BEGIN:VCALENDAR
VERSION:2.0
PRODID:-//Indonesia Kaya - ECPv6.15.15//NONSGML v1.0//EN
CALSCALE:GREGORIAN
METHOD:PUBLISH
X-WR-CALNAME:Indonesia Kaya
X-ORIGINAL-URL:https://indonesiakaya.com
X-WR-CALDESC:Events for Indonesia Kaya
REFRESH-INTERVAL;VALUE=DURATION:PT1H
X-Robots-Tag:noindex
X-PUBLISHED-TTL:PT1H
BEGIN:VTIMEZONE
TZID:Asia/Jakarta
BEGIN:STANDARD
TZOFFSETFROM:+0700
TZOFFSETTO:+0700
TZNAME:WIB
DTSTART:20230101T000000
END:STANDARD
END:VTIMEZONE
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20240629T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20240629T200000
DTSTAMP:20260404T185822
CREATED:20240623T174922Z
LAST-MODIFIED:20240624T055204Z
UID:85328-1719687600-1719691200@indonesiakaya.com
SUMMARY:Sinergi oleh KunoKini & SvaraLiane - 19.00
DESCRIPTION:Pertunjukan KunoKini & SvaraLiane yang bertajuk Sinergi kali ini menggabungkan alat tradisional seperti kangkanung\, bonang\, sokoguru\, kulintang dan modern seperti saxophone\, gitar dan electric bass. KunoKini akan menampilkan kekayaan Indonesia dalam bentuk modern. \nKunoKini pertama kali didirikan pada tahun 2003 ketika sekelompok pemuda Indonesia berkolaborasi dalam festival cerita rakyat di Wismar\, Jerman. Mereka mengeksplorasi penggunaan alat musik tradisional Indonesia seperti Seruling Bambu\, Kerang Irian\, Gendang Jawa\, Kolintang\, Rebana Biang\, Saluang\, Krcekan\, dan masih banyak lagi. KunoKini selalu berupaya membangkitkan antusiasme masyarakat dengan mengedepankan kekayaan alat musik tradisional Indonesia. \nPenerapan eksplorasi harmonis yang mereka lakukan mampu memghasilkan karya luar biasa yang kaya akan budaya. KunoKini mengadakan konser solo pertama mereka pada tahun 2008 dan terus mengadakan beberapa konser solo sepanjang tahun bertajuk “Kembali ke Akar” dan “Reinkarnasi” di beberapa kota di Indonesia\, bersamaan dengan perilisan album debut mereka pada tahun 2010. \nPada tahun 2013\, KunoKini melengkapkan Namanya menjadi KunoKini & SvaraLiane\, yang berarti “suara lainnya” dari Bahasa Sansekerta dan Jawa dimana KunoKini sejak saat itu menampilkan alat-alat tradisional digabung dengan brass section\, bass\, gitar dan DJ. Pada tahun 2013 KunoKini Kembali menggelar konser solo bertajuk “Masa Lalu untuk Masa Depan”\, sebuah retrospektif yang menceritakan 10 tahun perjuangan KunoKini dalam mempromosikan alat music tradisional Indonesia. KunoKini telah berbagi panggung dan berkolaborasi dengan artis lokal dan internasional terkemuka seperti Conkarah (Jamaika)\, Ras Muhamad\, Kalulla\, JFlow\, Haviz Dsectella MC\, Indra Lesmana\, Wukir (Senyawa)\, Nova (Filastine)\, Glenn Fredly\, DJ Lethal (Limp Bizkit)\, Samifati (Prancis)\, Liquid Silva (Kanada) dan MAS1A (Singapura/Kanada). Selain itu KunoKini memproduksi dubplate untuk DJ Walshy Fire (Major Lazer). \nSelain berkarya sebagai artis\, KunoKini juga mengikuti program Artist Residency yang bekerja sama dengan British Council di Jakarta\, dimana KunoKini berkolaborasi dan bertukar Budaya dengan seniman asal Inggris Raya selama enam minggu dan kemudian KunoKini tampil di Belfast\, Irlandia Utara bersama seniman tersebut.
URL:https://indonesiakaya.com/event/sinergi-oleh-kunokini-svaraliane-19-00/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Agenda Budaya,Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2024/06/GIK-29juni-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20240629T150000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20240629T160000
DTSTAMP:20260404T185822
CREATED:20240623T174627Z
LAST-MODIFIED:20240624T055120Z
UID:85323-1719673200-1719676800@indonesiakaya.com
SUMMARY:Sinergi oleh KunoKini & SvaraLiane
DESCRIPTION:Pertunjukan KunoKini & SvaraLiane yang bertajuk Sinergi kali ini menggabungkan alat tradisional seperti kangkanung\, bonang\, sokoguru\, kulintang dan modern seperti saxophone\, gitar dan electric bass. KunoKini akan menampilkan kekayaan Indonesia dalam bentuk modern. \nKunoKini pertama kali didirikan pada tahun 2003 ketika sekelompok pemuda Indonesia berkolaborasi dalam festival cerita rakyat di Wismar\, Jerman. Mereka mengeksplorasi penggunaan alat musik tradisional Indonesia seperti Seruling Bambu\, Kerang Irian\, Gendang Jawa\, Kolintang\, Rebana Biang\, Saluang\, Krcekan\, dan masih banyak lagi. KunoKini selalu berupaya membangkitkan antusiasme masyarakat dengan mengedepankan kekayaan alat musik tradisional Indonesia. \nPenerapan eksplorasi harmonis yang mereka lakukan mampu memghasilkan karya luar biasa yang kaya akan budaya. KunoKini mengadakan konser solo pertama mereka pada tahun 2008 dan terus mengadakan beberapa konser solo sepanjang tahun bertajuk “Kembali ke Akar” dan “Reinkarnasi” di beberapa kota di Indonesia\, bersamaan dengan perilisan album debut mereka pada tahun 2010. \nPada tahun 2013\, KunoKini melengkapkan Namanya menjadi KunoKini & SvaraLiane\, yang berarti “suara lainnya” dari Bahasa Sansekerta dan Jawa dimana KunoKini sejak saat itu menampilkan alat-alat tradisional digabung dengan brass section\, bass\, gitar dan DJ. Pada tahun 2013 KunoKini Kembali menggelar konser solo bertajuk “Masa Lalu untuk Masa Depan”\, sebuah retrospektif yang menceritakan 10 tahun perjuangan KunoKini dalam mempromosikan alat music tradisional Indonesia. KunoKini telah berbagi panggung dan berkolaborasi dengan artis lokal dan internasional terkemuka seperti Conkarah (Jamaika)\, Ras Muhamad\, Kalulla\, JFlow\, Haviz Dsectella MC\, Indra Lesmana\, Wukir (Senyawa)\, Nova (Filastine)\, Glenn Fredly\, DJ Lethal (Limp Bizkit)\, Samifati (Prancis)\, Liquid Silva (Kanada) dan MAS1A (Singapura/Kanada). Selain itu KunoKini memproduksi dubplate untuk DJ Walshy Fire (Major Lazer). \nSelain berkarya sebagai artis\, KunoKini juga mengikuti program Artist Residency yang bekerja sama dengan British Council di Jakarta\, dimana KunoKini berkolaborasi dan bertukar Budaya dengan seniman asal Inggris Raya selama enam minggu dan kemudian KunoKini tampil di Belfast\, Irlandia Utara bersama seniman tersebut.
URL:https://indonesiakaya.com/event/sinergi-oleh-kunokini-svaraliane/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Agenda Budaya,Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2024/06/GIK-29juni-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20240622T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20240622T200000
DTSTAMP:20260404T185822
CREATED:20240616T042953Z
LAST-MODIFIED:20240616T053125Z
UID:84931-1719082800-1719086400@indonesiakaya.com
SUMMARY:Seribu Akal si Gede Boong oleh Sinar Norray bersama Mandra - 19.00
DESCRIPTION:Merayakan ulang tahun Jakarta dan mempersembahkan warisan budaya Betawi dengan cara yang menyenangkan dan inovatif kepada penonton\, Sinar Norray kembali dengan cerita komedi yang menarik dan menghibur\, berkolaborasi dengan artis Betawi Mandra. \nSeribu Akal Si Gede Boong adalah sebuah komedi (bodoran) yang mengisahkan petualangan kocak dari anak Betawi dengan cerita-cerita bohongnya yang mengundang tawa dan pelajaran berharga. Dengan penampilan khusus dari komedian dan artis Betawi terkenal\, acara ini menawarkan humor segar dan situasi komedik yang khas\, diiringi oleh musik dan tarian tradisional Betawi. \nCerita ini tidak hanya menghibur\, tetapi juga memperkenalkan penonton pada kekayaan budaya Betawi melalui cerita dan pertunjukan yang penuh warna. Sebuah hiburan sempurna untuk seluruh keluarga dan pecinta seni. \nSinar Norray (SiNorray) merupakan gabungan dari kata sinar dan Norrya\, nama panggilan panggung Ibu Hj. Nori\, yang terkenal dengan nama Mpok Nori. Berdirinya Sanggar Sinar Norray di tahun 1995 berawal dari ketidaksengajaan yang kemudian berlanjut menjadi wadah seni Betawi tradisional. Dipimpin oleh Hj. Nori\, Sinar Norray mulai melakukan pementasan Lenong betawi. Seiring berjalannya waktu\,Sanggar Sinar Norray mulai menyajikan berbagai pertunjukan kesenian Betawi seperti tari dan musik. \nSetelah ditinggal selama-lamanya oleh Almh. Ibu Hj.Nori\, Sinar Norray dipimpin oleh Mpok Engkar Karmilasari. Pada tahun 2012\, SiNorray merilis sebuah album yang mengaransemen ulang lagu-lagu gambang kromong Betawi dengan sentuhan tradisi modern.
URL:https://indonesiakaya.com/event/seribu-akal-si-gede-boong-oleh-sinar-norray-bersama-mandra-19-00/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Agenda Budaya,Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2024/06/gik-22juni-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20240622T150000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20240622T160000
DTSTAMP:20260404T185822
CREATED:20240616T042537Z
LAST-MODIFIED:20240616T053114Z
UID:84926-1719068400-1719072000@indonesiakaya.com
SUMMARY:Seribu Akal si Gede Boong oleh Sinar Norray bersama Mandra
DESCRIPTION:Merayakan ulang tahun Jakarta dan mempersembahkan warisan budaya Betawi dengan cara yang menyenangkan dan inovatif kepada penonton\, Sinar Norray kembali dengan cerita komedi yang menarik dan menghibur\, berkolaborasi dengan artis Betawi Mandra. \nSeribu Akal Si Gede Boong adalah sebuah komedi (bodoran) yang mengisahkan petualangan kocak dari anak Betawi dengan cerita-cerita bohongnya yang mengundang tawa dan pelajaran berharga. Dengan penampilan khusus dari komedian dan artis Betawi terkenal\, acara ini menawarkan humor segar dan situasi komedik yang khas\, diiringi oleh musik dan tarian tradisional Betawi. \nCerita ini tidak hanya menghibur\, tetapi juga memperkenalkan penonton pada kekayaan budaya Betawi melalui cerita dan pertunjukan yang penuh warna. Sebuah hiburan sempurna untuk seluruh keluarga dan pecinta seni. \nSinar Norray (SiNorray) merupakan gabungan dari kata sinar dan Norrya\, nama panggilan panggung Ibu Hj. Nori\, yang terkenal dengan nama Mpok Nori. Berdirinya Sanggar Sinar Norray di tahun 1995 berawal dari ketidaksengajaan yang kemudian berlanjut menjadi wadah seni Betawi tradisional. Dipimpin oleh Hj. Nori\, Sinar Norray mulai melakukan pementasan Lenong betawi. Seiring berjalannya waktu\,Sanggar Sinar Norray mulai menyajikan berbagai pertunjukan kesenian Betawi seperti tari dan musik. \nSetelah ditinggal selama-lamanya oleh Almh. Ibu Hj.Nori\, Sinar Norray dipimpin oleh Mpok Engkar Karmilasari. Pada tahun 2012\, SiNorray merilis sebuah album yang mengaransemen ulang lagu-lagu gambang kromong Betawi dengan sentuhan tradisi modern.
URL:https://indonesiakaya.com/event/seribu-akal-si-gede-boong-oleh-sinar-norray-bersama-mandra/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Agenda Budaya,Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2024/06/gik-22juni-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20240615T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20240615T200000
DTSTAMP:20260404T185822
CREATED:20240608T094035Z
LAST-MODIFIED:20240609T043723Z
UID:84770-1718478000-1718481600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Langkah Bersenandung oleh Parewa Limo Suku - 19.00
DESCRIPTION:Karya musik ini berlatar belakang musik tradisi Minangkabau yang digarap baru dalam bentuk penyajiannya. Pola dasar musik ini berpijak dari tatanan kehidupan masyarakat sehari-hari dalam bertani dalam memanen padi di sawah. \nTong berfungsi sebagai tempat memisahkan batang dengan buah padi dihadirkan sebagai simbol dalam mendatangkan bunyi\, niru dihadirkan merupakan media untuk memisahkan padi yang bernas dan hampa\, sedangkan sumber utama bunyi berasal dari tangkelek yang berfungsi membuat pola ritme sehingga menjadi sebuah perpaduan bunyi yang utuh. Sedih\, senang\,kecewa\, dan marah semua tergambar dalam penyajian komposisi musik ini. \nKelompok Kesenian Tradisonal Minangkabau Parewa Limo Suku didirikan pada tangga 4 April 2003. Pendirian kelompok ini didalatar belakangi keinginan dari beberapa orang pelaku seni yang mengiginkan sebuah wadah  berkesenian untuk menggali dan mengembangkan serta melestarikan kesenian tradisional Minangkabau terutama dalam bidang musik. Atas prakasa tokoh masyarakat\, dibentuklah sebuah komunitas budaya dengan nama kelompok  kesenian tradisional Minang Grup Parewa Limo Suku . \nKelompok ini berupaya untuk melestarikan seni tradisi kepada generasi muda sebagai penerus seni tradisi masa depan\, dengan melakukan pelatihan seni tradisi adat dan budaya Minangkabau kepada generasi muda\, memperkenalkan kesenian tradisional Minangkabau kepada masyarakakat luas melalui berbagai media\, dan mengembangkan kesenian musik tradisional melalui inovasi dalam bentuk karya-karya baru yang mengikuti perkembangan zaman.
URL:https://indonesiakaya.com/event/langkah-bersenandung-oleh-parewa-limo-suku-19-00/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Agenda Budaya,Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2024/06/GIK-15juni-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20240615T150000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20240615T160000
DTSTAMP:20260404T185822
CREATED:20240608T093902Z
LAST-MODIFIED:20240609T043558Z
UID:84768-1718463600-1718467200@indonesiakaya.com
SUMMARY:Langkah Bersenandung oleh Parewa Limo Suku
DESCRIPTION:Karya musik ini berlatar belakang musik tradisi Minangkabau yang digarap baru dalam bentuk penyajiannya. Pola dasar musik ini berpijak dari tatanan kehidupan masyarakat sehari-hari dalam bertani dalam memanen padi di sawah. \nTong berfungsi sebagai tempat memisahkan batang dengan buah padi dihadirkan sebagai simbol dalam mendatangkan bunyi\, niru dihadirkan merupakan media untuk memisahkan padi yang bernas dan hampa\, sedangkan sumber utama bunyi berasal dari tangkelek yang berfungsi membuat pola ritme sehingga menjadi sebuah perpaduan bunyi yang utuh. Sedih\, senang\,kecewa\, dan marah semua tergambar dalam penyajian komposisi musik ini. \nKelompok Kesenian Tradisonal Minangkabau Parewa Limo Suku didirikan pada tangga 4 April 2003. Pendirian kelompok ini didalatar belakangi keinginan dari beberapa orang pelaku seni yang mengiginkan sebuah wadah  berkesenian untuk menggali dan mengembangkan serta melestarikan kesenian tradisional Minangkabau terutama dalam bidang musik. Atas prakasa tokoh masyarakat\, dibentuklah sebuah komunitas budaya dengan nama kelompok  kesenian tradisional Minang Grup Parewa Limo Suku . \nKelompok ini berupaya untuk melestarikan seni tradisi kepada generasi muda sebagai penerus seni tradisi masa depan\, dengan melakukan pelatihan seni tradisi adat dan budaya Minangkabau kepada generasi muda\, memperkenalkan kesenian tradisional Minangkabau kepada masyarakakat luas melalui berbagai media\, dan mengembangkan kesenian musik tradisional melalui inovasi dalam bentuk karya-karya baru yang mengikuti perkembangan zaman.
URL:https://indonesiakaya.com/event/langkah-bersenandung-oleh-parewa-limo-suku/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Agenda Budaya,Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2024/06/GIK-15juni-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20240608T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20240608T200000
DTSTAMP:20260404T185822
CREATED:20240601T054532Z
LAST-MODIFIED:20240602T063807Z
UID:84645-1717873200-1717876800@indonesiakaya.com
SUMMARY:Puspa Warni Sumatra oleh Komunitas Budaya Antarshukha - 19.00
DESCRIPTION:Puspawarni Sumatra adalah suatu penampilan tari dan musik dari penjuru Sumatra\, seperti Tari Tor-Tor si Hutur Sanggul (Sumatra Utara)\, Tari Melinting dari Lampung\, Zapin Melayu dan Tari Mainang Pak Malau Melayu. Di Puspawarni ini juga akan menampilkan narasumber Tari Melinting dari Lampung\, juga penampilan tari-tarian dan musik dari penjuru Pulau Sumatra. Pertunjukan ini terlaksana agar generasi muda atau tua tidak melupakan nilai seni budaya. \nAntarsukha merupakan komunitas peduli akan budaya nusantara\, beranggotakan ibu-ibu yang sangat peduli akan tradisi dan budaya. Antarsukha memiliki beberapa prestasi\, di antaranya adalah sebagai Penari Terbaik Sejabotabek 1995\, Festival Muara Singapura dan juga kerap mengikuti misi budaya di berbagai negara.
URL:https://indonesiakaya.com/event/puspa-warni-sumatra-oleh-komunitas-budaya-antarshukha-19-00/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Agenda Budaya,Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2024/06/gik-8juni-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20240608T150000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20240608T160000
DTSTAMP:20260404T185822
CREATED:20240601T053945Z
LAST-MODIFIED:20240602T063317Z
UID:84639-1717858800-1717862400@indonesiakaya.com
SUMMARY:Puspa Warni Sumatra oleh Komunitas Budaya Antarshukha
DESCRIPTION:Puspawarni Sumatra adalah suatu penampilan tari dan musik dari penjuru Sumatra\, seperti Tari Tor-Tor si Hutur Sanggul (Sumatra Utara)\, Tari Melinting dari Lampung\, Zapin Melayu dan Tari Mainang Pak Malau Melayu. Di Puspawarni ini juga akan menampilkan narasumber Tari Melinting dari Lampung\, juga penampilan tari-tarian dan musik dari penjuru Pulau Sumatra. Pertunjukan ini terlaksana agar generasi muda atau tua tidak melupakan nilai seni budaya. \nAntarsukha merupakan komunitas peduli akan budaya nusantara\, beranggotakan ibu-ibu yang sangat peduli akan tradisi dan budaya. Antarsukha memiliki beberapa prestasi\, di antaranya adalah sebagai Penari Terbaik Sejabotabek 1995\, Festival Muara Singapura dan juga kerap mengikuti misi budaya di berbagai negara.
URL:https://indonesiakaya.com/event/puspa-warni-sumatra-oleh-komunitas-budaya-antarshukha/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Agenda Budaya,Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2024/06/gik-8juni-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20240601T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20240601T200000
DTSTAMP:20260404T185822
CREATED:20240526T001813Z
LAST-MODIFIED:20240526T230550Z
UID:84316-1717268400-1717272000@indonesiakaya.com
SUMMARY:Akar Rasa oleh Ardhanari Performing Arts Studio - 19.00
DESCRIPTION:Dua tarian yang dibawakan dalam pertunjukan ini sangat berbeda satu sama lain. Tari Sari Wiraga adalah dasar tari Jawa gaya Jogja\, sedangkan Tari Pakarena adalah sebuah tarian persembahan dari Sulawesi. Kontrasnya musik dan tarian mengandung filosofi hidup bahwa apapun yang kita hadapi\, kita tetap harus tenang. Setelah kedua pertunjukan tersebut\, ada diskusi dan perbincangan mengenai filosofi tari. Acara ditutup dengan kegiatan interaktif dimana semua penonton diminta untuk bersama-sama menggerakan tubuh Bersama penampil. Maksud dari kegiatan interaktif ini agar penonton merasakan bahwa menari adalah sebuah kegiatan untuk menyalurkan energi\, proses self acceptance dan self healing. \nStudio Tari dan Karawitan Jawa Ardhanari pertama didirikan padai tahun 1979 di Bandung oleh Maria Darmaningsih\, Hoetomo Djoko Wiyoto\, dan FX Widaryanto dan beroperasional hingga tahun 1991. Pada tahun 2012\, Ardhanari berubah menjadi Ardhanari Performing Arts Studio & Management dan didirikan kembali di Jakarta. Ardhanari terdiri dari individu-individu yang memperjuangkan seni dan Budaya sebagai aspek penting kehidupan dalam masyarakat yang progresif dan bahagia. Studio tari ini berjalan dengan keyakinan pada kekuatan transformatif seni untuk menciptakan hubungan\, empati\, dan pemahaman yang tulus antara satu sama lain. \nMaria Darmaningsih S.Sn.\, M.Ed.\, lulus dari jurusan Tari di Akademi Seni Tari Indonesia Yogyakarta\, Sarjana Antropologi Tari dari institut Kesenian Jakarta (IKJ) dan Master of Education dari University of Lethbridge\, Alberta\, Kanada. Sejak kecil menari Jawa Klasik\, ia mendalami tari kontemproer dan menari Dalam karya Ben Suharto\, Sardono W. Kusumo\, Retno Maruti\, dan Sulistyo Tirtokusumo. Maria adalah Dosen Tari di Fakultas Seni Pertunjukan IKJ sejak tahun 1987 hingga 2021. Di awal masa jabatannya sebagai Dosen\, pada tahun 1992\, Maria dan rekan-rekannya mendirikan Indonesian Dance Festival. Pada tahun 2018\, Maria menerima penghargaan Kebudayaan “Chevalier dans l’Ordre des Arts et Lettres” dari Kementrian Kebudayaan Republik Prancis.
URL:https://indonesiakaya.com/event/akar-rasa-oleh-ardhanari-performing-arts-studio-19-00/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Agenda Budaya,Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2024/05/gik-1juni-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20240601T150000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20240601T160000
DTSTAMP:20260404T185822
CREATED:20240526T001519Z
LAST-MODIFIED:20240526T230445Z
UID:84311-1717254000-1717257600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Akar Rasa oleh Ardhanari Performing Arts Studio
DESCRIPTION:Dua tarian yang dibawakan dalam pertunjukan ini sangat berbeda satu sama lain. Tari Sari Wiraga adalah dasar tari Jawa gaya Jogja\, sedangkan Tari Pakarena adalah sebuah tarian persembahan dari Sulawesi. Kontrasnya musik dan tarian mengandung filosofi hidup bahwa apapun yang kita hadapi\, kita tetap harus tenang. Setelah kedua pertunjukan tersebut\, ada diskusi dan perbincangan mengenai filosofi tari. Acara ditutup dengan kegiatan interaktif dimana semua penonton diminta untuk bersama-sama menggerakan tubuh Bersama penampil. Maksud dari kegiatan interaktif ini agar penonton merasakan bahwa menari adalah sebuah kegiatan untuk menyalurkan energi\, proses self acceptance dan self healing. \nStudio Tari dan Karawitan Jawa Ardhanari pertama didirikan padai tahun 1979 di Bandung oleh Maria Darmaningsih\, Hoetomo Djoko Wiyoto\, dan FX Widaryanto dan beroperasional hingga tahun 1991. Pada tahun 2012\, Ardhanari berubah menjadi Ardhanari Performing Arts Studio & Management dan didirikan kembali di Jakarta. Ardhanari terdiri dari individu-individu yang memperjuangkan seni dan Budaya sebagai aspek penting kehidupan dalam masyarakat yang progresif dan bahagia. Studio tari ini berjalan dengan keyakinan pada kekuatan transformatif seni untuk menciptakan hubungan\, empati\, dan pemahaman yang tulus antara satu sama lain. \nMaria Darmaningsih S.Sn.\, M.Ed.\, lulus dari jurusan Tari di Akademi Seni Tari Indonesia Yogyakarta\, Sarjana Antropologi Tari dari institut Kesenian Jakarta (IKJ) dan Master of Education dari University of Lethbridge\, Alberta\, Kanada. Sejak kecil menari Jawa Klasik\, ia mendalami tari kontemproer dan menari Dalam karya Ben Suharto\, Sardono W. Kusumo\, Retno Maruti\, dan Sulistyo Tirtokusumo. Maria adalah Dosen Tari di Fakultas Seni Pertunjukan IKJ sejak tahun 1987 hingga 2021. Di awal masa jabatannya sebagai Dosen\, pada tahun 1992\, Maria dan rekan-rekannya mendirikan Indonesian Dance Festival. Pada tahun 2018\, Maria menerima penghargaan Kebudayaan “Chevalier dans l’Ordre des Arts et Lettres” dari Kementrian Kebudayaan Republik Prancis.
URL:https://indonesiakaya.com/event/akar-rasa-oleh-ardhanari-performing-arts-studio/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Agenda Budaya,Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2024/05/gik-1juni-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20240525T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20240525T200000
DTSTAMP:20260404T185822
CREATED:20240517T085156Z
LAST-MODIFIED:20240919T072751Z
UID:83980-1716663600-1716667200@indonesiakaya.com
SUMMARY:Musikal “Aku\, Chairil” oleh Teater Keliling - 19.00
DESCRIPTION:Dalam acara teatrikal pertunjukan musikal ini\, Teater Keliling akan menyuguhkan sebuah drama kehidupan Chairil Anwar dalam berjuang untuk menemukan jati dirinya dalam dunia seni. Ia sudah memulai menulis puisi sejak remaja\, tetapi tidak satupun puisi yang berhasil ia buat yang sesuai dengan keinginannya sehingga ia terus berjuang dan bertekad akan menjadi seorang seniman. \nDirinya juga banyak menciptakan karya seni tentang eksistensi kehidupan yang bisa menjadi pengingat bagi para anak muda agar bisa punya daya berjuang yang sama seperti Chairil Anwar untuk menggapai mimpinya. \nTeater keliling berdiri sejak tanggal 13 Februari 1974 dan sudah melakukan lebih dari 1600 pementasan di seluruh Provinsi di Indonesia serta 11 negara di dunia. \nDidirikan oleh Ir. Derry Syrna\, Rudolf Puspa\, Buyung Zasdar dan Paul Pengemanan yang didukung oleh tokoh teater lainnya seperti seniman Jajang C. Noer\, Saraswaty Sunindyo\, Ahmad Hidayat\, Willem Patirajawane\, Syaeful Anwar serta RW Mulyadi. \nTeater Keliling memiliki pengalaman dalam pelatihan\, dan pelaksanaan pementasan teater dan seni peran serta beragam penghargaan seperti Rekor MURI (2010)\, Abdi Abadi FTI tahun 2016\, Bentara Budaya (2017) dan juga penghargaan lainnya.
URL:https://indonesiakaya.com/event/musikal-aku-chairil-oleh-teater-keliling-19-00/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Agenda Budaya,Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2024/05/gik-25mei-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20240525T150000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20240525T160000
DTSTAMP:20260404T185822
CREATED:20240517T083132Z
LAST-MODIFIED:20240919T073122Z
UID:83970-1716649200-1716652800@indonesiakaya.com
SUMMARY:Musikal “Aku\, Chairil” oleh Teater Keliling
DESCRIPTION:Dalam acara teatrikal musikal ini\, Teater Keliling akan menyuguhkan sebuah drama kehidupan Chairil Anwar dalam berjuang untuk menemukan jati dirinya dalam dunia seni. Ia sudah memulai menulis puisi sejak remaja\, tetapi tidak satupun puisi yang berhasil ia buat yang sesuai dengan keinginannya sehingga ia terus berjuang dan bertekad akan menjadi seorang seniman. \nDirinya juga banyak menciptakan karya seni tentang eksistensi kehidupan yang bisa menjadi pengingat bagi para anak muda agar bisa punya daya berjuang yang sama seperti Chairil Anwar untuk menggapai mimpinya. \nTeater keliling berdiri sejak tanggal 13 Februari 1974 dan sudah melakukan lebih dari 1600 pementasan di seluruh Provinsi di Indonesia serta 11 negara di dunia. \nDidirikan oleh Ir. Derry Syrna\, Rudolf Puspa\, Buyung Zasdar dan Paul Pengemanan yang didukung oleh tokoh teater lainnya seperti seniman Jajang C. Noer\, Saraswaty Sunindyo\, Ahmad Hidayat\, Willem Patirajawane\, Syaeful Anwar serta RW Mulyadi. \nTeater Keliling memiliki pengalaman dalam pelatihan\, dan pelaksanaan pementasan teater\, pertunjukan musikal\, dan seni peran serta beragam penghargaan seperti Rekor MURI (2010)\, Abdi Abadi FTI tahun 2016\, Bentara Budaya (2017) dan juga penghargaan lainnya.
URL:https://indonesiakaya.com/event/musikal-aku-chairil-oleh-teater-keliling/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2024/05/gik-25mei-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20240518T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20240518T200000
DTSTAMP:20260404T185822
CREATED:20240512T034759Z
LAST-MODIFIED:20240512T045859Z
UID:83540-1716058800-1716062400@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pertunjukan Teater "Seribu Kunang-kunang di Manhattan" oleh Salindia Teater - 19.00
DESCRIPTION:Pementasan yang akan disajikan merupakan pementasan teater dengan judul Seribu Kunang-kunang di Manhattan\, sebuah sajian yang dapat dinikmati oleh usia remaja hingga dewasa. Pertunjukan ini menggambarkan keterasingan dan kesendirian manusia di tengah gemerlapnya kota besar. Melalui kisah ini\, penonton akan dibawa menyaksikan kompleksitas hubungan manusia modern yang terjebak dalam egoisme dan keresahan masing-masing. Manusia yang digambarkan seperti kilauan kunang-kunang yang mencari arti di tengah kegelapan kota. Pertunjukan ini menyoroti betapa manusia sering kali merindukan koneksi hubungan manusia yang sejati di tengah keramaian modern \nSalindia yang berarti “terawang fotografi pada plat kaca untuk diproyeksikan menjadi gambar” adalah harapan dari grup ini untuk dapat selalu memproyeksikan ide\, menindaklanjuti pikiran\, mentransfer gagasan dalam ragam bentuk\, dan mengembangkan potensi untuk menjadi suatu karya nyata yang dapat disajikan. Salindia terbentuk di akhir tahun 2021\, diinisiasi oleh aktor muda yang telah melalui banyak proses transformasi diri dalam teater dan menemukan dirinya di sana. Transformasi positif ini menjadi tujuan dari berdirinya grup Salindia untuk selalu memfasilitasi para penggiat kesenian dari segala kalangan dalam mengolah diri menjadi versi terbaiknya melalui kesenian. Integritas\, pengembangan diri\, dan kegigihan menjadi dasar yang dipercayai sama pentingnya dengan nilai estetika di dalam ruang proses.
URL:https://indonesiakaya.com/event/pertunjukan-teater-seribu-kunang-kunang-di-manhattan-oleh-salindia-teater-19-00/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Agenda Budaya,Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2024/05/gik-18mei-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20240518T150000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20240518T160000
DTSTAMP:20260404T185822
CREATED:20240512T034514Z
LAST-MODIFIED:20240512T045843Z
UID:83535-1716044400-1716048000@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pertunjukan Teater "Seribu Kunang-kunang di Manhattan" oleh Salindia Teater
DESCRIPTION:Pementasan yang akan disajikan merupakan pementasan teater dengan judul Seribu Kunang-kunang di Manhattan\, sebuah sajian yang dapat dinikmati oleh usia remaja hingga dewasa. Pertunjukan ini menggambarkan keterasingan dan kesendirian manusia di tengah gemerlapnya kota besar. Melalui kisah ini\, penonton akan dibawa menyaksikan kompleksitas hubungan manusia modern yang terjebak dalam egoisme dan keresahan masing-masing. Manusia yang digambarkan seperti kilauan kunang-kunang yang mencari arti di tengah kegelapan kota. Pertunjukan ini menyoroti betapa manusia sering kali merindukan koneksi hubungan manusia yang sejati di tengah keramaian modern \nSalindia yang berarti “terawang fotografi pada plat kaca untuk diproyeksikan menjadi gambar” adalah harapan dari grup ini untuk dapat selalu memproyeksikan ide\, menindaklanjuti pikiran\, mentransfer gagasan dalam ragam bentuk\, dan mengembangkan potensi untuk menjadi suatu karya nyata yang dapat disajikan. Salindia terbentuk di akhir tahun 2021\, diinisiasi oleh aktor muda yang telah melalui banyak proses transformasi diri dalam teater dan menemukan dirinya di sana. Transformasi positif ini menjadi tujuan dari berdirinya grup Salindia untuk selalu memfasilitasi para penggiat kesenian dari segala kalangan dalam mengolah diri menjadi versi terbaiknya melalui kesenian. Integritas\, pengembangan diri\, dan kegigihan menjadi dasar yang dipercayai sama pentingnya dengan nilai estetika di dalam ruang proses.
URL:https://indonesiakaya.com/event/pertunjukan-teater-seribu-kunang-kunang-di-manhattan-oleh-salindia-teater/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Agenda Budaya,Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2024/05/gik-18mei-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20240511T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20240511T200000
DTSTAMP:20260404T185822
CREATED:20240504T081845Z
LAST-MODIFIED:20240505T024615Z
UID:83175-1715454000-1715457600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Rambut Merah Clara oleh Sena Didi Mime - 19.00
DESCRIPTION:Pada masa reformasi 1998\, kebobrokoan juga tergambar jelas pada masyarakat dengan pemikiran sempit yang tak bisa mengakui perbedaan. Banyak dari mereka yang seenaknya menuduh dan memperkosa idealisme orang lain\, menjarah dengan membabi buta dan melakukan tindak kekerasan. Clara adalah korban kebobrokan. Ia adalah korban dari tragedi kemanusiaan yang terjadi pada etnis Tionghoa-Indonesia\, terkhusus para perempuan etnis Tionghoa-Indonesia yang mengalami berbagai macam kejahatan yang tak dapat termaafkan. \nBulan Mei selalu berkaitan dengan tragedi 1998. Seno Gumira Ajidarma memanfaatkan sosok aparat yang bertugas sebagai penerima laporan peristiwa yang dialami Clara\, sebagai alat utama untuk menuturkan kebobrokan yang terjadi di setiap lapisan masyarakat dan instansi pada saat itu. Rambut Merah Clara adalah suatu cara untuk terus melawan lupa melalui kesenian. \nSena Didi Mime adalah kelompok teater pantomim yang didirikan pada tahun 1987 oleh Sena A. Utoyo dan Didi Petet. Gagasan dibentuknya kelompok teater pantomim ini dimulai pada penghujung tahun 1970-an ketika mereka berdua masih menjadi mahasiswa di Fakultas Seni Pertunjukan\, Institut Kesenian Jakarta. Mereka berdua menciptakan dan memainkan repertoar pantomim standar seperti lazimnya pantomim yang berada di Barat. Bersama dengan rekan sejawat mereka\, Krisno Bossa dan Ray Sahetapy membentuk sebuah grup pantomime yang diberi nama Kijang Group yang berhasil menjuarai Festival Pantomim Jakarta. Mengikuti keberhasilannya ini\, Sena dan Didi kemudian mendapatkan undangan untuk mewakili Indonesia tampil pada Asian Festival di Seoul\, Korea Selatan dan menampilkan repertoar pantomim.
URL:https://indonesiakaya.com/event/rambut-merah-clara-oleh-sena-didi-mime-19-00/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Agenda Budaya,Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2024/05/gik-11mei-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20240511T150000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20240511T160000
DTSTAMP:20260404T185822
CREATED:20240504T081636Z
LAST-MODIFIED:20240505T024542Z
UID:83173-1715439600-1715443200@indonesiakaya.com
SUMMARY:Rambut Merah Clara oleh Sena Didi Mime
DESCRIPTION:Pada masa reformasi 1998\, kebobrokoan juga tergambar jelas pada masyarakat dengan pemikiran sempit yang tak bisa mengakui perbedaan. Banyak dari mereka yang seenaknya menuduh dan memperkosa idealisme orang lain\, menjarah dengan membabi buta dan melakukan tindak kekerasan. Clara adalah korban kebobrokan. Ia adalah korban dari tragedi kemanusiaan yang terjadi pada etnis Tionghoa-Indonesia\, terkhusus para perempuan etnis Tionghoa-Indonesia yang mengalami berbagai macam kejahatan yang tak dapat termaafkan. \nBulan Mei selalu berkaitan dengan tragedi 1998. Seno Gumira Ajidarma memanfaatkan sosok aparat yang bertugas sebagai penerima laporan peristiwa yang dialami Clara\, sebagai alat utama untuk menuturkan kebobrokan yang terjadi di setiap lapisan masyarakat dan instansi pada saat itu. Rambut Merah Clara adalah suatu cara untuk terus melawan lupa melalui kesenian. \nSena Didi Mime adalah kelompok teater pantomim yang didirikan pada tahun 1987 oleh Sena A. Utoyo dan Didi Petet. Gagasan dibentuknya kelompok teater pantomim ini dimulai pada penghujung tahun 1970-an ketika mereka berdua masih menjadi mahasiswa di Fakultas Seni Pertunjukan\, Institut Kesenian Jakarta. Mereka berdua menciptakan dan memainkan repertoar pantomim standar seperti lazimnya pantomim yang berada di Barat. Bersama dengan rekan sejawat mereka\, Krisno Bossa dan Ray Sahetapy membentuk sebuah grup pantomime yang diberi nama Kijang Group yang berhasil menjuarai Festival Pantomim Jakarta. Mengikuti keberhasilannya ini\, Sena dan Didi kemudian mendapatkan undangan untuk mewakili Indonesia tampil pada Asian Festival di Seoul\, Korea Selatan dan menampilkan repertoar pantomim.
URL:https://indonesiakaya.com/event/rambut-merah-clara-oleh-sena-didi-mime/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Agenda Budaya,Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2024/05/gik-11mei-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20240504T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20240504T200000
DTSTAMP:20260404T185822
CREATED:20240428T023846Z
LAST-MODIFIED:20240501T080730Z
UID:82840-1714849200-1714852800@indonesiakaya.com
SUMMARY:Panggung Bicara Tubuh oleh Ufa Sofura\, Ucita Pohan dan Jozz Felix - 19.00
DESCRIPTION:Terinspirasi dari buku Bicara Tubuh karya Ucita Pohan dan Jozz Felix\, pertunjukan kali ini merajutkan sebuah cerita yang disampaikan pada penonton melalui oleh gerak tari\, diramu bersama narasi\, visual\, dan musik yang akan melibatkan interaksi para penonton. Galabby Thahira\, Armiya Husein\, dan Nia Aladin juga turut tampil dalam acara kali ini. \nUfa Sofura adalah seorang penari dan koreografer yang telah berkiprah selama lebih dari 17 tahun di dunia seni tari. Menimba ilmu tari di dalam dan luar negri\, Ufa mengikuti beberapa dance training di Jerman\, Singapura\, Jepang\, dan Amerika Serikat. Ia menjadi koreografer Indonesia Menari selama 3 tahun berturut-turut\, telah mengadakan dua dance showcase\, dan menorehkan berbagai prestasi baik di bidang tari maupun lainnya. \nUcita Pohan adalah seorang pembawa acara\, penulis buku “Bicara Tubuh”\, dan content creator asal Jakarta. Membangun karir di beberapa media lifestyle selama lebih dari 13 tahun\, ia juga mulai akrab dengan topik kesehatan mental setelah mulai berkenalan dengan konsep “mindfulness” pada tahun 2016. Ucita sejak lama tertarik dengan topik-topik bertema psikologis yang kerap dibagikan lewat seminar\, tulisan di media\, konten media sosial pribadi\, hingga pameran seni. Berbagai medium ia telusuri untuk menyampaikan pesan dan berkarya lewat cara yang ia sukai. \nJozz Felix adalah seorang fotografer Indonesia yang mengawali karirnya sebagai fotografer panggung dan produksi video\, hingga akhirnya di tahun 2015 ia berlabuh pada portrait photography untuk figur publik Indonesia. Pada tahun 2018\, Jozz Felix berkolaborasi dengan Ucita Pohan meluncurkan buku “Bicara Tubuh”. Ia juga dikenal lewat banyak karya still photography untuk berbagai film Indonesia seperti NKCTHI\, Ali dan Ratu-Ratu Queens\, Mencuri Raden Saleh\, Keluarga Cemara\, dan banyak lagi. Ketertarikannya pada genre tersebut juga telah menggerakannya membentuk komunitas Indonesian Still Photography.
URL:https://indonesiakaya.com/event/panggung-bicara-tubuh-oleh-ufa-sofura-ucita-pohan-dan-jozz-felix-19-00/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Agenda Budaya,Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2024/04/GIK-4mei-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20240504T150000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20240504T160000
DTSTAMP:20260404T185822
CREATED:20240428T023404Z
LAST-MODIFIED:20240501T080053Z
UID:82833-1714834800-1714838400@indonesiakaya.com
SUMMARY:Panggung Bicara Tubuh oleh Ufa Sofura\, Ucita Pohan dan Jozz Felix
DESCRIPTION:Terinspirasi dari buku Bicara Tubuh karya Ucita Pohan dan Jozz Felix\, pertunjukan kali ini merajutkan sebuah cerita yang disampaikan pada penonton melalui oleh gerak tari\, diramu bersama narasi\, visual\, dan musik yang akan melibatkan interaksi para penonton. Galabby Thahira\, Armiya Husein\, dan Nia Aladin juga turut tampil dalam acara kali ini.\n\nUfa Sofura adalah seorang penari dan koreografer yang telah berkiprah selama lebih dari 17 tahun di dunia seni tari. Menimba ilmu tari di dalam dan luar negri\, Ufa mengikuti beberapa dance training di Jerman\, Singapura\, Jepang\, dan Amerika Serikat. Ia menjadi koreografer Indonesia Menari selama 3 tahun berturut-turut\, telah mengadakan dua dance showcase\, dan menorehkan berbagai prestasi baik di bidang tari maupun lainnya. \nUcita Pohan adalah seorang pembawa acara\, penulis buku “Bicara Tubuh”\, dan content creator asal Jakarta. Membangun karir di beberapa media lifestyle selama lebih dari 13 tahun\, ia juga mulai akrab dengan topik kesehatan mental setelah mulai berkenalan dengan konsep “mindfulness” pada tahun 2016. Ucita sejak lama tertarik dengan topik-topik bertema psikologis yang kerap dibagikan lewat seminar\, tulisan di media\, konten media sosial pribadi\, hingga pameran seni. Berbagai medium ia telusuri untuk menyampaikan pesan dan berkarya lewat cara yang ia sukai. \nJozz Felix adalah seorang fotografer Indonesia yang mengawali karirnya sebagai fotografer panggung dan produksi video\, hingga akhirnya di tahun 2015 ia berlabuh pada portrait photography untuk figur publik Indonesia. Pada tahun 2018\, Jozz Felix berkolaborasi dengan Ucita Pohan meluncurkan buku “Bicara Tubuh”. Ia juga dikenal lewat banyak karya still photography untuk berbagai film Indonesia seperti NKCTHI\, Ali dan Ratu-Ratu Queens\, Mencuri Raden Saleh\, Keluarga Cemara\, dan banyak lagi. Ketertarikannya pada genre tersebut juga telah menggerakannya membentuk komunitas Indonesian Still Photography.
URL:https://indonesiakaya.com/event/panggung-bicara-tubuh-oleh-ufa-sofura-ucita-pohan-dan-jozz-felix/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Agenda Budaya,Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2024/04/GIK-4mei-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20240427T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20240427T200000
DTSTAMP:20260404T185822
CREATED:20240420T034818Z
LAST-MODIFIED:20240422T043448Z
UID:82055-1714244400-1714248000@indonesiakaya.com
SUMMARY:Mahkota oleh Happy Salma\, Ariel Tatum\, Artasya Sudirman dan Danu Kusuma - 19.00
DESCRIPTION:Mahkota adalah sebuah pentas yang menampilkan monolog tentang rambut yang merupakan mahkota untuk perempuan\, dibawakan oleh tiga seniman perempuan Indonesia\, yaitu Happy Salma\, Ariel Tatum\, dan Artasya Sudirman. Pertunjukan ini merefleksikan sebuah filosofi rambut dan rahasianya dari sudut pandang perempuan\, diiringi dengan permainan biola yang syahdu oleh Danu Kusuma. \nMahkota ditampilkan dalam rangka memperingati Hari Kartini\, sebagai bagian dalam menggerakkan semangat emansipasi wanita\, dan dapat dinikmati semua umur dan kalangan\, terutama untuk perempuan Indonesia\, dengan harapan bahwa pertunjukan ini tak hanya menghibur\, tetapi dapat menjadi sumber inspirasi. \nTitimangsa adalah yayasan nirlaba yang bergerak di bidang budaya\, khususnya menghidupkan karya sastra ke dalam seni pertunjukan. Kerja Titimangsa sudah tercatat sejak tahun 2006 hingga 2023 ini\, Titimangsa sudah mementaskan kurang lebih sebanyak 74 produksi yang sebagian besar merupakan alih wahana dari karya sastra menjadi bentuk lain. Sepanjang perjalanannya\, Titimangsa telah bekerja dengan seniman kolaborator lintas media dan profesi.
URL:https://indonesiakaya.com/event/mahkota-oleh-happy-salma-ariel-tatum-artasya-sudirman-dan-danu-kusuma-19-00/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Agenda Budaya,Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2024/04/gik-27april-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20240427T150000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20240427T160000
DTSTAMP:20260404T185822
CREATED:20240420T034425Z
LAST-MODIFIED:20240422T043428Z
UID:82050-1714230000-1714233600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Mahkota oleh Happy Salma\, Ariel Tatum\, Artasya Sudirman dan Danu Kusuma
DESCRIPTION:Mahkota adalah sebuah pentas yang menampilkan monolog tentang rambut yang merupakan mahkota untuk perempuan\, dibawakan oleh tiga seniman perempuan Indonesia\, yaitu Happy Salma\, Ariel Tatum\, dan Artasya Sudirman. Pertunjukan ini merefleksikan sebuah filosofi rambut dan rahasianya dari sudut pandang perempuan\, diiringi dengan permainan biola yang syahdu oleh Danu Kusuma. \nMahkota ditampilkan dalam rangka memperingati Hari Kartini\, sebagai bagian dalam menggerakkan semangat emansipasi wanita\, dan dapat dinikmati semua umur dan kalangan\, terutama untuk perempuan Indonesia\, dengan harapan bahwa pertunjukan ini tak hanya menghibur\, tetapi dapat menjadi sumber inspirasi. \nTitimangsa adalah yayasan nirlaba yang bergerak di bidang budaya\, khususnya menghidupkan karya sastra ke dalam seni pertunjukan. Kerja Titimangsa sudah tercatat sejak tahun 2006 hingga 2023 ini\, Titimangsa sudah mementaskan kurang lebih sebanyak 74 produksi yang sebagian besar merupakan alih wahana dari karya sastra menjadi bentuk lain. Sepanjang perjalanannya\, Titimangsa telah bekerja dengan seniman kolaborator lintas media dan profesi.
URL:https://indonesiakaya.com/event/mahkota-oleh-happy-salma-ariel-tatum-artasya-sudirman-dan-danu-kusuma/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Agenda Budaya,Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2024/04/gik-27april-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20240420T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20240420T190000
DTSTAMP:20260404T185822
CREATED:20240407T174914Z
LAST-MODIFIED:20240813T090612Z
UID:81481-1713639600-1713639600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Sekar Perempuan oleh Dian HP\, Sita Nursanti\, Christine Tambunan\, Andrea Miranda Jessica Januar - 19.00
DESCRIPTION:Pertunjukan Sekar Perempuan akan menampilkan karya-karya komponis Indonesia seperti Titiek Puspa\, Titiek Hamzah\, Ibu Sud\, Melly Goeslaw\, Dewi Lestari\, Yura Yunita\, Isyana\, Dian HP\, dan banyak lagi. \nDentingan piano Dian HP berkolaborasi dengan para sopranis Indonesia\, Andrea Miranda\, Christine Tambunan\, Jessica Januar dan Sita Nursanti\, membawakan lagu-lagu yang tak asing di telinga secara solo\, duet maupun kwartet. Para penampil juga akan membacakan beberapa surat RA Kartini yang ditulis untuk beberapa sahabatnya. Sekar Perempuan merupakan wujud penghormatan terhadap para komponis perempuan Indonesia yang bersuara lewat karya. \nDian Hadipranowo yang lebih dikenal dengan sebutan Dian HP adalah komposer\, penata musik\, produser\, dan pemimpin dari Dian HP Band dan Dian Indonesia Orchestra. Beberapa gubahannya adalah Drama Musikal Gita Cinta\, Ali Topan the Musical\, Semut Merah Semut Hitam oleh Titiek Puspa\, Ubiet dan Kroncong Tenggara\, dan banyak lagi. Dian HP juga telah berkolaborasi dengan banyak musisi Indonesia\, beberapa di antaranya adalah Ubiet\, Trie Utami\, dan banyak lagi. Sebagai musisi senior Indonesia\, Dian kerap kali diundang menjadi pembicara musik\, konseptor dan produser berbagai macam acara. \nSita Nursanti yang dikenal sebagai salah satu personel trio Rida Sita Dewi mengawali karier bernyanyi secara profesional 1993 sebagai backing vocal rapper Iwa K\, P Project\, Chrisye\, dan beberapa penyanyi lainnya. Pada 1994\, ia tergabung dalam trio bernama Rida Sita Dewi bersama Rida Farida dan Dewi Lestari. Pada tahun 2000 ia menjadi salah satu penyiar radio di Bandung dan tahun 2001 ikut serta dalam sebuah pementasan drama musikal berjudul Madame Dasima bersama dengan Eki Dance Co. Perkembangan karier Sita tak berhenti di musik\, ia juga terjun ke dalam kancah perfilman Indonesia. \nChristine Tambunan memulai kariernya dengan bergabung dengan paduan suara\, kemudian menjadi solis dan juga melebarkan kiprah seninya ke dalam drama musikal\, seperti Ariah\, Drama Musikal Gita Cinta\, Opera Ainun\, dan banyak lagi. Christine juga senang memproduksi acara sendiri\, salah satunya terlibat sebagai vocal director musikal “Tale As Old As Time”. Christine merupakan pelatih vokal di The Resonanz Music Studio\, Vienna Music School dan juga guru Seni Budaya di SMA Tarakanita 1. \nAndrea Miranda adalah seorang penyanyi dan pemain teater musikal yang sudah aktif secara profesional sejak tahun 2009\, yang telah memainkan berbagai macam musikal papan atas seperti Drama Musikal Gita Cinta\, Onrop Musikal\, Opera Ainun\, dan banyak lagi. Lulusan New York Film Academy – Musical Theater Conservatory ini sudah bekerja sama dengan banyak seniman Indonesia. Andrea juga merupakan salah satu tim pengajar dari program Ruang Seni Pertunjukan Indonesia Kaya\, dosen mayor Vokal Kontemporer di Universitas Pelita Harapan dan juga Kepala Divisi Kurikulum di Purwa Caraka Music Studio. \nJessica Januar (sopran) menyelesaikan pendidikan musiknya di Guildhall School of Music and Drama (London) pada tahun 2015 di bawah bimbingan Mrs. Sarah Pring. Jessica mengikuti summer course “Acting In Musical Theater” di GSMD dibawah arahan beberapa Profesor. Tahun 2022 Jessica merilis single terbarunya bertajuk “ Tetap Di Sini” berkolaborasi dengan komponis Ifa Fachir. Sebagai solois\, Jessica kerap berkolaborasi dengan beberapa orkestra\, salah satunya tampil sebagai solis bersama Jakarta Concert Orchestra. Ia juga aktif di dunia musikal\, diantaranya Serial Musikal Nurbaya produksi Indonesia Kaya dan monolog musikal Inggit produksi Titimangsa.
URL:https://indonesiakaya.com/event/sekar-perempuan-oleh-dian-hp-sita-nursanti-christine-tambunan-andrea-miranda-jessica-januar-19-00/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Agenda Budaya,Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2024/04/GIK-20april-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20240420T150000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20240420T160000
DTSTAMP:20260404T185822
CREATED:20240407T174823Z
LAST-MODIFIED:20240813T090800Z
UID:81479-1713625200-1713628800@indonesiakaya.com
SUMMARY:Sekar Perempuan oleh Dian HP\, Sita Nursanti\, Christine Tambunan\, Andrea Miranda Jessica Januar
DESCRIPTION:Pertunjukan Sekar Perempuan akan menampilkan karya-karya komponis Indonesia seperti Titiek Puspa\, Titiek Hamzah\, Ibu Sud\, Melly Goeslaw\, Dewi Lestari\, Yura Yunita\, Isyana\, Dian HP\, dan banyak lagi. \nDentingan piano Dian HP berkolaborasi dengan para sopranis Indonesia\, Andrea Miranda\, Christine Tambunan\, Jessica Januar dan Sita Nursanti\, membawakan lagu-lagu yang tak asing di telinga secara solo\, duet maupun kwartet. Para penampil juga akan membacakan beberapa surat RA Kartini yang ditulis untuk beberapa sahabatnya. Sekar Perempuan merupakan wujud penghormatan terhadap para komponis perempuan Indonesia yang bersuara lewat karya. \nDian Hadipranowo yang lebih dikenal dengan sebutan Dian HP adalah komposer\, penata musik\, produser\, dan pemimpin dari Dian HP Band dan Dian Indonesia Orchestra. Beberapa gubahannya adalah Drama Musikal Gita Cinta\, Ali Topan the Musical\, Semut Merah Semut Hitam oleh Titiek Puspa\, Ubiet dan Kroncong Tenggara\, dan banyak lagi. Dian HP juga telah berkolaborasi dengan banyak musisi Indonesia\, beberapa di antaranya adalah Ubiet\, Trie Utami\, dan banyak lagi. Sebagai musisi senior Indonesia\, Dian kerap kali diundang menjadi pembicara musik\, konseptor dan produser berbagai macam acara. \nSita Nursanti yang dikenal sebagai salah satu personel trio Rida Sita Dewi mengawali karier bernyanyi secara profesional 1993 sebagai backing vocal rapper Iwa K\, P Project\, Chrisye\, dan beberapa penyanyi lainnya. Pada 1994\, ia tergabung dalam trio bernama Rida Sita Dewi bersama Rida Farida dan Dewi Lestari. Pada tahun 2000 ia menjadi salah satu penyiar radio di Bandung dan tahun 2001 ikut serta dalam sebuah pementasan drama musikal berjudul Madame Dasima bersama dengan Eki Dance Co. Perkembangan karier Sita tak berhenti di musik\, ia juga terjun ke dalam kancah perfilman Indonesia. \nChristine Tambunan memulai kariernya dengan bergabung dengan paduan suara\, kemudian menjadi solis dan juga melebarkan kiprah seninya ke dalam drama musikal\, seperti Ariah\, Drama Musikal Gita Cinta\, Opera Ainun\, dan banyak lagi. Christine juga senang memproduksi acara sendiri\, salah satunya terlibat sebagai vocal director musikal “Tale As Old As Time”. Christine merupakan pelatih vokal di The Resonanz Music Studio\, Vienna Music School dan juga guru Seni Budaya di SMA Tarakanita 1. \nAndrea Miranda adalah seorang penyanyi dan pemain teater musikal yang sudah aktif secara profesional sejak tahun 2009\, yang telah memainkan berbagai macam musikal papan atas seperti Drama Musikal Gita Cinta\, Onrop Musikal\, Opera Ainun\, dan banyak lagi. Lulusan New York Film Academy – Musical Theater Conservatory ini sudah bekerja sama dengan banyak seniman Indonesia. Andrea juga merupakan salah satu tim pengajar dari program Ruang Seni Pertunjukan Indonesia Kaya\, dosen mayor Vokal Kontemporer di Universitas Pelita Harapan dan juga Kepala Divisi Kurikulum di Purwa Caraka Music Studio. \nJessica Januar (sopran) menyelesaikan pendidikan musiknya di Guildhall School of Music and Drama (London) pada tahun 2015 di bawah bimbingan Mrs. Sarah Pring. Jessica mengikuti summer course “Acting In Musical Theater” di GSMD dibawah arahan beberapa Profesor. Tahun 2022 Jessica merilis single terbarunya bertajuk “ Tetap Di Sini” berkolaborasi dengan komponis Ifa Fachir. Sebagai solois\, Jessica kerap berkolaborasi dengan beberapa orkestra\, salah satunya tampil sebagai solis bersama Jakarta Concert Orchestra. Ia juga aktif di dunia musikal\, diantaranya Serial Musikal Nurbaya produksi Indonesia Kaya dan monolog musikal Inggit produksi Titimangsa.
URL:https://indonesiakaya.com/event/sekar-perempuan-oleh-dian-hp-sita-nursanti-christine-tambunan-andrea-miranda-jessica-januar/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Agenda Budaya,Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2024/04/GIK-20april-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20240330T150000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20240330T160000
DTSTAMP:20260404T185822
CREATED:20240323T133201Z
LAST-MODIFIED:20240424T074630Z
UID:80962-1711810800-1711814400@indonesiakaya.com
SUMMARY:Tari Aceh dari Masa ke Masa oleh Bapak Marzuki Hasan (Pak Uki)
DESCRIPTION:Bapak Marzuki Hasan yang aktif mengajarkan berbagai macam tari Aceh kepada generasi muda berkolaborasi bersama Gema Citra Nusantara dan Canang7 pada pertunjukan kali ini. Kolaborasi ini akan membawakan pertunjukan tari yang merupakan bagian perjalanan dedikasi beliau untuk tari Aceh dari masa ke masa yang berjudul Likok Meualoen. \nMaksud dari Likok Meualoen adalah perpaduan keselarasan\, energik\, kebersamaan didalam gerak tari yang dikemas dengan ritme pukulan perkusi Aceh dan syair-syair yang membawa pesan bermanfaat sehingga garapan ini menjadi sebuah kekuatan tersendiri. \n  \nBagian 1 : Tari Ranup Lampuan \nBagian 2 : Lagu Salam oleh Marzuki Hasan \nBagian 3 : Lagu Meusare-sare oleh Karissa A. Soerjanatamihardja \nBagian 4 : Tari Seudati Inong oleh Gema Citra Nusantara \nBagian 5 : Musik Garapan oleh Bapak Marzuki Hasan bersama Canang 7 \nBagian 6 : Tari Rapa’i Kipah oleh Gema Citra Nusantara \n  \nMarzuki Hasan adalah seorang Maestro Tari Aceh yang lahir dan besar di Gampong Meudang Ara\, Aceh Barat Daya pada tahun 1943. Sejak kecil\, beliau sudah berkiprah di dunia tari khususnya tari Seudati dan gerakan tari Saman. Beliau mendedikasikan dirinya mengajar di Institut Kesenian Jakarta hingga masa pensiunnya. Marzuki Hasan sangat kaya akan pantun berisi petuah dan budaya Aceh sehingga beliau dipandang sebagai salah satu pelopor literasi di Indonesia. Dalam dirinya mengalir darah dan jiwa seni yang begitu kuat. Sebagai sosok yang rendah hati\, beliau tulus dan ikhlas memberikan ilmu yang beliau miliki kepada generasi muda penerus bangsa. Semoga generasi penerus bangsa dapat melanjutkan apa yang telah diberikan oleh Marzuki Hasan sehingga seni tari dan budaya Aceh tetap berkumandang di mata dunia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/tari-aceh-dari-masa-ke-masa-oleh-bapak-marzuki-hasan-pak-uki/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Agenda Budaya,Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2024/03/gik-30maret-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20240323T150000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20240323T160000
DTSTAMP:20260404T185822
CREATED:20240316T030736Z
LAST-MODIFIED:20240318T020924Z
UID:80550-1711206000-1711209600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Nyimas Kawung Anten oleh Padepokan Jugala Raya\, Denada dan Dewi Gita
DESCRIPTION:Nyimas Kawung Anten adalah penggambaran sosok seorang wanita yang dengan keteguhan dan kesetiaan yang tangguh dalam menghadapi dan menyikapi segala macam dinamika hidup dan kehidupan. Hal ini bisa terjadi karena diwujudkan dengan penuh perjuangan secara nyata pada kehidupannya dengan penuh keyakinan dan kecintaanya terhadap apapun yang sudah menjadi tanggung jawabnya. \nDrama tari yang dikemas dengan gaya Jaipongan ini juga turut menghadirkan seniman-seniman papan atas\, yaitu Denada dan Dewi Gita. \nPadepokan Jugala berdiri tahun 1976. didirikan oleh Bpk Gugum Gumbira (Alm) dan Ibu Euis Komariah (alm)\, lalu kemudian dilanjutkan oleh putrinya dan Padepokan Jugala Raya.
URL:https://indonesiakaya.com/event/nyimas-kawung-anten-oleh-padepokan-jugala-raya-denada-dan-dewi-gita/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Agenda Budaya,Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2024/03/gik-23maret-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20240316T150000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20240316T160000
DTSTAMP:20260404T185822
CREATED:20240310T021501Z
LAST-MODIFIED:20240311T032151Z
UID:80133-1710601200-1710604800@indonesiakaya.com
SUMMARY:Sound of Kaba Nan Ampek oleh Sanggar Mahoni
DESCRIPTION:Sanggar Mahoni menyajikan sebuah pertunjukan komposisi musik yang menggabungkan peleburan musik tradisional Minangkabau dengan musik modern (electronic dance music)\, atraksi gerak tari tradisional “Tapuak Galembong”\, serta pembacaan puisi untuk menghadirkan suasana estetis dan mempertajam isi karya oleh pembaca puisi nasional yang merupakan salah satu personal dari Sanggar Mahoni juga. \nAcara dibuka dengan karya “Marantau” yang menggambarkan situasi dan kondisi perantau pada zaman sekarang dengan adanya akulturasi dalam bentuk komposisi musiknya\, kemudian dilanjutkan dengan karya “Kubang Balombak” sebagai transisi dari karya berikutnya. Pertunjukan karya terakhir “Sound Of Kaba Nan Ampek” yang menjadi acara puncak di dalam karya tersebut memiliki 4 bagian yang masing-masing bagian ada ciri khas dan atraksi seperti “Tapuak Galembong”. Acara akan ditutup dengan Penampilan Astra KDI\, salah satu pendiri Sanggar Mahoni\, yang merupakan Runner Up Kontes Dangdut Indonesia 2022. \nSanggar Mahoni adalah sebuah kelompok seni yang memiliki ciri khas unik dalam penggarapan komposisi yang meleburkan Musik dan Tari Tradisional Minangkabau dengan Musik Elektronik tanpa mengurangi esensi musik tradisi tersebut. Mahoni sudah berdiri sejak tahun 2012 di Sumatera Barat. Sanggar Mahoni terdiri dari 6 orang personil yaitu ; Andre Junaedi\, Yogi Astra\, Robby Ferdian\, Aditya Rahman\, Krispra Tomi Soeharto dan Andria Catri Tamsin. Mahoni mengambil filosofi dari pohon Mahoni\, yang mekar dengan harmoni dan memiliki akar yang kuat. Sanggar Mahoni ini bertujuan untuk menyajikan musik yang indah\, mempesona\, dan penuh harmoni\, menggabungkan elemen Musik dan Tari Tradisional Minangkabau dengan gaya musik elektronik maupun kontemporer dengan inspirasi dari keindahan alam Minangkabau dan kearifan lokal. Selain itu\, Mahoni memiliki tujuan untuk menginovasikan esensi budaya Minangkabau dalam bentuk musik terbarukan\, sehingga dapat mengimbangi perkembangan zaman dan teknologi. Mahoni berusaha menjaga kekayaan budaya Minangkabau agar tetap hidup dan relevan bagi generasi masa kini dan mendatang. \nSelama berdiri\, Sanggar Mahoni sudah meraih beberapa prestasi\, yang paling membanggakan adalah West Sumatera Performing Arts Market 2023 yang diselenggrakan oleh Nan Jombang Dance Company di Padang\, Sumatera Barat\, dan banyak lagi. Tujuan Sanggar Mahoni dalam membuat karya adalah  Membangkitkan kembali kesadaran generasi muda untuk merawat dan melestarikan kesenian tradisi dengan cara meleburkannya kedalam bentuk musik dan tari yang relevan dengan zaman.
URL:https://indonesiakaya.com/event/sound-of-kaba-nan-ampek-oleh-sanggar-mahoni/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Agenda Budaya,Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2024/03/gik-16maret-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20240309T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20240309T190000
DTSTAMP:20260404T185822
CREATED:20240303T103253Z
LAST-MODIFIED:20240303T135843Z
UID:79596-1710010800-1710010800@indonesiakaya.com
SUMMARY:Sawah Tanpa Manusia oleh Koreografer Terpilih Festival Menari - 19.00
DESCRIPTION:Setiap sawah di Indonesia punya teknologi pertanian yang berbeda-beda. Dengan menelisik budaya material yang dilakukan masyarakat tani pada masa menjelang panen\, seperti memasang jaring di atas sawah\, membuat orang-orangan sawah\, atau memasang sebuah kaleng yang menghasilkan bunyi bising\, yang mana semua penggunaan material itu digunakan dengan tujuan untuk mengusir burung-burung sehingga panen pun berhasil. Material-material itu dibuat untuk menggantikan kehadiran manusia yang tidak bisa menjaga sawah selama 24 jam penuh. Dengan adanya material itu\, burung-burung tetap dapat diusir dan manusia dapat melakukan kegiatan lain. Itulah makna dari Sawah Tanpa Manusia. \nDengan keberagaman cara menjaga sawah itulah para koreografer dapat mengeksplorasi lebih dalam tentang budaya material yang digunakan untuk menjaga padi di masing-masing daerah\, baik dari aspek bunyi maupun gerak\, ataupun hal bersifat immaterial seperti ritual adat sebuah suku\, hingga diolah sedemikian rupa menjadi sebuah karya tari. \nAbib Habibi Igal berasal dari Kalimantan Tengah dan telah menyelesaikan Pendidikan sarjananya di Institut Seni Indonesia Yogyakarta dengan minat utama penciptaan tari. Sejak 2012 hingga sekarang\, ia terus melakukan ekspedisi riset ritual penyembuhan Wadian Dadas. Baginya\, menyusuri bunyi tubuh Wadian sama dengan menjelajahi relasi tubuh dengan Tuhan\, alam\, dan manusia. Berbagai elemen dan fenomena dalam ritual tersebut ditransformasikan menjadi karya kontemporer melalui pendekatan penelitian artistik dan kajian budaya. Dia banyak menyerap pemahaman tentang tari kontemporer dari Martinus Miroto\, Eko Supriyanto\, Hendro Martono\, Hartati\, dan Uti Setyastuti. \nCici Wulandari lahir di Padang\, penggiat budaya asal Sumatra Barat. Cici Wulandari merupakan ketua komunitas Seni Sibat Dance. Pada tahun 2014 menyelesaikan studi S-1 di Institut Seni Indonesia Padangpanjang minat Penciptaan Seni Tari\, pada tahun 2021 menyelesaikan Pendidikan Magister di Institut Seni Indonesia Padangpanjang dengan kajian yang sama. Pernah menulis di beberapa jurnal ilmiah\, pernah menjadi narasumber pada workshop tari. Selama bergelut di dunia kesenian sudah mengikuti banyak bentuk penghargaan dan event nasional dan international diantaranya penghargaan atas terbaik I tingkat Nasional perwakilan Sumatra Barat oleh Kemenkominfo\, mengikuti Pekan Kebudayaan Nasional di Jakarta dan pelatih tari massal Kemah Budaya oleh Kemendikbud dan mengikuti Festival Seni Rumpun Melayu 2019. \nSiti Alisa\, seniman tari independent yang berbasis di Jakarta. Alisa mendalami tari ballet klasik selama 15 tahun di Namarina Dance Academy dan mendapatkan gelarnya sebagai Advanced in Royal Academy of Dancing (ARAD). Alisa melanjutkan studinya di Institut Kesenian Jakarta dan lulus pada tahun 2017. Sebagai koreografer\, ia telah menerima hibah dari Asian Cultural Council dan Yayasan Kelola untuk Residensi Koreografer Internasional American Dance Festival 2019\, dan South East Asian Choreographers Network 2021. Disamping berkarya\, Alisa adalah bagian dari tim kreatif Yayasan Seni Tari Indonesia dan fakulti dari The Ballet Academy of Indonesia. \nNurima Sari\, lahir di Padang 7 Februari 1997 berdarah Jawa. Memluai dunia tari sejak kelas 3 sekolah dasar dengan mengikuti sanggar tari\, melanjutkan sekolah tari di SMK 7 Padang\, lulusan Sendratasik UNP. Tertarik dengan tari kontemporer dan masuk kedalam sebuah komunitas Impessa Dance Company dan menari dalam beberapa karya. Mengikuti Festival Mentari #1 dengan judul karya “Aku-aku” sebuah wadah pelahiran koreografer muda. Mendapat kesempatan dalam kurasi karya pada Pekan Kebudayaan Daerah dengan judul karya “Mairiak Nan Tingga”. Kini Rima sedang berproses dalam karyanya bersama “Ruang Diskusi Tubuh”. \nMekranitingrum Hapsari lahir di Surakarta\, 1995. Mike adalah koreografer dengan latar belakang kesenian tradisional Indonesia dan tertarik dengan seni modern dan kontemporer. Ia telah berpartisipasi di beberapa platform seni local dan internasional\, seperti melakukan residensi di La Biennale Collage Danze di Venice 2018 sebagai penari dari Marie Chouinard\, direktur dari Biennale Collage Danze dan Daina Ashbee dari Canada. Sebagai koreografer\, Mike telah menciptakan beberapa karya tari dan karya seni performans. \nAhmad Iqbal\, lahir di Batusangkar 1998. Mempelajari silat Kumango semenjak umur 11 tahun. Di tahun 2017 memutuskan untuk mendalami tari dengan menempuh Pendidikan formal di ISI Padangpanjang dan pada tahun 2021 melanjtkan Pendidikan Pascasarjana ISI Padangpanjang. Beberapa karya cipta dan karya ilmiah seperti “Motion of Sada vol. 1” bersama Indonesia Kaya\, Ruang Tumbuh\, Nan Jombang Dance Company. “Motion of Sada” alih wahana berupa dance fim dengan tema tubuh dan dimensi. Koreografer terbaik dalam event Festival Folklor Indonesia\, pertunjukan hybrid SIPA pada tahun 2022 dan lainnya. Karya ilmiahnya adalah Postgraduate Program Indonesian Institute of The Arts Padangpanjang\, Melayu Art and Performance Journal.
URL:https://indonesiakaya.com/event/sawah-tanpa-manusia-oleh-koreografer-terpilih-festival-menari-19-00/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Agenda Budaya,Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2024/03/gik-9maret-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20240309T150000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20240309T160000
DTSTAMP:20260404T185822
CREATED:20240303T102419Z
LAST-MODIFIED:20240303T135823Z
UID:79592-1709996400-1710000000@indonesiakaya.com
SUMMARY:Sawah Tanpa Manusia oleh Koreografer Terpilih Festival Menari
DESCRIPTION:Setiap sawah di Indonesia punya teknologi pertanian yang berbeda-beda. Dengan menelisik budaya material yang dilakukan masyarakat tani pada masa menjelang panen\, seperti memasang jaring di atas sawah\, membuat orang-orangan sawah\, atau memasang sebuah kaleng yang menghasilkan bunyi bising\, yang mana semua penggunaan material itu digunakan dengan tujuan untuk mengusir burung-burung sehingga panen pun berhasil. Material-material itu dibuat untuk menggantikan kehadiran manusia yang tidak bisa menjaga sawah selama 24 jam penuh. Dengan adanya material itu\, burung-burung tetap dapat diusir dan manusia dapat melakukan kegiatan lain. Itulah makna dari Sawah Tanpa Manusia. \nDengan keberagaman cara menjaga sawah itulah para koreografer dapat mengeksplorasi lebih dalam tentang budaya material yang digunakan untuk menjaga padi di masing-masing daerah\, baik dari aspek bunyi maupun gerak\, ataupun hal bersifat immaterial seperti ritual adat sebuah suku\, hingga diolah sedemikian rupa menjadi sebuah karya tari. \nAbib Habibi Igal berasal dari Kalimantan Tengah dan telah menyelesaikan Pendidikan sarjananya di Institut Seni Indonesia Yogyakarta dengan minat utama penciptaan tari. Sejak 2012 hingga sekarang\, ia terus melakukan ekspedisi riset ritual penyembuhan Wadian Dadas. Baginya\, menyusuri bunyi tubuh Wadian sama dengan menjelajahi relasi tubuh dengan Tuhan\, alam\, dan manusia. Berbagai elemen dan fenomena dalam ritual tersebut ditransformasikan menjadi karya kontemporer melalui pendekatan penelitian artistik dan kajian budaya. Dia banyak menyerap pemahaman tentang tari kontemporer dari Martinus Miroto\, Eko Supriyanto\, Hendro Martono\, Hartati\, dan Uti Setyastuti. \nCici Wulandari lahir di Padang\, penggiat budaya asal Sumatra Barat. Cici Wulandari merupakan ketua komunitas Seni Sibat Dance. Pada tahun 2014 menyelesaikan studi S-1 di Institut Seni Indonesia Padangpanjang minat Penciptaan Seni Tari\, pada tahun 2021 menyelesaikan Pendidikan Magister di Institut Seni Indonesia Padangpanjang dengan kajian yang sama. Pernah menulis di beberapa jurnal ilmiah\, pernah menjadi narasumber pada workshop tari. Selama bergelut di dunia kesenian sudah mengikuti banyak bentuk penghargaan dan event nasional dan international diantaranya penghargaan atas terbaik I tingkat Nasional perwakilan Sumatra Barat oleh Kemenkominfo\, mengikuti Pekan Kebudayaan Nasional di Jakarta dan pelatih tari massal Kemah Budaya oleh Kemendikbud dan mengikuti Festival Seni Rumpun Melayu 2019. \nSiti Alisa\, seniman tari independent yang berbasis di Jakarta. Alisa mendalami tari ballet klasik selama 15 tahun di Namarina Dance Academy dan mendapatkan gelarnya sebagai Advanced in Royal Academy of Dancing (ARAD). Alisa melanjutkan studinya di Institut Kesenian Jakarta dan lulus pada tahun 2017. Sebagai koreografer\, ia telah menerima hibah dari Asian Cultural Council dan Yayasan Kelola untuk Residensi Koreografer Internasional American Dance Festival 2019\, dan South East Asian Choreographers Network 2021. Disamping berkarya\, Alisa adalah bagian dari tim kreatif Yayasan Seni Tari Indonesia dan fakulti dari The Ballet Academy of Indonesia. \nNurima Sari\, lahir di Padang 7 Februari 1997 berdarah Jawa. Memluai dunia tari sejak kelas 3 sekolah dasar dengan mengikuti sanggar tari\, melanjutkan sekolah tari di SMK 7 Padang\, lulusan Sendratasik UNP. Tertarik dengan tari kontemporer dan masuk kedalam sebuah komunitas Impessa Dance Company dan menari dalam beberapa karya. Mengikuti Festival Mentari #1 dengan judul karya “Aku-aku” sebuah wadah pelahiran koreografer muda. Mendapat kesempatan dalam kurasi karya pada Pekan Kebudayaan Daerah dengan judul karya “Mairiak Nan Tingga”. Kini Rima sedang berproses dalam karyanya bersama “Ruang Diskusi Tubuh”. \nMekranitingrum Hapsari lahir di Surakarta\, 1995. Mike adalah koreografer dengan latar belakang kesenian tradisional Indonesia dan tertarik dengan seni modern dan kontemporer. Ia telah berpartisipasi di beberapa platform seni local dan internasional\, seperti melakukan residensi di La Biennale Collage Danze di Venice 2018 sebagai penari dari Marie Chouinard\, direktur dari Biennale Collage Danze dan Daina Ashbee dari Canada. Sebagai koreografer\, Mike telah menciptakan beberapa karya tari dan karya seni performans. \nAhmad Iqbal\, lahir di Batusangkar 1998. Mempelajari silat Kumango semenjak umur 11 tahun. Di tahun 2017 memutuskan untuk mendalami tari dengan menempuh Pendidikan formal di ISI Padangpanjang dan pada tahun 2021 melanjtkan Pendidikan Pascasarjana ISI Padangpanjang. Beberapa karya cipta dan karya ilmiah seperti “Motion of Sada vol. 1” bersama Indonesia Kaya\, Ruang Tumbuh\, Nan Jombang Dance Company. “Motion of Sada” alih wahana berupa dance fim dengan tema tubuh dan dimensi. Koreografer terbaik dalam event Festival Folklor Indonesia\, pertunjukan hybrid SIPA pada tahun 2022 dan lainnya. Karya ilmiahnya adalah Postgraduate Program Indonesian Institute of The Arts Padangpanjang\, Melayu Art and Performance Journal.
URL:https://indonesiakaya.com/event/sawah-tanpa-manusia-oleh-koreografer-terpilih-festival-menari/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Agenda Budaya,Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2024/03/gik-9maret-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20240302T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20240302T200000
DTSTAMP:20260404T185822
CREATED:20240225T080820Z
LAST-MODIFIED:20240226T042210Z
UID:79175-1709406000-1709409600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pertunjukkan Tari: "MEDIUM" & Lengger Banyumasan oleh Rianto & Yayasan Rumah Lengger Banyumasan 19.00
DESCRIPTION:Karya tari medium adalah bentuk karya tari kontemporer yang diciptakan dari hasil penelitian selama 3 tahun tentang perjalanan tubuh penari lengger. Dalam Medium\, Rianto mengenal istilah Lengger yang berasal dari kata leng ngger yang artinya “nasehat\, untuk mengingat dan selalu berhati-hati dalam hidup\, bahwa tubuh kita akan kembali ke asalnya”. \nSerangkaian kajian mengenai hubungan antara tubuh pada sebuah kepercayaan \, tubuh sosial\, tubuh politik\, dan tubuh tradisional. Bahasa gerak Rianto yang virtuoso dipadukan dengan vokal yang kuat dan musik perkusi oleh Cahwati\, yang juga berasal dari Banyumas. Mereka mencari hubungan antara gerak tubuh dan musik yg menjadi inti tradisi Lengger. \nRianto adalah  seorang seniman tari juga aktor dari Banyumas yang sekarang menetap di Tokyo\, Jepang. Ketubuhan dan karya Rianto berfokus pada kesenian Lengger Banyumasan dari Jawa Tengah\, sebuah bentuk tari lintas gender. Beberapa karya Lengger yang telah diciptakannya yaitu\, Lengger Topeng\, Lengger Sekar melati\, Banyumas Megot\, Lengger Eling-Eling\, dan lainnya. Beberapa karya kontemporer yang telah diciptakannya yaitu Medium\, Body without Brain\, Soft Machine-Rianto\, Mantra Tubuh\, Perjalanan Tubuh Jawa (Humboldt Forum -Museum Berlin)\, Pintu Amaterasu\, Shadowing The Body\, dan lain sebagainya. \nSetelah sukses dengan karya Soft Machine yang sudah di tampilkan lebih dari 50 kali pertunjukan di berbagai festival internasional dan dunia\, kini Rianto kembali ke kampung halamannya dan menjalin hubungan dengan para empu lengger untuk mempertahankan keberlangsungan kesenian lengger dan juga untuk berdialog tentang pertentangan situasi tubuh yg dihadapinya pada tubuh biner. Sebuah ruang antara maskulin dan feminim\, antara adat istiadat dan prinsip-prinsip agama\, antara kendali kesadaran dan tidak sadar (kesurupan)\, karya Medium sudah di tampilkan di beberapa festival internasional lebih dari 50 kali pertunjukan\, juga sebagai dasar terciptanya film “Kucumbu Tubuh Indahku“ karya sutradara Garin Nugroho di tahun 2018. \nRianto juga tergabung dalam sebuah dance company di London bernama Akram Khan Dance Company yang telah mementaskan lebih dari 100 kali karya “Until The Lion” di seluruh penjuru dunia. Ia juga memiliki komunitas sanggar tari di Tokyo bernama Dewandaru Dance Company\, komunitas lengger di Banyumas yaitu Rumah lengger banyumas.
URL:https://indonesiakaya.com/event/pertunjukkan-tari-medium-lengger-banyumasan-oleh-rianto-yayasan-rumah-lengger-banyumasan-19-00/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Agenda Budaya,Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2024/02/gik-2maret-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20240302T150000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20240302T160000
DTSTAMP:20260404T185822
CREATED:20240225T080431Z
LAST-MODIFIED:20240226T042151Z
UID:79173-1709391600-1709395200@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pertunjukkan Tari: "MEDIUM" & Lengger Banyumasan oleh Rianto & Yayasan Rumah Lengger Banyumasan
DESCRIPTION:Karya tari medium adalah bentuk karya tari kontemporer yang diciptakan dari hasil penelitian selama 3 tahun tentang perjalanan tubuh penari lengger. Dalam Medium\, Rianto mengenal istilah Lengger yang berasal dari kata leng ngger yang artinya “nasehat\, untuk mengingat dan selalu berhati-hati dalam hidup\, bahwa tubuh kita akan kembali ke asalnya”. \nSerangkaian kajian mengenai hubungan antara tubuh pada sebuah kepercayaan \, tubuh sosial\, tubuh politik\, dan tubuh tradisional. Bahasa gerak Rianto yang virtuoso dipadukan dengan vokal yang kuat dan musik perkusi oleh Cahwati\, yang juga berasal dari Banyumas. Mereka mencari hubungan antara gerak tubuh dan musik yg menjadi inti tradisi Lengger. \nRianto adalah  seorang seniman tari juga aktor dari Banyumas yang sekarang menetap di Tokyo\, Jepang. Ketubuhan dan karya Rianto berfokus pada kesenian Lengger Banyumasan dari Jawa Tengah\, sebuah bentuk tari lintas gender. Beberapa karya Lengger yang telah diciptakannya yaitu\, Lengger Topeng\, Lengger Sekar melati\, Banyumas Megot\, Lengger Eling-Eling\, dan lainnya. Beberapa karya kontemporer yang telah diciptakannya yaitu Medium\, Body without Brain\, Soft Machine-Rianto\, Mantra Tubuh\, Perjalanan Tubuh Jawa (Humboldt Forum -Museum Berlin)\, Pintu Amaterasu\, Shadowing The Body\, dan lain sebagainya. \nSetelah sukses dengan karya Soft Machine yang sudah di tampilkan lebih dari 50 kali pertunjukan di berbagai festival internasional dan dunia\, kini Rianto kembali ke kampung halamannya dan menjalin hubungan dengan para empu lengger untuk mempertahankan keberlangsungan kesenian lengger dan juga untuk berdialog tentang pertentangan situasi tubuh yg dihadapinya pada tubuh biner. Sebuah ruang antara maskulin dan feminim\, antara adat istiadat dan prinsip-prinsip agama\, antara kendali kesadaran dan tidak sadar (kesurupan)\, karya Medium sudah di tampilkan di beberapa festival internasional lebih dari 50 kali pertunjukan\, juga sebagai dasar terciptanya film “Kucumbu Tubuh Indahku“ karya sutradara Garin Nugroho di tahun 2018. \nRianto juga tergabung dalam sebuah dance company di London bernama Akram Khan Dance Company yang telah mementaskan lebih dari 100 kali karya “Until The Lion” di seluruh penjuru dunia. Ia juga memiliki komunitas sanggar tari di Tokyo bernama Dewandaru Dance Company\, komunitas lengger di Banyumas yaitu Rumah lengger banyumas.
URL:https://indonesiakaya.com/event/pertunjukkan-tari-medium-lengger-banyumasan-oleh-rianto-yayasan-rumah-lengger-banyumasan/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Agenda Budaya,Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2024/02/gik-2maret-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20240224T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20240224T200000
DTSTAMP:20260404T185822
CREATED:20240217T183052Z
LAST-MODIFIED:20240219T081420Z
UID:78953-1708801200-1708804800@indonesiakaya.com
SUMMARY:Fase Kehidupan Manusia oleh B. Kristiono Soewardjo - 19.00
DESCRIPTION:Konsep ini merangkum pemahaman menyeluruh tentang tahapan kehidupan manusia\, merinci interaksi kompleks antara aspek fisik\, psikologis\, dan sosial yang membentuk setiap fase kehidupan. Mulai dari masa bayi hingga usia tua\, setiap tahap diwarnai oleh tantangan unik\, pencapaian perkembangan\, dan hubungan evolusioner dengan lingkungan sekitar. Ilmuwan dan peneliti memperdalam eksplorasi konsep ini guna membongkar kompleksitas perkembangan manusia\, dengan tujuan memberikan wawasan berharga dalam bidang seperti psikologi\, sosiologi\, dan kesehatan. Dengan mendalaminya\, konsep ini menyajikan cahaya terang terkait sifat dinamis dan selalu berubah dari perjalanan hidup manusia\, membuka pintu untuk pemahaman yang lebih mendalam terhadap keberagaman dan kompleksitas eksistensi manusia. \n\nTE DENKEN\n\nManusia selalu membayangkan dan berfikir kemana mereka harus melangkah. Apa yang membuat pikiran tersebut bercabang? Terkadang pikiran tersebut seiring kadang juga tidak selalu berjalan seiring\, sehinggga apa yang ingin dicapai tidak akan terpenuhi\, mengakibatkan hati dan bathin yang akan bicara. \nKoreografer and Dancer: B Kristiono Soewardjo \n\nTAKURUANG\n\nKarya tari ini menggambarkan perasaan seorang anak yang terkurung dalam perjalanan hidupnya akibat depresi dan kehilangan ibunya. Terperangkap dalam penyesalan\, kesedihan\, dan keyakinan bahwa kehidupan tanpa sosok ibu tak mungkin\, anak laki-laki ini mengalami lingkaran kesedihan\, menanti keajaiban atau mungkin takdir yang menjemputnya. \nKoreografer and Dancer: Raihan Kamil \nArt Consultant: B Kristiono Soewardjo \nMusic Composer: DJ Aip. \n\nDINDING ITU SELALU DIAM\n\nKarya ini menceritakan tentang adanya pergolakan serta bentuk perlawanan depresi diri seorang wanita yang berjuang untuk mengusai dirinya disaat segala kesedihan\, ketakutan\, ke khawatiran yang tak dapat terbendung oleh dirinya. \nKoreografer and Dancer: Vanya Cahya Febriana \nMusic Composer: Armen \nArt Consultant: B Kristiono Soewardjo\, S.E.\, S.Sn.\, M.Sn. \n\nNINDAK JIRUMKLAN\n\nTari Nindak Jirumklan adalah karya tari yang berbasis budaya Jakarta (Betawi) dengan pijakan gerak tari Topeng\, yang merupakan penggambarkan tentang asal usul manusia yang memiliki beberapa karakter\, mulai dari manusia diciptakan\, tumbuh dewasa hingga pada saat dipanggil kepada Sang Pencipta. \nKoreografer and Dancer: B. Kristiono Soewardjo\, Abdul Malik Siregar\, Raihan Kamil\, Anugrah Malik Fazar\, Putra Nur Fajar\, Iman Firmansyah \nMusic Conceptor: B Kristiono Soewardjo\, S.E.\, S.Sn.\, M.Sn. \nMusic Editor and Music Consulton: RM Aditya Adriyanto\, S.Pd.\, M.Sn. \nB. Kristiono Soewardjo\, Pendiri Kresna Indonesia Dance Laboratory\, koreografer\, penari\, dan dosen tari di Universitas Negeri Jakarta. Meraih Magister Penciptaan Seni dari Institut Kesenian Jakarta (2010). Penerima Penghargaan Kedua dalam GKJ Award (1999) untuk tarian ‘Ngangres’\, tampil di Seoul International Dance Festival (2000). Penghargaan sebagai Penari\, Koreografi\, dan Koreografer Terbaik “Bandar Seri Award” (2004). Menerima Hibah dan Revitalisasi Seni dari Dikti ke Jerman (2009 & 2012)\, memberikan lokakarya di Berlin\, Halle\, KBRI Berlin\, dan KJRI Frankfurt. Koreografer SEA Games XIX di Jakarta (1997) dan SEA Games XXVII di Nay Phi Daw\, Myanmar (2013). Dosen Tamu Program Doktoral di Gyeongsang National University di Korea\, Pembicara di “ASEAN Fine Arts Symposium 2014” di Bangkok. Bergabung dengan I La Galigo (2002-2019) sebagai Pelatih dan Penari dalam pementasan Internasional. Menghasilkan ± 25 Hak Kekayaan Intelektual di Bidang Penciptaan.
URL:https://indonesiakaya.com/event/fase-kehidupan-manusia-oleh-b-kristiono-soewardjo-19-00/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Agenda Budaya,Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2024/02/GIK-24Februari-1x1-1.jpg
END:VEVENT
END:VCALENDAR