 15 Agustus 2020 pukul 19.30 WIB dan kanal Youtube IndonesiaKaya Minggu\, 16 Agustus 2020 Pukul 19.30 WIB \nSinopsis Gatotkaca Senopati\nBerkisah tentang perjalanan hidup Raden Gatotkaca \, putra dari Raden Bima dari ia lahir hingga dewasa. Raden Gatotkaca dikenal dengan julukan "otot kawat tulang besi". Sebagai seorang Kesatria kesaktiannya luar biasa. Ia mampu terbang di angkasa tanpa menggunakan sayap. Dalam perang Bharatayuda Raden Gatotkaca yang menjadi Senopati pihak Pandawa gugur oleh senjata Kunta milik Adipati Karna\, Senopati dari pihak Kurawa.
URL:https://indonesiakaya.com/event/wayang-orang-bharata-mempersembahkan-lakon-gatotkaca-senopati/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/wayang-orang-bharata-mempersembahkan-lakon-gatotkaca-senopati-0m9S5p.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20200808T061500
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20201010T000000
DTSTAMP:20260510T132448
CREATED:20201022T031114Z
LAST-MODIFIED:20201022T075127Z
UID:36165-1596867300-1602288000@indonesiakaya.com
SUMMARY:ARTJOG 2020: Resilience
DESCRIPTION:Festival seni kontemporer\, ARTJOG akan kembali menggelar perhelatannya pada tahun 2020. Dengan mengusung tema "Resilience"\, ARTJOG menawarkan semangat untuk terus bergerak dan menguji ketahanan ARTJOG sebagai sebuah festival yang telah berlangsung selama 12 tahun. Perhelatan ARTJOG kali ini akan disuguhkan dengan presentasi gabungan antara daring dan luring. ARTJOG: RESILIENCE akan dilangsungkan dari 8 Agustus hingga 10 Oktober 2020 di www.artjog.co.id dan Jogja National Museum. Publik akan diajak menyaksikan presentasi audio visual yang akan memberikan pengalaman baru dalam menikmati pameran seni. Selain itu\, pameran secara fisik juga masih dapat disaksikan secara langsung dengan pembatasan jumlah pengunjung dan dengan prosedur kesehatan yang sesuai dengan arahan pemerintah. Tidak ada seremoni khusus di lokasi\, hanya terjadi di dunia maya. \nProgram pameran juga akan terus diiringi oleh kehadiran program-program edukasi seperti Curatorial Tour dan Meet the Artist yang akan dilangsungkan secara daring. Selain program pameran\, akan hadir pula program ARTCARE yang dimaksudkan sebagai salah satu wujud kepedulian seniman dan pegiat seni untuk turut berkontribusi kepada seniman Indonesia dan masyarakat luas yang terdampak oleh pandemi COVID-19. Murakabi Movement\, akan hadir sebagai program baru. Murakabi merupakan sebuah gerakan lintas disiplin yang diusung oleh seniman\, arsitek\, intelektual dan aktivis gerakan sosial. Dengan mengusung semangat lokal (indigenous) dan kelestarian alam\, kali ini Murakabi mencoba menyuguhkan gabungan unsur material dan spiritual yang terwujud dalam unsur sandang\, pangan\, papan dan puisi. \nDi tengah krisis yang disebabkan oleh pandemi COVID-19\, para seniman tidak pernah berhenti berkarya. Pemanfaatan teknologi semakin dioptimalkan\, dan kreativitas terus lahir. Hal ini menegaskan karakter para pekerja seni Indonesia yang lentur\, gigih dan kreatif. ARTJOG: RESILIENCE adalah sebuah peristiwa seni yang tidak sekadar menawarkan refleksi artistik para seniman atas kondisi mutakhir seni di Indonesia pada masa pandemi COVID-19. Lebih jauh\, kegiatan ini juga ingin memaksimalkan semua potensi yang dimiliki oleh ekosistem seni rupa di Indonesia. Nikmati perjalanan ARTJOG: RESILIENCE secara daring melalui sajian konten video pameran yang akan hadir setiap akhir pekan dan bermacam agenda program edukasi. Informasi lengkap: www.artjog.co.id.
URL:https://indonesiakaya.com/event/artjog-2020-resilience/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/artjog-2020-resilience-07umZo.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20200726T130000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20200726T130000
DTSTAMP:20260510T132448
CREATED:20201022T031106Z
LAST-MODIFIED:20201022T075119Z
UID:36153-1595768400-1595768400@indonesiakaya.com
SUMMARY:Online Streaming Pertunjukan Jaring Laba-Laba Di Beranda Angka\, Jagongan Wagen Edisi Juli 2020
DESCRIPTION:Ari Ersandi\, koreografer peraih Hibah Seni PSBK asal Lampung akan menampilkan karya terbarunya yang berjudul Jaring Laba-laba di Beranda Angka pada presentasi Jagongan Wagen edisi Juli 2020 di platform online streaming YouTube IndonesiaKaya. Melalui karya ini\, Ari Ersandi kembali mempertanyakan keterhubungan manusia yang semakin bias baik di dunia maya maupun dunia nyata. Ari Ersandi merupakan koreografer asal Lampung yang fokus pada tari kontemporer dan pengembangan metode improvisasi. Pertumbuhan proses kreatif ‘gerak’-nya berangkat dari masa awal platform Jagongan Wagen dan berlanjut ke berbagai residensi di Amerika dan Korea Selatan. Ari bersama karyanya telah berpengalaman mengikuti festival internasional di Indonesia (IDF)\, Jepang\, Mesir\, Zimbabwe\, dan Korea Selatan. \nPadepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) bersama Bakti Budaya Djarum Foundation (BBDF) kembali mempersembahkan Jagongan Wagen (JW) edisi kelima tahun ini dalam format alih wahana digital. Proses fasilitasi ruang kreatif keproduksian alih media dan sajian karya telah terlaksana sejak awal bulan Juli di kompleks art center PSBK yang telah disertai protokol kesehatan penyelenggaraan kegiatan. Penampilan "Jaring Laba-Laba di Beranda Angka" karya dari Ari Ersandi di Jagongan Wagen akan ditayangkan secara online streaming di portal YouTube IndonesiaKaya. Penayangan Jagongan Wagen akan disertai juga dengan adanya Closed Caption bagi audiens dengan difabilitas. \nDalam karya Jaring Laba-laba di Beranda Angka ini Ari Ersandi menyajikan pertunjukan tari yang dipadukan dengan unsur teatrikal dengan menghadirkan aktor dalam pertunjukan tersebut. Dari awal menyiapkan karya ini\, Ari Ersandi telah memproyeksikan karya ini sebagai bentuk alih wahana\, sehingga ia lebih dulu meleburkan bentuk pertunjukan konvensional. Ini pengalaman baru baginya\, namun melalui karya ini ia berupaya untuk mempertimbangkan setiap unsurnya dengan sungguh-sungguh. \nKarya ini diniatkan untuk menandai pentingnya keterhubungan manusia di tengah lintasan angka maya yang bertebaran maupun ketika bertemu fisik yang seringkali banyak terdistraksi dengan yang maya. Pada satu titik\, arus deras dunia maya membutakan arah dan langkah individu untuk menjadi yang banyak ditonton\, yang banyak disukai dan yang banyak diikuti demi tumpukan angka-angka maya yang menyisakan berbagai pertanyaan: apakah ini yang disebut tawaran sebuah perjumpaan lain itu? Pada sebuah wawancara terkait karya ini\, Ari menambahkan\, "Bolehkah aku menawarkan kegelisahan saja pada karya ini? Karena aku tidak bisa memberikan solusi ke publik\, hanya saja pesan yang aku harapkan sampai yaitu interaksi itu penting\, menjaga hubungan itu penting." \nSeniman yang turut berpartisipasi dalam presentasi karya Jaring Laba-laba di Beranda Angka diantaranya\, Ari Ersandi (Sutradara & Koreografrer)\, Aryo Mahardika (Asisten Sutradara)\, Ab Asmarandana (Penulis Naskah)\, baBAM (Aktor)\, Lian Saputra (Penari)\, Wahyu Kuncara Aji (Penari)\, Giorgie Chrysandi (Penata Musik)\, Beni Susilo Wardoyo (Penata Artistik)\, Firman Ariadi\, Pendi\, Saptaman (Tim Artistik)\, Jibna (Lighting Designer)\, Chesa Selasa (Penata Busana)\, Dhani Brain (Penata Rias)\, Erwin Oktavianto & Zaeko (Dokumentasi proses penciptaan karya seniman).
URL:https://indonesiakaya.com/event/online-streaming-pertunjukan-jaring-laba-laba-di-beranda-angka-jagongan-wagen-edisi-juli-2020/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/online-streaming-pertunjukan-jaring-laba-laba-di-beranda-angka-jagongan-wagen-edisi-juli-2020-emQ66V.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20200723T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20200827T000000
DTSTAMP:20260510T132448
CREATED:20201022T031120Z
LAST-MODIFIED:20240405T035323Z
UID:36175-1595534400-1598486400@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pertama di Indonesia: #MusikalDiRumahAja\, Angkat Cerita Rakyat Dengan Kemasan Modern
DESCRIPTION:Penyebaran virus Covid-19 yang menyebar secara cepat di berbagai negara\, termasuk di Indonesia\, membuat pemerintah Indonesia memberlakukan kebijakan Social Distancing atau menganjurkan masyarakat untuk membatasi interaksi sosialnya. Keadaan ini berdampak pada semua profesi pekerjaan\, termasuk sektor industri kreatif yang menaungi para pekerja seni. Pandemi ini membuat banyak acara seni\, khususnya seni pertunjukan panggung yang mengalami pembatalan hingga waktu yang belum ditentukan. \nKeadaan ini mengakibatkan hilangnya panggung ruang kreasi bagi pekerja seni. Hal ini mendorong Indonesiakaya.com yang bekerja sama dengan BOOW LIVE untuk menyajikan ruang kreasi virtual bagi para pekerja seni untuk menampilkan karyanya. Untuk pertama kalinya di Indonesia\, BOOW LIVE X Indonesiakaya.com mempersembahkan #MusikalDiRumahAja yang menampilkan cerita rakyat Indonesia dengan format online yang dapat disaksikan segera melalui akun YouTube IndonesiaKaya. \n“Selama masa pandemi\, Indonesiakaya.com telah menggelar berbagai kegiatan bertema #DiRumahAja\, mulai dari #NontonTeaterDiRumahAja\, #PuisiDiRumahAja\, #ProsaDiRumahAja\, #WorkshopOnlineDiRumahAja\, #BirthdayKonserDiRumahAja\, dan sekarang adalah #MusikalDiRumahAja. Semua kegiatan ini merupakan bentuk komitmen kami untuk mendukung seni pertunjukan Indonesia dan memberikan hiburan informatif bagi para penikmat seni yang tengah berada di rumah. Pandemi Covid-19 ini mengubah ruang pentas yang identik dengan bangunan fisik kini berpindah dalam ruang virtual dan mendorong para pekerja seni untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru ini agar ekosistem industri seni pertunjukan tetap bertahan. Namun\, keterbatasan pertemuan fisik tidak membuat kreativitas juga terbatas. Hal ini dibuktikan dengan para pekerja seni yang tergabung dalam program #MusikalDiRumahAja ini yang meski melakukan seluruh proses produksi di rumah masing-masing\, namun menghasilkan suatu karya musikal online yang luar biasa sebagai bukti cinta pada seni pertunjukan Indonesia\,” ujar Renitasari Adrian\, Program Director Indonesiakaya.com. \n#MusikalDiRumahAja ini mengangkat 6 cerita rakyat Indonesia dan melibatkan 6 sutradara teater\, 6 sutradara film\, 6 sinematografer\, 7 penata musik\, serta 44 aktor\, aktris dan penari Indonesia yang akan menampilkan karya dengan tampilan yang berbeda. Kegiatan ini menjadi alternatif bagi para pekerja seni untuk tetap berkarya dan mendukung para pekerja seni panggung budaya yang kehilangan mata pencahariannya di masa pandemi ini. \n“Keadaan pandemi ini memberikan banyak perubahan dalam hidup kita. Tanpa kita sadari banyak hal yang kita takutkan menjadi kenyataan\, namun kita pun belajar untuk beradaptasi dengan situasi baru ini dengan menerima segala kekurangan kita sehingga kita bisa mengasah kembali kelebihan kita. #MusikalDiRumahAja ini menjadi salah satu wadah bagi para pekerja seni untuk tetap berkarya meski dibatasi ruang dan pertemuan fisik. Namun\, hal ini justru mendorong kreativitas para pekerja seni dan menghasilkan sebuah karya yang luar biasa\,” ujar Bayu Pontiagust yang berperan sebagai produser eksekutif #MusikalDiRumahAja. \nEnam cerita rakyat Indonesia yang dibuat dalam dalam kemasan baru ini mengangkat cerita dengan adaptasi dari segi cerita dan penggunaan teknologi secara online untuk kemasan cerita yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Pembuatan dari segi cerita mengikuti dari karakter dari sutradara teater dan film beserta genre musik berdasarkan interpretasi masing-masing sutradara. Elemen dari seni teater\, seni tari\, seni suara dan teknologi film menjadi satu untuk menciptakan karya baru bagi dunia kreatif Indonesia. Semua cerita hampir sebagian besar persiapannya dilakukan secara online dan pengambilan gambar mengikuti aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berlaku. \nCerita rakyat yang ditampilkan juga mengadaptasi ciri khas dari masing-masing pihak yang turut serta sehingga menghasilkan satu cerita dengan tampilan yang berbeda adri cerita lainnya. Ada cerita yang menggunakan studio dengan blue screen dan properti pendukung\, mengusung konsep format 9:16 dan penggunaan tempat duduk putih hingga set studio di dalam sanggar dengan properti hutan\, daun dan lampu untuk memberikan efek hutan sesungguhnya. \n“Kreativitas kolektif dan produksi yang dirancang sedemikian rupa dari para pekerja seni ini akhirnya menghantarkan sebuah karya yang unik dan berbeda namun tetap memuat konten yang padat dengan pesan moral kehidupan zaman sekarang\,” tambah Renitasari. \n#MusikalDiRumahAja ini juga menjadi panggung virtual pertama untuk para peserta Indonesia Menuju Broadway pasca mendapatkan beasiswa pelatihan untuk mendapatkan ilmu panggung dengan standar broadway di Indonesia dan juga menginjakkan kaki ke jantung industri teater broadway\, New York\, Amerika Serikat pada 2019 yang lalu. Kegiatan yang menjadi bagian dari program ruang kreatif Indonesiakaya.com dengan berkolaborasi dengan tim broadway papan atas yang terdiri dari sutradara\, direktur musik\, koreografer\, dan tim pendukung produksi broadway. \nDea Panendra yang juga merupakan salah satu peserta Indonesia Menuju Broadway mengaku antusias untuk turut serta dalam #MusikalDiRumahAja ini. “Pandemi Covid-19 ini membuat banyak kegiatan harus dibatalkan namun keadaan ini membuat kepedulian sesama seniman untuk saling bekerja sama semakin terasa\, bagaimana caranya kita bisa bertahan melalui keadaan ini namun tetap menghasilkan karya yang bisa dinikmati oleh masyarakat Indonesia. Keterbatasan ruang juga mendorong kita juga belajar mengeksplorasi kemampuan diri dan menggunakan rumah menjadi panggung dan memunculkan ide-ide yang akhirnya menghasilkan sebuah karya yang luar biasa. Jangan sampai ketinggalan untuk menonton setiap episodenya ya!” ujar Dea Panendra yang berperan sebagai Ribayah dalam Malin Kundang. \nIndonesiakaya.com juga menghadirkan sesi Live IG di akun @indonesia_kaya untuk berbincang dengan para peserta Indonesia Menuju Broadway ini. Berikut terlampir jadwal kegiatan tersebut: \n\n\n\nHari\, tanggal\nPukul\nNama Peserta Indonesia Menuju Broadway\n\n\nJumat\, 17 Juli 2020\n19.00 WIB\nGalabby Thahira Lil’li Latisha\n\n\nSabtu\, 18 Juli 2020\n19.00 WIB\nNeona Putri Indam Kamila\n\n\nMinggu\, 19 Juli 2020\n19.00 WIB\nGerardo Tanor Palka Kojansow\n\n\nSenin\, 20 Juli 2020\n19.00 WIB\nEKI Dance (Nala\, Ara\, Kris)\n\n\nSelasa\, 21 Juli 2020\n19.00 WIB\nGusty Pratama Beyon Destiano\n\n\nRabu\, 22 Juli 2020\n19.00 WIB\nAldafi Adnan Desmonda Cathabel\n\n\nKamis\, 23 Juli 2020\n19.00 WIB\nNaura Dea Panendra\n\n\n\nKegiatan #MusikalDiRumahAja juga mengajak para penikmat seni untuk mendukung para Pekerja Seni dan penanganan Covid-19 dengan menyalurkan bantuan melalui website https://kitabisa.com/campaign/boowlive dan mengikuti langkah-langkah berikut: \n\nKlik tombol “DONASI SEKARANG”\nIsi nominal donasi yang ingin diberikan\nPilih metode pembayaran GOPAY/LinkAja/JeniusPay/Mandiri/BCA/BNI/BNI Syariah/BRI dan kartu kredit\nIkuti instruksi untuk menyelesaikan pembayaran\n\nSetiap rupiah yang disumbangkan merupakan uluran tangan penuh arti bagi pekerja seni Indonesia. \n#MusikalDiRumahAja ini dapat disaksikan secara virtual melalui akun Youtube IndonesiaKaya mulai 23 Juli 2020. Setiap cerita rakyat dimuat dalam satu episode yang akan diluncurkan setiap hari Kamis pukul 20.00 WIB dan dapat disaksikan secara bebas selama tujuh hari ke depan hingga episode baru diluncurkan. \nBerikut adalah jadwal penayangan #MusikalDiRumahAja: \n\n\n\nHari\, tanggal Pukul\nKamis\, 23 Juli 2020 20.00 WIB\n\n\nJudul\nMALIN KUNDANG\n\n\nSutradara Teater\nRama Soeprapto\n\n\nSutradara Film\nPritagita Arianegara\n\n\nPenata Musik & Komposer\nDian HP\n\n\nPenulis Naskah\nTitien Wattimena\n\n\nPemain\nNino Prabowo sebagai Malin Kundang Dea Panendra sebagai Rubayah Desmonda Cathabel sebagai Nur Naura sebagai narator\n\n\n\n  \n\n\n\nHari\, tanggal Pukul\nKamis\, 30 Juli 2020 20.00 WIB\n\n\nJudul\nTIMUN MAS\n\n\nSutradara Teater\, Penulis Naskah dan Libretto\nMhyajo\n\n\nSutradara Film\nBona Palma\n\n\nPenata Musik & Komposer\n Aldhan Prasatya\n\n\nPemain\nGalabby Thahira sebagai Mbok Srini Gerardo Tanor sebagai Penjaga Pinjaman 756 Karina Salim sebagai Timun Mas Besar Lil’li Latisha sebagai Peri Hutan “Kalathea” Neona sebagai Timun Mas Kecil Palka Kojansow sebagai Penjaga Pinjaman 777 Putri Indam Kamila sebagai Peri Hutan “Dandelion” Tanayu sebagai Ratu Peri Hutan Zack Lee sebagai Raksasa Dunia\n\n\n\n  \n\n\n\nHari\, tanggal Pukul\nKamis\, 06 Agustus 2020 20.00 WIB\n\n\nJudul\nRARA J\n\n\nSutradara Teater\nChriskevin Adefrid\n\n\nSutradara Teater\, Koreografer & Manager Panggung\nVenytha Yoshiantini\n\n\nSutradara Film\nNaya Anindita\n\n\nKomposer\, Penata Musik\, Penulis Lirik\n Ivan Tangkulung\n\n\nPenulis Naskah & Lirik\nTitien Wattimena\n\n\nPemain\nDaniel Ongko sebagai Bandung Neala Vangelin sebagai Rara J Damien Errol Jonathans sebagai Workout Influencer Aldafi Adnan sebagai Mukbang Influencer Zaya Fadhlillah sebagai Kpop Influencer Tina Simanjuntak sebagai Mama Rara\n\n\n\n  \n\n\n\nHari\, tanggal Pukul\nKamis\, 13 Agustus 2020 20.00 WIB\n\n\nJudul\nSANGKURIANG\n\n\nSutradara Teater\nMaera\n\n\nSutradara Film & Sinematografer\nTanta Ginting\n\n\nPenata Musik & Komposer\n Ava Victoria & Ifa Fachir\n\n\nPenulis Lirik\nTitien Wattimena & Maera\n\n\nPemain\nTaufan Purbo sebagai Sangkuriang Kikan Namara sebagai Dayang Sumbi Bima Zeno sebagai Tumang Chandra Satria sebagai Radjiman/ Narator\n\n\n\n  \n\n\n\nHari\, tanggal Pukul\nKamis\, 20 Agustus 2020 20.00 WIB\n\n\nJudul\nBAWANG MERAH BAWANG PUTIH\n\n\nSutradara Teater\nSari Madjid\n\n\nSutradara Film\nFajar Nugros\n\n\nPenata Musik & Pencipta Lagu\nHaris Pranowo\n\n\nPenulis Naskah\nTitien Wattimena\n\n\nPemain\nSha Ine Febriyanti sebagai Bawang Merah & Bawang Putih Gabriel Harvianto sebagai Ayah Bawang Putih Netta Kusumah Dewi sebagai Ibu Bawang Merah Olivia Zalianty sebagai Nenek\n\n\n\n  \n\n\n\nHari\, tanggal Pukul\nKamis\, 27 Agustus 2020 20.00 WIB\n\n\nJudul\nLUTUNG KASARUNG\n\n\nSutradara Teater & Koreografer\nRusdy Rukmarata\n\n\nSutradara Film\nNia Dinata\n\n\nPenata Musik & Komposer\nOni Krisnerwinto\n\n\nPenulis Naskah\nTitien Wattimena & Nia Dinata\n\n\nPemain\nEki Dance Company
URL:https://indonesiakaya.com/event/pertama-di-indonesia-musikaldirumahaja-angkat-cerita-rakyat-dengan-kemasan-modern/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/pertama-di-indonesia-musikaldirumahaja-angkat-cerita-rakyat-dengan-kemasan-modern1-i41VfY.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20200627T193000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20200627T193000
DTSTAMP:20260510T132448
CREATED:20201022T031107Z
LAST-MODIFIED:20201022T075120Z
UID:36155-1593286200-1593286200@indonesiakaya.com
SUMMARY:Online Streaming Pertunjukan KUTU/KOTA\, Jagongan Wagen Edisi Juni 2020
DESCRIPTION:Porta Art Project\, kelompok seni peraih Hibah Seni PSBK asal Yogyakarta akan menampilkan karya terbarunya yang berjudul Kutu/Kota pada presentasi Jagongan Wagen edisi Juni 2020. Melalui 'Kutu/Kota'\, Porta Art Project mempertanyakan keberadaan 'diam' atau 'hening' sebagai ruang refleksi warga kota di tengah kondisi kota yang serba cepat dan pesat. \nPadepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) kembali mempersembahkan Jagongan Wagen (JW) edisi keempat tahun ini dalam format alih wahana digital. Proses fasilitasi ruang kreatif keproduksian alih media dan sajian karya telah terlaksana sejak awal bulan Juni di kompleks art center PSBK yang telah disertai protokol kesehatan penyelenggaraan kegiatan. PSBK bekerja sama dengan mitra Bakti Budaya Djarum Foundation dan Indonesia Kaya sebagai co-host dalam menampilkan premiere karya baru ini di portal YouTube IndonesiaKaya yang dapat diakses pada Sabtu\, 27 Juni 2020 mulai pukul 19:30 WIB. Sebagai panduan\, registrasi penonton dibuka di www.PSBK.or.id hingga hari H penayangan. Penayangan Jagongan Wagen juga disertai dengan adanya Closed Caption bagi audiens dengan difabilitas. \nPorta Art Project menyajikan pertunjukan bebunyian yang dipadu dengan gerak sebagai interpretasinya. Kutu/Kota diramu dari susunan musik tekno dan konvensional\, serta sentuhan visual multimedia yang mengilustrasikan kota Jogja. "Kami berharap karya ini mampu menciptakan ruang bersama dalam melihat sebuah hubungan masing-masing atas kondisi sosial politiknya. Membuka kemungkinan atas aktifitas apa saja yang dapat terjadi dalam pertemuan-pertemuan biasa di jalanan." ungkap Azaro Verdo\, sutradara pertunjukan Kutu/Kota. \nPorta Art Project adalah sebuah kelompok yang diinisiasi bersama oleh seniman-seniman muda untuk menanggapi fenomena perubahan yang terjadi dalam masyarakat. Fenomena tersebut diolah menjadi bentuk dalam lintas medium\, seni pertunjukan. Berdiri pada Februari 2018\, dengan semangat kolektif dan ingin jujur dalam menyampaikan setiap penemuan\, Porta Art Project secara tidak langsung belajar untuk berada dalam jalur lokal yang berdialog dengan budaya-budaya dalam maupun luar. \nSeniman yang tergabung dalam Porta Art Project dalam presentasi karya Kutu/Kota diantaranya\, Azaro Verdo (sutradara) asal Lampung\, Agam Satya (kolaborator artistik) asal Jawa Barat\, Regina Gandes Mutiary (penampil) asal Jakarta\, Yoga Usmad (penampil) asal Jawa Tengah\, Zulkifly Syam (penampil) asal Sulawesi Selatan\, Wildan Iltizam Bilhaq (penampil) asal Banten\, dan Annu Cutter (penampil) asal Jerman.
URL:https://indonesiakaya.com/event/online-streaming-pertunjukan-kutu-kota-jagongan-wagen-edisi-juni-2020/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/online-streaming-pertunjukan-kutukota-jagongan-wagen-edisi-juni-2020-oVx6Rc.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20200620T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20200620T200000
DTSTAMP:20260510T132448
CREATED:20201022T031122Z
LAST-MODIFIED:20201022T075136Z
UID:36177-1592683200-1592683200@indonesiakaya.com
SUMMARY:Suluk Maleman - Seri Dari Rumah : Titik Pijar Baru
DESCRIPTION:Bisa diikuti lewat live streaming di: Youtube Suluk Maleman Official Channel \nSuluk Maleman adalah acara gelar kesenian dan diskusi budaya rutin bulanan yang dirancang sebagai ajang untuk silaturrahim pikiran\, mengkaji masalah-masalah yang dihadapi bangsa\, baik di tingkat lokal maupun nasional. Acara ini sejak awal digagas sebagai oase untuk merekatkan kembali ikatan kemanusiaan\, kemasyarakatan dan kebangsaan\, yang selama ini cenderung cerai berai. \nTema Suluk Maleman kali ini "Titik Pijak Baru"\, yang akan diisi antara lain oleh Prof. Dr. Saratri Wilonoyudho. Dr. Abdul Jalil dan Drs. Ilyas Arifin. \nAnis Sholeh Ba'asyin\nProf. Dr. Saratri Wilonoyudho\nDr. Abdul Jalil\nDrs. Ilyas Arifin \nHari: Sabtu\nTanggal: 20 Juni 2020\nJam: 20.00 sampai selesai \nLive Streaming:  http://www.sulukmaleman.id/streaming\nYoutube: Suluk Maleman Official Channel\nRadio/Video Streaming: http://www.sulukmaleman.id/streaming\nLive Tweet: @Suluk_Maleman dengan tagar #SulukJuni \nSiaran Tunda: PAS 101\,0 FM\nSenin 22 Juni 2020 jam 21.00 WIB\nStreaming: www.pasfmpati.com dan www.paspati.co.id \nSiaran Tunda: ASWAJA TV\nSetiap Ahad jam 21.00 WIB \nSiaran Tunda: TV 9\nSetiap Selasa jam 21.30 WIB\nSetiap Rabu jam 09.00 WIB \nSuluk Maleman:\nWebsite: www.sulukmaleman.id\nFacebook: fb.com/sulukmaleman\nTwitter: @suluk_maleman\nInstagram: @sulukmaleman\nYoutube: Suluk Maleman Official Channel
URL:https://indonesiakaya.com/event/suluk-maleman-seri-dari-rumah-titik-pijar-baru/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/suluk-maleman-seri-dari-rumah-titik-pijar-baru-QNbJQG.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20200425T203000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20200425T203000
DTSTAMP:20260510T132448
CREATED:20201022T031108Z
LAST-MODIFIED:20201022T075121Z
UID:36157-1587846600-1587846600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Online Streaming Pertunjukan Kolaborasi Di Balik Pintu Rumah\, Jagongan Wagen Edisi April 2020
DESCRIPTION:Peserta residensi Program Seniman Pascaterampil telah berproses selama tiga bulan di PSBK. Di bulan April ini mereka berkesempatan untuk mewujudkan gagasan ke dalam bentuk pertunjukan kolaborasi dan mempresentasikan dalam platform Jagongan Wagen. Mereka memilih judul Di Balik Pintu Rumah untuk menceritakan tentang relasi kuasa yang terjadi dalam keluarga\, karya ini merupakan hasil pembacaan ulang dari cerita rakyat Keong Emas yang dikontekstualisasikan dengan keadaan hari ini. \nJagongan Wagen (JW) edisi ketiga di tahun ini masih akan mempertahankan model alih wahana dengan menyajikan online streaming video pertunjukan. Hal ini merupakan upaya Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) dalam mendukung physical distancing guna mengurangi potensi penyebaran Covid-19. \n“Di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK)\, kami berkomitmen untuk melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat luas dengan mematuhi perilaku pembatasan jarak sosial (social distancing) dan akan menawarkan akses on-line alternatif bagi program acara seni untuk publik. Kami juga berkomitmen untuk tetap mendukung proses kreatif seniman yang membutuhkan akses fasilitas di PSBK dengan menerapkan prosedur kesehatan dan keselamatan\, serta mengikuti perkembangan terkini yang disarankan oleh sumber informasi resmi.” Terang Jeannie Park\, Direktur Eksekutif Yayasan Bagong Kussudiardja dalam pernyataannya pada 20 Maret lalu. (selengkapnya: https://psbk.or.id/blog/surat-dari-direktur-eksekutif-yayasan-bagong-kussudiardja/) \nPilot alih wahana yang telah dilakukan pada seri JW edisi Maret lalu menghasilkan respon yang positif dari masyarakat\, tercatat hingga hari ini (17/4) tayangan JW telah dinikmati oleh 969 penonton dari berbagai penjuru daerah. Pencapaian tersebut tidak lepas dari pendekatan keproduksian film dalam penyajian video sebagai unsur utama yang mempertahankan kualitas penayangan karya pertunjukan. \nSeniman yang akan menampilkan karyanya dalam JW bulan ini merupakan peserta program Seniman Pascaterampil PSBK 2020 yang terdiri dari lima seniman muda dari berbagai latar disiplin kesenian dan berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. Mereka adalah Chaerus Sabry (Seni Pertunjukan) dari Bulukumba\, Sulawesi Selatan\, Chairol Imam (Seni Rupa) dari Surakarta\, Egi Adrice (Seni Musik) dari Indramayu\, M. Y. A. Rozzaq alias Ozaques (Seni Rupa) dari Yogyakarta\, dan Teguh Hadiyanto alias teHAto (Seni Rupa) dari Jakarta. Kejutan selalu hadir dalam setiap karya pertunjukan dari Seniman Pascaterampil sebab bagi beberapa seniman\, seni pertunjukan adalah medium yang baru untuk menyampaikan gagasan karya. Kolaborasi lintas disiplin seni menjadi kunci hadirnya inovasi yang dapat membawa kebaruan bentuk dari pertunjukan itu sendiri. \nDi Balik Pintu Rumah merupakan karya pertunjukan kolaborasi perdana dari peserta program Seniman Pascaterampil 2020. Karya ini merupakan hasil pembacaan terhadap cerita rakyat Keong Mas yang merefleksikan dinamika relasi kuasa yang berlangsung dalam sebuah keluarga. Dinamika relasi kuasa anggota keluarga dihadirkan melalui peristiwa-peristiwa yang sering muncul\, seperti perkara hak milik atas barang atau ruang\, perjodohan\, arus informasi dan pengetahuan\, sampai pada perkara pilihan profesi atau bahkan pilihan politik. Seniman ingin membawa kita untuk membaca sebuah relasi kuasa yang sedang diidentifikasi\, digunakan\, dan dipertahankan melalui sebuah pertunjukan ini. Di dalam rumah\, mereka merekam segala tetapi belum tentu meredam segala. \nJagongan Wagen edisi April 2020 ini dapat ditonton dengan melakukan registrasi awal di www.psbk.or.id mulai hari ini hingga tanggal 25 April 2020 pukul 17.00 WIB. Setelah itu calon penonton akan mendapatkan email balasan pada tanggal 25 April 2020 pukul 20.30 yang berisi tautan video Jagongan Wagen “Di Balik Pintu Rumah”. Melalui tautan tersebut calon penonton akan diantarkan untuk menonton video yang telah diunggah.
URL:https://indonesiakaya.com/event/online-streaming-pertunjukan-kolaborasi-di-balik-pintu-rumah-jagongan-wagen-edisi-april-2020/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/online-streaming-pertunjukan-kolaborasi-di-balik-pintu-rumah-jagongan-wagen-edisi-april-2020-5PM0WT.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20200418T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20200418T200000
DTSTAMP:20260510T132448
CREATED:20201022T031136Z
LAST-MODIFIED:20230707T031005Z
UID:36200-1587240000-1587240000@indonesiakaya.com
SUMMARY:Monolog Happy Salma Dalam Teater Musikal Inggit Garnasih
DESCRIPTION:Pementasan Monolog “INGGIT” bukanlah yang pertama digelar oleh Titimangsa Foundation. Sebelumnya pada periode tahun 2011 – 2014\, Titimangsa pernah mementaskan juga Monolog “INGGIT”. Kali itu\, pentas disutradarai oleh Wawan Sofwan dengan Penulis Naskah Ahda Imran dan Pemain Happy Salma. Monolog”INGGIT” diselenggarakan sebanyak 13 kali di berbagai tempat di Jakarta dan Bandung. Tahun ini\, kisah tentang Inggit Garnasih kembali dihadirkan di atas panggung teater\, kali ini dengan format teater musikal. \nTeater Musikal Monolog “Inggit Garnasih” masih disutradarai oleh Wawan Sofwan dengan pemain Happy Salma. Tetapi penulisan naskah dilakukan oleh penulis perempuan Ratna Ayu Budhiarti. Pemilihan Penulis Naskah perempuan juga dilakukan atas pertimbangan penentuan arah pementasan yang kali ini\, sutradara Wawan Sofwan memilih untuk berbicara mengenai perasaan Inggit lebih banyak dibanding sebelumnya. Diharapkan dengan Penulis Naskah yang perempuan\, dapat memberikan perspektif baru pada naskah. \nSelain naskah yang baru\, seperti telah disebutkan sebelumnya\, bentuk pementasan kali ini adalah Teater Musikal. Lagu-lagu dalam pentas ini diciptakan oleh Komposer Dian HP yang karyanya mampu melintasi waktu. Pentas ini melibatkan kelompok paduan suara Batavia Madrigal Singers yang prestasinya sudah mendunia dan kelompok orkestra Jakarta Concert Orchestra di bawah konduktor Avip Priatna. Happy Salma sebagai Inggit Garnasih juga akan menyanyikan beberapa nomor lagu. Pentas ini juga menampilkan 3 orang solis perempuan yaitu Ati Sriati\, Yasashi I Evelyn P\, dan Quinara Rosinta. \nDalam pentas kali ini\, Titimangsa berkolaborasi dengan Biyan dan Tenun Baron dalam merancang dan membuat busana yang akan dikenakan oleh Happy dan ketiga orang solis di atas panggung dengan kerja sama yang apik dari seorang Penata Busana Hagai Pakan. Didukung juga oleh seorang Penata Artistik dan Skenografer yang sudah malang melintang di dunia panggung internasional Iskandar Loedin. Titimangsa juga membangun kolaborasi dengan seorang Desainer Interior yang karyanya bisa dilihat di hotel-hotel dunia\, Rudy Dodo. Tampilan panggung akan menjadi lebih indah dengan sentuhan pencahayaan dari Deray Setiadi dan visual dari video art karya Deden Bulqini. \nDi luar tim artistik yang kemampuannya sudah tidak diragukan lagi tersebut\, Titimangsa juga menggandeng pemain film Marsha Timothy yang dalam pentas ini\, bekerja di balik layar\, berperan sebagai Co-Producer bersama Happy Salma yang menjadi Produser utama. \nMonolog Happy Salma dalam Teater Musikal\nINGGIT GARNASIH\n-Ketika Sejengkal adalah Jarak yang Terlampau Jauh-\nSabtu\, 18 April 2020\nPukul 20.00 WIB\nCiputra Artpreneur Theater\nCiputra World 1 Lv. 13\nJl. Prof. Dr. Satrio Kav. 3-5\, Jakarta \nBeli tiket http://tiket-titimangsa.com
URL:https://indonesiakaya.com/event/monolog-happy-salma-dalam-teater-musikal-inggit-garnasih/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/monolog-happy-salma-dalam-teater-musikal-inggit-garnasih-a5fRc2.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20200418T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20200418T000000
DTSTAMP:20260510T132448
CREATED:20201022T031117Z
LAST-MODIFIED:20240808T043436Z
UID:36170-1587168000-1587168000@indonesiakaya.com
SUMMARY:Ruang Kreatif #ProsaDiRumahAja oleh Arcana Foundation dan Galeri Indonesia Kaya
DESCRIPTION:Download e-book #ProsaDiRumahAja disini \nSelama masa pandemik Covid-19 di tahun 2020 yang terjadi di seluruh dunia\, kegiatan yang membutuhkan tatap muka telah sangat dibatasi untuk mencegah penyebaran virus penyakit. Dengan adanya perubahan ini\, komunitas online makin marak\, dan kegiatan online makin beragam. \nRuang Kreatif #ProsaDiRumahAja digagas oleh Arcana Foundation dan galeri budaya Galeri Indonesia Kaya\, dan dilaksanakan pada 18-19 April 2020 secara online. Kelas singkat ini menerima tak kurang dari 172 aplikasi dari para peminat di seluruh pelosok Indonesia. \nAda 50 penulis yang lolos seleksi untuk mengikuti kelas bersama Putu Fajar Arcana\, bersama dengan tiga peserta kehormatan\, yakni aktris Sha Ine Febriyanti\, Maudy Koesnaedi\, dan Annisa Hertami. Selama dua hari\, selain memperoleh teori-teori dalam membangun sebuah dunia lewat kekuatan imajinasi\, para peserta juga diberi kesempatan untuk mengikuti forum konsultasi secara perorangan. Sesi ini dibutuhkan untuk melakukan evaluasi sejauh mana teori-teori yang telah dipaparkan berhasil diterapkan dalam praktek menulis. \nSecara khusus\, kelas ini membawa dua misi\, yaitu membuktikan bahwa kreativitas bisa dilakukan dari mana saja\, tidak terkecuali selama menjalani masa karantina di rumah masing-masing\, dan juga mencoba menggabungkan teori-teori jurnalisme dengan teori sastra untuk kemudian diterapkan dalam penulisan fiksi. \nDari 50 peserta\, 20 karya terpilih telah dikompilasi dan dimuat dalam buku Cerpen Pilihan #ProsaDiRumahAja Pandemi. Tiap cerita mencatat\, merekam\, dan mengabadikan berbagai gejolak perasaan manusia sebagai warga negara\, yang menjadi ekspresi paling jujur yang selama ini tidak terekam secara baik oleh dunia jurnaslistik dan media sosial. Prosa memperkaya dunia tulisan\, dimana jurnalisme bergerak ke arah formalisme informasi yang menulis dan menginformasikan fakta\, sementara media sosial membombardir masyarakat dengan informasiinformasi bias\, bahkan tak jarang berupa hoaks. \nKarya yang dapat dinikmati dalam buku ini diharapkan menjadi sebuah kesaksian tentang sebuah zaman di masa pandemi. Dulu atau sekarang sama pentingnya untuk dicatat melalui fiksi untuk mendapatkan gambaran yang lebih jujur terhadap perasaan bangsa-bangsa di dunia. Semoga karya-karya ini terus hidup di antara kita untuk menjadi tonggak pengingat agar kita lebih waspada dan siap untuk segala kemungkinan di masa depan. \nDownload e-book #ProsaDiRumahAja disini \nProsa yang dimuat dalam buku: \n\nAlasan Yadi Maryadi Membenci Biru oleh Oktabri\nDingin Loyang Terang Bulan oleh Dwi Alfian Bahri\nDoa-doa Kreweng oleh Fadlillah Rumayn\nEmpat Belas Hari oleh Sasti Gotama\nJendela oleh Tannia Margaret\nJimat Malowopati oleh Tegsa Teguh Satriyo\nJurnal Sang Muarikh oleh Dwi Klarasari\nKutunggu di Tanah Surga oleh Lufti Avianto\nLorazepam Terakhir oleh Ratna Ayu Budhiarti\nMalam Panjang di Laut Banda oleh Ni Kadek Ayu Winastri\nMenjelang Ramadan\, Dilarang Menziarahi Makam Ayah oleh Ahmad Ijazi Hasbullah\nMenuju Rumah Bapak oleh Ni Nyoman Ayu Suciartini\nNamaku Mbiw! oleh Rendy Aditya Paraja\nPada Suatu Siang oleh Asih Prihatini\nPerempuan dalam Kotak oleh Aziz Azthar\nPernikahan oleh Cerpen Agus Pribadi\nPesta Ulang Tahun oleh Nafri Dwi Boy\nRumah Ibu oleh Wida Waridah\nRumeksa ing Wengi oleh Galuh Sitra Harini\nSemesta Menaburkan Segala di Kota Ini oleh Lidya Pawestri Ayuningtyas
URL:https://indonesiakaya.com/event/ruang-kreatif-prosadirumahaja-oleh-arcana-foundation-dan-galeri-indonesia-kaya/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/ruang-kreatif-prosadirumahaja-oleh-arcana-foundation-dan-galeri-indonesia-kaya1-v5Tqgc.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20200331T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20200331T200000
DTSTAMP:20260510T132448
CREATED:20201022T031137Z
LAST-MODIFIED:20201022T075152Z
UID:36201-1585684800-1585684800@indonesiakaya.com
SUMMARY:Jejak Asa Sang Dewi "Berkarya Untuk Semesta"
DESCRIPTION:Didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation\, Swargaloka mempersembahkan JEJAK ASA SANG DEWI (JASD) "Berkarya Untuk Semesta" pada hari Selasa\, 31 Maret 2020 pukul 20.00 WIB di Gedung Kesenian Jakarta. Merupakan pentas kolosal dalam bentuk tari\, musik\, dan kidung yang mencerminkan perjuangan seorang seniman wanita sekaligus guru seni\, Dewi Sulastri dalam berkarya selama kurun waktu 35 tahun. Ia berharap perjuangannya dapat menginspirasi generasi muda untuk bekerja keras dalam mencapai cita – cita. \nDalam pentas ini akan tampil para budayawan\, antara lain : Jaya Suprana dan Ninok Leksono yang akan memberikan kesaksian dalam wujud komposisi piano dan puisi. Pentas JASD disutradarai oleh Suryandoro yang dibantu Irwan Riyadi pada posisi pimpinan artistik\, Dewi Sulastri dan Bathara Saverigadi sebagai penata tari\, Dedek Wahyudi pada penata musik dan Max Baihaqi sebagai penata lagu\, serta penata busana Yani Wulandari. \nInformasi tiket: Nindya Ratri – 081314744452
URL:https://indonesiakaya.com/event/jejak-asa-sang-dewi-berkarya-untuk-semesta/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/jejak-asa-sang-dewi-oleh-swargaloka-LLRqWR.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20200328T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20200328T190000
DTSTAMP:20260510T132448
CREATED:20201022T031110Z
LAST-MODIFIED:20201022T075124Z
UID:36160-1585422000-1585422000@indonesiakaya.com
SUMMARY:Online Streaming Pertunjukan Pantomim Nafas Nafsu\, Jagongan Wagen Edisi Maret 2020
DESCRIPTION:Asita Kaladewa\, seorang seniman pantomim yang telah lama berkiprah di Yogyakarta akan menampilkan karya terbarunya berjudul Nafas Nafsu dengan bekerja sama dengan Naoki Nagai sebagai dramaturg dan pengisi musik. Dalam karya ini Asita ingin bercerita tentang kegelisahannya sebagai manusia ketika harus berkompromi antara keinginan untuk menjaga alam dan tuntutan kehidupan sehari–hari yang membuatnya semakin menjauh dengan alam atas nama efisiensi. \nJagongan Wagen edisi kedua di tahun 2020 akan menjadi Jagongan Wagen yang spesial karena ditampilkan dalam medium yang tidak seperti biasanya. PSBK memahami betul atas apa yang terjadi terkait persebaran Covid-19 secara global dan terkhusus di Indonesia. Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk melakukan pembatasan jarak sosial maka strategi khusus perlu dilakukan untuk penyelenggaraan event publik di PSBK termasuk salah satunya Jagongan Wagen. Penyelenggaraan Jagongan Wagen tetap dipertahankan karena PSBK merasa punya tanggung jawab untuk terus memberikan akses seni pada masyarakat dan menjaga komitmen kepada seniman untuk memberikan fasilitasi produksi karya tanpa mengurangi kewaspadaan. \nBerikut pernyataan dari Direktur Eksekutif Jeannie Park yang dikutip melalui surat edaran terkait hal tersebut "Di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK)\, kami berkomitmen untuk melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat luas dengan mematuhi perilaku pembatasan jarak sosial (social distancing) dan akan menawarkan akses on-line alternatif bagi program acara seni untuk publik. Kami juga berkomitmen untuk tetap mendukung proses kreatif seniman yang membutuhkan akses fasilitas di PSBK dengan menerapkan prosedur kesehatan dan keselamatan\, serta mengikuti perkembangan terkini yang disarankan oleh sumber informasi resmi."Dengan demikian penyelenggaraan Jagongan Wagen bulan ini akan dilakukan dengan cara memindahkan pertunjukan yang biasanya diselenggarakan secara langsung di PSBK ke medium online streaming video. \nAsita Kaladewa merupakan seniman pantomim kelahiran Kudus. Ia merupakan salah satu pendiri Bengkel Mime Theatre. Pada Tahun 2007\, ia lulus dari Institut Seni Indonesia pada jurusan Seni Pertunjukan dengan minat utama artistik. Selain menekuni dunia pantomim\, ia juga aktif berkarya dengan medium seni rupa yang ia pelajari secara otodidak. Sedangkan Naoki Nagai merupakan seniman pantomim kelahiran Niigata\, Jepang. Ia pernah belajar pantomim di Tokyo Mime Institut. Selain sebagai seniman pantomim ia juga pernah menjadi dosen di Showa Music Academy\, Kanagawa\, Jepang. Ia tinggal di Indonesia sejak 2007 dan mulai aktif berkarya lagi sejak tahun 2012 dengan menggelar pertunjukan di Indonesia\, Taiwan\, dan Jepang. \nNafas Nafsu merupakan karya yang berangkat dari kegelisahan Asita Kaladewa tentang dilema terkait hubungan dirinya dengan lingkungan alam. Di satu sisi ia selalu membayangkan bahwa hidup yang ideal akan tercapai ketika ia bisa memiliki kehidupan yang menyatu dengan lingkungan alam\, tapi di sisi yang lain ia juga harus menghadapi kenyataan bahwa ia sering menjaga jarak bahkan menjauh dari lingkungan alam karena harus bertahan dari tuntutan kehidupan sehari–hari yang semakin praktis. Untuk membicarakan persoalan ini Asita membuka kembali memori empat karya pantomim yang pernah ia ciptakan dengan tema relasi manusia dengan lingkungan alam. Empat karya yang ia pilih berjudul "Sesak"\, "Tanjung harapan"\, "Berburu Serangga" dan "Fish". \nAsita menggerakkan dan menafsir ulang karya–karya lama tersebut sebagai upaya refleksi sekaligus titik tolak pencarian jalan keluar dilemanya. Namun saat melakukannya\, nafasnya tersengal – sengal tak terkendali; tubuh dan nafas tidak selaras. Ia menyadari ada yang sedang tidak selaras antara harapan dalam dirinya dengan kondisi fisik tubuhnya. Tabrakan unsur budaya dan unsur alam yang ada pada tubuh Asita\, termanifestasi melalui gerak nafasnya. Persoalan nafas ini digarisbawahi dan menjadi pintu masuk untuk membicarakan dilemanya. \nTerutama mengenai pengendalian nafas: nafas dan nafsu saling berhimpitan dalam diri manusia. Lewat karya ini Asita hendak menawarkan laku kesadaran pengendalian nafas dan nafsu untuk mendamaikan dilema relasi manusia dan lingkungan alam dengan memperdalam aspek gerak nafas untuk meredakan dilema tersebut. \nDalam karya ini Asita banyak bereksplorasi dengan rasa. Rasa yang dimaksud adalah rasa sebagai bahasa yang universal yang biasa dikonversikan dalam bahasa tubuh. Dalam menyampaikan kegelisahannya ia akan mengeksplorasi rasa yang ia tangkap untuk kemudian ia ekspresikan melalui gerakan-gerakan tubuh dalam pantomim. Perubahan bentuk medium dalam Jagongan Wagen kali ini awalnya membuat Asita sedikit ragu bahwa gagasannya menggunakan bahasa rasa ini dapat sampai ke penonton. \nHal ini disebabkan dari awal ia sudah membayangkan bahwa pertunjukannya akan dilihat secara langsung\, dan transfer rasa itu dapat dirasakan penonton dengan tepat karena jarak yang intim. Berikut kutipan wawancara Bersama Asita terkait hal tersebut "Lalu kemudian dalam perjalanan tentu saja rasa ego seniman itu gede\, makanya ketika saya membaca situasi bahwa pertunjukan kemungkinan akan diundur\, saya harus mulai berkompromi seperti kalau balon itu gak langsung digetah namun ditusuk satu-satu jadi enak. Ok\, mas sekarang tidak live\, padahal keinginan saya itu itu live biar itu terasa akan apa yang saya rasakan dari biasan-biasan di sekitar. Itu tentu saja sakit\, tapi saya kembali lagi bertanya bahwa dalam membangun karya ini saya mulai berlatih memanajemen rasa kenapa di kehidupan nyata saya tidak bisa\, itu yang kemudian saya ambil. Ya sudah tidak apa-apa. Kreativitas masih bisa terus berjalan\, dan itu bisa menjadi sesuatu yang saya tidak tau dan itu bisa menjadi kejutan. \nDengan demikian Asita meyakini bahwa melalui media apa pun gagasannya akan tetap sampai karena ia merasa bahwa karya ini dibangun atas dasar kesungguhan. Ia juga melihat bahwa tim produksi memberikan dukungan yang penuh dan mau bersama-sama mencari cara agar karya ini tetap akan dapat dinikmati sesuai harapan walaupun mediumnya tidak seperti biasanya. Tentu saja kemudian Jagongan Wagen kali ini patut untuk dinantikan karena ini merupakan cara baru bagi seniman\, tim produksi\, maupun penonton untuk tetap dapat membuat sebuah peristiwa dalam medium di luar kebiasaan. \nJagongan Wagen edisi Maret 2020 ini dapat ditonton dengan terlebih dahulu melakukan registrasi di www.psbk.or.id mulai hari ini hingga tanggal 28 Maret 2020 pukul 17.00 WIB. Setelah itu penonton akan mendapatkan email balasan pada tanggal 28 Maret 2020 pukul 19.00 yang berisi tautan video Jagongan Wagen "Nafas Nafsu. Melalui tautan tersebut penonton akan diantarkan untuk menonton video yang telah diunggah. Kemudian yang terakhir\, untuk mendukung Jagongan Wagen edisi Maret 2020 penonton bisa mengisi kuesioner dan juga memberi saweran melalui donasi digital dengan cara scan QR code yang disertakan dalam email balasan.
URL:https://indonesiakaya.com/event/online-streaming-pertunjukan-pantomim-nafas-nafsu-jagongan-wagen-edisi-maret-2020/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/online-streaming-pertunjukan-pantomim-nafas-nafsu-jagongan-wagen-edisi-maret-2020-FmBsJ7.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20200321T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20200321T200000
DTSTAMP:20260510T132448
CREATED:20201022T031133Z
LAST-MODIFIED:20201022T075148Z
UID:36195-1584820800-1584820800@indonesiakaya.com
SUMMARY:Suluk Maleman Edisi Maret 2020
DESCRIPTION:Suluk Maleman adalah acara gelar kesenian dan diskusi budaya rutin bulanan yang dirancang sebagai ajang untuk silaturrahim pikiran\, mengaji masalah-masalah yang dihadapi bangsa\, baik di tingkat lokal maupun nasional. Acara ini sejak awal digagas sebagai oase untuk merekatkan kembali ikatan kemanusiaan\, kemasyarakatan dan kebangsaan\, yang selama ini cenderung cerai berai. \nTema Suluk Maleman kali ini "Ajaib\, Allah Selalu Berpihak Pada Yang 'Bodoh'"\, yang akan diisi antara lain oleh dr. Dwi Marhendra Karya D\, Sp.P dan Dr. Abdul Jalil.  Kecuali membahas tema\, seperti biasa acara ini akan diselingi pagelaran musik oleh Orkes Puisi Sampak GusUran. \nAnis Sholeh Ba'asyin\nOrkes Puisi Sampak GusUran\nbersama\ndr. Dwi Mahendra Karya D\, Sp.P.\nDr. Abdul Jalil \nHari: Sabtu\nTanggal: 21 Maret 2020\nJam: 20.00 sampai selesai\nTempat: Rumah Adab Indonesia Mulia\nJalan P. Diponegoro No 94 – Pati \nLive Streaming:  http://www.sulukmaleman.id/streaming\nYoutube: Suluk Maleman Official Channel\nRadio/Video Streaming: http://www.sulukmaleman.id/streaming\nLive Tweet: @Suluk_Maleman dengan tagar #SulukMar \nSiaran Tunda: PAS 101\,0 FM\nSenin 23 Maret 2020 jam 21.00 WIB\nStreaming: www.pasfmpati.com dan www.paspati.co.id \nSiaran Tunda: ASWAJA TV\nSetiap Ahad jam 21.00 WIB \nSiaran Tunda: TV 9\nSetiap Selasa jam 21.30 WIB\nSetiap Rabu jam 09.00 WIB \nSuluk Maleman:\nWebsite: www.sulukmaleman.id\nFacebook: fb.com/sulukmaleman\nTwitter: @suluk_maleman\nInstagram: @sulukmaleman\nYoutube: Suluk Maleman Official Channel
URL:https://indonesiakaya.com/event/suluk-maleman-edisi-maret-2020/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/suluk-maleman-edisi-maret-2020-5bB7uO.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20200313T133000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20200315T000000
DTSTAMP:20260510T132448
CREATED:20201022T031134Z
LAST-MODIFIED:20201022T075149Z
UID:36197-1584106200-1584230400@indonesiakaya.com
SUMMARY:Beautiful Water
DESCRIPTION:Begitu banyak yang sudah terjadi dan dialami oleh umat manusia dalam beberapa tahun belakangan ini\, yang malah membuat umat manusia terpecah belah\, entah karena prasangka atau rasa takut. Para seniman dalam Beautiful Water ingin menyampaikan bahwa semua masalah itu bukan dihadapi dengan rasa takut\, tapi dengan kolaborasi. Dan sebagai pegiat seni pertunjukan\, apapun yang terjadi\, the show must go on. Itulah yang dilakukan oleh para seniman penggarap pertunjukan ini. Kolaborasi seniman 3 negara yaitu Indonesia\, Malaysia dan Jepang ini mencoba menangkap apa yang terjadi di dunia secara global dan berusaha menyajikannya dalam sebuah sajian yang tidak saja menarik\, tapi juga mengajak kita untuk merenung. \nSebagaimana para seniman dari berbagai negara dalam pertunjukan ini berusaha menjembatani aspirasi kreatif mereka yang beragam dengan komunikasi yang juga beragam bentuknya\, demikianlah proses terwujudnya pertunjukan ini. Sebuah karya yang menunjukkan bahwa meskipun terhalang segunung perbedaan\, tapi kita juga disatukan oleh banyak kesamaan. Dengan semangat bahwa kita adalah satu kesatuan yang sepenanggungan sependeritaan\, mereka ingin terjadi komunikasi dengan masyarakat lewat karya sebagai sebuah upaya saling memahami. \nSebab\, kita hidup di planet yang sama\, menghirup udara yang sama. Kita adalah makhluk-makhluk yang hidup di samudera luas bernama dunia. Dan masa depan dunia itu harus kita hadapi bersama. Semoga kita semua lebih bisa memaknai kebersamaan kolaborasi 3 negara ini dan menjadikan ini suatu kekuatan untuk menghadapi dunia ini kedepan. Semoga air bisa mendinginkan semesta. \nInformasi lebih lanjut:\nIpeh +6281218491405\nNani +6285939742941
URL:https://indonesiakaya.com/event/beautiful-water/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/beautiful-water-dBzn4n.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20200306T100000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20200308T000000
DTSTAMP:20260510T132448
CREATED:20201022T031141Z
LAST-MODIFIED:20231020T090925Z
UID:36207-1583488800-1583625600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Musikal Belakang Panggung
DESCRIPTION:Data WHO 2013 menunjukkan\, satu dari tiga wanita di seluruh dunia pernah mengalami kekerasan fisik atau kekerasan seksual selama masa hidupnya. Komnas Perempuan mencatatat dua jam setidaknya ada tiga perempuan Indonesia yang mengalami kekerasan seksual. \n“Menurut penelitian Yayasan Lentera Sintas Indonesia di tahun 2016\, 93% dari korban kekerasan fisik atau seksual memilih untuk tidak melaporkan kekerasan yang dialami. Bahkan\, 72% dari korban tidak berani untuk bercerita kepada siapapun karena takut akan prasangka buruk dan rasa malu di mata masyaraka” ujar Sophia Hage\, Juru Kampanye dan Humas Yayasan Lentera Sintas Indonesia. \nBelakang Panggung menghadirkan drama musikal yang sangat relevan saat ini dan menggugah. Drama musikal ini mengikuti perjalanan Rani Gunawan\, aktris muda pendatang baru\, yang mendapatkan kesempatan besar bermain sepanggung dengan bintang besar Aditya Santosodan bekera di bawah arahan sutradara dan asetbangsa Teguh Santoso. Di atas panggung teater\, Pak Teguh menghadirkan kisah cinta Rama Sinta nan ideal dan heroik\, dimainkan Adit dan Rani. Tak disangka\, kesempurnaan di atas panggung menyembunyikan kebusukan di belakang panggung. \n“Kami sebagai pekerja seni mengekspresikan keprihatinan atas masalah ini lewat pertunjukkan drama musikal yang diharapkan bisa menjadi pesan agar masyarakat lebih terbuka dan tidak mengucilkan korban di kehidupan sosial. Kekerasan fisik atau seksual bisa merusak kondisi psikologis korban dalam jangka panjang\, sehingga kita harus bisa menciptakan lingkungan dimana korban merasa aman untuk bercerita” ujar Airin Efferin\, Produser Musikal Belakang Panggung. \nLewat tagar #MulaiBicara yang digunakan untuk mendukung kampanye melawan kekerasan seksual ini\, Musikal Belakang Panggung akan ditampilkan di Institut Français Indonesia pada tanggal 6 – 8 Maret 2020. Pembelian tiket dapat dilakukan lewat Instagram\, LiveLife\, dan Townscript dengan harga tiket Rp. 350.000. Untuk info lebih lanjut mengenai kampanye atau musikal\, masyarakat dapat mengakses Instagram @musikalbelakangpanggung dan @lentera_id untuk mendapatkan informasi terkini mengenai pertunjukkan tersebut.
URL:https://indonesiakaya.com/event/musikal-belakang-panggung/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/musikal-belakang-panggung-OZHVnM.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20200306T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20200306T000000
DTSTAMP:20260510T132448
CREATED:20201022T031132Z
LAST-MODIFIED:20201022T075147Z
UID:36193-1583452800-1583452800@indonesiakaya.com
SUMMARY:Drama Musikal Belakang Panggung Persembahan Lentera Sintas Indonesia Hadir untuk #MulaiBicara
DESCRIPTION:Lentera Sintas Indonesia menghadirkan sebuah drama musikal berjudul "Belakang Panggung" yang bercerita tentang kekerasan seksual. Untuk pertama kalinya di Indonesia\, sebuah pagelaran musikal hadir untuk tidak hanya menghibur\, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap salah satu isu utama di Indonesia dan dunia. Pada awal tahun 2020\, sejumlah kasus pelecehan hingga kekerasan seksual telah terjadi di Indonesia. Dari kasus begal payudara\, begal bokong\, masturbasi di depan umum\, hingga tuntutan mahasiswi kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengatasi kekerasan seksual di kampus dan universitas. \nBelakang Panggung menghadirkan drama musikal yang sangat relevan saat ini dan menggugah. Drama musikal ini mengikuti perjalanan Rani Gunawan\, aktris muda pendatang baru\, yang mendapatkan kesempatan besar bermain sepanggung dengan bintang besar Aditya Santoso dan bekera di bawah arahan sutradara dan aset bangsa Teguh Santoso. Di atas panggung\, Pak Teguh menghadirkan kisah cinta Rama Sinta nan ideal dan heroik\, dimainkan Adit dan Rani. Tak dinyana\, kesempurnaan di atas panggung menyembunyikan kebusukan di belakang panggung. \nProduksi Belakang Panggung adalah gagasan dari Airin Efferin dan Produser Dimas Subagio\, ini merupakan suatu karya orisinil dari penulis Mario Hasan dan Andrew Trigg (yang juga menjadi sutradara)\, dengan composer musik: Wishnu Dewanta. Pagelaran ini menghadirkan beberapa aktor-aktor teater dan film terbaik Indonesia seperti Mian Tiara\, Rama Widi\, Muhammad Khan\, Marissa Anita\, dan Kiki Narendra. Tema yang sangat berat disajikan dalam cerita yang kreatif\, mengejutkan\, dramatis dan menghibur\, yang memadukan teater musikal ceria dengan drama menegangkan. \n"Kami sebagai pekerja seni mengekspresikan keprihatinan atas masalah ini lewat pertunjukkan drama musikal yang diharapkan bisa menjadi pesan agar masyarakat lebih terbuka dan tidak mengucilkan korban di kehidupan sosial. Kekerasan fisik atau seksual bisa merusak kondisi psikologis korban dalam jangka panjang\, sehingga kita harus bisa menciptakan lingkungan di mana korban merasa aman untuk bercerita" ujar Dimas Subagio\, Produser Musikal Belakang Panggung. \nDrama musikal ini juga ingin mengajak masyarakat untuk ikut menyuarakan kampanye #MulaiBicara agar para penyintas dari kekerasan fisik atau seksual bisa merasa aman dan tidak menutup diri. Lewat tagar #MulaiBicara yang digunakan untuk mendukung kampanye melawan kekerasan seksual ini\, Musikal Belakang Panggung sukses ditampilkan di Institut Français Indonesia\, Thamrin\, Jakarta  pada tanggal 6 – 8 Maret 2020 silam. Dihadiri berbagai penikmat seni serta public figure nasional seperti Joko Anwar\, Tika Panggabean\, Olga Lydia\, Ben Kasyafani\, Rory Asyari dan Aming. Pagelaran ini berhasil mendapatkan respon positif dan sukses menarik simpati serta kesadaran masyarakat mengenai kekerasan seksual yang kerap terjadi di lingkungan sosial. \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/drama-musikal-belakang-panggung-persembahan-lentera-sintas-indonesia-hadir-untuk-mulaibicara/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/drama-musikal-belakang-panggung-persembahan-lentera-sintas-indonesia-hadir-untuk-mulaibicara-4ipyme.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20200229T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20200229T190000
DTSTAMP:20260510T132448
CREATED:20201022T031111Z
LAST-MODIFIED:20201022T075125Z
UID:36161-1583002800-1583002800@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pertunjukan Musik Seduhan Ketiga di Malam Senin\, Jagongan Wagen Edisi Februari 2020
DESCRIPTION:Tanggal 29 Februari menjadi istimewa karena kita hanya menemuinya setiap empat tahun sekali. Tahun ini kita beruntung bertemu dengannya bertepatan dengan digelarnya Jagongan Wagen edisi pertama di 2020. Answer Sheet\, band trio pop modern asal Yogya akan tampil membawakan sebuah pertunjukan musik dengan tema urban yang hari ini sekali. Mereka akan bercerita tentang kehidupan tongkrongan di coffee shop beserta obrolan-obrolan di dalamnya yang dibungkus dalam pertunjukan berjudul "Seduhan Ketiga di Malam Senin". \nRangkaian Jagongan Wagen 2020 dibuka dengan pertunjukan musik oleh Answer Sheet. Mereka akan berproses di PSBK dalam fasilitasi Hibah Seni PSBK selama empat minggu sebelum pertunjukan berlangsung. Salah satu bentuk fasilitasi tersebut berupa dukungan kuratorial dalam wujud ruang presentasi work in progress yang bertujuan untuk membangun dialog dalam menajamkan wacana maupun bentuk yang akan dipertunjukan. Presentasi work in progress dilaksanakan lima kali dengan mengundang tim kuratorial dan seniman yang sedang beresidensi di PSBK untuk saling berdialog dengan seniman penampil. Program Hibah Seni PSBK yang sudah berlangsung sejak tahun 2017 merupakan hasil kerja sama PSBK dengan Bakti Budaya Djarum Foundation. \nAnswer Sheet dikenal sebagai trio pop modern dengan ukulele\, gitar\, bass\, dan live looping. Berkarya sejak tahun 2013\, dengan album debut berjudul "Chapter 1: Istas Promenade" rilisan netlabel Thailand\, SEA INDIE\, lagu mereka banyak diputarkan di radio. Grup musik yang semula berformat duo ukulele ini selalu bahagia dan energik di tiap penampilannya dengan mengedepankan relevansi terhadap isu-isu viral dalam segmen tertentu. Klip "Clickbait" rilisan tahun 2018 adalah salah satu respon Answer Sheet atas fenomena politisi menghilang secara tiba-tiba. Lagu "Meditate" rilisan tahun 2017 menjadi single pertama Answer Sheet sejak menjadi trio dan mendapatkan banyak review positif karena berhasil membawa ukulele ke ranah musik yang berbeda: musik ambient. \nKali ini Answer Sheet akan hadir dalam pertunjukan yang tematik\, mengangkat kehidupan tongkrongan Coffee Shop beserta obrolan-obrolan di dalamnya. Di kota-kota\, coffee shop turut berperan aktif dalam pembentukan pola akivitas nongkrong warganya. Pola nongkrong yang bersifat masif dan viral ini mempermudah pembentukan identitas seseorang pada komunitas kopi. Munculnya rasa solidaritas organik dalam lingkaran komunitas itu seperti menemukan rumah disaat harus meninggalkan daerah asal ke tempat baru demi mengampu ilmu di perguruan tinggi ataupun bekerja. Lingkaran komunitas itu tanpa ragu menyediakan ruang untuk berbagi cerita\, membentuk kompilasi rasa dan makna. \nFenomena coffee shop yang membentuk budaya nongkrong warga kota dengan caranya sendiri\, sampai pada penentuan ekspresi identitas\, menjadi perhatian Answer Sheet dalam gelaran acara Jagongan Wagen PSBK edisi Februari 2020 dengan judul Seduhan Ketiga di Malam Senin. Pertunjukan musik yang membicarakan kehadiran coffee shop sebagai ruang terbuka bagi siapa saja untuk berbagi cerita di tengah padatnya kesibukan warga kota. Apakah hadirnya coffee shop hanya akan menebalkan perbedaan identitas yang melekat pada anggota di tongkrongannya masing-masing? Pembicaraan ini tidak akan pernah habis sampai pada seduhan ketiga. \nLagu-lagu yang akan dibawakan Answer Sheet dalam pertunjukan ini semuanya merupakan materi baru dengan lirik bahasa Indonesia. Sejenak barangkali kita perlu rehat bermalam minggu di Coffee Shop. Meluangkan waktu untuk mendengar\, berefleksi\, dan berdialog melalui pertunjukan oleh Answer Sheet yang akan digelar di PSBK. Siapa tahu di antara kita punya cerita yang sama dan berkesempatan memulai tegur sapa.
URL:https://indonesiakaya.com/event/pertunjukan-musik-seduhan-ketiga-di-malam-senin-jagongan-wagen-edisi-februari-2020/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/pertunjukan-musik-seduhan-ketiga-di-malam-senin-jagongan-wagen-edisi-februari-2020-mYp90d.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20200215T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20200215T200000
DTSTAMP:20260510T132448
CREATED:20201022T031143Z
LAST-MODIFIED:20201022T075158Z
UID:36210-1581796800-1581796800@indonesiakaya.com
SUMMARY:Suluk Maleman Edisi Februari 2020
DESCRIPTION:Suluk Maleman adalah acara gelar kesenian dan diskusi budaya rutin bulanan yang dirancang sebagai ajang untuk silaturrahim pikiran\, mengaji masalah-masalah yang dihadapi bangsa\, baik di tingkat lokal maupun nasional. Acara ini sejak awal digagas sebagai oase untuk merekatkan kembali ikatan kemanusiaan\, kemasyarakatan dan kebangsaan\, yang selama ini cenderung cerai berai. \nTema Suluk Maleman kali ini "Kuasa Bahasa"\, yang akan diisi antara lain oleh Dr. Abdul Jalil dan Budi Maryono.  Kecuali membahas tema\, seperti biasa acara ini akan diselingi pagelaran musik oleh Orkes Puisi Sampak GusUran. \nAnis Sholeh Ba'asyin\nOrkes Puisi Sampak GusUran\nbersama\nDr. Abdul Jalil\nBudi Maryono \nHari: Sabtu\nTanggal: 15 Februari 2020\nJam: 20.00 sampai selesai\nTempat: Rumah Adab Indonesia Mulia Jalan P. Diponegoro No 94 – Pati \nLive Streaming:  http://www.sulukmaleman.id/streaming\nYoutube: Suluk Maleman Official Channel\nRadio/Video Streaming: http://www.sulukmaleman.id/streaming\nLive Tweet: @Suluk_Maleman dengan tagar #SulukFeb \nSiaran Tunda: PAS 101\,0 FM\nSenin 17 Februari 2020 jam 21.00 WIB\nStreaming: www.pasfmpati.com dan www.paspati.co.id \nSiaran Tunda: ASWAJA TV\nSetiap Ahad jam 21.00 WIB \nSiaran Tunda: TV 9\nSetiap Selasa jam 21.30 WIB\nSetiap Rabu jam 09.00 WIB \nSuluk Maleman:\nWebsite: www.sulukmaleman.id\nFacebook: fb.com/sulukmaleman\nTwitter: @suluk_maleman\nInstagram: @sulukmaleman\nYoutube: Suluk Maleman Official Channel
URL:https://indonesiakaya.com/event/suluk-maleman-edisi-februari-2020/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/suluk-maleman-kuasa-bahasa-bXfO2q.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20200206T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20200206T000000
DTSTAMP:20260510T132448
CREATED:20201022T031125Z
LAST-MODIFIED:20201022T075139Z
UID:36181-1580947200-1580947200@indonesiakaya.com
SUMMARY:IBUIBU BELU: Bodies of Border
DESCRIPTION:Sebagai tindak lanjut keberhasilan karya tari Cry Jailolo\, Balabala\, dan SALT\, penari dan koreografer Eko Supriyanto melebarkan lebih jauh pandangannya di Timur Indonesia untuk mengeksplorasi keunikan tari tradisi dan ritual di Belu\, Nusa Tenggara Timur (NTT). "IBUIBU BELU: Bodies of Border" adalah kulminasi dari dua tahun risetnya terhadap Likurai\, sebuah tari tradisi yang merepresentasikan kesatuan sosial di Timor. Karya ini merupakan eksplorasi dari pencapaian dan pemisahan akibat kebijakan politik dalam hubungan global\, nasional\, dan lokal. Dipentaskan di Komunitas Salihara\, Jakarta pada tanggal 6-7 Februari 2020 lalu\, IBUIBU BELU: Bodies of Border dijadwalkan memulai tur dunianya di Asia\, Australia\, dan Eropa sepanjang tahun 2020. \nProyek ini diawali dari Festival Likurai yang diikuti enam ribu penari yang dilanjutkan dengan melatih secara intens enam penari non profesional dari Belu. Karya ini mengeksplorasi gerak\, irama\, nyanyian\, dan tenun (kain tradisi setempat). Melalui materi-materi tersebut\, Eko menciptakan bentuk-bentuk manifestasi tari Likurai yang mengandung ciri khas masyarakat Timor saat ini yang terpisah secara politik\, antara NTT dan Timor Leste. Ingatan tersebut menubuh dalam enam penari setempat – salah satunya berasal dari Timor Leste – dan sejarah kehidupan mereka yang diekspresikan dalam Likurai. Kedua hal tersebut secara paradoks menunjukkan bahwa tubuh menghadapi tantangan batas-batas politik\, namun dalam waktu yang sama juga mengalami keterpisahan. Karya tarinya ini berdasarkan riset artistik terkininya\, IBUIBU BELU: Bodies of Border dicipta bersama enam penari perempuan dari Belu NTT sepanjang 2019-2020\, yaitu: Marlince Ratu Dabo\, Feliciana Soares\, Angela Lavenia Leki\, Yunita Dahu\, Adriyani Sindi Manisa Hale\, dan Evie Anika Novita Nalle. \nTim Artistik dan Produksi\nKoreografer: Eko Supriyanto; Dramaturgi: Renee Sari Wulan; Penata Musik: Dimawan Krisnowo Adji; Penata Cahaya: Jan Maertens; Penata Busana: Vivi Ng\, Erika Dian; Dramaturgy/Creative Presence: Arco Renz; Manajer Proyek: Isa Natadiningrat; Produser: Sadiah Boonstra; Asisten Koreografer: Riyo Tulus Fernando; Produksi: Ekosdance Company; Produser Eksekutif: Ratnasari Langit Pitu. \nPendukung Produksi\nPemerintah Daerah Nusa Tenggara Timur (Atambua)\, Asia TOPA (Melbourne\, Australia)\, SPRING Festival (Utrecht\, Belanda)\, Teater Im Pumpenhaus (Munster\, Jerman)\, TPAM – Performing Arts Meeting in Yokohama (Yokohama\, Jepang)\, Komunitas Salihara (Jakarta\,Indonesia\, dan Ratnasari Langit Pitu (Jakarta\,Indonesia). Dokumentasi: Komunitas Salihara/ Witjak Widhi Cahya. \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/ibuibu-belu-bodies-of-border/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/ibuibu-belu-bodies-of-border-FlBYo6.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20200117T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20200118T000000
DTSTAMP:20260510T132448
CREATED:20201022T031146Z
LAST-MODIFIED:20201022T075202Z
UID:36215-1579291200-1579305600@indonesiakaya.com
SUMMARY:"PLANET â€“ SEBUAH LAMENT" KARYA GARIN NUGROHO SIAP DIPENTASKAN JANUARI 2020
DESCRIPTION:Setelah sukses dengan karya Setan Jawa\, sebuah film bisu dengan gamelan orchestra\, yang telah dipentaskan di berbagai ajang seni bergengsi dunia mulai dari Melbourne\, Amsterdam\, London\, Glasgow\, Singapura\, dan Berlin\, maestro seni Indonesia Garin Nugroho akan kembali dengan karya terbarunya. Pertunjukan berjudul Planet – Sebuah Lament yang berisikan doa pada alam dan jalan keselamatan hidup untuk mencintai alam ini akan ditampilkan di Teater Jakarta\, Taman Ismail Marzuki\, pada tanggal 17-18 Januari 2020 mendatang. \nPertunjukan karya terbaru Garin Nugroho yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation\, Arts Centre Melbourne\, dan Asia TOPA ini berkisah tentang sebuah ratapan (lament) dalam nyanyian mencari sebuah planet dimana peradaban dituntut mencari pangan dan energi baru. Kisah dimulai setelah tsunami\, hilangnya peradaban yang menyisakan seorang manusia yang mencari harapan. Pada akhir perjalanan\, lahir sebuah planet baru lewat jalan panjang penebusan seusai tsunami. Sebuah perjalanan penebusan untuk mendapatkan kembali keseimbangan alam. \nMengusung perpaduan budaya dari Indonesia Timur (Melanesia)\, Garin Nugroho mengkombinasikan elemen pergerakan tubuh dari tradisi Nusa Tenggara Timur hingga Papua dengan gerak tablo dan tubuh kontemporer yang dikoreografi Otniel Tasman dan Boogie Papeda. Pertunjukan ini juga menampilkan para penari\, antara lain: Boogie Papeda\, Douglas D’Krumpers\, Pricillia EM Rumbiak dan Bekham Dwaa dari Papua\, Rianto (Solo)\, juga Galaby Thahira (Jakarta). \nGerakan ritmik dari para penari ini akan diiringi musik yang digarap oleh 3 komposer muda\, yaitu Septina Layan\, Taufik Adam\, dan Nursalim Yadi Anugerah. Pertunjukan ini juga dilengkapi dengan lantunan suara indah dari Mazmur Chorale Choir asal Kupang yang dipilih melalui proses seleksi sejak akhir tahun 2018 yang lalu. Paduan suara yang juga menjadi juara World Choir Games 2014 di Latvia ini akan mengelola musik dari Flores\, yang dalam kajian musik dunia disebut sebagai salah satu kekayaan musikal yang ada. \nKostum para pemain ini digarap oleh Anna Tregloan dari Australia yang sekaligus juga berperan sebagai scenographer dalam pertunjukan kali ini. Para pemeran utama mengeksplorasi kostum tradisional Indonesia Timur digabungkan dengan elemen kontemporer sedangkan paduan suara juga mengenakan kostum yang ditata khusus untuk menggambarkan ekspresi yang terjadi pada lakon di atas panggung. \nTiket pertunjukan yang akan digelar di Teater Jakarta\, Taman Ismail Marzuki\, pada tanggal 17-18 Januari 2020 mendatang ini bisa dibeli melalui : \nlinktr.ee/belitiketplanet \ndengan harga :\nPlatinum    Rp. 1.000.000\nGold        Rp.700.000\nSilver        Rp. 450.000\nBronze        Rp. 250.000 \nInfo lebih lanjut\, silahkan menghubungi panitia :\nSurel         : garin.theplanet@gmail.com\nInstagram    : @garinworkshop \nUntuk pembelian tiket platinum dan gold ada promo akhir tahun diskon 10%. Selain dipentaskan di Jakarta\, karya ini akan menjadi karya pembuka dalam ASIA TOPA (Asia-Pacific Triennial of Performing Arts) pada Februari 2020 mendatang di Melbourne\, Australia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/planet-ae-sebuah-lament-karya-garin-nugroho-siap-dipentaskan-januari-2020/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20191229T193000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20191229T193000
DTSTAMP:20260510T132448
CREATED:20201022T031149Z
LAST-MODIFIED:20201022T075205Z
UID:36218-1577647800-1577647800@indonesiakaya.com
SUMMARY:Forum Apresiasi Sastra Dan Budaya Kudus (FASBuK) Edisi Desember 2019
DESCRIPTION:Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK) yang didukung Bakti Budaya Djarum Foundation bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Tekhnik Elektro Universitas Muria Kudus akan menggelar lawatan rutin sastra dan budaya. Kali ini menampilkan Pertunjukan Musik\, Puisi dan Diskusi "Nyambung Tresno" di Auditorium Universitas Muria Kudus\, Kampus Gondangmanis PO.BOX 53 Kudus\, pada hari Minggu 29 Desember 2019\, pukul 19.30 WIB. \nNyambung tresno adalah judul tema yang diangkat oleh kelompok musik keroncong gado-gado\, karena lagu garapan yang akan ditampilkan ialah seputar katresnan\, sebuah kata yang memiliki arti cinta. Tidak jauh pula dari latar belakang para personil yang cinta terhadap musik keroncong\, mereka ingin terus menjaga serta mempertahankan musik keroncong agar tetap digemari oleh anak muda. Selain itu harapan dari keroncong gado-gado adalah ingin cinta kasih sayang dan kebahagian tidak akan putus melalui pertunjukan musik ini. \nSekilas tentang Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK) \nBerdiri sejak 12 Januari 2009\, FASBuK adalah ruang kerja fisik dan pemikiran untuk mencipta inovasi serta varian sebuah paket kemasan kegiatan dalam bidang kesusasteraan dan kesenian lokal yang nantinya mampu menjadi asset atas keberagaman kebudayaan nasional dan dekat masyarakatnya sehingga tercapai ruang bersama untuk saling berbagi\, bertukar pikiran\, demi sebuah cita-cita luhur tumbuhnya nilai-nilai kesadaran manusia yang berbudaya. \nSecara rutin tiap bulannya FASBuK menggelar acara Sastra dan Seni Budaya yang meliputi Apresiasi sastra\, Sarasehan Budaya\, Pertunjukan Musik\, Tari dan Pementasan Drama/Teater\, dan sebagainya. \nUntuk mengetahui lebih lanjut mengenai kegiatan ini\, silahkan menghubungi:\nForum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuk)\nKetua Badan Pekerja FASBuK :Arfin AM\nNo. Hp: +62 857 4259 8480\nEmail: fasbuk93@gmail.com
URL:https://indonesiakaya.com/event/forum-apresiasi-sastra-dan-budaya-kudus-fasbuk-edisi-desember-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/forum-apresiasi-sastra-dan-budaya-kudus-fasbuk-edisi-desember-2019-3bR4Z5.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20191221T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20191221T200000
DTSTAMP:20260510T132448
CREATED:20201022T031147Z
LAST-MODIFIED:20201022T075203Z
UID:36216-1576958400-1576958400@indonesiakaya.com
SUMMARY:Suluk Maleman Edisi Desember 2019
DESCRIPTION:Suluk Maleman adalah acara rutin bulanan yang dirancang sebagai ajang untuk silaturrahim\, tukar pikiran\, mengaji masalah-masalah yang dihadapi bangsa\, baik di tingkat lokal maupun nasional. Acara ini sejak awal digagas sebagai oase untuk merekatkan kembali ikatan kemanusiaan\, kemasyarakatan dan kebangsaan. \nTema Suluk Maleman kali ini ‘Lho\, Balik Ke…Jahiliyah Lagi Tho?’ Tema ini merupakan bagian kedelapan belas dari episode Taubat Nusantara\, Menjaga Nalar Bangsa\, yang akan diisi antara lain oleh Dr. Abdul Jalil\, Hadun Muhammad Almuhdhor dan Budi Maryono.  Kecuali membahas tema\, seperti biasa acara ini akan diselingi pagelaran musik oleh Orkes Puisi Sampak GusUran. \nInfo lebih lanjut :\nWebsite: www.sulukmaleman.id\nFacebook: fb.com/sulukmaleman\nTwitter: @suluk_maleman\nInstagram: @sulukmaleman\nYoutube: Suluk Maleman Official Channel
URL:https://indonesiakaya.com/event/suluk-maleman-edisi-desember-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/suluk-maleman-edisi-desember-2019-rXdUXM.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20191221T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20191221T000000
DTSTAMP:20260510T132448
CREATED:20201022T031130Z
LAST-MODIFIED:20201022T075154Z
UID:36190-1576886400-1576886400@indonesiakaya.com
SUMMARY:Teater Musikal Nusantara Mempersembahkan Hairspray - The Broadway Musical
DESCRIPTION:Teater Musikal Nusantara (TEMAN)\, sebuah Theatre Company asal Jakarta yang memiliki visi untuk memproduksi pertunjukan musikal dengan standar internasional\, telah sukses melangsungkan pertunjukan musikal Hairspray – The Broadway Musical karya Marc Shaiman\, lirik oleh Scott Wittman dan Shaiman dan buku karya Mark O'Donnell dan Thomas Meehan yang dipentaskan di Ciputra Artpreneur pada tanggal 21-22 Desember 2019. \nProduksi yang disutradarai oleh Brandon Bieber dari Broadway\, USA ini diperankan oleh berbagai public figure Indonesia seperti Morgan Oey\, Lea Simanjuntak\, Andrea Miranda\, Gusty Pratama dan aktor kenamaan Malaysia Peter Ong. Memegang lisensi dari Music Theatre International (MTI)\, pertunjukan ini telah sukses menggabungkan standar Broadway lewat arahan Brandon Bieber dengan bakat anak – anak muda Indonesia. \nHairspray – The Broadway Musical sendiri merupakan produksi kedua dari TEMAN yang bekerjasama dengan Program Ruang Kreatif: Indonesia Menuju Broadway oleh www.indonesiakaya.com dan audisi terbuka untuk mendapatkan pemainnya. Hairspray – The Broadway Musical yang digubah oleh Marc Shaiman ini menceritakan tentang Tracy Turnblad\, seorang anak sekolah di Baltimore yang berusaha untuk meraih kesuksesan di era tahun 1960 yang sarat akan kebebasan berekspresi. \nTeater musikal ini memenangkan penghargaan Tony Award untuk kategori musikal terbaik pada tahun 2003\, dan telah diproduksi berkali – kali dengan adaptasi film di tahun 2007 dengan judul yang sama. Acara yang digarap oleh Chriskevin Adefrid (Indonesia) sebagai Produser dengan arahan Director Brandon Bieber (USA)\, Artistic Director Venytha Yoshiantini (Indonesia)\, dan Music Director Ivan Tangkulung (Indonesia) ini berhasil memproduksi pertunjukan bertaraf internasional yang menggunakan talenta yang hampir semua anak muda Indonesia\, membuktikan bahwa anak muda Indonesia bisa menciptakan produksi yang memiliki citarasa dunia. Acara yang berlangsung selama dua hari ini ditonton lebih dari 2.500 penonton. \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/naura-menutup-rangkaian-konser-dongeng-melalui-konser-dongeng-4/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/teater-musikal-nusantara-mempersembahkan-hairspray-the-broadway-musical-BSx9nP.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20191220T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20191220T190000
DTSTAMP:20260510T132448
CREATED:20201022T031150Z
LAST-MODIFIED:20201022T075206Z
UID:36219-1576868400-1576868400@indonesiakaya.com
SUMMARY:Wayang Orang Bharata Mempersembahkan "Arjuna Murca"
DESCRIPTION:Dalam rangka memperingati hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember\, Wayang Orang Bharata mempersembahkan gelar "Wayang Kakung" dengan lakon "Arjuna Murca". Yang istimewa dari pergelaran ini adalah seluruh pemainnya adalah pria. Seperti apa penampilan mereka ? \nMari Saksikan bersama Pergelaran Wayang Kakung Wayang Orang Bharata "Arjuna Murca" pada Jumat\, 20 Desember 2019 di Gedung Kesenian Jakarta\, Jakarta Pusat\, pukul 19.00 WIB. \nBerkisah tentang ketika Srikandi ditinggal pergi oleh Arjuna. Srikandi bertekad untuk menemukan Arjuna dengan cara yang unik\, ia pura-pura menjadi orang yang tidak waras\, Ia menghadap beberapa rintangan seperti banyaknya raja-raja yang melamar dirinya karena diisyukan Srikandi telah diceraikan oleh Arjuna. Bahkan Pendeta Drona dari Astina juga menginginkan untuk menyuntingnya. Sebenarnya Arjuna dan Pandawa meninggalkan Amarta bukan tanpa alasan. Arjuna tengah menyamar di tapal batas Astina untuk memata-matai kekuatan Kurawa menjelang perang Bharatayuda. \nKelucuan\, kekonyolan dan juga celetukan-celetukan yang segar akan menjadi bumbu-bumbu di sepanjang pertunjukan. Walau cerita ini dikemas dalam nuansa komedi\, namun pesan moral dan kritik sosial yang disampaikan dalam canda akan mempunyai bobot tersendiri. \nPergelaran Wayang Kakung ini dimainkan oleh para seniman wayang orang bharata  serta penampilan khusus : Ari Tulang dan Ivan Gunawan. \nTentang WO Bharata \nSebagai punggawa seni panggung tradisional di DKI Jakarta\, Wayang Orang (WO) Bharata telah dengan gigih mempertahankan dan mengembangkan pertunjukan wayang orang sejak didirikan pada 5 Juli 1972. \nPerjuangan para seniman yang terdiri atas penari\, pengrawit\, pesinden dll ini bukan tanpa onak duri. Namun di sisi lain\, tekad dan kesungguhan para awak WO Bharata dalam melestarikan kesenian warisan para pendahulunya ini pun telah mendapatkan berbagai bentuk penghargaan dan pengakuan\, terbukti dari seringnya kelompok ini mengharumkan nama Ibu Pertiwi di pentas manca negara sebagai duta budaya bangsa. WO Bharata semakin bahwa pelestarian wayang orang ini akan tetap terjaga dan  juga selalu berusaha mengembangkan kesenian adiluhung ini dengan memadukan bentuk-bentuk kesenian modern tanpa menghilangkan akar budaya yang ada. \nInformasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini\, silahkan menghubungi panitia :\nM. Yunus  +62 856  121 1842 dan Endang – +62 858 1450 4644
URL:https://indonesiakaya.com/event/wayang-orang-bharata-mempersembahkan-arjuna-murca/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/wayang-orang-bharata-mempersembahkan-arjuna-murca-6L87o2.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20191214T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20191214T200000
DTSTAMP:20260510T132448
CREATED:20201022T031151Z
LAST-MODIFIED:20201022T075207Z
UID:36221-1576353600-1576353600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pertunjukan "Gatotkaca Kembar"
DESCRIPTION:Pengangkatan Raden Gatotkaca sebagai Raja Pringgandani telah menimbulkan kekecewaan dan perpecahan dari keluarga Pringgandani. Pamanda Gatotkaca Raden Brajadenta tidak menyetujui penobatan itu karena sebagai putra Prabu Kala Tremboko terasa lebih tepat untuk menjadi raja Pringgandani. \nRaden Gatotkaca pun merasa prihatin dengan keadaan itu dan dia memilih untuk mengasingkan diri dan pergi dari kerajaan. Kemudian apa yang terjadi setelah kepergian Gatotkaca ? \nKelanjutannnya dapat disaksikan di Pergelaran Wayang Orang Njajah Desa Milang Kori dengan lakon "Gatotkaca Kembar" pada Sabtu\, 14 Desember 2019 pukul 20.00 di Pendopo Bali Ndeso \, Desa Puntukrejo\, Ngargoyoso\, Karanganyar Jawa Tengah. \nInformasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini\, silahkan menghubungi panitia :\nGatot Triyanto 0881 2858 277
URL:https://indonesiakaya.com/event/pertunjukan-gatotkaca-kembar/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/pertunjukan-gatotkaca-kembar-DrAkmn.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20191214T100000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20191214T100000
DTSTAMP:20260510T132448
CREATED:20201022T031153Z
LAST-MODIFIED:20231002T090224Z
UID:36225-1576317600-1576317600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pertunjukan "Detik Kedua Puluh Enam Minggu Dini Hari"\, Jagongan Wagen Edisi Desember 2019
DESCRIPTION:Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) bersama Bakti Budaya Djarum Foundation meneruskan investasi panjang dalam dukungan fasilitasi ruang presentasi karya seniman muda melalui program Jagongan Wagen. Pada edisi terakhir Jagongan Wagen di tahun ini\, PSBK menghadirkan Habiburrachman yang merupakan seniman penerima Hibah Seni PSBK. Ia mendapatkan fasilitasi akses studio penciptaan\, kuratorial dan produksi pementasan berlangsung di kompleks art center PSBK  sejak akhir November 2019. \nHabiburrachman lahir di Sumenep. Ia berkegiatan di seni pertunjukan teater sejak 2013 ketika bergabung dengan Teater ESKA Yogyakarta. Beberapa kali terlibat menjadi aktor\, penulis naskah dan menyutradarai. Karya terbarunya pada 2018 antara lain Pelajaran Bab Dua\, Penghujung Kau dan Aku\, dan Kelas Tambahan. Sekarang sedang menyelesaikan tugas akhirnya di jurusan Akidah dan Filsafat Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. \n“Detik Kedua Puluh Enam Minggu Dini Hari”  hadir sebagai upaya Habiburrachman untuk melihat Jogja melalui klitih. Melalui pertunjukan teaternya kali ini\, Habib akan berbagi sudut pandang lebih luas dengan mengangkat sejarah pembentukan subjektivitas pelaku dalam relasinya dengan konteks sosio-kultural yang khas. Bahwa klitih tidak lahir dari ruang buta\, tetapi dibentuk oleh sistem pendidikan\, sistem pranata sosial\, konsep moralitas\, maskulinitas\, dan premanisme yang menjamur. Karya ini juga ingin mengajak berpartisipasi untuk tidak segera menempelkan stigma negatif dalam melihat klitih dengan tidak melepaskannya dari kondisi partikular yang menentukannya. \nJogja adalah salah satu kota dengan beragam dinamika sosialnya yang memungkinkan untuk dibaca berulang demi keberlangsungannya: apakah ia akan bertahan atau binasa.  Kemunculan kota beserta dinamikanya adalah bagian tak terpisahkan dari relasi sosial warga kota itu sendiri. Sebuah kota bisa dikatakan maju\, berkembang\, atau bahkan terpinggirkan\, tidak akan terlepas dari aktivitas warganya. Namun kesadaran warga menggali pengetahuan tentang ke-berkota-annya tidak mudah untuk dibangun. Seringkali\, masyarakat berhenti pada pemahaman kota sebagai tempat geografis semata. Sedang segala persolannnya dianggap selesai dengan para birokrat dan teknokrat. Lantas\, apakah benar situasi sosial kota yang terpresentasi pada perilaku warganya akan selesai dengan pendekatan teknokratisme? Pertunjukan ini nantinya akan mencoba mengelaborasikan problematika ini. \nDalam membangun narasi dalam cerita ini Habib melakukan studi literatur dan obvervasi melalui beberapa wawancara. Kemudian ia menyusun data yang ia peroleh menjadi satu cerita untuk bisa ia sampaikan kepada penonton. Ia mengajak dua aktor yaitu Ario Mahardika dan Faried Nor Siregar a.k.a Askal untuk menghidupkan narasi ke panggung teater pertunjukan. Selain itu\, Ia juga menggandeng Febrian Adinata Hasibuan untuk membantunya menyusun tangga dramatug agar alur cerita terjaga dengan baik. Terakhir\, untuk membangun imajinasi melalui bunyi\, Regina Gandes diajak untuk mengisi ilustrasi musik dan bebunyian lainnya. Dengan demikian pertunjukan ini akan membukakan pandangan kita terkait dinamika sosial yang terjadi di kota Jogja melalui klitih. Jadi\, kami mengajak masyarakat luas untuk hadir dan menyaksikan Jagongan Wagen edisi pamungkas di tahun ini sebagai sarana kita melihat lebih jauh. \nPadepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) \nMelanjutkan spirit maestro seni Indonesia Bagong Kussudiardja\, PSBK mewujudkan diri sebagai art center dengan misi mendukung pengembangan kreatif seniman dan masyarakat umum untuk terus terhubung pada nilai-nilai seni dan budaya\, keberlanjutannya\, dan penciptaan nilai-nilai budaya melalui seni. PSBK hadir sebagai laboratorium kreatif\, tempat berkumpul\, ruang presentasi karya seniman dari berbagai disiplin. PSBK menghadirkan karya seniman-seniman muda\, memfasilitasi riset-riset artistik dan pengembangan profesional\, dan merancang program-program untuk meningkatkan community engagement dan pengembangan jaringan melalui kesenian. \nPadepokan Seni Bagong Kussudiardja\nDs. Kembaran Rt.04-05\, Tamantirto\, Kasihan\, Bantul\, DIY\nTel./Fax.: +62(0)274/ 414-404\nWhatsapp : +62 82141416252\nEmail: media@psbk.or.id   Web: www.psbk.or.id\nFacebook: psbkjogja\nTwitter & Instagram: @psbk_jogja\nYoutube: media psbk
URL:https://indonesiakaya.com/event/pertunjukan-detik-kedua-puluh-enam-minggu-dini-hari-jagongan-wagen-edisi-desember-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/pertunjukan-detik-kedua-puluh-enam-minggu-dini-hari-jagongan-wagen-edisi-desember-2019-iQmjVt.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20191207T150000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20191207T150000
DTSTAMP:20260510T132448
CREATED:20201022T031213Z
LAST-MODIFIED:20201023T073622Z
UID:36255-1575730800-1575730800@indonesiakaya.com
SUMMARY:Hajat Dalam Selimut oleh Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK)
DESCRIPTION:
URL:https://indonesiakaya.com/event/teater-pintu-mempersembahkan-pertunjukan-berjudul-tengah-malam/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/7-DES-300-x-450-pweNZs.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20191207T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20191207T000000
DTSTAMP:20260510T132448
CREATED:20201022T031144Z
LAST-MODIFIED:20201022T075159Z
UID:36211-1575676800-1575676800@indonesiakaya.com
SUMMARY:"Tengah Malam" Pertunjukan Persembahan Teater Pintu
DESCRIPTION:Teater Pintu dengan didukung Bakti Budaya Djarum Foundation mempersembahkan "Tengah Malam". Lakon ini diadaptasi dari naskah drama "Gelita" karya John Galloway. "Tengah Malam" digelar di Gedung Kesenian Miss Tjitjih\, pada tanggal 7 Desember 2019\, pukul 15.00 WIB dan 20.00 WIB\, merupakan produksi ke-3 dari Teater Pintu\, setelah 1 tahun dibentuk oleh beberapa alumnus IKJ jurusan teater. Dua pertunjukan sebelumnya yaitu "Mama di Tanah Sumba" di Galeri Indonesia Kaya dan "Penjaga Rumah" di Teater Salihara. \nPementasan ini berkisah tentang dua orang yang sudah lama tidak bertemu. Mereka dipertemukan lagi karena pekerjaan yang mengharuskan mereka bertemu. Pekerjaan yang sesungguhnya tidak mereka cintai. Perbincangan tentang kegelapan\, keterasingan dan masalah keluarga menjadi inti utama dalam pertunjukan ini. Kehidupan yang dihadapi Minah sebagai penjaga kamar jenazah membuatnya terus mengeluh bahkan mengutuk hidup. Apa yang dirasakan oleh Minah sesungguhnya juga dirasakan oleh Yani\, sang perias jenazah. Yani yang merasa diasingkan oleh beberapa orang merasakan bahwa hidupnya saat ini sudah di ambang keputusasaan. Berteman dengan makhluk lain membuat dirinya tak dianggap normal dan keinginan untuk menjauh pada temannya sangatlah besar. \nApakah dengan terus mengeluh hidup akan berjalan dengan baik? Apakah berteman dengan makhluk lain menjadi tidak normal? Bagaimana keduanya menemukan jalan untuk masalahnya masing-masing? Pertanyaan-pertanyaan yang muncul\, diharapkan dapat membuat penonton berpikir\, apakah kita dapat terus bersyukur untuk setiap jalan hidup yang kita hadapi ? Apakah memang ada manusia normal dan tidak normal? \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/tengah-malam-pertunjukan-persembahan-teater-pintu/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/tengah-malam-pertunjukan-persembahan-teater-pintu-9tPn4T.tmp_.jpg
END:VEVENT
END:VCALENDAR