BEGIN:VCALENDAR
VERSION:2.0
PRODID:-//Indonesia Kaya - ECPv6.15.15//NONSGML v1.0//EN
CALSCALE:GREGORIAN
METHOD:PUBLISH
X-WR-CALNAME:Indonesia Kaya
X-ORIGINAL-URL:https://indonesiakaya.com
X-WR-CALDESC:Events for Indonesia Kaya
REFRESH-INTERVAL;VALUE=DURATION:PT1H
X-Robots-Tag:noindex
X-PUBLISHED-TTL:PT1H
BEGIN:VTIMEZONE
TZID:Asia/Jakarta
BEGIN:STANDARD
TZOFFSETFROM:+0700
TZOFFSETTO:+0700
TZNAME:WIB
DTSTART:20180101T000000
END:STANDARD
END:VTIMEZONE
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190217T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190217T000000
DTSTAMP:20260404T035333
CREATED:20201022T031451Z
LAST-MODIFIED:20201022T075516Z
UID:36497-1550361600-1550361600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pagelaran Wayang Orang Berjudul Bhisma Mahawira
DESCRIPTION:Yayasan Alumni SMA 6 Jakarta (YASMA 6) dan Gending Enem memprakarsai pagelaran wayang orang “Bhisma Mahawira” yang diadakan pada 17 Februari 2019\, di Gedung Teater Jakarta\, Taman Ismail Marzuki. Keinginan kuat untuk melestarikan seni budaya Indonesia dituangkan dengan mengangkat wayang orang dengan melibatkan lintas angkatan dan profesi. Sebelumnya\, pada tanggal 5 November 2017\, YASMA 6 dan Gending Enem telah mementaskan pagelaran wayang orang “Aryo Penangsang”\, dan pada 7 November 2015 mementaskan pagelaran Wayang Orang Ramayana “Sang Dewi Shinta”. \nPertunjukan “Bhisma Mahawira” yang disutradarai oleh Nanang Ruswanda\, menceritakan perjalanan kehidupan ksatria Bhisma dalam pewayangan\, merupakan sebuah kisah keteguhan hati sang pemegang janji abadi di tengah perang terbesar sepanjang masa. Tersebutlah Prabu Sentanu Raja Kerajaan Hastina Pura\, berkeinginan meminang Dewi Gangga. Namun Dewi Gangga meminta persyaratan\, Prabu Sentanu tidak boleh menghalangi apapun yang diperbuat oleh Dewi Gangga. Sewaktu Dewi Gangga melahirkan putra pertama sampai ketujuh selalu dilarung (dihanyutkan) ke sungai Gangga. Prabu Sentanu merasa sedih dan heran dengan perbuatan istrinya\, maka ketika melahirkan putra yang ke delapan yang akan dilarung dicegah oleh Prabu Sentanu. Dewi Gangga yang merasa Prabu Sentanu telah melanggar perjanjian\, kembali ke Khayangan dan menyerahkan putranya pada Prabu Sentanu yang kemudian diberi nama Dewabrata. Dewabrata yang masih kecil diberikan kepada Rama Bargawa untuk diajar kesaktian. Di bawah bimbingan Rama Bargawa\, Dewabrata tumbuh menjadi pemuda sakti mandraguna. \nSuatu ketika Prabu Sentanu jatuh sakit karena tidak bisa memenuhi permintaan Dewi Setyowati yang hendak dipersuntingnya. Dewabrata kemudian menemui Dewi Setyowati dan menanyakan permintaannya. Dewi Setyowati bersedia menjadi permaisuri Prabu Sentanu dengan syarat kelak putranya yang menjadi raja di Hastina Pura. Karena Dewabrata menjadi pewaris tunggal kerajaan Hastina Pura maka demi kebahagiaan ayahnya ia bersedia menyerahkan tahta kerajaan kepada Dewi Setyowati dan bersumpah untuk tidak menikah sampai akhir hayat (wadad) dan bergelar Resi Bhisma. \n \nDari perkawinan Prabu Sentanu dan Dewi Setyowati mempunyai 2 putra bernama Citroseno dan Citrogodho. Bhisma kemudian mengikuti sayembara di kerajaan Kasipuro yang memperebutkan tiga putri yang bernama Dewi Amba\, Dewi Ambika dan Dewi Ambalika. Dengan kesaktiannya Bhisma dapat memboyong ketiga putri tersebut. Dewi Ambika diperistri Citroseno dan Dewi Ambalika diperistri Citrogodho. Sedangkan Dewi Amba ingin diperistri Bhisma. Karena sumpahnya Bhisma tidak dapat menerima Dewi Amba. Dewi Amba tetap memaksa membuat Bhisma marah dan tanpa sengaja melepaskan anak panahnya mengenai Dewi Amba. Sebelum mati Dewi Amba bersumpah tidak akan naik ke surga kalau tidak bersama Bhisma. \nDewi Ambalika melahirkan Destarastra ayah dari Kurawa dan Dewi Ambika melahirkan Pandu ayah dari Pandawa. Kurawa dan Pandawa sama-sama merasa berhak atas kerajaan Hastina Pura yang akhirnya menyebabkan terjadinya peperangan besar yang dinamakan Bharatayudha (perang darah Bharata). Di perang Bharatayudha\, Resi Bhisma berada di pihak Kurawa tidak untuk membela Kurawa\, tapi membela tanah kelahirannya dan rakyat kecil dari kehancuran. Para Pandawa tidak berani menghadapi Resi Bhisma. Maka Kresna mengangkat Srikandi sebagai Senopati menghadapi Resi Bhisma. Dalam pertempuran\, sukma Dewi Amba masuk dalam tubuh Srikandi. Melihat Sukma Amba yang sudah merasuk di dalam Srikandi\, Resi Bhisma teringat akan pesan terakhir Dewi Amba. Maka Resi Bhisma rela gugur di medan laga di tangan Srikandi. \nTokoh-tokoh yang turut berperan dalam pementasan wayang orang “Bhisma Mahawira” adalah Maudy Koesnaedi sebagai Dewi Amba\, Maya Hasan sebagai Dewi Sembodro\, Alya Rohali sebagai Dewi Drupadi\, Chitra Nartomo sebagai Dewi Kunti\, Metta Ariesta sebagai Dewi Srikandi\, Elmo S. Hillyawan sebagai Arjuna dan Hendro Prastowo sebagai Resi Bhisma. Dukungan penuh juga diberikan oleh Wayang Orang Bharata sebagai salah satu pelopor pertunjukan wayang orang di Indonesia yang bersinergi turun temurun melestarikan budaya.  \n \nPagelaran Wayang Orang Bhisma Mahawira terlaksana berkat dukungan Bank Mandiri\, Bakti Budaya Djarum Foundation\, Telkomsel\, WASKITA\, JIEP\, PUN\, PERURI Property\, PERURI Pusat\, PT. Wahana Infonusa\, PT. Ediya Cipta\, PT. CEN Kurir\, JAPFA So Good\, Rose L Brand & associated\, LT Pro\, Mustika Ratu\, Fave Hotel\, I radio MRA\, serta V radio. \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia
URL:https://indonesiakaya.com/event/pagelaran-wayang-orang-berjudul-bhisma-mahawira/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/pagelaran-wayang-orang-berjudul-bhisma-mahawira-jMJpyX.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190216T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190216T200000
DTSTAMP:20260404T035333
CREATED:20201022T031545Z
LAST-MODIFIED:20201022T075611Z
UID:36578-1550347200-1550347200@indonesiakaya.com
SUMMARY:Suluk Maleman Edisi Februari 2019
DESCRIPTION:Suluk Maleman adalah acara rutin bulanan yang dirancang sebagai ajang untuk silaturrahim\, tukar pikiran\, mengaji masalah-masalah yang dihadapi bangsa\, baik di tingkat lokal maupun nasional. Acara ini sejak awal digagas sebagai oase untuk merekatkan kembali ikatan kemanusiaan\, kemasyarakatan dan kebangsaan. \nTema Suluk Maleman kali ini “Demokerasi”. Tema ini merupakan bagian kedelapan dari episode Taubat Nusantara\, Menjaga Nalar Bangsa. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 16 Februari 2019\, pukul 20.00 WIB\, bertempat di Rumah Adab Indonesia Mulia\, Jalan P. Diponegoro No 94\, Pati. \nInfo lebih lanjut :\nWebsite: www.sulukmaleman.com\nFacebook: fb.com/sulukmaleman\nTwitter: @suluk_maleman\nInstagram: @sulukmaleman
URL:https://indonesiakaya.com/event/suluk-maleman-edisi-februari-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/suluk-maleman-edisi-februari-20191-6nJSSN.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190216T193000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190216T193000
DTSTAMP:20260404T035333
CREATED:20201022T031550Z
LAST-MODIFIED:20201022T075617Z
UID:36587-1550345400-1550345400@indonesiakaya.com
SUMMARY:Teater Jangkar Bumi Pentaskan 'Dukun-Dukunan'
DESCRIPTION:Teater Jangkar Bumi menggelar pentas dengan naskah “Dukun-Dukunan” di Gedung Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) Jl. Ir. Sutami\, Jebres Kota Surakarta. \n \nTeater yang berasal dari Madrasah Aliyah (MA) Qudsiyyah Kudus ini pernah meraih gelar Teater Terbaik I dalam ajang Teater Djarum Award – Festival Teater Pelajar ke-11 (FTP-XI) tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Teater Djarum bersama Departemen Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kudus.\n \nNaskah Dukun-dukunan diambil dari karya Moliere yang diadaptasi oleh Puthut Bukhori. Pertunjukan ini didukung oleh www.indonesiakaya.com.\n \nInformasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini :\nEmail : ilma.emte@gmail.com\nKontak : 0857 4066 1719 (M. Tausi’ul Ilma)\nAlamat : MA Qudsiyyah Kudus\, Jl. KHR. Asnawi Gg Kerjasan Kota Kudus
URL:https://indonesiakaya.com/event/teater-jangkar-bumi-pentaskan-dukun-dukunan/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/teater-jangkar-bumi-pentaskan-dukun-dukunan-yN4Ix0.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190216T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190216T000000
DTSTAMP:20260404T035333
CREATED:20201022T031457Z
LAST-MODIFIED:20201022T075523Z
UID:36507-1550275200-1550275200@indonesiakaya.com
SUMMARY:Teater Jangkar Bumi Pentaskan  Pertunjukan Berjudul â€œDukun-Dukunanâ€
DESCRIPTION:Teater Jangkar Bumi didukung oleh www.indonesiakaya.com menggelar pentas berjudul “Dukun-Dukunan” pada tanggal 16 Februari 2019 di Gedung Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah\, Jl. Ir. Sutami\, Jebres Kota Surakarta. Teater yang berasal dari Madrasah Aliyah (MA) Qudsiyyah Kudus ini pernah meraih gelar Teater Terbaik I dalam ajang Teater Djarum Award – Festival Teater Pelajar ke-11 (FTP-XI) tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Teater Djarum bersama Departemen Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kudus. \nNaskah Dukun-Dukunan diambil dari karya Moliere yang diadaptasi oleh Puthut Bukhori. Pertunjukan ini berkisah tentang seorang ayah dan anak yang sering beradu argumen karena si ayah selalu saja bersantai setiap harinya\, karena tak kunjung mempunyai pekerjaan. Padahal sang anak telah membanting tulang untuk menyambung hidup. \n \nSi anak yang sudah lelah dengan kelakuan ayahnya mendapatkan akal ketika datang seseorang menanyakan alamat seorang dukun sakti kepadanya. Ide anaknya membuat sang ayah bersandiwara menjadi dukun sakti yang diminta oleh orang tersebut untuk menyembuhkan penyakit anak majikannya. Saat tiba di rumah majikan\, bagai dukun sakti\, sang ayah mengeluarkan jurus-jurus yang dianggap sukar dijangkau oleh kemampuan manusia biasa. Berbagai adegan kocak dan satir mewarnai sandiwara sang ayah. Akhirnya terkuak\, bahwa anak sang majikan tidak sakit sungguhan. Dia pura-pura sakit karena berusaha menolak rencana orang tuanya yang memaksanya untuk melanjutkan sekolah yang tidak sesuai dengan yang diinginkannya. \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/teater-jangkar-bumi-pentaskan-pertunjukan-berjudul-aeoedukun-dukunanae%c2%9d/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/teater-jangkar-bumi-pentaskan-pertunjukan-berjudul-dukun-dukunan-ZMHcyQ.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190208T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190208T000000
DTSTAMP:20260404T035333
CREATED:20201022T031458Z
LAST-MODIFIED:20201022T075524Z
UID:36508-1549584000-1549584000@indonesiakaya.com
SUMMARY:Studio Dapur Memamerkan Kriya Bambu Artisan di Design Talents Ambiente Frankfurt
DESCRIPTION:Kriya bambu adalah salah satu produk keunggulan Jawa Barat yang banyak terpusat di Tasikmalaya. Potensi begitu besar dimiliki kabupaten yang sudah mewarisi keterampilan\, keahlian\, sumber daya alam maupun manusia selama ratusan tahun. Namun\, potensi ini tergerus oleh rendahnya kualitas kriya bambu dan pendapatan para perajinnya yang mengakibatkan industri kriya bambu tidak berkembang. Begitu pula jumlah perajin yang semakin sedikit karena profesi ini tidak lagi menarik bagi generasi muda yang memilih urbanisasi ke kota. \nMelihat kondisi ini\, Studio Dapur\, kewirausahaan sosial berbasis studio desain\, berkolaborasi dengan perajin bambu terbaik di desa Padakembang\, Singaparna\, untuk mengembangkan dan memproduksi kriya bambu berkualitas artisan. Produk didesain dengan selera kontemporer yang membuat produk bambu dapat kembali hidup di rumah-rumah urban modern sekalipun. Tujuannya adalah untuk kembali mengenalkan keunggulan kriya bambu di masyarakat modern yang sudah asing dengan produk alami ramah lingkungan ini. Pada akhirnya\, perajin bambu akan diuntungkan dengan meningkatnya nilai jual produk dan pendapatan mereka melalui luasnya jangkauan pasar. Selain itu\, Studio Dapur menjamin kerja sama terjalin mutual dengan membagi 10% sahamnya untuk kelompok perajin. \n \nPerpaduan teknik tradisional dengan desain modern telah mengangkat ketertarikan masyarakat terhadap produk-produk Studio Dapur. Terbukti dengan terpilihnya Studio Dapur di antara 36 studio desain lainnya dari 18 negara untuk memamerkan karyanya di interior and lifestyle trade fair terbesar di dunia\, Ambiente\, di Frankfurt\, Jerman pada 8-12 Februari 2019. Menyajikan kriya bambu modern kepada lebih dari 140.000 pengunjung dan buyer dari 160 lebih Negara. Ini merupakan peluang emas bagi Studio Dapur untuk memperluas cakupan bisnisnya melalui ekspor. Kegiatan pameran Studio Dapur ini didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation. \nPengalaman dan pembelajaran terhadap pasar internasional dan Eropa sangatlah penting untuk membuka pintu pasar ekspor dengan variasi produk yang begitu luas di Ambiente. Lebih dari empat ribuan perusahaan membuka wawasan dan jaringan Studio Dapur. Peluang kerja sama dan kolaborasi sesama studio desain juga terbuka saat menjalin relasi dengan para desainer dari bermacam negara. Apresiasi terhadap kualitas desain dan produk banyak didapatkan dari pengunjung booth Studio Dapur. Hasilnya\, beberapa buyer berpotensial dari Spanyol\, Portugal\, Belgia\, dan Finlandia tertarik untuk membeli dan memasarkan produk Studio Dapur. \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/studio-dapur-memamerkan-kriya-bambu-artisan-di-design-talents-ambiente-frankfurt/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/studio-dapur-memamerkan-kriya-bambu-artisan-di-design-talents-ambiente-frankfurt-syj5wf.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190203T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190203T200000
DTSTAMP:20260404T035333
CREATED:20201022T031548Z
LAST-MODIFIED:20201022T075615Z
UID:36584-1549224000-1549224000@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pertunjukan Indang Tagak di Festival Nan Jombang
DESCRIPTION:Pada tahun 2019 ini\, di tahun ke-7 Festival Nan Jombang Tanggal 3 (FNJT3) menghadirkan dua pertunjukan dalam setiap perhelatannya. Festival yang masih di dampingi oleh Bakti Budaya Djarum Foundation sebagai pendukung dan juga Taman Budaya Provinsi Sumatera Barat tidak hanya akan menampilkan pertunjukan kesenian tradisi dari setiap daerah di Sumatera Barat\, melainkan juga akan menghadirkan pertunjukan dari sanggar/grup/komunitas yang tergabung dalam Asosiasi Sanggar Seni Pertunjukan Sumatera Barat pada setiap perhelatannya.\n \nSebelumnya FNJT3 telah resmi dibuka pada 3 Januari 2019 dan sekaligus menampilkan Salawaik Dulang dari Kabupaten Tanah Datar. Pada bulan ke-2 tepatnya 3 Februari 2019\, FNJT3 akan kembali hadir dengan menampilkan pertunjukan Indang Tagak yang merupakan kesenian tradisi dari Jorong Sampu\, Kanagarian Lubuak Gadang Utara\, Kecamatan Sangir\, Kabupaten Solok Selatan. \n \nKesenian Indang Tagak ini akan dimainkan oleh grup Minang Saiyo dan diusung oleh Komunitas Takasiboe yang merupakan fasilitator kesenian tradisi di Kabupaten Solok Selatan. Bambang Ismanto atau yang biasa dipanggil Is Botak selaku pempinan Komunitas Takasiboe menjelaskan bahwa Indang tagak merupakan kesenian tradisi yang berasal dari Solok Selatan yang dibawa oleh ulama dari Aceh yang ketika itu mengembangkan Islam di Minangkabau\, “ kami mengusung kesenian ini\, karena ini merupakan salah satu kesenian tradisi dari Solok Selatan yang dibawa oleh ulama dari Aceh. Sedangkan di Sampu sendiri kesenian ini dikembangkan oleh Syech Arif Sampu. Grup yang kami usungpun merupakan grup yang sudah lama mamainkan kesenian ini\, tepatnya pada tahun 1972”.\n \nSelain Indang Tagak\, FNJT3 juga akan dimeriahkan oleh penampilan dari Sanggar Satampang Baniah  (STB). Sanggar yang dipimpin oleh Sulastri Andras ini telah malang melintang di dunia kesenian Sumbar. Berdiri sejak tahun 1985 STB selalu konsisten dalam mementaskan seni tradisi Minangkabau. Tidak hanya di Sumbar\, STB sudah beberapa kali pentas diluar negeri mewakili Sumatera Barat dalam ajang yang berbeda. Pada tahun 2018 lalu mereka mengikuti Indonesia-Australia Business Summit dan Festival Minangkabau di Malbourne\, Australia.\n \nUntuk menikmati dua pertunjukan ini\, silahkan datang dan bergabung dalam kemeriahan Festival Nan Jombang Tanggal 3 pada Minggu\, 3 Februari 2019. Festival ini akan di helat di lokasi yang sama pada perhelatan FNJT3 sebelumnya yaitu di Ladang Tari Nan Jombang\, belakang perumahan polda\, Balai Baru\, Padang. Seperti biasa\, festival ini akan dimulai pada pukul 20:00 WIB hingga selesai.\n \nInfo lebih lanjut\, silahkan menghubungi panitia :\nAngga Djamar : 0812 6616 716\nwww.nanjombangdance.id
URL:https://indonesiakaya.com/event/pertunjukan-indang-tagak-di-festival-nan-jombang/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/pertunjukan-indang-tagak-di-festival-nan-jombang-OeEb6Z.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190203T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190203T000000
DTSTAMP:20260404T035333
CREATED:20201022T031519Z
LAST-MODIFIED:20231213T065605Z
UID:36540-1549152000-1549152000@indonesiakaya.com
SUMMARY:INDONESIA MENUJU BROADWAY Raih Kesempatan Untuk Ikut Pelatihan Broadway di New York
DESCRIPTION:Bakti Budaya Djarum Foundation melalui program Ruang Kreatif\, mempersembahkan “Indonesia Menuju Broadway” yang diperuntukan bagi para seniman-seniman muda berbakat di Indonesia. Bekerja sama dengan Passport to Broadway\, New York\, Indonesia Menuju Broadway merupakan sebuah program beasiswa pelatihan bagi seniman muda untuk mendapatkan ilmu panggung teater modern dengan standar broadway di Indonesia. \nUntuk mengikuti program ini\, para peserta wajib mendaftarkan dirinya melalui website www.indonesiakaya.com dan mengisi formulir pendaftaran yang tertera. Pendaftaran dibuka mulai tanggal 10 – 28 Januari 2019 dan diterima 672 pendaftar. Selanjutnya\, panitia menyeleksi berkas yang telah masuk dan peserta yang lulus seleksi dihubungi via telepon untuk mengikuti proses audisi. Peserta yang berhak mengikuti proses audisi sebanyak 243 orang. \nDalam proses audisi yang dilakukan pada tanggal 3 & 4 Februari 2019 di Balai Resital Kertanegara\, Jakarta\, dihadirkan juri-juri yang telah memiliki pengalaman di bidang seni pertunjukan seperti\, Garin Nugroho\, Ari Tulang\, Andrea Miranda\,  dan Ufa Sofura. Dari proses audisi ini\, dipilih 70 orang yang berkesempatan mengikuti program pelatihan pada tanggal 20-24 Februari 2019 di Jakarta\, yang kemudian akan kembali dipilih peserta terbaik untuk mendapatkan beasiswa pelatihan di New York pada bulan Juli 2019. \n \nBersama para pengajar dari StudentsLive – Passport to Broadway\, NYC\, 70 orang peserta yang lolos audisi diberikan pelatihan menari\, bernyanyi\, dan akting sesuai kurikulum musikal dan teater broadway. Selama lima hari\, para peserta mendapatkan kesempatan eksklusif untuk bekerja dengan tim broadway yang terdiri dari sutradara broadway\, direktur musik\, koreografer\, dan tim produksi. \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia
URL:https://indonesiakaya.com/event/indonesia-menuju-broadway-raih-kesempatan-untuk-ikut-pelatihan-broadway-di-new-york/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/indonesia-menuju-broadway-raih-kesempatan-untuk-ikut-pelatihan-broadway-di-new-york-iPjEgO.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190202T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190203T000000
DTSTAMP:20260404T035333
CREATED:20201022T031555Z
LAST-MODIFIED:20201022T075622Z
UID:36594-1549137600-1549152000@indonesiakaya.com
SUMMARY:NYANYI SUNYI REVOLUSI KISAH PENYAIR AMIR HAMZAH HADIR DALAM PANGGUNG TEATER - Mengenang Seorang Penyair Besar Indonesia yang Turut Membangun Bahasa Indonesia
DESCRIPTION:Sebagai bentuk komitmen terhadap upayanya mengangkat sastra Indonesia ke dalam seni pertunjukan\, Titimangsa Foundation didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation akan menggelar sebuah pementasan teater bertajuk Nyanyi Sunyi Revolusi. Pementasan ini mengangkat kisah hidup seorang penyair besar Indonesia\, Amir Hamzah yang akan dipentaskan pada 2 dan 3 Februari 2019 di Gedung Kesenian Jakarta.\n \nAmir Hamzah merupakan salah satu keluarga bangsawan Melayu Kesultanan Langkat\, sebuah kerajaan yang pada masa Hindia Belanda terletak di Sumatera Timur. Lewat kumpulan puisinya Nyanyi Sunyi (1937) dan Buah Rindu (1941) memposisikan nama Amir Hamzah sedemikian penting dalam kesusasteraan Indonesia. H. B. Jassin menyebutnya “Raja Penyair Pujangga Baru”. Selain sebagai penyair\, Amir Hamzah juga dikenal sebagai salah seorang yang diangkat sebagai Pahlawan Nasional. Dalam melakukan riset naskah pentas mengenai sosok Amir Hamzah\, penulis banyak bersumber dari buku karya Nh Dini berjudul Amir Hamzah\, Pangeran dari Seberang. Pementasan ini juga salah satunya sebagai bentuk salam hormat dari Titimangsa Foundation untuk penulis kebanggaan Indonesia yang baru saja berpulang\, Nh Dini.\n \nNaskah pementasan ini ditulis oleh Ahda Imran dan didukung pula oleh kreator-kreator yang sudah sangat berpengalaman dan berdedikasi di bidangnya. Disutradarai oleh Iswadi Pratama\, sutradara Teater Satu Lampung yang karya terbarunya banyak dipentaskan bersama Teater Satu di Jepang dan Australia. Ia pernah menyutradarai Perempuan di Titik Nol dan Buried Child karya Sam Shepard yang dinobatkan sebagai pertunjukan teater terbaik Indonesia versi majalah Tempo tahun 2008. Selain itu\, pementasan ini juga didukung oleh tim artistik yang solid yaitu Iskandar Loedin sebagai Penata Artistik\, Retno Damayanti sebagai Penata Kostum\, Aktris Handradjasa sebagai Penata Rias dan Jaeko sebagai Penata Musik. \n \nTitimangsa Foundation menghadirkan para pemain yang sangat berdedikasi dan ingin terus menantang dirinya untuk berkembang dalam keaktorannya. Lukman Sardi akan bermain sebagai Amir Hamzah\, Prisia Nasution akan berperan sebagai Tengku Tahura. Dalam pentas kali ini\, selain pemain yang merupakan pemain film\, tergabung juga pemain teater yang sudah matang dan bermain dalam banyak lakon. Sri Qadariatin akan berperan sebagai Iliek Sundari dan Dessy Susanti berperan sebagai Tengku Kamaliah.\n \nNyanyi Sunyi Revolusi berkisah tentang Amir Hamzah dalam hubungannya dengan percintaan terhadap manusia dan negaranya. Semasa Amir menempuh pendidikan di Solo\, ia menjalin kasih dengan seorang puteri Jawa\, Iliek Sundari. Di tengah kemesraan mereka itulah Amir kehilangan ibunya\, lalu ayahnya setahun kemudian. Biaya studinya lalu ditanggung oleh Sultan Mahmud\, Sultan Langkat. Paman Amir sekaligus raja kesultanan Langkat itu sejak awal tak menyukai aktivitas Amir di dunia pergerakan. Apa yang dikerjakan Amir dianggap bisa membahayakan kesultanan. Untuk menghentikan aktivitas Amir di dunia pergerakan\, ia memanggil Amir pulang ke Langkat untuk dinikahkan dengan putrinya\, Tengku Puteri Kamaliah. Amir bisa saja menolak tapi Ia sadar betapa ia telah berhutang budi pada Sultan Mahmud. Amir dan Iliek akhirnya dipaksa untuk menyerah\, menerima kenyataan bahwa cinta kasih mereka harus berakhir. Meski keduanya masih kuat saling mencintai.\n \nPernikahan Amir Hamzah dan Tengku Puteri Kamaliah adalah pernikahan yang dipaksakan demi kepentingan politik. Keduanya terpaksa harus menjalani pernikahan itu meski saling tahu bahwa masing-masing tak saling mencintai. Kerinduan dan kehilangan Amir pada Iliek Sundari tetap kuat membekas. Sementara diam-diam pula ternyata istri Amir\, Tengku Puteri Kamaliah\, mengetahui kisah cinta kasih Amir dan Iliek Sundari. Ia turut merasakan kesedihan cinta yang tak sampai itu. Pada puterinya\, Teungku Tahura ia berniat mengajak Iliek Sundari ke Mekkah naik haji bertiga bersama Amir. Bahkan\, jika Amir ingin tetap menikahi Iliek Sundari\, ia merelakannya. \n \nTapi sebelum semua tercapai\, suasana Revolusi Kemerdekaan membawa ketidakpastian politik yang membawa rusuhan di seluruh Langkat. Atas hasutan segolongan laskar rakyat dengan agenda politik mereka\, meletuskan kerusuhan sosial. Istana Langkat diserbu dan dijarah. Begitu pula dengan nasib Amir. Ia diculik\, ditahan dan disiksa di sebuah perkebunan\, lalu dipenggal. Seperti perpisahan Amir dan Iliek Sundari\, juga pernikahan Amir dan Tengku Puteri Kamaliah yang penuh kepentingan politik kolonial\, demikian pula dengan kematiannya\, yang diwarnai kekacauan dan kepentingan politik.    \n \nInformasi mengenai pementasan teater Nyanyi Sunyi Revolusi ini dapat menghubungi 0858 1442 7472 & 0821 2322 4667 dan pembelian tiket dapat diperoleh melalui www.titimangsa.or.id (pembelian hanya dapat dilakukan pukul 09.00-18.00 WIB setiap harinya)\n \nHTM pementasan teater Nyanyi Sunyi Revolusi\nVVIP Rp. 600.000\nVIP Rp. 500.000\nKelas 1 Rp. 400.000\nKelas 2 Rp. 250.000
URL:https://indonesiakaya.com/event/nyanyi-sunyi-revolusi-kisah-penyair-amir-hamzah-hadir-dalam-panggung-teater-mengenang-seorang-penyair-besar-indonesia-yang-turut-membangun-bahasa-indonesia/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/nyanyi-sunyi-revolusi-kisah-penyair-amir-hamzah-hadir-dalam-panggung-teater-mengenang-seorang-penyair-besar-indonesia-yang-turut-membangun-bahasa-indonesia-gcdGZu.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190202T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190202T000000
DTSTAMP:20260404T035333
CREATED:20201022T031500Z
LAST-MODIFIED:20201022T075525Z
UID:36510-1549065600-1549065600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pertunjukan Teater Berjudul "Nyanyi Sunyi Revolusi"
DESCRIPTION:Sebagai bentuk komitmen terhadap upaya mengangkat sastra Indonesia ke dalam seni pertunjukan\, Titimangsa Foundation didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation menggelar sebuah pementasan teater bertajuk “Nyanyi Sunyi Revolusi”. Pementasan ini mengangkat kisah hidup seorang penyair besar Indonesia\, Amir Hamzah\, yang dipentaskan pada 2 dan 3 Februari 2019 di Gedung Kesenian Jakarta. \nAmir Hamzah merupakan salah satu keluarga bangsawan Melayu Kesultanan Langkat\, sebuah kerajaan yang pada masa Hindia Belanda terletak di Sumatera Timur. Lewat kumpulan puisinya Nyanyi Sunyi (1937) dan Buah Rindu (1941) memposisikan nama Amir Hamzah sedemikian penting dalam kesusasteraan Indonesia. H. B. Jassin menyebutnya “Raja Penyair Pujangga Baru”. Selain sebagai penyair\, Amir Hamzah juga dikenal sebagai salah seorang yang diangkat sebagai Pahlawan Nasional. \n \n“Amir Hamzah merupakan salah satu tokoh penting dalam perkembangan bahasa Indonesia dan kecintaannya akan bahasa Indonesia dapat dilihat dari dukungannya kepada Sumpah Pemuda yang baru berumur dua tahun dan komitmennya untuk selalu menggunakan bahasa Indonesia dalam berbagai pertemuan dan kehidupan sehari-hari. Kiprah Amir Hamzah inilah yang harus disebarluaskan kepada generasi saat ini\, bahwa bahasa Indonesia melalui proses tidak mudah untuk menjadi bahasa pemersatu seperti yang kita kenal saat ini. Melalui pementasan ini\, harapan kami masyarakat Indonesia menjadi lebih bangga pada bahasanya dan khazanah sastra Indonesia dimana karya sastra itu menggambarkan serta mampu menjadi sumber untuk menggali identitas dan peradaban suatu bangsa\,” ujar Renitasari Adrian\, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation. \n“Sudah lama saya jatuh hati pada sajak-sajak Amir Hamzah yang syahdu\, penuh dengan kesenduan\, tetapi juga dengan kuat mengungkapkan banyak lapisan baru dalam karya puisi pada jaman itu. Selain sebagai penyair\, Amir Hamzah juga punya peran besar dalam lahirnya republik. Saat masih sekolah di AMS Solo\, Amir sudah aktif bersama teman-teman sekolahnya dalam berbagai perkumpulan pemuda seperti Jong Sumatera\, dan Amir tergabung juga dalam perkumpulan Indonesia Moeda yang menyuarakan kesadaran nasionalisme melawan kolonialisme Belanda. Meskipun demikian berprestasi\, jalan hidup Amir sesungguhnya sangat tragis. Kesedihan cinta yang diputuskan oleh politik kolonial yang bersembunyi di balik adat\, juga kematiannya yang menyedihkan di tengah revolusi kemerdekaan\,” ujar Happy Salma\, produser pementasan dari Titimangsa Foundation. \nNaskah pementasan ini ditulis oleh Ahda Imran\, penyair yang juga dikenal menulis sejumlah naskah panggung. “Kekuatan karya Amir Hamzah terletak pada estetika bahasa yang merdu\, menggali kata dari berbagai khazanah bahasa lama\, terutama Melayu\, tapi dengan makna yang lebih segar\, baru dan sesuai dengan semangat jaman saat itu\, ketika modernisme kian tumbuh jadi kesadaran dalam sastra dan budaya. Sajak-sajak Amir memberi darah baru pada yang lama\,” ujar Ahda Imran. \nPementasan ini disutradarai oleh Iswadi Pratama\, sutradara Teater Satu Lampung yang karya terbarunya banyak dipentaskan bersama Teater Satu di Jepang dan Australia. Ia pernah menyutradarai Perempuan di Titik Nol dan Buried Child karya Sam Shepard yang dinobatkan sebagai pertunjukan teater terbaik Indonesia versi majalah Tempo tahun 2008. \n“Amir Hamzah tidak menyisakan bagi kita sebuah pernyataan atau tulisan yang membakar dan mampu menggerakkan massa dalam jumlah besar untuk melawan atau menentang. Amir menyisakan dua kata bersahaja yang berguna bagi kita yang hidup saat ini\, yakni memaafkan dan mencintai. Di antara gelombang revolusi sosial yang berkecamuk\, Amir tetap tampil sebagai seorang penyair\, seorang suami\, dan seorang ayah yang lembut dan semata-mata ingin melindungi keluarganya dengan cinta dan rasa percaya yang begitu teguh pada kebajikan\,” ujar Iswadi Pratama. \nTitimangsa Foundation menghadirkan para pemain yang sangat berdedikasi dan ingin terus menantang dirinya untuk berkembang dalam keaktorannya. Lukman Sardi bermain sebagai Amir Hamzah\, Prisia Nasution berperan sebagai Tengku Tahura. Dalam pentas kali ini\, selain pemain yang merupakan pemain film\, tergabung juga pemain teater yang sudah matang dan bermain dalam banyak lakon. Sri Qadariatin berperan sebagai Iliek Sundari dan Dessy Susanti berperan sebagai Tengku Kamaliah. Selain itu\, pementasan ini juga didukung oleh tim artistik yang solid yaitu Iskandar Loedin sebagai Penata Artistik\, Retno Damayanti sebagai Penata Kostum\, Aktris Handradjasa sebagai Penata Rias dan Jaeko sebagai Penata Musik.  \n \n“Nyanyi Sunyi Revolusi” berkisah tentang Amir Hamzah dalam hubungannya dengan percintaan terhadap manusia dan negaranya. Semasa Amir menempuh pendidikan di Solo\, ia menjalin kasih dengan seorang puteri Jawa\, Ilik Sundari. Di tengah kemesraan mereka itulah Amir kehilangan ibunya\, lalu ayahnya setahun kemudian. Biaya studinya lalu ditanggung oleh Sultan Mahmud\, Sultan Langkat. Paman Amir sekaligus raja kesultanan Langkat itu sejak awal tak menyukai aktivitas Amir di dunia pergerakan. Apa yang dikerjakan Amir dianggap bisa membahayakan kesultanan. Untuk menghentikan aktivitas Amir di dunia pergerakan\, ia memanggil Amir pulang ke Langkat untuk dinikahkan dengan putrinya\, Tengku Puteri Kamaliah. Amir bisa saja menolak tapi Ia sadar betapa ia telah berhutang budi pada Sultan Mahmud. Amir dan Ilik akhirnya dipaksa untuk menyerah\, menerima kenyataan bahwa cinta kasih mereka harus berakhir. Meski keduanya masih kuat saling mencintai. \nPernikahan Amir Hamzah dan Tengku Puteri Kamaliah adalah pernikahan yang dipaksakan demi kepentingan politik. Keduanya terpaksa harus menjalani pernikahan itu meski saling tahu bahwa masing-masing tak saling mencintai. Kerinduan dan kehilangan Amir pada Ilik Sundari tetap kuat membekas.  \nSementara diam-diam pula ternyata istri Amir\, Tengku Puteri Kamaliah\, mengetahui kisah cinta kasih Amir dan Ilik Sundari. Ia turut merasakan kesedihan cinta yang tak sampai itu. Pada puterinya\, Teungku Tahura ia berniat mengajak Ilik Sundari ke Mekkah naik haji bertiga bersama Amir. Bahkan\, jika Amir ingin tetap menikahi Ilik Sundari\, ia merelakannya.  \n\n \nTapi sebelum semua tercapai\, suasana Revolusi Kemerdekaan membawa ketidakpastian politik yang membawa rusuhan di seluruh Langkat. Atas hasutan segolongan laskar rakyat dengan agenda politik mereka\, meletuskan kerusuhan sosial. Istana Langkat diserbu dan dijarah. Begitu pula dengan nasib Amir. Ia diculik\, ditahan dan disiksa di sebuah perkebunan\, lalu dipenggal. Seperti perpisahan Amir dan Iliek Sundari\, juga pernikahan Amir dan Tengku Puteri Kamaliah yang penuh kepentingan politik kolonial\, demikian pula dengan kematiannya\, yang diwarnai kekacauan dan kepentingan politik.     \nDalam melakukan riset naskah pentas mengenai sosok Amir Hamzah\, penulis banyak bersumber dari buku karya Nh Dini berjudul Amir Hamzah\, Pangeran dari Seberang. Pementasan ini juga salah satunya sebagai bentuk salam hormat dari Titimangsa Foundation untuk penulis kebanggaan Indonesia yang baru saja berpulang\, Nh Dini. \n“Kisah hidup Amir Hamzah ini terceritakan sangat apik dalam karya seorang Nh Dini. Penulisan naskah pementasan ini juga bersumber salah satunya dari buku karyanya. Saya selalu mengagumi tulisan Nh Dini. Kekaguman saya pada Amir Hamzah dan Nh Dini inilah yang mendorong saya untuk berupaya mewujudkan cita-cita ini. Saya mengucapkan terima kasih kepada Bakti Budaya Djarum Foundation yang mendukung pertunjukan ini hingga terjadi dan para penonton yang mengapresiasi hingga ekosistem seni pertunjukan mampu tegak berdiri\,” lanjut Happy Salma. \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/pertunjukan-teater-berjudul-nyanyi-sunyi-revolusi/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/pertunjukan-teater-berjudul-nyanyi-sunyi-revolusi-zs4a16.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190131T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190131T190000
DTSTAMP:20260404T035333
CREATED:20201023T073933Z
LAST-MODIFIED:20201023T073933Z
UID:41729-1548961200-1548961200@indonesiakaya.com
SUMMARY:Road to 'Gamrock'
DESCRIPTION:
URL:https://indonesiakaya.com/event/road-to-gamrock/
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/h600-Riki-1-aJ9lRg.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190130T193000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190130T193000
DTSTAMP:20260404T035333
CREATED:20201022T031557Z
LAST-MODIFIED:20201022T075624Z
UID:36597-1548876600-1548876600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Forum Apresiasi Sastra Dan Budaya Kudus (FASBuK) Edisi Januari 2019
DESCRIPTION:Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK) yang didukung Bakti Budaya Djarum Foundation bekerja sama dengan Kajian Kreatifitas dan Seni FakultasTeknik (Teater Obeng) Universitas Muria Kudus akan menggelar lawatan rutin sastra dan budaya. Kali ini menampilkan pertunjukan monolog dan diskusi  “Dongeng Milenial“ di Auditorium Universitas Muria Kudus\, Kampus Gondangmanis PO BOX 53 Bae Kudus\, pada hari Rabu\, 30 Januari 2019\, pukul : 19.30 WIB. \nPanggung FASBuK (Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus ) pada edisi kali ini akan menampilkan sebuah pertunjukan Monolog. Indri Widya Sari\, seorang mahasiswi fakultas Psikologi yang sejak duduk di bangku Sekolah ini selalu aktif pada dunia broadcasting\, selain pernah menjadi aktris drama ia juga pernah menjadi asisten sutradara pada Film Pendek yang di Produksi untuk sebuah Festival Film. Dan pada kesempatan ini\, Indri Sihab (Nama Panggungnya) akan memainkan naskah ciptaannya sendiri yang terinspirasi dari keadaan di sekitarnya. “Dongeng Milenial“ adalah sebuah kisah seorang Ibu yang begitu menyanyangi buah hatinya\, namun ada gejolak kegelisahan yang selalu menghantui dirinya\, dia tidak ingin kegelisahan-kegelisahan itu berakibat buruk pada sang anak nantinya\, Ibu turut prihatin pada situasi sekarang ini dan ingin mengingatkan terus betapa hebatnya perjuangan-perjuangan para tokoh kemerdekaan bangsa\, betapa eloknya sejarah tentang bagai mana Negeri yang terjajah begitu lamanya mampu bangkit dari keterpurukan\, tidak semata-mata merupakan sebuah hadiah namun hasil jerih payah persatuan dan kesatuan sebuah bangsa. Ibu berharap dongeng itu dapat melindungi anaknya dari sifat pelupa yang hanya melihat masa kini tanpa mengetahui masa lampau. \nPada sesi berikutnya\, yakni setelah pertunjukan akan diadakan forum untuk berdiskusi\, sharing proses kreatif kepenulisan naskah dan juga proses kreatif sebuah pertunjukan Monolog. \nSekilas tentang Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK)\nBerdiri sejak 12 Januari 2009\, FASBuK adalah ruang kerja fisik dan pemikiran untuk mencipta inovasi serta varian-varian sebuah paket kemasan kegiatan dalam bidang kesusasteraan dan kesenian lokal yang nantinya mampu menjadi asset atas keberagaman kebudayaan nasional dan dekatmasyarakatnya sehingga tercapai ruang bersama untuk saling berbagi\, bertukar pikiran\, demi sebuah cita-cita luhur tumbuhnya nilai-nilai kesadaran manusia yang berbudaya. \nSecara rutin tiap bulannya FASBuK menggelar acara Sastra dan Seni Budaya yang meliputi Apresiasi sastra\, Sarasehan Budaya\, Pertunjukan Musik\, Tari dan Pementasan Drama/Teater\, dan sebagainya. \nUntuk mengetahui lebih lanjut mengenai kegiatan ini\, silahkan menghubungi:  \nForum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FasBuk) \nKetua Badan Pekerja FASBuK :Arfin AM \nNo. Hp: +62 857 4259 8480 \nEmail: fasbuk93@gmail.com
URL:https://indonesiakaya.com/event/forum-apresiasi-sastra-dan-budaya-kudus-fasbuk-edisi-januari-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/forum-apresiasi-sastra-dan-budaya-kudus-fasbuk-edisi-januari-2019-vCc4k0.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190126T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190126T200000
DTSTAMP:20260404T035333
CREATED:20201022T031552Z
LAST-MODIFIED:20201022T075619Z
UID:36590-1548532800-1548532800@indonesiakaya.com
SUMMARY:Wayang Orang Gatotkaca Gandrung
DESCRIPTION:Griya Budaya Titah Nareswari Surakarta didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation akan menyelenggarakan pertunjukan Wayang Orang berjudul Gatotkaca Gandrung\, pada tanggal 26 Januari 2019\, bertempat di Desa Potronayan\, Kecamatan Nogosari\, Kabupaten Boyolali.\n \nRaden Gatotkaca ksatria Pringgondani jatuh cinta pada Endang Pergiwa\, yang kebetulan adalah putri dari Raden Arjuna\, pamannya. Pucuk dicinta ulam tiba\, cinta mereka saling berbalas. Namun hubungan kasih mereka berkendala. Raden Arjuna tidak menyetujui hubungan itu. Berbagai upaya dilakukan demi mewujudkan cinta kasih kedua insan ini. Dengan bantuan dari Prabu Kresna\, akhirnya mendapatkan titik temunya dan Raden Gatotkaca dan Endang Pergiwa dapat bersatu dalam sebuah pernikahan.\n \nInfo lebih lanjut mengenai kegiatan ini : \nIta Wijayanti : 0822 2521 2426 
URL:https://indonesiakaya.com/event/wayang-orang-gatotkaca-gandrung/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/wayang-orang-gatotkaca-gandrung-2KzjxH.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190126T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190126T000000
DTSTAMP:20260404T035333
CREATED:20201022T031524Z
LAST-MODIFIED:20201022T075550Z
UID:36547-1548460800-1548460800@indonesiakaya.com
SUMMARY:Griya Budaya Titah Nareswari Surakarta Mempersembahkan Wayang Orang Gatotkaca Gandrung
DESCRIPTION:Raden Gatotkaca ksatria Pringgondani jatuh cinta pada Endang Pergiwa\, yang kebetulan adalah putri dari Raden Arjuna\, pamannya. Pucuk dicinta ulam tiba\, cinta mereka saling berbalas. Namun hubungan kasih mereka berkendala. Raden Arjuna tidak menyetujui hubungan itu. Berbagai upaya dilakukan demi mewujudkan cinta kasih kedua insan ini. Dengan bantuan dari Prabu Kresna\, akhirnya mendapatkan titik temunya dan Raden Gatotkaca dan Endang Pergiwa dapat bersatu dalam sebuah pernikahan. \n \nGriya Budaya Titah Nareswari Surakarta didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation sukses menyelenggarakan pertunjukan Wayang Orang berjudul Gatotkaca Gandrung\, pada tanggal 26 Januari 2019\, bertempat di Desa Potronayan\, Kecamatan Nogosari\, Kabupaten Boyolali. \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/griya-budaya-titah-nareswari-surakarta-mempersembahkan-wayang-orang-gatotkaca-gandrung/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/griya-budaya-titah-nareswari-surakarta-mempersembahkan-wayang-orang-gatotkaca-gandrung-4OGovj.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190119T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190119T200000
DTSTAMP:20260404T035333
CREATED:20201022T031558Z
LAST-MODIFIED:20201022T075625Z
UID:36598-1547928000-1547928000@indonesiakaya.com
SUMMARY:Suluk Maleman Edisi Januari 2019
DESCRIPTION:Suluk Maleman adalah acara rutin bulanan yang dirancang sebagai ajang untuk silaturrahim\, tukar pikiran\, mengaji masalah-masalah yang dihadapi bangsa\, baik di tingkat lokal maupun nasional. Acara ini sejak awal digagas sebagai oase untuk merekatkan kembali ikatan kemanusiaan\, kemasyarakatan dan kebangsaan. \nTema Suluk Maleman kali ini “Bharatayudha Wurung”. Tema ini merupakan bagian ketujuh dari episode Taubat Nusantara\, Menjaga Nalar Bangsa dan sekaligus merupakan peringatan tujuh tahun Suluk Maleman. Untuk membahas tema ini akan hadir Ki H. Sujiwo Tejo dan Drs. Ilyas M.Ag. Kecuali gelaran wayang\, seperti biasa\, acara ini akan diselingi pagelaran musik oleh Orkes Puisi Sampak Gus Uran. \nKegiatan dilaksanakan pada tanggal 19 Januari 2019\, pukul 20.00 WIB\, bertempat di Rumah Adab Indonesia Mulia\, Jalan P. Diponegoro No 94\, Pati. \nInfo lebih lanjut :\nWebsite: www.sulukmaleman.com\nFacebook: fb.com/sulukmaleman\nTwitter: @suluk_maleman\nInstagram: @sulukmaleman
URL:https://indonesiakaya.com/event/suluk-maleman-edisi-januari-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/suluk-maleman-edisi-januari-2019-tloIs3.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190103T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190103T200000
DTSTAMP:20260404T035333
CREATED:20201022T031559Z
LAST-MODIFIED:20201022T075626Z
UID:36599-1546545600-1546545600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Kesenian Tradisi Salawaik Dulang di Festival Nan Jombang
DESCRIPTION:Nan Jombang Grup bersama Komunitas Galombang Minangkabau kembali menyelenggarakan program rutin Festival Nan Jombang Tgl 3 pada tahun 2019. Festival Nan Jombang Tgl 3 pada bulan Januari 2019 ini bersamaan dengan launching program tahunan Nan Jombang Grup dan Komunitas Galombang Minangkabau di Tahun 2019. Tahun ini program Nan Jombang Grup dan Komunitas Galombang Minangkabau diantaranya Festival Nan Jombang Tgl 3\, Kato Babega\, dan KABA Festival 2019. Festival Nan Jombang Tgl 3 pada kamis 3 Januari 2019 akan dibuka dengan menampilkan kesenian tradisi Salawaik Dulang. \nKegiatan berkesinambungan yang diprogram oleh Nan Jombang Grup dan komunitas Galombang Minangkabau merupakan bentuk pelestarian serta wadah apresiasi terhadap keberadaan seni tradisi Minangkabau dimasa ini. Salawaik Dulang merupakan bentuk sastra lisan Minangkabau bernuansa Islam yang merupakan media dakwah keislaman berisikan bacaan sholawat atau puji-pujian terhadap Nabi Muhammad SAW\, kajian tarekat\, kisah nabi dan rasul\, dan juga masalah syariat. \nBerbeda dengan penampilan biasanya\, kali ini pertunjukan Salawaik Dulang ditampilkan dengan tiga penampil sekaligus. Tiga grup Salawaik Dulang yang akan tampil merupakan grup salawaik Dulang berasal dari daerah Batu Sangka Kabupaten Tanah Datar yakni Sinar Barapi\, Bintang Purnama\, dan DC 8. Selain itu yang juga sangat istimewa pada Festival Nan Jombang tgl 3 kali ini yakni grup Salawaik Dulang Bintang Purnama merupakan grup salawaik Dulang dengan pemain wanita. \nMenurut Jhon Cakra pimpinan Sinar Barapi (19 Desember 2018)\, Salawaik Dulang merupakan bagian dari Silahturahmi antara pelaku dan masyarakat. Selain itu Salawaik Dulang adalah media bagi pelaku Salawaik untuk mengenal dan memahami budaya suatu kelompok masyarakat tempat mereka tampil. Dengan pernyataan dari pimpinan Sinar Barapi tersebut kembali dapat dipahami betapa pentingnya keberadaan kesenian tradisi bagi keberlangsungan hidup bermasyarakat dan pelestarian nilai kebudayaan setiap kelompok masyarakat. \nNilai-nilai keislaman\, sensitivitas dalam masyarakat\, serta kemahiran para pemain Salawaik Dulang Sinar Barapi\, DC 8\, dan Bintang Purnama dalam ber-Salawaik Dulang sepertinya akan menjadi sesuatu yang sangat sayang kalau dilewatkan menyaksikannya pada Festival Nan Jombang Tgl 3 Januari 2019 mendatang. Seperti tahun-tahun sebelumnya Festival Tgl 3 tetap akan diselenggarakan di Ladang Tari Nan Jombang Balai Baru Padang. Festival nan jombang Tgl 3 merupakan program tahunan Nan Jombang Grup. Tahun ini untuk kesekian kalinya Bakti  Budaya Djarum Foundation kembali mendukung kegiatan Festival Nan Jombang Tgl 3. Kegiatan ini juga didukung oleh Taman Budaya Sumatera Barat. \nInfo lebih lanjut\, silahkan menghubungi panitia : \nAngga Djamar : 0812 6616 716\nwww.nanjombangdance.id
URL:https://indonesiakaya.com/event/kesenian-tradisi-salawaik-dulang-di-festival-nan-jombang/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/kesenian-tradisi-salawaik-dulang-di-festival-nan-jombang-zmOVSA.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190103T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190103T000000
DTSTAMP:20260404T035333
CREATED:20201022T031547Z
LAST-MODIFIED:20201022T075614Z
UID:36582-1546473600-1546473600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Jagongan Wagen dan Ruang Seni Rupa Tahun 2018\, Program Padepokan Seni Bagong Kussudiardja
DESCRIPTION:Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) yang didirikan oleh alm. Bagong Kussudiardja di Kabupaten Bantul\, D.I. Yogyakarta pada tahun 1978\, merupakan tempat kesenian yang mempunyai nilai monumental sebagai tempat belajar seni-nya kesenian. Keberadaan PSBK sejak awal berdirinya\, telah menjadi pusat perhatian atas pertumbuhan dan perkembangan nilai seni yang ada di kesenian\, baik yang diwujudkan dalam bentuk karya kesenian\, maupun yang diwujudkan untuk keindahan hidup manusia dan masyarakat. \nFasilitas PSBK didukung aset fisik berupa kompleks seluas 5.000 meter² dengan bangunan fisik yang mendukung dan mewujudkan berbagai nilai belajar seni serta tempat kegiatan berkesenian PSBK (latihan\, pelatihan\, proses penciptaan seni\, kolaborasi seni\, presentasi seni yang berwujud pertunjukan-pameran\, workshop seni\, kunjungan seni\, dan berbincang seni). Kompleks padepokan ini pun dipakai sebagai studio untuk 4 grup kelompok seni yaitu\, Kua Etnika\, Sinten Remen\, Teater Gandrik\, dan Pusat Latihan Tari (PLT) Bagong Kussudiardja. \nSalah satu bentuk Program Presentasi di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) adalah Jagongan Wagen (JW) yang digulirkan untuk membawa seniman dan masyarakat secara bersama-sama berpartisipasi dalam mengembangkan kreatifitas melalui praktek pertunjukan di PSBK. Bentuk kesenian yang dikedepankan dalam progam JW adalah sebuah ruang belajar dan berkarya dengan memadukan berbagai kekuatan disiplin kesenian yang berbeda. \nPada tahun 2018\, Jagongan Wagen sukses berlangsung selama 10 kali dengan mengangkat tema acara yang berbeda-beda di tiap bulan pelaksanaannya. DS DS Invisible Costs (Jagongan Wagen Edisi Februari 2018)\, Ngetutke Rasa (Jagongan Wagen Edisi Maret 2018)\, Pertemuan Kita (Jagongan Wagen Edisi April 2018)\, Wedhung Pace (Jagongan Wagen Edisi Mei 2018)\, Kloewoeng (Jagongan Wagen Edisi Juli 2018)\, Bintang Kecil Di Langit Yang Biru (Jagongan Wagen Edisi Agustus 2018)\, Simpang Jalan Menuju Rumah (Jagongan Wagen Edisi September 2018)\, Gelar Seni Gugus Bagong (agongan Wagen Edisi Oktober 2018)\, Sua Suara (Jagongan Wagen Edisi November 2018)\, dan Human (Jagongan Wagen Edisi Desember 2018). \n \nProgram lain yang sukses berlangsung pada tahun 2018 adalah Ruang Seni Rupa\, yaitu ruang belajar\, berekspresi dan berapresiasi melalui media seni rupa baik dua dimensi maupun tiga dimensi. Seniman dan masyarakat umum dapat berinteraksi dalam ruang tersebut dan akhirnya dapat berbagi gagasan-gagasan kreatif baru. Empat kegiatan pameran Ruang Seni Rupa menghadirkan tema Titik Temu\, Di Antara Dua Dunia\, Dongeng Tentang Kemerdekaan\, Menakar yang Gentar dan Gemetar. \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/jagongan-wagen-dan-ruang-seni-rupa-tahun-2018-program-padepokan-seni-bagong-kussudiardja/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/jagongan-wagen-dan-ruang-seni-rupa-tahun-2018-program-padepokan-seni-bagong-kussudiardja-G9yEx5.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190102T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190102T000000
DTSTAMP:20260404T035333
CREATED:20201022T031551Z
LAST-MODIFIED:20201022T075618Z
UID:36588-1546387200-1546387200@indonesiakaya.com
SUMMARY:Kegiatan Forum Apresiasi Sastra Dan Budaya Kudus (FASBuK) Tahun 2018
DESCRIPTION:Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK) yang di dukung Bakti Budaya Djarum Foundation sukses menggelar kegiatan sastra dan Budaya selama tahun 2018. Kegiatan yang diadakan setiap bulan tersebut mampu menyedot perhatian masyarakat di kota Kudus dan sekitarnya. \nPada tahun 2018 tema kegiatan yang dipilih adalah pertunjukan berjudul Shinta\, Monolog berjudul Drupadi\, pertunjukan musik Cempaka Putih\, pertunjukan berjudul Anahom\, pertunjukan berjudul Si Bola Mata\, pentas tari Gusjigang\, pertunjukan Langit Senja\, monolog berjudul Cut Nyak Dhien\, pertunjukan musik Orstic\, pertunjukan berjudul Membaca Makna\, pertunjukan musik berjudul Tanpa Batas\, musikalisasi puisi Senandung Ombak\, pertunjukan teater berjudul Kabut Wajar\, dan pertunjukan teater berjudul Anang ing Muria. \n \nBerdiri sejak 12 Januari 2009\, FASBuK adalah ruang kerja fisik dan pemikiran untuk mencipta inovasi serta varian-varian sebuah paket kemasan kegiatan dalam bidang kesusasteraan dan kesenian lokal yang nantinya mampu menjadi asset atas keberagaman kebudayaan nasional dan dekat masyarakatnya sehingga tercapai ruang bersama untuk saling berbagi\, bertukar pikiran\, demi sebuah cita-cita luhur tumbuhnya nilai-nilai kesadaran manusia yang berbudaya. Secara rutin tiap bulannya FASBuK menggelar acara Sastra dan Seni Budaya yang meliputi Apresiasi sastra\, Sarasehan Budaya\, Pertunjukan Musik\, Tari dan Pementasan Drama/Teater\, dan sebagainya. \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia
URL:https://indonesiakaya.com/event/kegiatan-forum-apresiasi-sastra-dan-budaya-kudus-fasbuk-tahun-2018/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/kegiatan-forum-apresiasi-sastra-dan-budaya-kudus-fasbuk-tahun-2018-6iPKvx.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190101T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190101T000000
DTSTAMP:20260404T035333
CREATED:20201022T031554Z
LAST-MODIFIED:20201022T075621Z
UID:36592-1546300800-1546300800@indonesiakaya.com
SUMMARY:Kegiatan Festival Nan Jombang Tahun 2018
DESCRIPTION:Festival Nan Jombang yang  dilaksanakan oleh Komunitas Galombang Minangkabau di bawah payung Nan Jombang Group dilaksanakan setiap bulan di setiap tanggal tiga. Kegiatan ini digelar rutin dengan menampilkan bentuk-bentuk kesenian tradisi yang kita miliki agar tetap ada dan diminati oleh masyarakat. \nBakti Budaya Djarum Foundation juga mendukung rangkaian kegiatan Festival Nan Jombang yang dilaksanakan pada tahun 2018 bertempat di Ladang Tari Nan Jombang\, Sanggar Rimbo Tarok Belakang Perumahan POLDA Balai Baru Padang\, Sumater Barat. \n \nPertunjukan yang dihadirkan dalam Festival Nan Jombang tanggal 3 pada tahun 2018\, antara lain Randai Buluah Sonsang\, Randai Anggun Nan Tongga\, Randai Gombang Alam Sariameh\, Randai Rantak Saiyo\, Randai Rambun Pamenan\, Randai Siti Baheram\, Randai Lareh Simawang\, Randai Intan Pangiriang\, Randai Santan Batapi\, Randai Siti Rohana\, Randai Malin Duano\, dan Randai Anggun Nan Tongga. \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia
URL:https://indonesiakaya.com/event/kegiatan-festival-nan-jombang-tahun-2018/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/kegiatan-festival-nan-jombang-tahun-2018-gQeuTX.tmp_.jpg
END:VEVENT
END:VCALENDAR