BEGIN:VCALENDAR
VERSION:2.0
PRODID:-//Indonesia Kaya - ECPv6.15.15//NONSGML v1.0//EN
CALSCALE:GREGORIAN
METHOD:PUBLISH
X-WR-CALNAME:Indonesia Kaya
X-ORIGINAL-URL:https://indonesiakaya.com
X-WR-CALDESC:Events for Indonesia Kaya
REFRESH-INTERVAL;VALUE=DURATION:PT1H
X-Robots-Tag:noindex
X-PUBLISHED-TTL:PT1H
BEGIN:VTIMEZONE
TZID:Asia/Jakarta
BEGIN:STANDARD
TZOFFSETFROM:+0700
TZOFFSETTO:+0700
TZNAME:WIB
DTSTART:20250101T000000
END:STANDARD
END:VTIMEZONE
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20260530T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20260530T200000
DTSTAMP:20260605T231105
CREATED:20260523T204822Z
LAST-MODIFIED:20260523T204822Z
UID:98716-1780167600-1780171200@indonesiakaya.com
SUMMARY:Tamasya di Medan Terliar oleh DRKR Kolektif - 19.00
DESCRIPTION:Pentas Tamasya di Medan Terliar merupakan pengembangan dari album musik Medan Terliar karya musisi DRKRK Kolektif (saat ini album sudah tersedia di platform Spotify). Pentas ini akan mengajak penonton untuk masuk ke dalam ‘Medan terLiar’\, sebuah semesta alternatif yang merupakan pantulan dari realitas kita sehari-hari. Secara imajinatif\, semesta ‘Medan terLiar’ terbuka pada realitas kita pada waktu tertentu sehingga penonton dapat masuk dan bertamasya di dalamnya dengan menyaksikan pentas gerak\, musik dan narasi.  \nPenonton akan dilibatkan untuk berekspresi bersama dalam rangka berefleksi dan mengapresiasi diri dengan media visual dan improvisasi puisi secara spontan. Pentas ini berformat imersif dan inklusif melalui dramaturgi yang disusun dengan elemen seni musik\, peran\, gerak dan tari\, narasi dan puisi\, dan visual\, menghadirkan pengalaman berada di dalam ‘Medan terLiar’.  \nTentang Penyelenggara \nDRKR (Dari Rumah Ke Rumah) adalah kolektif seni pertunjukan\, visual\, dan lintas disiplin seni yang dijalankan secara nonhierarki. DRKR didirikan pada masa pandemi 2020—untuk merespons ditutupnya ruang-ruang seni pertunjukan. Pada masa itu\, DRKR mengadakan online performance melalui Zoom yang melibatkan para penampil dari Jakarta\, Depok\, Bogor\, Tangerang Selatan\, Solo\, Banyuwangi\, Padang\, Medan\, Kalimantan Timur\, Aceh\, Jayapura\, Sumbawa\, dan Batam. \nSemasa PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar)\, DRKR berkolaborasi dengan Gudskul Ekosistem. Kolaborasi tersebut menghasilkan sebuah dance film berjudul “BILIK”; terdiri dari 16 karya tari yang melibatkan 13 penari dan 8 perupa.  \nSelepas pandemi\, DRKR mengikuti kegiatan di 2Madison Gallery\, berkolaborasi dengan seniman Monica Hapsari di Museum MACAN\, dan mementaskan lakon ‘BATJADI’ dalam acara Rasasastra di Semesta Gallery. Pada 2023\, DRKR ditunjuk menjadi fasilitator untuk Pekan Kebudayaan Nasional dalam kuratorial ‘Laku Hidup’ di Cikini VII\, Taman Sempur-Bogor\, Galur\, dan Pulau Pramuka di Kepulauan Seribu. Pada 2024 dan 2025\, DRKR berkolaborasi dengan IFI Indonesia-Jakarta yang menghasilkan acara ‘butir PARTY’ dan ‘20BELANTARA25’ (terdiri dari kelas tari untuk publik\, public lecture\, dan live performance).
URL:https://indonesiakaya.com/event/tamasya-di-medan-terliar-oleh-drkr-kolektif-19-00/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2026/05/GIK_04-Mei-2026_Artboard-7-copy-4-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;VALUE=DATE:20260601
DTEND;VALUE=DATE:20260604
DTSTAMP:20260605T231105
CREATED:20260515T114024Z
LAST-MODIFIED:20260520T142917Z
UID:98461-1780272000-1780531199@indonesiakaya.com
SUMMARY:Ruang Kreatif: Revitalisasi Tari Nandak Ganjen oleh Atien dan Kartini Kisam
DESCRIPTION:Buah cempedak buah durian\, sambil nandak curi perhatian. Nandak Ganjen merupakan pengungkapan refleksi dari sebuah langkah hidup gadis-gadis remaja yang beranjak dewasa\, merasakan puber\, cinta pertama dan keceriaan bersama teman-teman. Dalam garapan tari Nandak Ganjen\, tertuang ragam gerak yang menggambarkan kelincahan\, percaya diri dan keinginan mendapatkan perhatian\, seperti yang tersirat dalam pantun di atas. \nNandak Ganjen koreografi oleh Alm. Entong Sukirman\, dengan Atien dan Kartini Kisam sebagai pengkarya musik dan vokal. Kelas kali ini merupakan Masterclass\, diajarkan langsung oleh Atien dan Kartini Kisam\, mengupas ragam detail gerakan Nandak Ganjen yang setelah diajarkan dari tangan ke tangan\, seringkali telah berubah bentuk. Usaha revitalisasi kali ini merupakan sebuah harapan untuk mengembalikan Nandak Ganjen ke dalam pakem dan koreografi awal kepada para pengajar tari\, sehingga dapat mengajarkan Nandak Ganjen dengan lebih akurat. \n**Kelas ini merupakan Masterclass khusus untuk guru atau pengajar tari\, baik independen\, sekolah maupun sanggar. \n  \nPeriode Kelas \nKelas 1-3 Juni 2026 \n17.00-19.00 WIB \nSyarat dan Ketentuan \nSistem Masterclass \n\nPeserta akan diajarkan pakem-pakem Nandak Ganjen secara benar selama 3 hari pelatihan.\nPeserta kembali ke sanggar/sekolah/murid masing-masing untuk mengajarkan Nandak Ganjen secara akurat kepada anak didiknya.\nPeserta membawa anak didiknya (2-5 anak didik) untuk menari dalam uji pentas di tanggal 28 Juni 2026. Setiap kelompok akan mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan masukan dan komentar langsung dari pengajar.\nSertifikat Nandak Ganjen akan diberikan setelah peserta lengkap mengikuti 3 hari pelatihan dan uji pentas.\n\nPersyaratan Peserta \n\nGuru tari yang masih aktif mengajar (laki-laki dan perempuan).\nDapat menarikan Nandak Ganjen dengan lengkap.\nDapat mengikuti seluruh kelas (3 hari).\nMasing-masing sanggar/sekolah dapat mengirimkan satu orang untuk belajar\, dan satu orang observer (pengamat).\nBerkomitmen untuk mengajarkan kembali pakem Nandak Ganjen secara akurat.\nMembawa selendang tari (perempuan mengenakan kain sarung).\nTempat terbatas\, peserta yang telah konfirmasi via whatsapp merupakan peserta sah dari program ini.\n\n  \nTentang Pengajar \nAtien Kisam merupakan seorang koreografer\, konseptor\, penata musik dan sutradara yang terfokus dalam tradisi Betawi dan telah berkarya sejak tahun 1983. Ia telah banyak menelurkan berbagai karya dan juga berkolaborasi dengan banyak seniman\, dan telah banyak berkarya di berbagai komunitas seni baik di dalam maupun luar negeri\, dan juga sebagai konseptor pertunjukan\, diantaranya adalah HUT 498 Jakarta\, Abang None DKI Jakarta\, Ballet in Batavia\, dan Blood  Brothers. Ia juga banyak bekerjasama dengan Teater Abang None Jakarta asuhan Maudy Koesnaedi. Ia juga banyak membuat koreografi tari kreasi Betawi\, salah satunya adalah Enjot-Enjotan\, dan Nandak Ganjen sebagai pengkarya musik. Ia pernah belajar di Dongguk University dan National Theatre of Korea. \nKartini Kisam merupakan seorang seniman tari\, koreografer\, pengajar dan Maestro tari topeng Betawi. Sebagai seorang pengajar dan pemilik sanggar Ratnasari yang berfokus pada kebudayaan Betawi\, ia berfokus dalam mengajarkan tari Betawi\, seperti di Universitas Negeri Jakarta (UNJ)\, Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dan banyak lagi. Sebagai pengajar dan penari\, ia telah menerima banyak penghargaan baik dari dalam maupun luar negeri\, dan juga telah membawa misi kebudayaan ke beberapa negara\, seperti Hongkong\, Singapura\, Mesir dan Nigeria. Ia juga banyak menelurkan karya\, salah satunya adalah keterlibatan di Nandak Ganjen sebagai pengkarya vokal. \n 
URL:https://indonesiakaya.com/event/ruang-kreatif-revitalisasi-tari-nandak-ganjen-oleh-atien-dan-kartini-kisam/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2026/05/RK_Revitalisasi-Tari-Nandak-Ganjen_Web-Square.jpg-1.jpeg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20260606T150000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20260606T160000
DTSTAMP:20260605T231105
CREATED:20260531T123235Z
LAST-MODIFIED:20260531T123235Z
UID:98796-1780758000-1780761600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Majoor Jantje: The Last Mardijkers oleh Salindia Teater
DESCRIPTION:Majoor Jantje: The Last Mardijkers adalah sebuah naskah monolog yang diambil dari novel berjudul Mayor Jantje: Cerita Tuan Tanah Batavia Abad ke-19 oleh Johan Fabricius. Mayor Jantje sendiri adalah seorang bekas budak yang dimerdekakan zaman Hindia-Belanda\, kemudian menjadi kaya raya secara tiba-tiba karena tanah yang ia beli ternyata terdapat banyak sarang burung walet\, yang saat itu sangat bernilai ekonomi tinggi. Ia bahkan disebut-sebut sebagai orang terkaya di Batavia\, bahkan kemungkinan di Hindia Belanda.  \nMelalui kekayaannya\, ia menjadi orang yang menyokong lahirnya musik Tanjidor\, yang kemudian menjadi musik khas Betawi. Karena menyukai musik\, Mayor Jantje mengundang para pemusik andal dari berbagai jenis musik (Sunda\, Jawa\, Cina\, hingga Eropa) untuk bermain musik di istananya. Hal menarik dari kisah hidup Mayor Jantje adalah kisah kehidupan pribadinya yang kelam. Setelah hidup “terlalu sempurna” dan dapat memiliki segalanya\, ia justru ditinggal mati oleh istri tercintanya dan mentalnya terganggu. Harta yang dimiliki tidak mampu lagi membuatnya bahagia.  \nPertunjukan ini dibawakan dalam bentuk monolog/monodrama\, dimana satu orang membawakan peran utama sekaligus peran-peran pendukung lainnya. Instrumen musik Tanjidor digunakan sebagai pengiring serta bahasa dramatik yang sangat erat dengan kehidupan Mayor Jantje.  \n  \nTentang Penyelenggara \nSalindia Teater adalah komunitas teater yang didirikan pada tahun 2021 oleh sekelompok anak muda dengan fokus utama pada penguatan peran dan kedudukan strategis perempuan dalam dunia seni pertunjukan. Melalui pendekatan realisme serta perhatian mendalam terhadap performa keaktoran\, Salindia Teater menghadirkan karya-karya yang merefleksikan persoalan keseharian dengan dimensi politis dan sosial yang kuat. Beberapa karya yang telah dipentaskan antara lain Babu-Babu (Taman Ismail Marzuki\, 2023) \,Trem Bernama Desire (Taman Ismail Marzuki\, 2024) dan beberapa karya lainnya. \nSebagai kelompok teater\, Salindia berkomitmen untuk tetap relevan dengan perkembangan sosial\, politik\, dan budaya. Kami melihat teater bukan hanya sebagai medium artistik\, tetapi juga sebagai sarana dialog publik. Salindia percaya bahwa teater harus menjadi jembatan antara isu-isu dan gagasan yang biasanya hanya dibicarakan di lingkaran intelektual\, dengan lapisan masyarakat lain yang jarang bersentuhan langsung dengan wacana tersebut. Karena itu\, setiap keputusan artistik Salindia dirancang agar mudah dicerna dan direnungkan oleh berbagai lapisan penonton tanpa mengorbankan nilai estetik pertunjukannya.  \nPertunjukan yang pernah dipentaskan Salindia Teater\, antara lain: Les Bonnes/Babu-Babu karya Jean Genet (2023)\, Seribu Kunang-Kunang di Manhattan karya Umar Kayam (2024)\, Trem Bernama Desire karya Tennessee Williams (2024-2025)\, Sebelum Merdeka Lagi (2025).
URL:https://indonesiakaya.com/event/majoor-jantje-the-last-mardijkers-oleh-salindia-teater/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2026/05/GIK_05-Juni-2026_Artboard-7-copy-6.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20260606T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20260606T200000
DTSTAMP:20260605T231105
CREATED:20260531T123642Z
LAST-MODIFIED:20260531T123642Z
UID:98803-1780772400-1780776000@indonesiakaya.com
SUMMARY:Majoor Jantje: The Last Mardijkers oleh Salindia Teater - 19.00
DESCRIPTION:Majoor Jantje: The Last Mardijkers adalah sebuah naskah monolog yang diambil dari novel berjudul Mayor Jantje: Cerita Tuan Tanah Batavia Abad ke-19 oleh Johan Fabricius. Mayor Jantje sendiri adalah seorang bekas budak yang dimerdekakan zaman Hindia-Belanda\, kemudian menjadi kaya raya secara tiba-tiba karena tanah yang ia beli ternyata terdapat banyak sarang burung walet\, yang saat itu sangat bernilai ekonomi tinggi. Ia bahkan disebut-sebut sebagai orang terkaya di Batavia\, bahkan kemungkinan di Hindia Belanda.  \nMelalui kekayaannya\, ia menjadi orang yang menyokong lahirnya musik Tanjidor\, yang kemudian menjadi musik khas Betawi. Karena menyukai musik\, Mayor Jantje mengundang para pemusik andal dari berbagai jenis musik (Sunda\, Jawa\, Cina\, hingga Eropa) untuk bermain musik di istananya. Hal menarik dari kisah hidup Mayor Jantje adalah kisah kehidupan pribadinya yang kelam. Setelah hidup “terlalu sempurna” dan dapat memiliki segalanya\, ia justru ditinggal mati oleh istri tercintanya dan mentalnya terganggu. Harta yang dimiliki tidak mampu lagi membuatnya bahagia.  \nPertunjukan ini dibawakan dalam bentuk monolog/monodrama\, dimana satu orang membawakan peran utama sekaligus peran-peran pendukung lainnya. Instrumen musik Tanjidor digunakan sebagai pengiring serta bahasa dramatik yang sangat erat dengan kehidupan Mayor Jantje.  \n  \nTentang Penyelenggara \nSalindia Teater adalah komunitas teater yang didirikan pada tahun 2021 oleh sekelompok anak muda dengan fokus utama pada penguatan peran dan kedudukan strategis perempuan dalam dunia seni pertunjukan. Melalui pendekatan realisme serta perhatian mendalam terhadap performa keaktoran\, Salindia Teater menghadirkan karya-karya yang merefleksikan persoalan keseharian dengan dimensi politis dan sosial yang kuat. Beberapa karya yang telah dipentaskan antara lain Babu-Babu (Taman Ismail Marzuki\, 2023) \,Trem Bernama Desire (Taman Ismail Marzuki\, 2024) dan beberapa karya lainnya. \nSebagai kelompok teater\, Salindia berkomitmen untuk tetap relevan dengan perkembangan sosial\, politik\, dan budaya. Kami melihat teater bukan hanya sebagai medium artistik\, tetapi juga sebagai sarana dialog publik. Salindia percaya bahwa teater harus menjadi jembatan antara isu-isu dan gagasan yang biasanya hanya dibicarakan di lingkaran intelektual\, dengan lapisan masyarakat lain yang jarang bersentuhan langsung dengan wacana tersebut. Karena itu\, setiap keputusan artistik Salindia dirancang agar mudah dicerna dan direnungkan oleh berbagai lapisan penonton tanpa mengorbankan nilai estetik pertunjukannya.  \nPertunjukan yang pernah dipentaskan Salindia Teater\, antara lain: Les Bonnes/Babu-Babu karya Jean Genet (2023)\, Seribu Kunang-Kunang di Manhattan karya Umar Kayam (2024)\, Trem Bernama Desire karya Tennessee Williams (2024-2025)\, Sebelum Merdeka Lagi (2025).
URL:https://indonesiakaya.com/event/majoor-jantje-the-last-mardijkers-oleh-salindia-teater-19-00/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2026/05/GIK_05-Juni-2026_Artboard-7-copy-7.jpg
END:VEVENT
END:VCALENDAR