BEGIN:VCALENDAR
VERSION:2.0
PRODID:-//Indonesia Kaya - ECPv6.15.15//NONSGML v1.0//EN
CALSCALE:GREGORIAN
METHOD:PUBLISH
X-WR-CALNAME:Indonesia Kaya
X-ORIGINAL-URL:https://indonesiakaya.com
X-WR-CALDESC:Events for Indonesia Kaya
REFRESH-INTERVAL;VALUE=DURATION:PT1H
X-Robots-Tag:noindex
X-PUBLISHED-TTL:PT1H
BEGIN:VTIMEZONE
TZID:Asia/Jakarta
BEGIN:STANDARD
TZOFFSETFROM:+0700
TZOFFSETTO:+0700
TZNAME:WIB
DTSTART:20250101T000000
END:STANDARD
END:VTIMEZONE
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20260606T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20260606T200000
DTSTAMP:20260606T045443
CREATED:20260531T123642Z
LAST-MODIFIED:20260531T123642Z
UID:98803-1780772400-1780776000@indonesiakaya.com
SUMMARY:Majoor Jantje: The Last Mardijkers oleh Salindia Teater - 19.00
DESCRIPTION:Majoor Jantje: The Last Mardijkers adalah sebuah naskah monolog yang diambil dari novel berjudul Mayor Jantje: Cerita Tuan Tanah Batavia Abad ke-19 oleh Johan Fabricius. Mayor Jantje sendiri adalah seorang bekas budak yang dimerdekakan zaman Hindia-Belanda\, kemudian menjadi kaya raya secara tiba-tiba karena tanah yang ia beli ternyata terdapat banyak sarang burung walet\, yang saat itu sangat bernilai ekonomi tinggi. Ia bahkan disebut-sebut sebagai orang terkaya di Batavia\, bahkan kemungkinan di Hindia Belanda.  \nMelalui kekayaannya\, ia menjadi orang yang menyokong lahirnya musik Tanjidor\, yang kemudian menjadi musik khas Betawi. Karena menyukai musik\, Mayor Jantje mengundang para pemusik andal dari berbagai jenis musik (Sunda\, Jawa\, Cina\, hingga Eropa) untuk bermain musik di istananya. Hal menarik dari kisah hidup Mayor Jantje adalah kisah kehidupan pribadinya yang kelam. Setelah hidup “terlalu sempurna” dan dapat memiliki segalanya\, ia justru ditinggal mati oleh istri tercintanya dan mentalnya terganggu. Harta yang dimiliki tidak mampu lagi membuatnya bahagia.  \nPertunjukan ini dibawakan dalam bentuk monolog/monodrama\, dimana satu orang membawakan peran utama sekaligus peran-peran pendukung lainnya. Instrumen musik Tanjidor digunakan sebagai pengiring serta bahasa dramatik yang sangat erat dengan kehidupan Mayor Jantje.  \n  \nTentang Penyelenggara \nSalindia Teater adalah komunitas teater yang didirikan pada tahun 2021 oleh sekelompok anak muda dengan fokus utama pada penguatan peran dan kedudukan strategis perempuan dalam dunia seni pertunjukan. Melalui pendekatan realisme serta perhatian mendalam terhadap performa keaktoran\, Salindia Teater menghadirkan karya-karya yang merefleksikan persoalan keseharian dengan dimensi politis dan sosial yang kuat. Beberapa karya yang telah dipentaskan antara lain Babu-Babu (Taman Ismail Marzuki\, 2023) \,Trem Bernama Desire (Taman Ismail Marzuki\, 2024) dan beberapa karya lainnya. \nSebagai kelompok teater\, Salindia berkomitmen untuk tetap relevan dengan perkembangan sosial\, politik\, dan budaya. Kami melihat teater bukan hanya sebagai medium artistik\, tetapi juga sebagai sarana dialog publik. Salindia percaya bahwa teater harus menjadi jembatan antara isu-isu dan gagasan yang biasanya hanya dibicarakan di lingkaran intelektual\, dengan lapisan masyarakat lain yang jarang bersentuhan langsung dengan wacana tersebut. Karena itu\, setiap keputusan artistik Salindia dirancang agar mudah dicerna dan direnungkan oleh berbagai lapisan penonton tanpa mengorbankan nilai estetik pertunjukannya.  \nPertunjukan yang pernah dipentaskan Salindia Teater\, antara lain: Les Bonnes/Babu-Babu karya Jean Genet (2023)\, Seribu Kunang-Kunang di Manhattan karya Umar Kayam (2024)\, Trem Bernama Desire karya Tennessee Williams (2024-2025)\, Sebelum Merdeka Lagi (2025).
URL:https://indonesiakaya.com/event/majoor-jantje-the-last-mardijkers-oleh-salindia-teater-19-00/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2026/05/GIK_05-Juni-2026_Artboard-7-copy-7.jpg
END:VEVENT
END:VCALENDAR