BEGIN:VCALENDAR
VERSION:2.0
PRODID:-//Indonesia Kaya - ECPv6.15.15//NONSGML v1.0//EN
CALSCALE:GREGORIAN
METHOD:PUBLISH
X-WR-CALNAME:Indonesia Kaya
X-ORIGINAL-URL:https://indonesiakaya.com
X-WR-CALDESC:Events for Indonesia Kaya
REFRESH-INTERVAL;VALUE=DURATION:PT1H
X-Robots-Tag:noindex
X-PUBLISHED-TTL:PT1H
BEGIN:VTIMEZONE
TZID:Asia/Jakarta
BEGIN:STANDARD
TZOFFSETFROM:+0700
TZOFFSETTO:+0700
TZNAME:WIB
DTSTART:20240101T000000
END:STANDARD
END:VTIMEZONE
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20250809T180000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20250809T200000
DTSTAMP:20260404T120305
CREATED:20250802T122714Z
LAST-MODIFIED:20250803T045658Z
UID:94598-1754762400-1754769600@indonesiakaya.com
SUMMARY:135 Menit oleh Stage of Wawan Sofwan - 19.00
DESCRIPTION:“135 Menit” mengisahkan pertemuan antara Pangeran Diponegoro dan Jenderal De Kock pada 28 Maret 1830 di Magelang. Pertunjukan ini mengajak penonton menyelami ketegangan di balik meja perundingan yang sarat intrik politik\, pengkhianatan\, dan keyakinan atas harga diri. Dalam ruang yang seolah netral itu\, dua tokoh besar berhadapan. Satu dengan kekuatan militer dan tipu daya\, satu lagi dengan semangat juang dan keberanian yang tak tergoyahkan. Dalam perundingan yang hanya berlangsung 135 menit itu\, Diponegoro bukan hanya menjadi saksi\, tetapi korban dari janji kosong yang memenjarakan harapan. Namun justru di situlah\, tekad dan jiwa perjuangannya abadi dikenang. \nTentang Penyelenggara \nStageOfWawanSofwan (SOWS) adalah kelompok teater yang berdiri pada tahun 2020 di Bandung. Berawal dari inisiasi seorang Wawan Sofwan sebagai dramawan\, dan pegiat teater senior yang sudah mementaskan berbagai naskah teater dan monolog. Dengan semangat terbarukan\, SOWS akan mempertunjukan naskah-naskah terbaru dan naskah lama dengan interpretasi terkini. SOWS bagian dari Studio Mainmonolog Bandung yang telah terdaftar di KEMENHUMKAM pada tahun 2020. \nWillem Bevers adalah aktor\, sutradara\, dan pelatih akting yang telah aktif di dunia seni pertunjukan sejak 1980-an. Lulusan Applied Theater Studies di Belanda\, Willem dikenal melalui peran-perannya di film Gundala\, Mencuri Raden Saleh\, serta berbagai produksi teater seperti Nyai Ontosoroh dan Laksamana Malahayati. Ia juga aktif membina aktor muda melalui komunitas teater dan produksi independen. \nNusa telah mengenal panggung teater sejak kecil di Bulungan\, Jakarta Selatan. Ia mendalami teknik vokal di bawah arahan Arvin Zeinullah hingga berhasil memenangkan kompetisi paduan suara di Austria pada 2017. Pengalaman keaktoran dan ketubuhannya diasah di Kelompok Pojok\, Teater Tetas\, hingga terlibat berproses bersama Elly D Luthan pada 2022. 2023 menjadi titik transformasinya dari penampil menjadi pengkarya. Datang Dong Pulang dipentaskan ketika residensi di Timika dalam Pekan Kebudayaan Nasional. Karyanya yang lain diantaranya\, Sari Boti (2023); Kisah Dari Selatan Jakarta (2024); dan Laras berkolaborasi dengan Nudiandra Sarasvati (2024).
URL:https://indonesiakaya.com/event/135-menit-oleh-stage-of-wawan-sofwan-19-00/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2025/08/gik-9agustus-19-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20250810T140000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20250810T150000
DTSTAMP:20260404T120305
CREATED:20250802T130410Z
LAST-MODIFIED:20250802T133407Z
UID:94611-1754834400-1754838000@indonesiakaya.com
SUMMARY:Live Podcast Cerita Rakyat Ande-Ande Lumut
DESCRIPTION:Pertunjukan ini mengangkat cerita rakyat Ande-Ande Lumut\, yang berasal dari wilayah Jawa Timur\, memiliki pesan moral tentang arti penting kesetiaan dan menjaga kehormatan diri. Ande-Ande Lumut bercerita tentang sepasang sejoli bernama Pangeran Raden Panji Asmarabangun (Ande-Ande Lumut) dari Kerajaan Jenggala dan Putri Dewi Sekartaji (Kelenting Kuning) dari Kerajaan Kediri\, yang mengalami banyak cobaan sampai akhirnya bertemu. Dibawakan oleh Podcast RAPOT dengan gaya khas mereka dalam bercerita\, pertunjukan Podcast ini dibawakan secara langsung di Galeri Indonesia Kaya\, bagaimana kisah Ande-Ande Lumut dan Kelenting Kuning ini berlanjut? \n  \nTentang Penyelenggara \nRAPOT (Reza\, Anka\, Radhini\, Abigail – Potkes) adalah sebuah podcast yang beranggotakan empat orang sahabat. Mereka sudah mengenal satu sama lain semenjak 2007 ketika masih bekerja di radio yang sama. Berbekal pengalaman di dunia penyiaran selama bertahun-tahun\, mereka sepakat untuk berkumpul\, merekam obrolan santai yang bercerita tentang kehidupan masing-masing\, dan membagikannya melalui medium podcast. Topik yang dibahas cukup random\, mulai dari pop culture\, nostalgia\, menertawakan kelalaian mereka sendiri\, membicarakan tentang apa saja dengan santai\, dibalut humor\, apa adanya\, dan tanpa skrip.
URL:https://indonesiakaya.com/event/live-podcast-cerita-rakyat-ande-ande-lumut/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2025/08/Live-Podcast-Cerita-Rakyat-Ande-Ande-Lumut-RAPOT_Web-Square.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;VALUE=DATE:20250814
DTEND;VALUE=DATE:20250819
DTSTAMP:20260404T120305
CREATED:20250813T144554Z
LAST-MODIFIED:20250814T060912Z
UID:94748-1755129600-1755561599@indonesiakaya.com
SUMMARY:Mencari Semar Oleh Teater Koma
DESCRIPTION:Semar\, sang panakawan bijak\, pensiun. Dalam dirinya ditanamkan Jimat Kalimasada. Tugasnya kini mencari pewaris Jimat tersebut. Tapi Semar sangat menikmati masa pensiunnya\, sehingga Jimat Kalimasada mengurungnya dalam dimensi putaran waktu. Semar terus menjalani masa pensiunnya berulang-ulang. \nZaman bergulir\, manusia menciptakan robot. Sayangnya\, Perintah Utama\, program etika luhur para robot dirusak oknum-oknum haus kekuasaan. Para robot bisa menyakiti bahkan membunuh manusia serta menghancurkan robot lain. Dan akhirnya manusia punah. \nRobot-robot mendirikan Kekaisaran Nimacha. Tapi karena Perintah Utama yang rusak\, kekacauan dan perang tetap ada. Tanpa adanya manusia untuk memperbaiki Perintah Utama\, para robot sadar\, mereka terancam punah. Mereka mencari solusi\, dan menemukan catatan sejarah tentang Jimat Kalimasada. \nPara robot berhasil melacak keberadaan Jimat Kalimasada\, dan juga keberadaan Semar. Mereka pun menangkap Semar. Tujuan mereka\, menarik keluar Jimat Kalimasada dari dalam Semar\, agar kekuatan jimat itu bisa dipakai untuk memulihkan Perintah Utama. \nSutiragen\, istri Semar\, mengumpulkan panakawan lain untuk menyelamatkan Semar. Apakah mereka mampu menghadapi kekuatan para robot dari Kekaisaran Nimacha? \n  \nTEATER KOMA\, produksi ke-235\, 2025 \n  \nNaskah Karya & Sutradara : RANGGA RIANTIARNO \n  \nPemain: \nBUDI ROS • RITA MATU MONA • DAISY LANTANG  • EMANUEL HANDOYO \nLUTFI ARDIANSYAH • BAYU DHARMAWAN SALEH • ANGGA YASTI • NINO BUKIR \nDANA HASSAN • ANDHINI PUTERI • SIR ILHAM • DODI GUSTAMAN • ZULFI RAMDONI • DLL. \n  \nPEKERJA: \nAsisten Sutradara : ADRI PRASETYO • Pengarah Musik : FERO A. STEFANUS \nSkenografi & Multimedia : DEDEN BULQINI • Perancang Cahaya : FAJAR OKTO  \nPerancang Gerak : RATNA ULLY • Perancang Rias & Rambut : SENA SUKARYA  \nPerancang Busana : RIMA ANANDA • Perancang Suara : BONA \nPengarah Teknik : TINTON PRIANGGORO • Instruktur Vokal : AJENG DESTRIAN  \nPerancang Grafis : SAUT IRIANTO MANIK • Manajer Panggung : BAYU DHARMAWAN SALEH Pemimpin Produksi : RASAPTA CANDRIKA • Produser : RATNA RIANTIARNO \n  \nTentang Penyelenggara \nTEATER KOMA \nDidirikan di Jakarta\, 1 Maret 1977. \nHingga 2025\, sudah memproduksi lebih dari 230 pementasan\, baik di televisi maupun di panggung. Perkumpulan Kesenian non-profit ini\, mengawali kegiatan dengan para seniman yang disebut sebagai Angkatan Pendiri. Kini\, kelompok didukung sekitar 30 anggota aktif dan 50 anggota yang bergabung jika waktu dan enerjinya memungkinkan. \nTEATER KOMA banyak menggelar karya N. Riantiarno. Juga menggelar karya dramawan kelas dunia; antara lain William Shakespeare\, Georg Buchner\, Bertolt Brecht\, Moliere\, Aristophanes\, Arthur Miller\, Beaumarchaise\, George Orwell\, Alfred Jarre\, Friedrich Schiller\, Friedrich Durrenmatt\, dan Evald Flisar. \nTeater Koma sekarang tetap berusaha mengomentari dan mengkritik keadaan sosial dan politik. Itulah yang akan selalu jadi misi utama Teater Koma. Baik itu dengan tema naskah saduran dramawan Eropa; naskah bertema wayang; terinspirasi dari legenda-legenda Tionghoa atau pun naskah karya asli N. Riantiarno; hingga ke pentas-pentas pendek yang kami tayangkan secara daring sebagai bagian dari upaya berkarya di tengah pandemi. TEATER KOMA senantiasa berupaya bersikap optimistis. Berharap teater berkembang sehat\, bebas dari pengaruh politik praktis\, menjadi tontonan yang bermakna dan dibutuhkan masyarakat.     \nMelanjutkan visi N. Riantiarno yang wafat Januari 2023\, TEATER KOMA tetap yakin\, teater bisa menjadi salah satu jembatan menuju suatu keseimbangan batin dan jalan bagi terciptanya kebahagiaan yang manusiawi. Jujur\, bercermin lewat teater\, diyakini pula sebagai salah satu cara untuk menemukan kembali peran akal sehat dan  budi-nurani. \nTEATER KOMA\, kelompok kesenian nirlaba yang konsisten dan produktif. Dikenal punya banyak penonton yang setia. Pentas-pentasnya sering digelar lebih dari 2 minggu\, bahkan pernah berpentas lebih dari satu bulan. \n  \n\n\n\nHARGA NORMAL\n\n\nWeekday (Rabu – Kamis)\n KAT 1    : Rp. 550.000\,- \n KAT 2 : Rp. 725.000\,- \n KAT 3 : Rp. 375.000\,- \n KAT 4 : Rp. 275.000\,- \n KAT 5 : Rp. 175.000\,- \n KAT 6 : Rp. 100.000\,-  \n\n\nWeekend (Jumat – Sabtu – Minggu)\n KAT 1 : Rp. 650.000\,- \n KAT 2 : Rp. 850.000\,- \n KAT 3 : Rp. 450.000\,- \n KAT 4 : Rp. 325.000\,- \n KAT 5 : Rp. 225.000\,- \n KAT 6 : Rp. 150.000\,-  \n\n\n\n  \n\n\n\nHARGA PROMO BCA\n\n\nWeekday (Rabu – Kamis)\n KAT 1 : Rp. 550.000\,-  = Rp. 500.000\,-\n KAT 2 : Rp. 725.000\,-  = Rp. 650.000\,-\n KAT 3 : Rp. 375.000\,-  = Rp. 325.000\,-\n KAT 4 : Rp. 275.000\,-  = Rp. 250.000\,-\n KAT 5 : Rp. 175.000\,-  = Rp. 147.500\,-\n KAT 6 : Rp. 100.000\,-  = tidak diskon \n\n\nWeekend (Jumat – Sabtu – Minggu)\n KAT 1 : Rp. 650.000\,-  = Rp. 600.000\,-\n KAT 2 : Rp. 850.000\,-  = Rp. 775.000\,-\n KAT 3 : Rp. 450.000\,-  = Rp. 400.000\,-\n KAT 4 : Rp. 325.000\,-  = Rp. 300.000\,-\n KAT 5 : Rp. 225.000\,-  = Rp. 200.000\,-\n KAT 6 : Rp. 150.000\,-  = tidak diskon 
URL:https://indonesiakaya.com/event/mencari-semar-oleh-teater-koma/
LOCATION:Ciputra Artpreneur Theater
CATEGORIES:Agenda Budaya,Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2025/08/Website-GIK-MS-700x700-pxl.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20250816T150000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20250816T160000
DTSTAMP:20260404T120305
CREATED:20250809T082118Z
LAST-MODIFIED:20250810T032740Z
UID:94662-1755356400-1755360000@indonesiakaya.com
SUMMARY:Konser Kemerdekaan oleh Song Zhu Choir
DESCRIPTION:Konser kemerdekaan Song Zhu Choir menghadirkan ragam lagu dari nusantara dan mancanegara tentang semangat kemerdekaan dan pujian syukur\, dikemas dengan tarian dan narasi yang apik. Konser menyajikan paduan suara dengan iringan tarian modern tentang keindahan alam dan budaya Indonesia\, serta mini drama tentang keseharian manusia dengan segala problematikanya saat menyambut perayaan kemerdekaan Indonesia. Song Zhu Choir mengajak penonton semakin mencintai budaya dan alam Indonesia melalui lagu lagu yang dibawakan. \nSong Zhu Choir merupakan sebuah paduan suara beranggotakan orang-orang yang menyukai seni suara\, terdiri dari pria dan wanita berbagai rentang usia dan dari berbagai profesi yang berlatih di bawah bimbingan Baruno Wibowo. Kelompok paduan suara ini telah menyelenggarakan dan mengikuti beberapa acara seperti The 11th Southeast Asia + China Chinese Clans Friendship Conference\, RRI Imlek Performance\, dan juga Song Zhu Concert.
URL:https://indonesiakaya.com/event/konser-kemerdekaan-oleh-song-zhu-choir/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2025/08/gik-16agustus-15-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20250816T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20250816T200000
DTSTAMP:20260404T120305
CREATED:20250809T082333Z
LAST-MODIFIED:20250810T032853Z
UID:94668-1755370800-1755374400@indonesiakaya.com
SUMMARY:Konser Kemerdekaan oleh Song Zhu Choir - 19.00
DESCRIPTION:Konser kemerdekaan Song Zhu Choir menghadirkan ragam lagu dari nusantara dan mancanegara tentang semangat kemerdekaan dan pujian syukur\, dikemas dengan tarian dan narasi yang apik. Konser menyajikan paduan suara dengan iringan tarian modern tentang keindahan alam dan budaya Indonesia\, serta mini drama tentang keseharian manusia dengan segala problematikanya saat menyambut perayaan kemerdekaan Indonesia. Song Zhu Choir mengajak penonton semakin mencintai budaya dan alam Indonesia melalui lagu lagu yang dibawakan. \nSong Zhu Choir merupakan sebuah paduan suara beranggotakan orang-orang yang menyukai seni suara\, terdiri dari pria dan wanita berbagai rentang usia dan dari berbagai profesi yang berlatih di bawah bimbingan Baruno Wibowo. Kelompok paduan suara ini telah menyelenggarakan dan mengikuti beberapa acara seperti The 11th Southeast Asia + China Chinese Clans Friendship Conference\, RRI Imlek Performance\, dan juga Song Zhu Concert.
URL:https://indonesiakaya.com/event/konser-kemerdekaan-oleh-song-zhu-choir-19-00/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2025/08/gik-16agustus-19-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20250818T160000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20250826T200000
DTSTAMP:20260404T120305
CREATED:20250721T105621Z
LAST-MODIFIED:20250806T032508Z
UID:94398-1755532800-1756238400@indonesiakaya.com
SUMMARY:Ruang Kreatif: Penulisan Naskah Teater Musikal oleh Widya Arifianti
DESCRIPTION:Cerita merupakan bagian yang sangat penting dalam sebuah pertunjukan panggung. Dalam cerita\, ada dialog dan monolog yang digunakan untuk menyampaikan perjalanan para karakter\, yang dapat menggugah hati penonton. Naskah merupakan langkah awal dalam konsepsi sebuah pertunjukan dan menjadi salah satu elemen penentu kualitas pertunjukan. \nIndonesia Kaya mempersembahkan Ruang Kreatif: Penulisan Naskah Teater Musikal yang mengajak para penulis terpilih untuk mempelajari dan mendalami tahap-tahap penulisan naskah khusus teater musikal dalam teori dan praktek\, mulai dari mengumpulkan ide sampai menjadi sebuah naskah yang dapat dimainkan di atas panggung. \nPeserta terbaik akan terpilih untuk mengerjakan project naskah Ruang Kreatif Intensif Musikal Budaya di bawah arahan dan supervisi Widya Arifianti. \nPeriode Kelas  \nPendaftaran: \n28 Juli -10 Agustus 2025\nPendaftaran dibuka. \n11-14 Agustus 2025\nSeleksi peserta. \n14-16 Agustus 2025\nPeserta terpilih akan dihubungi oleh pihak Indonesia Kaya via whatsapp. \nKelas: \n18-20 Agustus 2025\n16.00 – 20.00 WIB\nTeori pengenalan dan pendalaman tentang menulis naskah teater musikal. \n25-26 Agustus 2025\n16.00 – 20.00 WIB\nPraktek dan konsultasi menulis naskah teater musikal. \n  \nSyarat dan Persiapan \nSyarat: \n\nWarga Negara Indonesia.\nUsia minimal 16 tahun\, pendidikan minimal SMA/sederajat.\nMemenuhi syarat seleksi yang berupa:\n1 paragraf pendek menceritakan tentang diri peserta\n1 lembar sinopsis cerita musikal yang ingin ditulis (maksimal 300 kata\, spasi single font 12\, calibri)\n\n  \nPersiapan: \n\nPeserta membawa laptop pribadi saat workshop.\nPeserta membuat playlist (8-10 lagu) dari satu musisi (yang belum pernah dibuat musikal sebelumnya).\n\nPeserta terpilih akan dihubungi paling lambat tanggal 16 Agustus 2025. \n  \nCara Mendaftar \n\nHanya pendaftar terpilih dapat mengikuti kelas ini.\nPendaftar membuat 1 paragraf pendek menceritakan tentang diri sendiri.\nPendaftar membuat 1 lembar sinopsis cerita musikal yang ingin ditulis (maksimal 300 kata\, spasi single font 12\, calibri).\nSeluruh karya dimasukkan di dalam Google Doc (mohon dipastikan bahwa Google Doc tidak dikunci).\nIsi formulir pendaftaran online di www.indonesiakaya.com \nPendaftar yang terpilih akan dihubungi oleh pihak Galeri Indonesia Kaya via whatsapp.\nSetelah menyelesaikan kelas\, dua peserta terbaik akan mendapatkan kesempatan untuk menulis naskah musikal di bawah supervisi Widya Arifianti.\n\n  \nPengajar \nWidya Arifianti \nWidya Arifianti adalah penulis skenario yang memulai kariernya menjadi copywriter. Di tahun 2013 Widya mendapatkan piala bronze untuk BG Awards Citra Pariwara. Kecintaannya pada dunia teater musikal membuatnya menulis beberapa naskah original berjudul Musikal Sekolahan (2014)\, GEMURUH (2015)\, Dongeng Pohon Impian (2018)\, juga naskah adaptasi untuk Musikal Petualangan Sherina (2017\, 2018\, 2022)\, Teater Musikal Cek Toko Sebelah (2022)\, dan Musikal Keluarga Cemara (2024 & 2025).  \nPada tahun 2019\, Widya mendapatkan kesempatan perdananya untuk menulis film Nussa (2021) yang memenangkan Piala Citra untuk Film Animasi Panjang Terbaik FFI 2021. Ia pernah mengikuti berbagai story development lab: Torino Lab Extended TV Series 2020 di Italia bersama Eszter Angyalosy\, Full Circle Lab Philippines 2023 bersama Britta Krause\, dan workshop menulis skenario Indonesiana Film 2024 selama satu tahun bersama Sean Hood.  \nKini ia konsisten menjadi penulis lepas untuk skenario film dan series. Karya-karya terbarunya adalah Jumbo (2025) yang berhasil menempati peringkat satu pada jajaran film Indonesia terlaris sepanjang masa dan Home Sweet Loan (2024) yang memenangkan Piala Gunungan untuk Penulis Skenario Terbaik Genre Drama di Festival Film Wartawan Indonesia 2024. \n 
URL:https://indonesiakaya.com/event/ruang-kreatif-penulisan-naskah-teater-musikal-oleh-widya-arifianti/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2025/07/Ruang-Kreatif-Penulisan-Naskah-Teater-Musikal_Web-Square.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20250823T150000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20250823T160000
DTSTAMP:20260404T120305
CREATED:20250817T090257Z
LAST-MODIFIED:20250817T090257Z
UID:94779-1755961200-1755964800@indonesiakaya.com
SUMMARY:Untuk Pahlawan Musik oleh Keroncong Musyawarah
DESCRIPTION:Pertunjukan Musik Keroncong Modern kali ini membawakan karya-karya para pahlawan musik tanah air dari komponis hingga penyanyi bahkan grup band\, dengan ciri khas musik keroncong modern ala Keroncong Musyawarah\, dimeriahkan juga oleh beberapa seniman seperti Ade Fabiola\, Bubu Anggraini dan Ojip Ismaputra. \nAcara ini terbagi menjadi tiga segmentasi yang pengangkat pahlawan komponis Indonesia\, pahlawan musisi Indonesia dan pahlawan penyanyi Indonesia\, hadir tak hanya untuk menghibur penikmat keroncong dan musik pop tanah air\, tetapi juga memperkenalkan keindahan musik keroncong yang telah menemani masyarakat Indonesia sejak hadirnya musik modern di tanah air. \nTentang Penyelenggara \nKeroncong Musyawarah dibentuk pada bulan Mei 2016\, yang beranggotakan enam personil tetap yaitu Angga Pratala (Cello)\, Anton DKW (Violin)\, Agung Melon (Cuk)\, Ava Victoria (Cak)\, Andika Candra (Flute) dan Dessy Saptany (E.Bass) mufakat untuk menyuguhkan musik dengan genre keroncong pop/langgam/crossover.
URL:https://indonesiakaya.com/event/untuk-pahlawan-musik-oleh-keroncong-musyawarah/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2025/08/gik-23agustus-15-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20250823T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20250823T200000
DTSTAMP:20260404T120305
CREATED:20250817T090426Z
LAST-MODIFIED:20250817T090458Z
UID:94852-1755975600-1755979200@indonesiakaya.com
SUMMARY:Untuk Pahlawan Musik oleh Keroncong Musyawarah - 19.00
DESCRIPTION:Pertunjukan Musik Keroncong Modern kali ini membawakan karya-karya para pahlawan musik tanah air dari komponis hingga penyanyi bahkan grup band\, dengan ciri khas musik keroncong modern ala Keroncong Musyawarah\, dimeriahkan juga oleh beberapa seniman seperti Ade Fabiola\, Bubu Anggraini dan Ojip Ismaputra. \nAcara ini terbagi menjadi tiga segmentasi yang pengangkat pahlawan komponis Indonesia\, pahlawan musisi Indonesia dan pahlawan penyanyi Indonesia\, hadir tak hanya untuk menghibur penikmat keroncong dan musik pop tanah air\, tetapi juga memperkenalkan keindahan musik keroncong yang telah menemani masyarakat Indonesia sejak hadirnya musik modern di tanah air. \nTentang Penyelenggara \nKeroncong Musyawarah dibentuk pada bulan Mei 2016\, yang beranggotakan enam personil tetap yaitu Angga Pratala (Cello)\, Anton DKW (Violin)\, Agung Melon (Cuk)\, Ava Victoria (Cak)\, Andika Candra (Flute) dan Dessy Saptany (E.Bass) mufakat untuk menyuguhkan musik dengan genre keroncong pop/langgam/crossover.
URL:https://indonesiakaya.com/event/untuk-pahlawan-musik-oleh-keroncong-musyawarah-19-00/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2025/08/gik-23agustus-19-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20250830T150000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20250830T160000
DTSTAMP:20260404T120305
CREATED:20250824T075933Z
LAST-MODIFIED:20250824T075933Z
UID:94991-1756566000-1756569600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Kurasi di Muka Rumah oleh Teater Pandora - 19.00
DESCRIPTION:Berkisah tentang kehidupan warga Kampung Kedung yang hidup di pinggiran kali. Meskipun dihuni beragam manusia\, warga Kampung Kedung punya kebiasaan yang unik\, yakni memajang foto-foto di muka rumah mereka masing-masing. Mulai dari foto pahlawan\, foto leluhur\, foto keluarga\, foto saudara sampai foto anak-anak yang diwisuda. Semua dipajang dan dikurasi dengan rapi sebagai simbol keakraban dan nilai sosial. \nKonflik muncul tatkala beberapa foto saling berpindah dari satu rumah ke rumah lainnya dalam satu malam. Ada foto Pak RT di rumah janda Bilqis\, ada foto Bang Jek di kuburan\, hilangnya foto wajah Cici Kristin dan hilangnya foto warga lainnya. Tentu saja keanehan ini menimbulkan kehebohan di seisi kampung. Lantas pertanyaan menggema di kepala mereka ‘Siapa pelakunya?’. \nMelalui pendekatan drama-komedi\, Kurasi Di Muka Rumah berusaha memaknai tema Kebangsaan dengan cara yang lentur dan membumi. Yaitu menyoroti bagaimana norma\, sebagai hasil dari kehidupan berbangsa dalam masyarakat\, sudah tidak lagi dilandasi oleh semangat berkebangsaan yang sarat akan keadilan\, keterbukaan\, dan kebersamaan. Alih-alih demikian\, norma dianggap sebagai hasil dari syahwat kekuasaan dan pilihan kepentingan. \nSelain itu\, pertunjukan ini juga menghadirkan pesan tentang pentingnya merawat kebersamaan melalui kesadaran akan rawannya budaya tuduh-menuduh yang merupakan ancaman besar bagi kehidupan berbangsa. Dan sebagai sebuah hiburan\, Kurasi Di Muka Rumah diharapkan dapat menjadi hiburan yang bermakna bagi siapa saja. \n Tentang Penyelenggara \nLahir pada tanggal 24 September 2014\, Teater Pandora adalah sebuah kelompok teater independen yang didirikan oleh mahasiswa dan alumni Universitas Indonesia dari berbagai fakultas. Berawal dari teater kampus di Fakultas Ilmu Budaya dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UI\, Pandora kini telah menjalani kiprahnya sebagai teater independen selama satu dekade dan telah menghasilkan lebih dari 30 produksi pementasan yang telah disaksikan oleh lebih dari 15.000 penonton\, baik di atas panggung konvensional maupun panggung non-konvensional.  \nNaskah-naskah yang telah dipentaskan antara lain adaptasi Bodas de Sangre karya Lorca (2016)\, The Crucible karya Arthur Miller (2018)\, August: Osage County karya Tracy Letts (2018)\, dan Constellations karya Nick Payne (2024). Selain mementaskan naskah adaptasi\, juga mementaskan naskah karya sendiri seperti Samara (2019)\, K (2019)\, Volare Mera! (2019)\, Nostalgi Irationale (2020)\, Bon Voyage! (2023)\, The End of the Year of the Monkey (2024)\, dan LABIRIN: Tales of the Inevitable (2024). \nSelain memproduksi pementasan teater\, sejak 2017 Teater Pandora juga berfokus pada bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di bidang kesenian\, yaitu dengan membuka sekolah keaktoran melalui program Schola Pandora\, sekolah kepenulisan naskah melalui program Budakata\, dan sekolah untuk penata artistik melalui program Pandora LabArt. \nPada tahun 2019 Teater Pandora diundang oleh TEDxJakarta untuk bicara soal kebudayaan dan berbagai tantangan bagi seni pertunjukkan di Indonesia\, khususnya teater. Digelari sebagai “Stage Liberator” dalam event yang sama\, akibat dari campaign #MempermainkanRuang yang digagas sejak tahun 2019. Melalui campaign tersebut\, Teater Pandora menginisiasi gerakan kebudayaan dan melakukan inovasi ruang berkesenian untuk mengubah public space menjadi panggung pementasan yang layak\, sebagai respon atas kurangnya ruang kebudayaan bagi anak muda di Indonesia umumnya\, dan Jakarta khususnya. Dalam campaign ini\, Pandora berhasil memproduksi 11 pertunjukan dalam satu tahun kalender dan menjadi salah satu kelompok teater independen paling produktif di Indonesia. \nSutradara: Yoga Mohamad \nYoga Mohamad adalah seorang petualang kata\, menulis beberapa cerita untuk kebutuhan pentas teater\, iklan dan video klip musik. Lulusan Ilmu Filsafat\, Fakultas Ilmu Budaya\, Universitas Indonesia. Berteater sejak kuliah dan mendirikan Teater Pandora bersama mahasiswa dan alumni UI pada tahun 2014. Telah menulis naskah orisinil dan menyutradarai lebih dari 30 produksi pementasan teater bersama Teater Pandora\, baik di dalam maupun di luar negeri. Karyanya juga pernah digelar di Kanada dan Australia\, sebagai bagian dari delegasi Indonesia bersama sekolah yang diajarnya. Dalam ranah Festival\, pernah diberi hadiah sebagai Aktor Terbaik pada Festival Teater Jakarta.
URL:https://indonesiakaya.com/event/kurasi-di-muka-rumah-oleh-teater-pandora-19-00/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2025/08/gik-30agustus-19-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20250830T150000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20250830T160000
DTSTAMP:20260404T120305
CREATED:20250824T075739Z
LAST-MODIFIED:20250824T075739Z
UID:94985-1756566000-1756569600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Kurasi di Muka Rumah oleh Teater Pandora
DESCRIPTION:Berkisah tentang kehidupan warga Kampung Kedung yang hidup di pinggiran kali. Meskipun dihuni beragam manusia\, warga Kampung Kedung punya kebiasaan yang unik\, yakni memajang foto-foto di muka rumah mereka masing-masing. Mulai dari foto pahlawan\, foto leluhur\, foto keluarga\, foto saudara sampai foto anak-anak yang diwisuda. Semua dipajang dan dikurasi dengan rapi sebagai simbol keakraban dan nilai sosial. \nKonflik muncul tatkala beberapa foto saling berpindah dari satu rumah ke rumah lainnya dalam satu malam. Ada foto Pak RT di rumah janda Bilqis\, ada foto Bang Jek di kuburan\, hilangnya foto wajah Cici Kristin dan hilangnya foto warga lainnya. Tentu saja keanehan ini menimbulkan kehebohan di seisi kampung. Lantas pertanyaan menggema di kepala mereka ‘Siapa pelakunya?’. \nMelalui pendekatan drama-komedi\, Kurasi Di Muka Rumah berusaha memaknai tema Kebangsaan dengan cara yang lentur dan membumi. Yaitu menyoroti bagaimana norma\, sebagai hasil dari kehidupan berbangsa dalam masyarakat\, sudah tidak lagi dilandasi oleh semangat berkebangsaan yang sarat akan keadilan\, keterbukaan\, dan kebersamaan. Alih-alih demikian\, norma dianggap sebagai hasil dari syahwat kekuasaan dan pilihan kepentingan. \nSelain itu\, pertunjukan ini juga menghadirkan pesan tentang pentingnya merawat kebersamaan melalui kesadaran akan rawannya budaya tuduh-menuduh yang merupakan ancaman besar bagi kehidupan berbangsa. Dan sebagai sebuah hiburan\, Kurasi Di Muka Rumah diharapkan dapat menjadi hiburan yang bermakna bagi siapa saja. \n Tentang Penyelenggara \nLahir pada tanggal 24 September 2014\, Teater Pandora adalah sebuah kelompok teater independen yang didirikan oleh mahasiswa dan alumni Universitas Indonesia dari berbagai fakultas. Berawal dari teater kampus di Fakultas Ilmu Budaya dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UI\, Pandora kini telah menjalani kiprahnya sebagai teater independen selama satu dekade dan telah menghasilkan lebih dari 30 produksi pementasan yang telah disaksikan oleh lebih dari 15.000 penonton\, baik di atas panggung konvensional maupun panggung non-konvensional.  \nNaskah-naskah yang telah dipentaskan antara lain adaptasi Bodas de Sangre karya Lorca (2016)\, The Crucible karya Arthur Miller (2018)\, August: Osage County karya Tracy Letts (2018)\, dan Constellations karya Nick Payne (2024). Selain mementaskan naskah adaptasi\, juga mementaskan naskah karya sendiri seperti Samara (2019)\, K (2019)\, Volare Mera! (2019)\, Nostalgi Irationale (2020)\, Bon Voyage! (2023)\, The End of the Year of the Monkey (2024)\, dan LABIRIN: Tales of the Inevitable (2024). \nSelain memproduksi pementasan teater\, sejak 2017 Teater Pandora juga berfokus pada bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di bidang kesenian\, yaitu dengan membuka sekolah keaktoran melalui program Schola Pandora\, sekolah kepenulisan naskah melalui program Budakata\, dan sekolah untuk penata artistik melalui program Pandora LabArt. \nPada tahun 2019 Teater Pandora diundang oleh TEDxJakarta untuk bicara soal kebudayaan dan berbagai tantangan bagi seni pertunjukkan di Indonesia\, khususnya teater. Digelari sebagai “Stage Liberator” dalam event yang sama\, akibat dari campaign #MempermainkanRuang yang digagas sejak tahun 2019. Melalui campaign tersebut\, Teater Pandora menginisiasi gerakan kebudayaan dan melakukan inovasi ruang berkesenian untuk mengubah public space menjadi panggung pementasan yang layak\, sebagai respon atas kurangnya ruang kebudayaan bagi anak muda di Indonesia umumnya\, dan Jakarta khususnya. Dalam campaign ini\, Pandora berhasil memproduksi 11 pertunjukan dalam satu tahun kalender dan menjadi salah satu kelompok teater independen paling produktif di Indonesia. \nSutradara: Yoga Mohamad \nYoga Mohamad adalah seorang petualang kata\, menulis beberapa cerita untuk kebutuhan pentas teater\, iklan dan video klip musik. Lulusan Ilmu Filsafat\, Fakultas Ilmu Budaya\, Universitas Indonesia. Berteater sejak kuliah dan mendirikan Teater Pandora bersama mahasiswa dan alumni UI pada tahun 2014. Telah menulis naskah orisinil dan menyutradarai lebih dari 30 produksi pementasan teater bersama Teater Pandora\, baik di dalam maupun di luar negeri. Karyanya juga pernah digelar di Kanada dan Australia\, sebagai bagian dari delegasi Indonesia bersama sekolah yang diajarnya. Dalam ranah Festival\, pernah diberi hadiah sebagai Aktor Terbaik pada Festival Teater Jakarta.
URL:https://indonesiakaya.com/event/kurasi-di-muka-rumah-oleh-teater-pandora/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2025/08/gik-30agustus-15-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20250906T150000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20250906T160000
DTSTAMP:20260404T120305
CREATED:20250831T191840Z
LAST-MODIFIED:20250831T191840Z
UID:95115-1757170800-1757174400@indonesiakaya.com
SUMMARY:Wayang Potehi: Hakim Pauw Kasus Chen Ciu oleh Sanggar Wayang Potehi Siauw Pek San dan Gambang Kromong
DESCRIPTION:Kali ini\, wayang potehi tampil dengan gaya permainan klasik bertemu dengan kebudayaan Betawi melalui alunan gambang kromong. Pertunjukan ini merupakan bentuk akulturasi antara Tionghoa dan Betawi yang terwujud dalam masa kontemporer tanpa mengurangi nilai tradisi masing-masing serta ruang toleransi dan penuh penghargaan antara kedua kesenian.  \nAcara pementasan kolaboratif ini menceritakan sebuah tokoh hakim paling jujur semasa kerajaan Song Tiauw bernama Pauw Kong. Bersama penasihat dan pengawalnya\, Pauw Kong menjalankan tugas untuk mengusut kasus korupsi beras yang terjadi di kota Teng Ciu.   \nTentang Penyelenggara \nSanggar Wayang Potehi Siauw Pek San adalah kelompok seni pertunjukan wayang potehi yang berbasis di Jakarta dan didirikan pada tahun 2023. Sanggar wayang ini didedikasikan untuk fokus pada pelestarian\, konservasi\, pembelajaran\, transfer pengetahuan\, dan pengembangan inovasi wayang potehi di Indonesia. \nBerangkat dari sebuah kepercayaan akan pentingnya melestarikan\, menginovasi\, dan meneruskan nilai-nilai serta budaya Tionghoa Peranakan melalui wayang potehi\, terutama dalam lingkungan kontemporer yang terus berubah\, Sanggar Wayang Potehi Siauw Pek San berkomitmen untuk melestarikan nilai-nilai Tionghoa Peranakan melalui gaya pertunjukan wayang potehi yang tradisional dan modern\, dengan target generasi muda\, orang tua\, anak-anak\, dan keluarga agar nilai-nilai ini tetap hidup dari generasi ke generasi.  \nPara seniman dan teman yang tergabung memiliki pemikiran yang sama\, berasal dari berbagai latar belakang dan etnis\, yang berusaha memberikan pengalaman kolektif yang tak terlupakan dan membagikan budaya serta nilai-nilai wayang potehi.
URL:https://indonesiakaya.com/event/wayang-potehi-hakim-pauw-kasus-chen-ciu-oleh-sanggar-wayang-potehi-siauw-pek-san-dan-gambang-kromong/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2025/09/gik-6sep-15-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20250906T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20250906T200000
DTSTAMP:20260404T120305
CREATED:20250831T192020Z
LAST-MODIFIED:20250831T192020Z
UID:95121-1757185200-1757188800@indonesiakaya.com
SUMMARY:Wayang Potehi: Hakim Pauw Kasus Chen Ciu oleh Sanggar Wayang Potehi Siauw Pek San dan Gambang Kromong - 19.00
DESCRIPTION:Kali ini\, wayang potehi tampil dengan gaya permainan klasik bertemu dengan kebudayaan Betawi melalui alunan gambang kromong. Pertunjukan ini merupakan bentuk akulturasi antara Tionghoa dan Betawi yang terwujud dalam masa kontemporer tanpa mengurangi nilai tradisi masing-masing serta ruang toleransi dan penuh penghargaan antara kedua kesenian.  \nAcara pementasan kolaboratif ini menceritakan sebuah tokoh hakim paling jujur semasa kerajaan Song Tiauw bernama Pauw Kong. Bersama penasihat dan pengawalnya\, Pauw Kong menjalankan tugas untuk mengusut kasus korupsi beras yang terjadi di kota Teng Ciu.   \nTentang Penyelenggara \nSanggar Wayang Potehi Siauw Pek San adalah kelompok seni pertunjukan wayang potehi yang berbasis di Jakarta dan didirikan pada tahun 2023. Sanggar wayang ini didedikasikan untuk fokus pada pelestarian\, konservasi\, pembelajaran\, transfer pengetahuan\, dan pengembangan inovasi wayang potehi di Indonesia. \nBerangkat dari sebuah kepercayaan akan pentingnya melestarikan\, menginovasi\, dan meneruskan nilai-nilai serta budaya Tionghoa Peranakan melalui wayang potehi\, terutama dalam lingkungan kontemporer yang terus berubah\, Sanggar Wayang Potehi Siauw Pek San berkomitmen untuk melestarikan nilai-nilai Tionghoa Peranakan melalui gaya pertunjukan wayang potehi yang tradisional dan modern\, dengan target generasi muda\, orang tua\, anak-anak\, dan keluarga agar nilai-nilai ini tetap hidup dari generasi ke generasi.  \nPara seniman dan teman yang tergabung memiliki pemikiran yang sama\, berasal dari berbagai latar belakang dan etnis\, yang berusaha memberikan pengalaman kolektif yang tak terlupakan dan membagikan budaya serta nilai-nilai wayang potehi.
URL:https://indonesiakaya.com/event/wayang-potehi-hakim-pauw-kasus-chen-ciu-oleh-sanggar-wayang-potehi-siauw-pek-san-dan-gambang-kromong-19-00/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2025/09/gik-6sep-19-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20250913T150000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20250913T160000
DTSTAMP:20260404T120305
CREATED:20250907T170146Z
LAST-MODIFIED:20250907T170146Z
UID:95227-1757775600-1757779200@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pergelaran Aniwayang Live Desa Timun: Kenalan Yuk oleh Aniwayang
DESCRIPTION:Cerita menggemaskan dimulai dengan Cila\, Cili dan Cilo\, anak kancil bersaudara\, menyapa Sahabat IK dan mengajak bernyanyi bersama. Cili iseng menjahili Cilo sehingga bola mereka terkena Ayam. Cila\, Cili\, Cilo berusaha harus mengambil bola mereka yang disita oleh Ayam dengan permainan interaktif yang melibatkan para penonton. \n  \nDesa Timun adalah animasi wayang pertama di Indonesia yang paling lucu dan imut. Karya dari Aniwayang Studio ini bercerita tentang tiga ekor anak kancil bernama Cila\, Cili\, dan Cilo yang selalu ingin bermain bebas tanpa batas bersama keluarga dan penduduk desa lainnya. Desa Timun mengemas ulang budaya tradisional wayang kulit dengan sangat imut dan menggemaskan\, sehingga bukan hanya menghibur\, namun juga menjadi jembatan bagi generasi muda\, terutama anak-anak untuk bisa mengenal dan melestarikan kekayaan budaya Indonesia. \nTujuan dari pergelaran Wayang Live Desa Timun adalah untuk membangkitkan kembali kecintaan generasi muda terhadap budaya tradisional melalui pengalaman menonton yang seru\, imut\, dan interaktif. Melalui pertunjukan ini\, kami ingin membentuk generasi kreatif yang berani berkarya\, generasi bercerita yang mampu menyampaikan nilai dan pesan lewat kisah\, serta generasi berbudaya yang bangga akan warisan leluhur dan menjadikannya bagian dari identitas masa kini. \nTentang Penyelenggara \nPergelaran Aniwayang Live Desa Timun adalah pertunjukan wayang kulit modern yang menggabungkan seni tradisional dengan animasi dan cerita anak-anak yang menggemaskan. Anak-anak tidak hanya menonton\, tapi juga bisa mencoba menjadi dalang dan berinteraksi langsung dengan karakter favorit mereka. \nDaud Nugraha bersama dengan keluarga Ricca\, Carmen dan Hiro merupakan akar lahirnya Aniwayang Studio. Daud membuat episode pilot “Bola” bersama dengan keluarga pada tahun 2021 dan berkembang terus hingga sekarang Desa Timun sudah memiliki serial anak dengan 3 Season (74 episode). \nAniwayang Studio memiliki berbagai prestasi\, di antaranya adalah nominasi Film Animasi Terbaik – Festival Film Indonesia 2022\, tiga kali mengikuti Kineko International Children’s Film Festival Jepang\, dan juga menjadi finalis Apresiasi Kreasi Indonesia 2021.
URL:https://indonesiakaya.com/event/pergelaran-aniwayang-live-desa-timun-kenalan-yuk-oleh-aniwayang/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2025/09/gik-13sep-15-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20250913T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20250913T200000
DTSTAMP:20260404T120305
CREATED:20250907T170429Z
LAST-MODIFIED:20250907T170802Z
UID:95233-1757790000-1757793600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pergelaran Aniwayang Live Desa Timun: Kenalan Yuk oleh Aniwayang - 19.00
DESCRIPTION:Cerita menggemaskan dimulai dengan Cila\, Cili dan Cilo\, anak kancil bersaudara\, menyapa Sahabat IK dan mengajak bernyanyi bersama. Cili iseng menjahili Cilo sehingga bola mereka terkena Ayam. Cila\, Cili\, Cilo berusaha harus mengambil bola mereka yang disita oleh Ayam dengan permainan interaktif yang melibatkan para penonton. \n  \nDesa Timun adalah animasi wayang pertama di Indonesia yang paling lucu dan imut. Karya dari Aniwayang Studio ini bercerita tentang tiga ekor anak kancil bernama Cila\, Cili\, dan Cilo yang selalu ingin bermain bebas tanpa batas bersama keluarga dan penduduk desa lainnya. Desa Timun mengemas ulang budaya tradisional wayang kulit dengan sangat imut dan menggemaskan\, sehingga bukan hanya menghibur\, namun juga menjadi jembatan bagi generasi muda\, terutama anak-anak untuk bisa mengenal dan melestarikan kekayaan budaya Indonesia. \nTujuan dari pergelaran Wayang Live Desa Timun adalah untuk membangkitkan kembali kecintaan generasi muda terhadap budaya tradisional melalui pengalaman menonton yang seru\, imut\, dan interaktif. Melalui pertunjukan ini\, kami ingin membentuk generasi kreatif yang berani berkarya\, generasi bercerita yang mampu menyampaikan nilai dan pesan lewat kisah\, serta generasi berbudaya yang bangga akan warisan leluhur dan menjadikannya bagian dari identitas masa kini. \nTentang Penyelenggara \nPergelaran Aniwayang Live Desa Timun adalah pertunjukan wayang kulit modern yang menggabungkan seni tradisional dengan animasi dan cerita anak-anak yang menggemaskan. Anak-anak tidak hanya menonton\, tapi juga bisa mencoba menjadi dalang dan berinteraksi langsung dengan karakter favorit mereka. \nDaud Nugraha bersama dengan keluarga Ricca\, Carmen dan Hiro merupakan akar lahirnya Aniwayang Studio. Daud membuat episode pilot “Bola” bersama dengan keluarga pada tahun 2021 dan berkembang terus hingga sekarang Desa Timun sudah memiliki serial anak dengan 3 Season (74 episode). \nAniwayang Studio memiliki berbagai prestasi\, di antaranya adalah nominasi Film Animasi Terbaik – Festival Film Indonesia 2022\, tiga kali mengikuti Kineko International Children’s Film Festival Jepang\, dan juga menjadi finalis Apresiasi Kreasi Indonesia 2021.
URL:https://indonesiakaya.com/event/pergelaran-aniwayang-live-desa-timun-kenalan-yuk-oleh-aniwayang-19-00/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2025/09/gik-13sep-19-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20250920T150000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20250920T160000
DTSTAMP:20260404T120305
CREATED:20250914T101503Z
LAST-MODIFIED:20250914T101503Z
UID:95301-1758380400-1758384000@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pergelaran Wayang Golek “Gatot Kaca Digjaya” oleh Khanha Ade Kosasih Sunarya
DESCRIPTION:Pagelaran wayang golek kali ini mengangkat kisah Gatotkaca\, tokoh pewayangan populer dengan cerita heroik yang tak hanya menghibur\, tetapi juga memberikan pesan baik. Wayang golek yang dikenal sebagai seni tradisi kali ini dikemas secara modern dengan lakon berdurasi 45 menit\, berjudul ‘Gatot Kaca Digjaya’.  \nKisah wayang golek kali ini menceritakan tentang kesaktian Gatotkaca yang memberantas Denawa yang ada di negara Amarta\, dibantu oleh Punakawan yaitu Semar\, Cepot\, Dawala dan Gareng yang merupakan tokoh masyarakat. Cerita ini juga mengangkat nilai persatuan antara masyarakat dan pemimpin dalam memberantas segala hal yang dapat merugikan negeri tercinta. \n  \nTentang Penyelenggara \nKhanha Ade Kosasih Sunarya merupakan keturunan dari Maestro Pedalangan Wayang Sunda yaitu KH. Ade Kosasih Sunarya (Giriharja 2). Dengan mendirikan nama Lingkung Seni Giri Harja 2 Putu\, dirinya dipercaya di lingkungan masyarakat untuk melakukan berbagai pertunjukan di setiap wilayah di Jawa Barat hingga luar provinsi seperti DKI Jakarta\, Banten\, Jawa Tengah\, dan Sulawesi. Pada tahun 2021\, Ki Dalang Khanha Ade Kosasih Sunarya dinobatkan sebagai Juara 1 Dalang di acara Binojakrama Padalangan Wayang Golek Purwa tingkat Jawa Barat. Selain itu\, di tahun 2014 pun Khanha menjadi perwakilan untuk menampilkan Wayang Golek di Tokyo\, Jepang dalam acara ‘Naomi City Festival’\, serta menjadi Duta Seni Pelajar Se-Jawa\, Bali\, dan Lampung.
URL:https://indonesiakaya.com/event/pergelaran-wayang-golek-gatot-kaca-digjaya-oleh-khanha-ade-kosasih-sunarya/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2025/09/gik-20sep-15-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20250920T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20250920T200000
DTSTAMP:20260404T120305
CREATED:20250914T101716Z
LAST-MODIFIED:20250914T101716Z
UID:95307-1758394800-1758398400@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pergelaran Wayang Golek “Gatot Kaca Digjaya” oleh Khanha Ade Kosasih Sunarya - 19.00
DESCRIPTION:Pagelaran wayang golek kali ini mengangkat kisah Gatotkaca\, tokoh pewayangan populer dengan cerita heroik yang tak hanya menghibur\, tetapi juga memberikan pesan baik. Wayang golek yang dikenal sebagai seni tradisi kali ini dikemas secara modern dengan lakon berdurasi 45 menit\, berjudul ‘Gatot Kaca Digjaya’.  \nKisah wayang golek kali ini menceritakan tentang kesaktian Gatotkaca yang memberantas Denawa yang ada di negara Amarta\, dibantu oleh Punakawan yaitu Semar\, Cepot\, Dawala dan Gareng yang merupakan tokoh masyarakat. Cerita ini juga mengangkat nilai persatuan antara masyarakat dan pemimpin dalam memberantas segala hal yang dapat merugikan negeri tercinta. \n  \nTentang Penyelenggara \nKhanha Ade Kosasih Sunarya merupakan keturunan dari Maestro Pedalangan Wayang Sunda yaitu KH. Ade Kosasih Sunarya (Giriharja 2). Dengan mendirikan nama Lingkung Seni Giri Harja 2 Putu\, dirinya dipercaya di lingkungan masyarakat untuk melakukan berbagai pertunjukan di setiap wilayah di Jawa Barat hingga luar provinsi seperti DKI Jakarta\, Banten\, Jawa Tengah\, dan Sulawesi. Pada tahun 2021\, Ki Dalang Khanha Ade Kosasih Sunarya dinobatkan sebagai Juara 1 Dalang di acara Binojakrama Padalangan Wayang Golek Purwa tingkat Jawa Barat. Selain itu\, di tahun 2014 pun Khanha menjadi perwakilan untuk menampilkan Wayang Golek di Tokyo\, Jepang dalam acara ‘Naomi City Festival’\, serta menjadi Duta Seni Pelajar Se-Jawa\, Bali\, dan Lampung.
URL:https://indonesiakaya.com/event/pergelaran-wayang-golek-gatot-kaca-digjaya-oleh-khanha-ade-kosasih-sunarya-19-00/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2025/09/gik-20sep-19-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;VALUE=DATE:20250922
DTEND;VALUE=DATE:20250927
DTSTAMP:20260404T120305
CREATED:20250909T030949Z
LAST-MODIFIED:20250911T162340Z
UID:95242-1758499200-1758931199@indonesiakaya.com
SUMMARY:Ruang Kreatif : Kelas Wayang Orang oleh Wayang Orang Baratha - Sesi 2
DESCRIPTION:Wayang orang merupakan sebuah warisan budaya Indonesia yang terdiri dari lagu\, tari dan akting\, membawakan cerita-cerita wayang. Seni panggung yang sarat tradisi ini memiliki banyak detail yang menarik\, mulai dari gerakan tari yang indah\, dialog dan musik yang khas\, sampai ke tata rias dengan pakem tertentu\, membedakan satu karakter dengan karakter lainnya. \nGaleri Indonesia Kaya bersama Wayang Orang Bharata mempersembahkan Ruang Kreatif: Kelas Wayang Orang. Penikmat Seni sekarang dapat belajar dan merasakan menjadi seniman wayang orang\, mulai dari belajar tarian\, dialog\, sampai tata rias. Para peserta akan diberikan kesempatan untuk mengikuti uji pentas bersama dengan para profesional Wayang Orang Bharata di Galeri Indonesia Kaya\, tanggal 27 September 2025. \n  \nJadwal kelas:\n22- 26 September 2025 \nSesi 1\n16.30-18.30 WIB \nSesi 2\n19.00- 21.00 WIB \nDi Galeri Indonesia Kaya\nGRATIS (TEMPAT TERBATAS) \n  \nSyarat dan Ketentuan \nSyarat: \n\nWarga Negara Indonesia.\nUsia 15 tahun ke atas.\nTerbuka untuk laki-laki dan perempuan.\nMemiliki dasar menari (jenis tarian bebas).\nDapat mengikuti kelas secara lengkap (5 hari kelas).\nDapat mengikuti Uji Pentas di tanggal 27 September 2025.\nPakaian selama kelas adalah kaos dan legging (atau celana nyaman bagi laki-laki) berwarna gelap.\nMembawa botol minum sendiri.\n\nKetentuan: \n\nDaftarkan diri di indonesiakaya.com\nTunggu konfirmasi via whatsapp dari petugas Galeri Indonesia Kaya (pastikan nomor yang dimasukkan adalah nomor whatsapp aktif) di tanggal 18-20 September 2025.\n\nTentang Pengajar \nPaguyuban Wayang Orang Bharata berdiri sejak 5 Juli 1972\, mempersembahkan pentas wayang orang secara yang bertempat di Gedung  Wayang Orang Bharata\,  Senen\,   Jakarta Pusat.  Wayang Orang Bharata kini beranggotakan 150 anggota\, terdiri dari penari\, pemusik\, sinden dan kru belakang panggung. Salah satu Paguyuban yang bertahan 50 tahun lebih di tengah Kota Jakarta yang sudah modern ini. \nWayang Orang Bharata telah beberapa kali membuat karya-karya besar\, baik di dalam negeri maupun di mancanegara\, mempersembahkan berbagai pergelaran wayang orang dengan skala Internasional di beberapa negara seperti  Mesir\,  Belanda\,  Italia\, Australia\, Perancis dan kota Hamburg\, Bremen\, Hannover di Jerman. Wayang  Orang  Bharata juga mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Pagelaran Wayang Orang secara Daring Pertama dalam sejarah kebudayaan seni tradisi. \n 
URL:https://indonesiakaya.com/event/ruang-kreatif-kelas-wayang-orang-oleh-wayang-orang-baratha-sesi-2/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2025/09/Ruang-Kreatif-Wayang-Orang-Bharata_Web-Square-sesi-2.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;VALUE=DATE:20250922
DTEND;VALUE=DATE:20250927
DTSTAMP:20260404T120305
CREATED:20250909T030822Z
LAST-MODIFIED:20250911T162316Z
UID:95239-1758499200-1758931199@indonesiakaya.com
SUMMARY:Ruang Kreatif : Kelas Wayang Orang oleh Wayang Orang Baratha - Sesi 1
DESCRIPTION:Wayang orang merupakan sebuah warisan budaya Indonesia yang terdiri dari lagu\, tari dan akting\, membawakan cerita-cerita wayang. Seni panggung yang sarat tradisi ini memiliki banyak detail yang menarik\, mulai dari gerakan tari yang indah\, dialog dan musik yang khas\, sampai ke tata rias dengan pakem tertentu\, membedakan satu karakter dengan karakter lainnya. \nGaleri Indonesia Kaya bersama Wayang Orang Bharata mempersembahkan Ruang Kreatif: Kelas Wayang Orang. Penikmat Seni sekarang dapat belajar dan merasakan menjadi seniman wayang orang\, mulai dari belajar tarian\, dialog\, sampai tata rias. Para peserta akan diberikan kesempatan untuk mengikuti uji pentas bersama dengan para profesional Wayang Orang Bharata di Galeri Indonesia Kaya\, tanggal 27 September 2025. \n  \nJadwal kelas:\n22- 26 September 2025 \nSesi 1\n16.30-18.30 WIB \nSesi 2\n19.00- 21.00 WIB \nDi Galeri Indonesia Kaya\nGRATIS (TEMPAT TERBATAS) \n  \nSyarat dan Ketentuan \nSyarat: \n\nWarga Negara Indonesia.\nUsia 15 tahun ke atas.\nTerbuka untuk laki-laki dan perempuan.\nMemiliki dasar menari (jenis tarian bebas).\nDapat mengikuti kelas secara lengkap (5 hari kelas).\nDapat mengikuti Uji Pentas di tanggal 27 September 2025.\nPakaian selama kelas adalah kaos dan legging (atau celana nyaman bagi laki-laki) berwarna gelap.\nMembawa botol minum sendiri.\n\nKetentuan: \n\nDaftarkan diri di indonesiakaya.com\nTunggu konfirmasi via whatsapp dari petugas Galeri Indonesia Kaya (pastikan nomor yang dimasukkan adalah nomor whatsapp aktif) di tanggal 18-20 September 2025.\n\nTentang Pengajar \nPaguyuban Wayang Orang Bharata berdiri sejak 5 Juli 1972\, mempersembahkan pentas wayang orang secara yang bertempat di Gedung  Wayang Orang Bharata\,  Senen\,   Jakarta Pusat.  Wayang Orang Bharata kini beranggotakan 150 anggota\, terdiri dari penari\, pemusik\, sinden dan kru belakang panggung. Salah satu Paguyuban yang bertahan 50 tahun lebih di tengah Kota Jakarta yang sudah modern ini. \nWayang Orang Bharata telah beberapa kali membuat karya-karya besar\, baik di dalam negeri maupun di mancanegara\, mempersembahkan berbagai pergelaran wayang orang dengan skala Internasional di beberapa negara seperti  Mesir\,  Belanda\,  Italia\, Australia\, Perancis dan kota Hamburg\, Bremen\, Hannover di Jerman. Wayang  Orang  Bharata juga mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Pagelaran Wayang Orang secara Daring Pertama dalam sejarah kebudayaan seni tradisi. \n 
URL:https://indonesiakaya.com/event/ruang-kreatif-kelas-wayang-orang-oleh-wayang-orang-baratha-sesi-1/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2025/09/Ruang-Kreatif-Wayang-Orang-Bharata_Web-Square-sesi-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20250927T150000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20250927T160000
DTSTAMP:20260404T120305
CREATED:20250922T001757Z
LAST-MODIFIED:20250922T001757Z
UID:95369-1758985200-1758988800@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pandawa Nawasena oleh Wayang Orang Bharata
DESCRIPTION:Pandawa Nawasena menceritakan perjalanan kelima Pandawa di pengasingan. Kelima Pandawa yang kalah bermain dadu dengan Kurawa terpaksa harus menjalani hukuman pengasingan selama 12 tahun sesuai dengan taruhan yang mereka buat. Demi memenuhi taruhan yang penuh tipu daya tersebut\, kelimanya meninggalkan kerajaan Amarta dan hidup sebagai orang buangan. \nKebahagian dan perayaan para Kurawa atas kekalahan dan pengasingkan Pandawa tidak berlangsung lama\, karena tak lama setelah Pandawa meninggalkan kerajaan Amarta\, seorang pemimpin bersama Prabu Kolopati menyerang Amarta\, dan menangkap beberapa dari para Kurawa. Kerajaan Amarta menjadi genting. Sengkuni\, salah satu Kurawa\, menelan harga dirinya dan meminta Pandawa untuk kembali dari pengasingan dan menyelamatkan para Kurawa yang ditangkap oleh Prabu Kolopati. Bagaimana para Pandawa menyikapi permintaan ini? \nPertunjukan kali ini merupakan kolaborasi antara para penampil profesional di Wayang Orang Bharata dan juga peserta Ruang Kreatif: Kelas Wayang Orang yang dididik langsung oleh guru-guru dari Wayang Orang Bharata. \n  \nTentang Penyelenggara \nPaguyuban Wayang Orang Bharata berdiri sejak 5 Juli 1972\, mempersembahkan pentas wayang orang secara yang bertempat di Gedung  Wayang Orang Bharata\,  Senen\,   Jakarta Pusat.  Wayang Orang Bharata kini beranggotakan 150 anggota\, terdiri dari penari\, pemusik\, sinden dan kru belakang panggung. Salah satu Paguyuban yang bertahan 50 tahun lebih di tengah Kota Jakarta yang sudah modern ini. \nSaat ini penerus Wayang Orang  Bharata sudah mencapai generasi ke 10 (umur 5-17 tahun). Seiring berjalannya waktu\, penari Wayang Orang Bharata tidak hanya lihai menari tarian wayang orang namun juga tarian nusantara. Para  generasi penerus saat ini diajari oleh para senior untuk belajar dan melestarikan budaya Indonesia dengan luas\, salah satunya mengajarkan tarian nusantara.Wayang Orang Bharata telah beberapa kali membuat karya-karya besar\, baik di dalam negeri maupun di mancanegara\, mempersembahkan berbagai pergelaran wayang orang dengan skala Internasional di beberapa negara seperti  Mesir\,  Belanda\,  Italia\, Australia\, Perancis dan kota Hamburg\, Bremen\, Hannover di Jerman. Wayang  Orang  Bharata juga mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Pagelaran Wayang Orang secara Daring Pertama dalam sejarah kebudayaan seni tradisi.
URL:https://indonesiakaya.com/event/pandawa-nawasena-oleh-wayang-orang-bharata/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2025/09/gik-27sep-15-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20250927T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20250927T200000
DTSTAMP:20260404T120305
CREATED:20250922T001949Z
LAST-MODIFIED:20250922T040512Z
UID:95375-1758999600-1759003200@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pandawa Nawasena oleh Wayang Orang Bharata - 19.00
DESCRIPTION:Pandawa Nawasena menceritakan perjalanan kelima Pandawa di pengasingan. Kelima Pandawa yang kalah bermain dadu dengan Kurawa terpaksa harus menjalani hukuman pengasingan selama 12 tahun sesuai dengan taruhan yang mereka buat. Demi memenuhi taruhan yang penuh tipu daya tersebut\, kelimanya meninggalkan kerajaan Amarta dan hidup sebagai orang buangan. \nKebahagian dan perayaan para Kurawa atas kekalahan dan pengasingkan Pandawa tidak berlangsung lama\, karena tak lama setelah Pandawa meninggalkan kerajaan Amarta\, seorang pemimpin bersama Prabu Kolopati menyerang Amarta\, dan menangkap beberapa dari para Kurawa. Kerajaan Amarta menjadi genting. Sengkuni\, salah satu Kurawa\, menelan harga dirinya dan meminta Pandawa untuk kembali dari pengasingan dan menyelamatkan para Kurawa yang ditangkap oleh Prabu Kolopati. Bagaimana para Pandawa menyikapi permintaan ini? \nPertunjukan kali ini merupakan kolaborasi antara para penampil profesional di Wayang Orang Bharata dan juga peserta Ruang Kreatif: Kelas Wayang Orang yang dididik langsung oleh guru-guru dari Wayang Orang Bharata. \n  \nTentang Penyelenggara \nPaguyuban Wayang Orang Bharata berdiri sejak 5 Juli 1972\, mempersembahkan pentas wayang orang secara yang bertempat di Gedung  Wayang Orang Bharata\,  Senen\,   Jakarta Pusat.  Wayang Orang Bharata kini beranggotakan 150 anggota\, terdiri dari penari\, pemusik\, sinden dan kru belakang panggung. Salah satu Paguyuban yang bertahan 50 tahun lebih di tengah Kota Jakarta yang sudah modern ini. \nSaat ini penerus Wayang Orang  Bharata sudah mencapai generasi ke 10 (umur 5-17 tahun). Seiring berjalannya waktu\, penari Wayang Orang Bharata tidak hanya lihai menari tarian wayang orang namun juga tarian nusantara. Para  generasi penerus saat ini diajari oleh para senior untuk belajar dan melestarikan budaya Indonesia dengan luas\, salah satunya mengajarkan tarian nusantara.Wayang Orang Bharata telah beberapa kali membuat karya-karya besar\, baik di dalam negeri maupun di mancanegara\, mempersembahkan berbagai pergelaran wayang orang dengan skala Internasional di beberapa negara seperti  Mesir\,  Belanda\,  Italia\, Australia\, Perancis dan kota Hamburg\, Bremen\, Hannover di Jerman. Wayang  Orang  Bharata juga mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Pagelaran Wayang Orang secara Daring Pertama dalam sejarah kebudayaan seni tradisi.
URL:https://indonesiakaya.com/event/pandawa-nawasena-oleh-wayang-orang-bharata-19-00/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2025/09/gik-27sep-19-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20251004T150000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20251004T160000
DTSTAMP:20260404T120305
CREATED:20250929T023752Z
LAST-MODIFIED:20250929T033430Z
UID:95391-1759590000-1759593600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Kala Padi Teater Koma
DESCRIPTION:Saat Batara Kala bertapa\, dia melihat Dewi Srinandi terbang melayang. Batara Kala terpikat kecantikan sang Dewi. Dia memaksa sang Dewi untuk menjadi istrinya. Tentu saja Dewi Srinandi tak mau dipaksa.\nDewi Sri kabur ke wilayah kerajaan Medangkamulyan\, mendarat di daerah penuh sawah dan menyamar menjadi padi. Batara Kala mencari\, tak menemukan\, akhirnya marah. Batara Kala memanggil pasukan raksasa untuk berubah jadi pasukan tikus\, membantu dia mencari Dewi Sri di antara padi.\nHal ini menghebohkan rakyat Medangkamulyan\, yang melapor kepada raja mereka\, Prabu Sri Mahapunggung. Beliau meminta petunjuk dari para dewa.\nPetunjuk apakah yang akan diberikan para dewa? Apakah bencana ini bisa dihindarkan? Apakah padi bisa diselamatkan?\nTentang Penyelenggara\nTEATER KOMA didirikan di Jakarta\, 1 Maret 1977 silam\, dan hingga tahun 2025 ini sudah memproduksi lebih dari 230 pementasan\, baik di televisi maupun di panggung. Kiprah kreatifitasnya biasa digelar di Pusat Kesenian Jakarta – Taman Ismail Marzuki dan Gedung Kesenian Jakarta.\nTeater Koma banyak mementaskan karya N. Riantiarno dan juga menggelar karya-karya dramawan kelas dunia\, dan sampai sekarang tetap konsisten memasukkan kritik dan komentar keadaan sosial dan politik. Kepiawaian Teater Koma dalam menyuntikkan kritik sosial ke dalam karya telah menjadi bagian dari misi mereka\, baik itu dengan tema naskah saduran dramawan Eropa\, naskah bertema wayang\, terinspirasi dari legenda-legenda Tionghoa\, naskah karya asli N. Riantiarno\, hingga ke pentas-pentas pendek yang ditayangkan secara daring sebagai bagian dari upaya berkarya di tengah pandemi.\nMelanjutkan visi N. Riantiarno yang wafat Januari 2023\, Teater Koma tetap yakin bahwa teater bisa menjadi salah satu jembatan menuju suatu keseimbangan batin dan jalan bagi terciptanya kebahagiaan yang manusiawi. Jujur\, bercermin lewat teater\, diyakini pula sebagai salah satu cara untuk menemukan kembali peran akal sehat dan budi-nurani. \nTEATER KOMA\, kelompok kesenian nirlaba yang konsisten dan produktif. Dikenal punya banyak penonton yang setia. Pentas-pentasnya sering digelar lebih dari 2 minggu\, bahkan pernah berpentas lebih dari satu bulan.
URL:https://indonesiakaya.com/event/kala-padi-teater-koma/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2025/09/gik-4okt-15-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20251004T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20251004T200000
DTSTAMP:20260404T120305
CREATED:20250929T024012Z
LAST-MODIFIED:20250929T024012Z
UID:95397-1759604400-1759608000@indonesiakaya.com
SUMMARY:Kala Padi Teater Koma - 19.00
DESCRIPTION:Saat Batara Kala bertapa\, dia melihat Dewi Srinandi terbang melayang. Batara Kala terpikat kecantikan sang Dewi. Dia memaksa sang Dewi untuk menjadi istrinya. Tentu saja Dewi Srinandi tak mau dipaksa.\nDewi Sri kabur ke wilayah kerajaan Medangkamulyan\, mendarat di daerah penuh sawah dan menyamar menjadi padi. Batara Kala mencari\, tak menemukan\, akhirnya marah. Batara Kala memanggil pasukan raksasa untuk berubah jadi pasukan tikus\, membantu dia mencari Dewi Sri di antara padi.\nHal ini menghebohkan rakyat Medangkamulyan\, yang melapor kepada raja mereka\, Prabu Sri Mahapunggung. Beliau meminta petunjuk dari para dewa.\nPetunjuk apakah yang akan diberikan para dewa? Apakah bencana ini bisa dihindarkan? Apakah padi bisa diselamatkan?\nTentang Penyelenggara\nTEATER KOMA didirikan di Jakarta\, 1 Maret 1977 silam\, dan hingga tahun 2025 ini sudah memproduksi lebih dari 230 pementasan\, baik di televisi maupun di panggung. Kiprah kreatifitasnya biasa digelar di Pusat Kesenian Jakarta – Taman Ismail Marzuki dan Gedung Kesenian Jakarta.\nTeater Koma banyak mementaskan karya N. Riantiarno dan juga menggelar karya-karya dramawan kelas dunia\, dan sampai sekarang tetap konsisten memasukkan kritik dan komentar keadaan sosial dan politik. Kepiawaian Teater Koma dalam menyuntikkan kritik sosial ke dalam karya telah menjadi bagian dari misi mereka\, baik itu dengan tema naskah saduran dramawan Eropa\, naskah bertema wayang\, terinspirasi dari legenda-legenda Tionghoa\, naskah karya asli N. Riantiarno\, hingga ke pentas-pentas pendek yang ditayangkan secara daring sebagai bagian dari upaya berkarya di tengah pandemi.\nMelanjutkan visi N. Riantiarno yang wafat Januari 2023\, Teater Koma tetap yakin bahwa teater bisa menjadi salah satu jembatan menuju suatu keseimbangan batin dan jalan bagi terciptanya kebahagiaan yang manusiawi. Jujur\, bercermin lewat teater\, diyakini pula sebagai salah satu cara untuk menemukan kembali peran akal sehat dan budi-nurani. \nTEATER KOMA\, kelompok kesenian nirlaba yang konsisten dan produktif. Dikenal punya banyak penonton yang setia. Pentas-pentasnya sering digelar lebih dari 2 minggu\, bahkan pernah berpentas lebih dari satu bulan.
URL:https://indonesiakaya.com/event/kala-padi-teater-koma-19-00/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2025/09/gik-4okt-19-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20251005T150000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20251005T160000
DTSTAMP:20260404T120305
CREATED:20250929T215735Z
LAST-MODIFIED:20250929T215735Z
UID:95409-1759676400-1759680000@indonesiakaya.com
SUMMARY:Palegongan Kiskenda oleh Bengkel Tari Ayu Bulan
DESCRIPTION:Palegongan (drama-tari berbasis seni tari legong) dibuat oleh maestro Legong (alm) Ayu Bulantrisna Djelantik pada awal 2018 dengan judul “Legong Topeng Rama Sita”. Tahun 2025\, tari ini diaransemen ulang para penari Bengkel Tari AyuBulan dan diberi judul baru “Palegongan Kiskenda”.Kisah ini diambil dari potongan epos Ramayana\, tentang kakak beradik Subali – Sugriwa dalam perjalanan menuju Gua Kiskenda. Sesampainya\, Subali meminta Sugriwa menunggu di luar gua selagi ia memerangi raksasa ganas Mahesasura di dalamnya. Pesan Subali\, jika dari gua keluar darah merah\, berarti ia berhasil membunuh Mahesasura\, tapi jika darahnya putih\, maka artinya ialah yang terbunuh.\nSugriwa yang berjaga bersama istri Subali\, Dewi Tara\, seketika berkabung melihat darah merah dan putih mengalir keluar dari Gua Kiskenda. Karena Sugriwa pun mencintai Tara\, ia ingin mempersunting Dewi Tara sepeninggalan kakaknya. \nSubali yang ternyata selamat\, keluar dari gua dengan amat murka. Kedua saudara itu bertarung sengit. Sugriwa memohon bantuan Sang Rama mengalahkan Subali yang lebih sakti\, dengan janji ia akan membantu Rama membebaskan Dewi Sita dari cengkeraman Rahwana di Alengka.\nSubali tewas\, dan Sugriwa pun menyertai Rama\, Laksmana\, Hanuman serta pasukan wanara menyerang Alengka untuk mengalahkan Rahwana dan antek-anteknya. Berkat bantuan Sugriwa\, Rama berhasil menyelamatkan istrinya Dewi Sita\, dan membawanya pulang ke Ayodya. \nTentang Penyelenggara\nBengkel Tari AyuBulan adalah kelompok penari profesional yang dibentuk di Bandung tahun 1994 oleh Dr Ayu Bulantrisna Djelantik maestro Legong Indonesia\, dengan visi dan misi melestarikan kesenian Legong yang adalah ibu dari semua tari-tari performatif di Bali. Kelompok ini aktif hingga kini dengan para penarinya menjadi guru-guru tari yang mengajar di kelas-kelas yang dinaungi educational branch kelompok ini\, yang disebut Lestari AyuBulan. \nPementas:\nBincang Legong: Nyoman Trianawati\, Renny Triwahyuni\nLegong Playon: Ni Ketut Putri Minangsari\, Nurlya\nPalegongan Kiskenda: Riesta Aldila\, Bunga Kariodimedjo\, Ni Wayan Wahyuni\, Uma Paramita\, Cindy Kartika Sari\, Devi Anas\, Nadia Olga\, Wulan Desiari\, Meutia Djaluputro\, Medya Cancerie\, Awidia Juwita\, Tesalia Tamara\, Astrid Haznam\, Mutiara Prabowo
URL:https://indonesiakaya.com/event/palegongan-kiskenda-oleh-bengkel-tari-ayu-bulan/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2025/09/gik-5okt-15-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20251005T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20251005T200000
DTSTAMP:20260404T120305
CREATED:20250929T215903Z
LAST-MODIFIED:20250929T215903Z
UID:95415-1759690800-1759694400@indonesiakaya.com
SUMMARY:Palegongan Kiskenda oleh Bengkel Tari Ayu Bulan - 19.00
DESCRIPTION:Palegongan (drama-tari berbasis seni tari legong) dibuat oleh maestro Legong (alm) Ayu Bulantrisna Djelantik pada awal 2018 dengan judul “Legong Topeng Rama Sita”. Tahun 2025\, tari ini diaransemen ulang para penari Bengkel Tari AyuBulan dan diberi judul baru “Palegongan Kiskenda”.Kisah ini diambil dari potongan epos Ramayana\, tentang kakak beradik Subali – Sugriwa dalam perjalanan menuju Gua Kiskenda. Sesampainya\, Subali meminta Sugriwa menunggu di luar gua selagi ia memerangi raksasa ganas Mahesasura di dalamnya. Pesan Subali\, jika dari gua keluar darah merah\, berarti ia berhasil membunuh Mahesasura\, tapi jika darahnya putih\, maka artinya ialah yang terbunuh.\nSugriwa yang berjaga bersama istri Subali\, Dewi Tara\, seketika berkabung melihat darah merah dan putih mengalir keluar dari Gua Kiskenda. Karena Sugriwa pun mencintai Tara\, ia ingin mempersunting Dewi Tara sepeninggalan kakaknya. \nSubali yang ternyata selamat\, keluar dari gua dengan amat murka. Kedua saudara itu bertarung sengit. Sugriwa memohon bantuan Sang Rama mengalahkan Subali yang lebih sakti\, dengan janji ia akan membantu Rama membebaskan Dewi Sita dari cengkeraman Rahwana di Alengka.\nSubali tewas\, dan Sugriwa pun menyertai Rama\, Laksmana\, Hanuman serta pasukan wanara menyerang Alengka untuk mengalahkan Rahwana dan antek-anteknya. Berkat bantuan Sugriwa\, Rama berhasil menyelamatkan istrinya Dewi Sita\, dan membawanya pulang ke Ayodya. \nTentang Penyelenggara\nBengkel Tari AyuBulan adalah kelompok penari profesional yang dibentuk di Bandung tahun 1994 oleh Dr Ayu Bulantrisna Djelantik maestro Legong Indonesia\, dengan visi dan misi melestarikan kesenian Legong yang adalah ibu dari semua tari-tari performatif di Bali. Kelompok ini aktif hingga kini dengan para penarinya menjadi guru-guru tari yang mengajar di kelas-kelas yang dinaungi educational branch kelompok ini\, yang disebut Lestari AyuBulan. \nPementas:\nBincang Legong: Nyoman Trianawati\, Renny Triwahyuni\nLegong Playon: Ni Ketut Putri Minangsari\, Nurlya\nPalegongan Kiskenda: Riesta Aldila\, Bunga Kariodimedjo\, Ni Wayan Wahyuni\, Uma Paramita\, Cindy Kartika Sari\, Devi Anas\, Nadia Olga\, Wulan Desiari\, Meutia Djaluputro\, Medya Cancerie\, Awidia Juwita\, Tesalia Tamara\, Astrid Haznam\, Mutiara Prabowo
URL:https://indonesiakaya.com/event/palegongan-kiskenda-oleh-bengkel-tari-ayu-bulan-19-00/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2025/09/gik-5okt-19-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20251018T150000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20251018T160000
DTSTAMP:20260404T120305
CREATED:20251011T084835Z
LAST-MODIFIED:20251011T084835Z
UID:95579-1760799600-1760803200@indonesiakaya.com
SUMMARY:Kala dan Nyala Dua Penjaga Tungku Kehidupan oleh Titimangsa
DESCRIPTION:Titimangsa mempersembahkan sebuah teater alegoris dengan unsur fantasi tentang mengingat kembali nilai-nilai kehidupan yang ada di dalam seni tradisi\, tidak spesifik dari budaya tertentu\, melainkan representasi tradisi-tradisi yang ada di Nusantara. Narator sebagai pusat alur dan gerbang transisi cerita\, sesekali bernyanyi atau menembang. Para pemain pun sesekali menari dan bernyanyi. Bukan teater musikal\, tetapi memiliki unsur musikal. \nPertunjukan ini bercerita tentang Kala\, sang penjaga waktu\, dan Nyala\, sang penjaga semangat (renjana). Keduanya menghadapi krisis besar; sumbu api Tungku Kehidupan meredup. Tanpa nyala itu\, peradaban akan membeku dan Nusantara terancam lenyap. Untuk mencegahnya padam total\, mereka menempuh perjalanan lintas ruang dan waktu\, menyusuri jejak api-api kecil di tiga tempat. \nKala dan Nyala bertemu Maestro di tiga tempat\, yang mengingatkan bahwa api Tungku Kehidupan padam karena manusia-manusia zaman sekarang lupa nilai-nilai kehidupan\, lupa tentang tiga hal yang perlu dijaga oleh manusia\, yaitu hubungan dengan Tuhan\, hubungan dengan sesama manusia\, dan hubungan dengan alam. Para Maestro menunjukkan  bahwa nilai-nilai itu ada dalam budaya tradisi Nusantara\, bisa dilihat dari kesenian tradisional yang ada\, misalnya dalam musik yang spiritual\, tari yang memerlukan kerja sama\, dan cerita rakyat yang mengisahkan harmoni dengan alam. \nTentang Penyelenggara \nTITIMANGSA bergerak di bidang budaya\, terutama seni pertunjukan. Titimangsa banyak mengalihwahanakan karya-karya sastra Indonesia ke dalam bentuk lain\, seperti seni pertunjukan\, podcast dan film. Selain kesusastraan\, Titimangsa juga selalu berupaya menghadirkan unsur sejarah dan budaya tradisi Nusantara dalam kekaryaannya\, agar pengetahuan tersebut terus bergulir kepada generasi muda. Hingga kini\, Titimangsa percaya kerja budaya yang konsisten dapat terjadi berkat kolaborasi dari beragam pilihan profesi dan media. Pertunjukan Titimangsa disajikan dalam format yang adaptif terhadap perkembangan zaman sehingga menarik minat pencinta teater maupun kalangan luas dari berbagai latar belakang. \nTITIMANGSA didirikan oleh Happy Salma dan Yulia Evina Bhara. Secara harfiah\, titimangsa berarti “masa” atau “waktu”; dan secara makna mengacu pada sebuah jembatan atau titian yang menghubungkan masa lalu\, masa sekarang\, dan masa depan. Titimangsa hadir sebagai wadah bagi ragam minat yang berhubungan dengan karya seni pertunjukan\, sastra\, sejarah\, dan budaya tradisi Nusantara. Selama 17 tahun ini Titimangsa telah memproduksi lebih dari 88 program\, mulai dari pertunjukan teater\, pentas monolog\, pertunjukan seni tradisi\, siniar\, festival kelas\, hingga penerbitan buku biografi kreatif. \nTitimangsa terus berupaya menjadi salah satu wadah bagi siapa pun yang tertarik dengan dunia seni pertunjukan. Kata kunci dari seluruh kerja Titimangsa adalah “kolaborasi” yang melibatkan banyak kolaborator lintas profesi dan media. Titimangsa juga membuka pintu bagi talenta-talenta potensial. Semenjak 2018\, Titimangsa membuka kelas-kelas seputar seni pertunjukan\, seperti kelas akting\, kelas manajemen produksi\, kelas manajemen panggung\, kelas desain panggung\, kelas penyutradaraan\, kelas menulis naskah drama\, hingga kelas kostum. Semua kelas Titimangsa diampu oleh pelaku seni profesional. Peserta kelas nantinya akan dilibatkan dalam berbagai produksi Titimangsa.
URL:https://indonesiakaya.com/event/kala-dan-nyala-dua-penjaga-tungku-kehidupan-oleh-titimangsa/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2025/10/gik-18okt-15-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20251018T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20251018T200000
DTSTAMP:20260404T120305
CREATED:20251011T085303Z
LAST-MODIFIED:20251011T085303Z
UID:95585-1760814000-1760817600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Kala dan Nyala Dua Penjaga Tungku Kehidupan oleh Titimangsa - 19.00
DESCRIPTION:Titimangsa mempersembahkan sebuah teater alegoris dengan unsur fantasi tentang mengingat kembali nilai-nilai kehidupan yang ada di dalam seni tradisi\, tidak spesifik dari budaya tertentu\, melainkan representasi tradisi-tradisi yang ada di Nusantara. Narator sebagai pusat alur dan gerbang transisi cerita\, sesekali bernyanyi atau menembang. Para pemain pun sesekali menari dan bernyanyi. Bukan teater musikal\, tetapi memiliki unsur musikal. \nPertunjukan ini bercerita tentang Kala\, sang penjaga waktu\, dan Nyala\, sang penjaga semangat (renjana). Keduanya menghadapi krisis besar; sumbu api Tungku Kehidupan meredup. Tanpa nyala itu\, peradaban akan membeku dan Nusantara terancam lenyap. Untuk mencegahnya padam total\, mereka menempuh perjalanan lintas ruang dan waktu\, menyusuri jejak api-api kecil di tiga tempat. \nKala dan Nyala bertemu Maestro di tiga tempat\, yang mengingatkan bahwa api Tungku Kehidupan padam karena manusia-manusia zaman sekarang lupa nilai-nilai kehidupan\, lupa tentang tiga hal yang perlu dijaga oleh manusia\, yaitu hubungan dengan Tuhan\, hubungan dengan sesama manusia\, dan hubungan dengan alam. Para Maestro menunjukkan  bahwa nilai-nilai itu ada dalam budaya tradisi Nusantara\, bisa dilihat dari kesenian tradisional yang ada\, misalnya dalam musik yang spiritual\, tari yang memerlukan kerja sama\, dan cerita rakyat yang mengisahkan harmoni dengan alam. \nTentang Penyelenggara \nTITIMANGSA bergerak di bidang budaya\, terutama seni pertunjukan. Titimangsa banyak mengalihwahanakan karya-karya sastra Indonesia ke dalam bentuk lain\, seperti seni pertunjukan\, podcast dan film. Selain kesusastraan\, Titimangsa juga selalu berupaya menghadirkan unsur sejarah dan budaya tradisi Nusantara dalam kekaryaannya\, agar pengetahuan tersebut terus bergulir kepada generasi muda. Hingga kini\, Titimangsa percaya kerja budaya yang konsisten dapat terjadi berkat kolaborasi dari beragam pilihan profesi dan media. Pertunjukan Titimangsa disajikan dalam format yang adaptif terhadap perkembangan zaman sehingga menarik minat pencinta teater maupun kalangan luas dari berbagai latar belakang. \nTITIMANGSA didirikan oleh Happy Salma dan Yulia Evina Bhara. Secara harfiah\, titimangsa berarti “masa” atau “waktu”; dan secara makna mengacu pada sebuah jembatan atau titian yang menghubungkan masa lalu\, masa sekarang\, dan masa depan. Titimangsa hadir sebagai wadah bagi ragam minat yang berhubungan dengan karya seni pertunjukan\, sastra\, sejarah\, dan budaya tradisi Nusantara. Selama 17 tahun ini Titimangsa telah memproduksi lebih dari 88 program\, mulai dari pertunjukan teater\, pentas monolog\, pertunjukan seni tradisi\, siniar\, festival kelas\, hingga penerbitan buku biografi kreatif. \nTitimangsa terus berupaya menjadi salah satu wadah bagi siapa pun yang tertarik dengan dunia seni pertunjukan. Kata kunci dari seluruh kerja Titimangsa adalah “kolaborasi” yang melibatkan banyak kolaborator lintas profesi dan media. Titimangsa juga membuka pintu bagi talenta-talenta potensial. Semenjak 2018\, Titimangsa membuka kelas-kelas seputar seni pertunjukan\, seperti kelas akting\, kelas manajemen produksi\, kelas manajemen panggung\, kelas desain panggung\, kelas penyutradaraan\, kelas menulis naskah drama\, hingga kelas kostum. Semua kelas Titimangsa diampu oleh pelaku seni profesional. Peserta kelas nantinya akan dilibatkan dalam berbagai produksi Titimangsa.
URL:https://indonesiakaya.com/event/kala-dan-nyala-dua-penjaga-tungku-kehidupan-oleh-titimangsa-19-00/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2025/10/gik-18okt-19-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20251019T150000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20251019T160000
DTSTAMP:20260404T120305
CREATED:20251011T090022Z
LAST-MODIFIED:20251011T090022Z
UID:95588-1760886000-1760889600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Nyai Hariri oleh Unlogic Teater
DESCRIPTION:Djegol adalah seorang pemuda kampung yang sudah lama menyimpan perasaan cinta kepada Nyai Hariri yang terkenal karena kecantikan dan kekayaannya di seluruh kampung. Sakit hati saat ditolak\, Djegol membalas dendam terhadap Nyai Hariri. Dengan tipu dayanya\, ia berhasil memperdaya Mak Edah yang bekerja sebagai pembantu di rumah Nyai Hariri untuk membantunya mengambil foto dan rambut Nyai Hariri. \nMelalui Dukun Siti Juharoh\, Djegol melakukan Santet Tusuk Konde dengan menggunakan foto dan rambut. Santet tersebut menghabisi nyawa Nyai Hariri dan anaknya. Nyai Hariri pun akhirnya tewas\, arwahnya penasaran karena ingin menuntut balas atas kematian anaknya. Hantu Nyai Hariri membalas dendam terhadap Djegol\, Dukun Siti Juharoh dan Mak Edah.  \nPertunjukan Nyai Hariri yang berlatar di sebuah kampung di Jakarta pada 1902\, adalah pertunjukan yang memanfaatkan layar panggung sebagai juktaposisi adegan pertunjukan\, baik sebagai latar ilustrasi\, sebagai pembesaran adegan\, dan juga sebagai kesinambungan adegan-adegan pada pertunjukan. Unlogic Teater mencoba memaksimalkan landskap ruang panggung Galeri Indonesia Kaya serta membangun hubungan organik antara peristiwa pada visual layar dan peristiwa pada panggung. \n Tentang Penyelenggara \nDidirikan pada 31 Desember 2014\, selama hampir 11 tahun\, Unlogic Teater diinisiasi oleh para seniman perempuan yang berbasis pada pendekatan dan kolaborasi seni lintas disiplin. Dengan mengangkat isu-isu gender\, sosial\, dan juga tradisi\, Unlogic Teater telah banyak berkolaborasi baik dengan kelompok teater\, institusi seni\, para seniman\, baik dari dalam negeri maupun luar negeri sebagai semangat dan upaya melakukan pertukaran gagasan dan praktik dalam ekosistem di Indonesia maupun ditingkatan global.
URL:https://indonesiakaya.com/event/nyai-hariri-oleh-unlogic-teater/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2025/10/gik-19okt25-15-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20251019T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20251019T200000
DTSTAMP:20260404T120305
CREATED:20251011T090334Z
LAST-MODIFIED:20251011T090334Z
UID:95594-1760900400-1760904000@indonesiakaya.com
SUMMARY:Nyai Hariri oleh Unlogic Teater - 19.00
DESCRIPTION:Djegol adalah seorang pemuda kampung yang sudah lama menyimpan perasaan cinta kepada Nyai Hariri yang terkenal karena kecantikan dan kekayaannya di seluruh kampung. Sakit hati saat ditolak\, Djegol membalas dendam terhadap Nyai Hariri. Dengan tipu dayanya\, ia berhasil memperdaya Mak Edah yang bekerja sebagai pembantu di rumah Nyai Hariri untuk membantunya mengambil foto dan rambut Nyai Hariri. \nMelalui Dukun Siti Juharoh\, Djegol melakukan Santet Tusuk Konde dengan menggunakan foto dan rambut. Santet tersebut menghabisi nyawa Nyai Hariri dan anaknya. Nyai Hariri pun akhirnya tewas\, arwahnya penasaran karena ingin menuntut balas atas kematian anaknya. Hantu Nyai Hariri membalas dendam terhadap Djegol\, Dukun Siti Juharoh dan Mak Edah.  \nPertunjukan Nyai Hariri yang berlatar di sebuah kampung di Jakarta pada 1902\, adalah pertunjukan yang memanfaatkan layar panggung sebagai juktaposisi adegan pertunjukan\, baik sebagai latar ilustrasi\, sebagai pembesaran adegan\, dan juga sebagai kesinambungan adegan-adegan pada pertunjukan. Unlogic Teater mencoba memaksimalkan landskap ruang panggung Galeri Indonesia Kaya serta membangun hubungan organik antara peristiwa pada visual layar dan peristiwa pada panggung. \n Tentang Penyelenggara \nDidirikan pada 31 Desember 2014\, selama hampir 11 tahun\, Unlogic Teater diinisiasi oleh para seniman perempuan yang berbasis pada pendekatan dan kolaborasi seni lintas disiplin. Dengan mengangkat isu-isu gender\, sosial\, dan juga tradisi\, Unlogic Teater telah banyak berkolaborasi baik dengan kelompok teater\, institusi seni\, para seniman\, baik dari dalam negeri maupun luar negeri sebagai semangat dan upaya melakukan pertukaran gagasan dan praktik dalam ekosistem di Indonesia maupun ditingkatan global.
URL:https://indonesiakaya.com/event/nyai-hariri-oleh-unlogic-teater-19-00/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2025/10/gik-19okt25-19-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20251025T150000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20251025T160000
DTSTAMP:20260404T120305
CREATED:20251017T115840Z
LAST-MODIFIED:20251017T115857Z
UID:95656-1761404400-1761408000@indonesiakaya.com
SUMMARY:Lautan Merah Putih oleh Teater Tanah Air
DESCRIPTION:Pertunjukan kali ini berkisah tentang mengenang perjuangan para pemuda Indonesia pada masa sebelum kemerdekaan untuk melawan para penjajah negeri ini. Sayangnya\, walaupun terus dirayakan tiap tahunnya\, saat ini kisah tentang peringatan untuk salah satu kejadian paling bersejarah di Indonesia yang dikenal dengan nama “Sumpah Pemuda” ini lambat laun terlupakan.  \nPeringatan untuk hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober ditujukan mengenang semangat juang para pemuda pejuang merah putih yang tergabung dalam perkumpulan generasi muda saat itu\, seperti Jong Java\, Jong Bataks Bond\, Jong Sumatranen Bond\, Jong Islamieten Bond\, dan Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia. Namun\, kali ini anak-anak Indonesia kembali muncul untuk menggalakkan peringatan hari Sumpah Pemuda\, dimulai dari pengibaran bendera merah putih. \nBukan hal mudah bagi anak-anak tersebut untuk tetap mempertahankan eksistensi hari Sumpah Pemuda yang mulai dilupakan. Bahkan ternyata\, anak-anak harus melawan raksasa yang berusaha menyerang. Masyarakat bangkit dimulai dari anak-anak yang menyiapkan pengibaran bendera. Ternyata raksasa tersebut silau terhadap warna putih dan takut terbakar oleh warna merah. Lalu\, perayaan peringatan sumpah pemuda kembali diramaikan oleh lautan merah putih. Anak-anak pun turut berterima kasih kepada raksasa yang ternyata adalah robot yang diciptakan sendiri oleh anak-anak pintar tersebut. \n Tentang Penyelenggara \nTeater Tanah Air didirikan di Jakarta\, 14 September 1988 di bawah asuhan dan bimbingan Sutradara Jose Rizal Manua dan dipimpin oleh Nunum Raraswati. Teater Tanah Air telah beberapa kali memperoleh penghargaan sebagai yang terbaik pada Festival Teater Anak-Anak Se-DKI Jakarta. Adapun penghargaan utama yang pernah didapatkan\, antara lain: \n– Dianugerahi Piagam Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya dari Presiden Republik Indonesia ke-6\, Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 29 Desember 2006. \n– Dianugerahi Piagam Penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI) atas rekor “Grup Teater Anak-Anak Pemenang Penghargaan Internasional Terbanyak” pada September 2008. \nSelain itu\, karena prestasi yang telah diraih\, Teater Tanah Air mendapat kehormatan untuk bergabung dalam International Amateur Theatre Association (IATA) dan menjadi grup teater pertama yang mewakili Indonesia. Kemudian\, Teater Tanah Air mengawali prestasi internasionalnya pada The Asia-Pacific Festival of Children’s Theatre di Toyama\, Jepang pada tanggal 1-6 Agustus 2004 melalui naskah teater seni rupa “Bumi di Tangan Anak-Anak” karya Danarto. Setelah itu\, kegiatan internasional yang diikuti di antaranya: \n– 9th World Festival of Children’s Theatre di Lingen (Ems)\, Jerman pada tanggal 14-22 Juli 2006 melalui naskah “Spectacle WOW: A Visual Theater Performance” karya Putu Wijaya. \n– Diundang untuk tampil di Singapura\, Singapura pada tahun 2007 membawakan lakon “Spectacle WOW: A Visual Theater Performance” karya Putu Wijaya. \n– Diundang untuk tampil pada Festival Kesenian Kanak-Kanak di Kuala Lumpur\, Malaysia tahun 2008 membawakan lakon “Spectacle WOW: A Visual Theater Performance” karya Putu Wijaya. \n– 10th World Festival of Children’s Theatre di Moskow\, Rusia pada tanggal 17-25 Juli 2008 dengan naskah “Spectacle Peace: A Visual Theater Performance” karya Putu Wijaya. \n– Diundang secara khusus untuk tampil di markas besar PBB di Jenewa\, Swiss (UNOG – United Nations Office in Geneva) pada tanggal 20-25 November 2008 dalam rangka United Nations Universal Children’s Day. Teater Tanah Air membawakan lakon “Spectacle Peace: A Visual Theater Performance” karya Putu Wijaya. \n– Diundang untuk tampil mewakili Indonesia dalam 14th Edition of International Festival of Young Theater di Taza\, Maroko tanggal 25-27 April 2013 dengan membawakan lakon “Spectacle Peace: A Visual Theater Performance” karya Putu Wijaya. \n– 13th International Children’s Festival of Performing Arts di New Delhi\, India pada tanggal 5-8 Desember 2013 dengan membawakan lakon “Spectacle ZERO: A Visual Theatre Performance” karya Putu Wijaya. \n– 14th World Festival of Children’s Theatre di Stratford\, Ontario\, Kanada tanggal 5-14 Juni 2016 membawakan lakon “Spectacle ZERO: A Visual Theatre Performance” karya Putu Wijaya. \n– 15th World Festival of Children’s Theatre di Lingen\, Jerman tanggal 22-29 Juni 2018\, Teater Tanah Air berpartisipasi dalam lakon “Spectacle HELP: A Visual Theater Performance” karya Putu Wijaya. \n– The World Festival of Children’s Performing Arts di Toyama\, Jepang\, tanggal 30 Juli – 3 Agustus 2022\, Teater Tanah Air berpartisipasi dalam lakon “Spectacle HELP: A Visual Theater Performance” karya Putu Wijaya. \n– 16th World Festival of Children’s Theatre di Lingen\, Jerman\, tanggal 27 Juni – 4 Juli 2025 dengan membawakan lakon “Spectacle HA IKU: A Visual Theater Performance” karya Putu Wijaya. \nTeater Tanah Air akan selalu mengepakkan sayapnya di kancah nasional maupun internasional agar selalu dapat mengharumkan nama bangsa di mancanegara dan tetap melestarikan serta menyebarluaskan seni teater.
URL:https://indonesiakaya.com/event/lautan-merah-putih-oleh-teater-tanah-air/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2025/10/gik-25okt-15-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20251025T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20251025T200000
DTSTAMP:20260404T120305
CREATED:20251017T120101Z
LAST-MODIFIED:20251017T120101Z
UID:95663-1761418800-1761422400@indonesiakaya.com
SUMMARY:Lautan Merah Putih oleh Teater Tanah Air - 19.00
DESCRIPTION:Pertunjukan kali ini berkisah tentang mengenang perjuangan para pemuda Indonesia pada masa sebelum kemerdekaan untuk melawan para penjajah negeri ini. Sayangnya\, walaupun terus dirayakan tiap tahunnya\, saat ini kisah tentang peringatan untuk salah satu kejadian paling bersejarah di Indonesia yang dikenal dengan nama “Sumpah Pemuda” ini lambat laun terlupakan.  \nPeringatan untuk hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober ditujukan mengenang semangat juang para pemuda pejuang merah putih yang tergabung dalam perkumpulan generasi muda saat itu\, seperti Jong Java\, Jong Bataks Bond\, Jong Sumatranen Bond\, Jong Islamieten Bond\, dan Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia. Namun\, kali ini anak-anak Indonesia kembali muncul untuk menggalakkan peringatan hari Sumpah Pemuda\, dimulai dari pengibaran bendera merah putih. \nBukan hal mudah bagi anak-anak tersebut untuk tetap mempertahankan eksistensi hari Sumpah Pemuda yang mulai dilupakan. Bahkan ternyata\, anak-anak harus melawan raksasa yang berusaha menyerang. Masyarakat bangkit dimulai dari anak-anak yang menyiapkan pengibaran bendera. Ternyata raksasa tersebut silau terhadap warna putih dan takut terbakar oleh warna merah. Lalu\, perayaan peringatan sumpah pemuda kembali diramaikan oleh lautan merah putih. Anak-anak pun turut berterima kasih kepada raksasa yang ternyata adalah robot yang diciptakan sendiri oleh anak-anak pintar tersebut. \n Tentang Penyelenggara \nTeater Tanah Air didirikan di Jakarta\, 14 September 1988 di bawah asuhan dan bimbingan Sutradara Jose Rizal Manua dan dipimpin oleh Nunum Raraswati. Teater Tanah Air telah beberapa kali memperoleh penghargaan sebagai yang terbaik pada Festival Teater Anak-Anak Se-DKI Jakarta. Adapun penghargaan utama yang pernah didapatkan\, antara lain: \n– Dianugerahi Piagam Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya dari Presiden Republik Indonesia ke-6\, Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 29 Desember 2006. \n– Dianugerahi Piagam Penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI) atas rekor “Grup Teater Anak-Anak Pemenang Penghargaan Internasional Terbanyak” pada September 2008. \nSelain itu\, karena prestasi yang telah diraih\, Teater Tanah Air mendapat kehormatan untuk bergabung dalam International Amateur Theatre Association (IATA) dan menjadi grup teater pertama yang mewakili Indonesia. Kemudian\, Teater Tanah Air mengawali prestasi internasionalnya pada The Asia-Pacific Festival of Children’s Theatre di Toyama\, Jepang pada tanggal 1-6 Agustus 2004 melalui naskah teater seni rupa “Bumi di Tangan Anak-Anak” karya Danarto. Setelah itu\, kegiatan internasional yang diikuti di antaranya: \n– 9th World Festival of Children’s Theatre di Lingen (Ems)\, Jerman pada tanggal 14-22 Juli 2006 melalui naskah “Spectacle WOW: A Visual Theater Performance” karya Putu Wijaya. \n– Diundang untuk tampil di Singapura\, Singapura pada tahun 2007 membawakan lakon “Spectacle WOW: A Visual Theater Performance” karya Putu Wijaya. \n– Diundang untuk tampil pada Festival Kesenian Kanak-Kanak di Kuala Lumpur\, Malaysia tahun 2008 membawakan lakon “Spectacle WOW: A Visual Theater Performance” karya Putu Wijaya. \n– 10th World Festival of Children’s Theatre di Moskow\, Rusia pada tanggal 17-25 Juli 2008 dengan naskah “Spectacle Peace: A Visual Theater Performance” karya Putu Wijaya. \n– Diundang secara khusus untuk tampil di markas besar PBB di Jenewa\, Swiss (UNOG – United Nations Office in Geneva) pada tanggal 20-25 November 2008 dalam rangka United Nations Universal Children’s Day. Teater Tanah Air membawakan lakon “Spectacle Peace: A Visual Theater Performance” karya Putu Wijaya. \n– Diundang untuk tampil mewakili Indonesia dalam 14th Edition of International Festival of Young Theater di Taza\, Maroko tanggal 25-27 April 2013 dengan membawakan lakon “Spectacle Peace: A Visual Theater Performance” karya Putu Wijaya. \n– 13th International Children’s Festival of Performing Arts di New Delhi\, India pada tanggal 5-8 Desember 2013 dengan membawakan lakon “Spectacle ZERO: A Visual Theatre Performance” karya Putu Wijaya. \n– 14th World Festival of Children’s Theatre di Stratford\, Ontario\, Kanada tanggal 5-14 Juni 2016 membawakan lakon “Spectacle ZERO: A Visual Theatre Performance” karya Putu Wijaya. \n– 15th World Festival of Children’s Theatre di Lingen\, Jerman tanggal 22-29 Juni 2018\, Teater Tanah Air berpartisipasi dalam lakon “Spectacle HELP: A Visual Theater Performance” karya Putu Wijaya. \n– The World Festival of Children’s Performing Arts di Toyama\, Jepang\, tanggal 30 Juli – 3 Agustus 2022\, Teater Tanah Air berpartisipasi dalam lakon “Spectacle HELP: A Visual Theater Performance” karya Putu Wijaya. \n– 16th World Festival of Children’s Theatre di Lingen\, Jerman\, tanggal 27 Juni – 4 Juli 2025 dengan membawakan lakon “Spectacle HA IKU: A Visual Theater Performance” karya Putu Wijaya. \nTeater Tanah Air akan selalu mengepakkan sayapnya di kancah nasional maupun internasional agar selalu dapat mengharumkan nama bangsa di mancanegara dan tetap melestarikan serta menyebarluaskan seni teater.
URL:https://indonesiakaya.com/event/lautan-merah-putih-oleh-teater-tanah-air-19-00/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2025/10/gik-25okt-19-1x1-1.jpg
END:VEVENT
END:VCALENDAR