BEGIN:VCALENDAR
VERSION:2.0
PRODID:-//Indonesia Kaya - ECPv6.15.15//NONSGML v1.0//EN
CALSCALE:GREGORIAN
METHOD:PUBLISH
X-WR-CALNAME:Indonesia Kaya
X-ORIGINAL-URL:https://indonesiakaya.com
X-WR-CALDESC:Events for Indonesia Kaya
REFRESH-INTERVAL;VALUE=DURATION:PT1H
X-Robots-Tag:noindex
X-PUBLISHED-TTL:PT1H
BEGIN:VTIMEZONE
TZID:Asia/Jakarta
BEGIN:STANDARD
TZOFFSETFROM:+0700
TZOFFSETTO:+0700
TZNAME:WIB
DTSTART:20180101T000000
END:STANDARD
END:VTIMEZONE
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190617T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190617T000000
DTSTAMP:20260404T202906
CREATED:20201022T031359Z
LAST-MODIFIED:20230925T034642Z
UID:36418-1560729600-1560729600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Opera Drama Wayang "Sang Penjaga Hati"
DESCRIPTION:Sepenggal kisah dari sang penjaga hati yang dengan setia menemani  kemanapun kekasih hatinya melangkah untuk mencari kesejatian hidup. Adalah Narasoma dan Setyawati berjalan menuruni jurang terjal berusaha sampai pada lembah kebahagiaan. Bagi keduanya cinta memang sesuatu yang indah\, tapi kadang cinta juga memberikan kesedihan yang dalam. Karena cinta pula Setyawati harus terpisah selamanya dengan Bagaspati ayah yang mengasuhnya sejak kecil hingga dewasa. \nKarena cinta pula Narasoma merelakan Dewi Madrim adik semata wayangnya harus terpisah dengannya\, barangkali begitulah bagi Narasoma melepaskan Madrim ke tangan Pandu adalah bukti cintanya untuk kebahagiaan Madrim. \n \nDan akhirnya yang paling berat dalam hidupnya adalah terpisah dengan kekasih sejatinya\, Dewi Setyawati.  Bharatayuda telah memanggil ksatria Mandaraka yang sudah tidak muda itu untuk turun ke gelanggang payudan demi  Pandawa\, Narasoma merelakan nyawanya di gelanggang Bharatayuda  untuk kejayaan Pandawa. Semua dilakukannya karena cinta. Semua dilakukannya karena dia adalah sang penjaga hati. \nBagi sang penjaga hati seperti Narasoma\, setiap cerita selalu punya akhir\, tapi dalam kehidupannya bersama Setyawati sebuah akhir hanyalah sebuah awal untuk menapaki cerita baru\, karena dia adalah Sang Penjaga Hati dalam kehidupan selanjutnya. \n \nWayang Orang Swargaloka didukung Bakti Budaya Djarum Foundation kembali mempersembahkan sebuah pertunjukan wayang orang berbahasa Indonesia dalam bentuk opera tradisi modern\, perpaduan wayang kulit dalam layar lebar dan wayang orang\, dengan balutan tarian tradisi kontemporer nusantara\, serta diiringi musik orkestra gamelan berkolaborasi dengan instrument musik modern. Hasil kemasan tersebut dinamakan The Indonesia Opera Drayang Swargaloka dan telah memperoleh beberapa penghargaan diantaranya dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Pementasan diselenggarakan pada hari Senin tanggal 17 Juni 2019\, di Gedung Kesenian Jakarta\, dengan menyajikan lakon dengan judul “Sang Penjaga Hati”. \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/opera-drama-wayang-sang-penjaga-hati/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/opera-drama-wayang-sang-penjaga-hati1-CHvkTt.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190617T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190617T200000
DTSTAMP:20260404T202906
CREATED:20201022T031424Z
LAST-MODIFIED:20230925T034749Z
UID:36457-1560801600-1560801600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Opera Drama Wayang "Sang Penjaga Hati"
DESCRIPTION:Swargaloka didukung Bakti Budaya Djarum Foundation kembali mempersembahkan sebuah pertunjukan wayang orang berbahasa Indonesia dalam bentuk opera tradisi modern\, perpaduan wayang kulit dalam layar lebar dan wayang orang  dengan balutan tarian tradisi kontemporer nusantara\, serta diiringi musik orkestra gamelan berkolaborasi dengan instrument musik modern. Hasil kemasan tersebut dinamakan The Indonesia Opera Drayang Swargaloka dan telah memperoleh beberapa penghargaan diantaranya dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI)\nPementasan akan diselenggarakan pada hari Senin tanggal 17 Juni 2019 pukul 20.00 WIB\, dengan menyajikan lakon dengan judul “Sang Penjaga Hati” \nSinopsis :\nSepenggal kisah dari sang penjaga hati yang dengan setia menemani  kemanapun kekasih hatinya melangkah untuk mencari kesejatian hidup. \nAdalah Narasoma dan Setyawati berjalan menuruni jurang terjal berusaha sampai pada lembah kebahagiaan. Bagi keduanya cinta memang sesuatu yang indah\, tapi kadang cinta juga memberikan kesedihan yang dalam. Karena cinta pula Setyawati harus terpisah selamanya dengan Bagaspati ayah yang mengasuhnya sejak kecil hingga dewasa. \nKarena cinta pula Narasoma merelakan Dewi Madrim adik semata wayangnya harus terpisah dengannya\, barangkali begitulah bagi Narasoma melepaskan Madrim ke tangan Pandu adalah bukti cintanya untuk kebahagiaan Madrim. \nDan akhirnya yang paling berat dalam hidupnya adalah terpisah dengan kekasih sejatinya\, Dewi Setyawati.  Bharatayuda telah memanggil ksatria Mandaraka yang sudah tidak muda itu untuk turun ke gelanggang payudan demi  Pandawa\, Narasoma merelakan nyawanya di gelanggang Bharatayuda  untuk kejayaan Pandawa. Semua dilakukannya karena cinta. Semua dilakukannya karena dia adalah sang penjaga hati. \nBagi sang penjaga hati seperti Narasoma\, setiap cerita selalu punya akhir\, tapi dalam kehidupannya bersama Setyawati sebuah akhir hanyalah sebuah awal untuk menapaki cerita baru\, karena dia adalah Sang Penjaga Hati dalam kehidupan selanjutnya. \nInformasi lebih lanjut mengenai pertunjukan ini :\nTelephone : 0813 1474 4452\nwww.swargaloka.id
URL:https://indonesiakaya.com/event/opera-drama-wayang-sang-penjaga-hati-2/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/opera-drama-wayang-sang-penjaga-hati-z9FNfO.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190622T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190622T000000
DTSTAMP:20260404T202906
CREATED:20201022T031406Z
LAST-MODIFIED:20201022T075430Z
UID:36428-1561161600-1561161600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Festival Bedhayan Tahun 2019
DESCRIPTION:Laskar Indonesia Pusaka dan Yayasan Swargaloka yang didukung Dirjen Kebudayaan Dr. Hilmar Farid dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyelenggarakan Festival Bedhayan 2019 pada tanggal 22 Juni 2019\, di Gedung Kesenian Jakarta. \nDidirikan oleh Jaya Suprana pada tahun 2019\, Laskar Indonesia Pusaka merupakan wadah untuk mengayomi kearifan seni panggung lokal. Sebagai cabang dari Jaya Suprana School of Performing Arts\, komunitas ini merambah lebih dalam kepada seni panggung tradisi Indonesia dan bertujuan untuk membuat generasi milenial mengapresiasi karya bangsa. \nFestival Bedhayan bertujuan untuk melestarikan dan mengembangkan kesenian tradisional\, mempopulerkan karya agung bangsa Indonesia\, menanamkan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia\, membangun karakter bangsa serta melestarikan warisan budaya Indonesia. Festival Bedhayan juga bertujuan untuk memperkenalkan pusaka kerajaan Jawa jaman dahulu yaitu tari Bedhaya. \n \nTari Bedhaya adalah tarian sakral dari Keraton Surakarta dan Yogyakarta yang saat ini sudah dimodifikasi untuk dapat dinikmati khalayak umum dan diubah menjadi Bedhayan atau Bedhaya-Bedhayaan. Festival Bedhayan 2019 juga menghadirkan beberapa pakar tari bedhayan\, yaitu GKR. Ayu Wandansari Koes Murtiyah\, KP Sulistyo Tirtokusumo\, dan Wahyu Santoso Prabowo. S.Kar.M.S. \nFestival Bedhayan 2019 yang turut didukung oleh Jamu Jago\, BCA\, Sinarmas\, dan Bakti Budaya Djarum Foundation mengajak hadirin untuk merasakan pengalaman di keraton dalam semalam\, berinteraksi langsung dengan para penari serta menyantap hidangan khas Solo. \n \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/festival-bedhayan-tahun-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/festival-bedhayan-tahun-20191-x2rAw6.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190622T150000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190622T150000
DTSTAMP:20260404T202906
CREATED:20201022T031429Z
LAST-MODIFIED:20201023T073820Z
UID:36464-1561215600-1561215600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Jakarta Sepanjang Masa oleh Krida Loka
DESCRIPTION:
URL:https://indonesiakaya.com/event/festival-bedhayan-tahun-2019-2/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/22-JUN-300-x-450-uDQIs7.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190622T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190622T200000
DTSTAMP:20260404T202906
CREATED:20201022T031426Z
LAST-MODIFIED:20201022T075451Z
UID:36460-1561233600-1561233600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Suluk Maleman Edisi Juni 2019
DESCRIPTION:Suluk Maleman adalah acara rutin bulanan yang dirancang sebagai ajang untuk silaturrahim\, tukar pikiran\, mengaji masalah-masalah yang dihadapi bangsa\, baik di tingkat lokal maupun nasional. Acara ini sejak awal digagas sebagai oase untuk merekatkan kembali ikatan kemanusiaan\, kemasyarakatan dan kebangsaan. \nTema Suluk Maleman kali ini adalah “Kembali Menjadi Manusia”. Tema ini merupakan bagian ke-dua belas dari episode Taubat Nusantara\, Menjaga Nalar Bangsa\, yang akan diisi antara lain oleh Budi Maryono dan Nur Said MA.  Kecuali membahas tema\, seperti biasa acara ini akan diselingi pagelaran musik oleh Orkes Puisi Sampak GusUran. \nKegiatan dilaksanakan pada tanggal 22 Juni 2019\, pukul 20.00 WIB\, bertempat di Rumah Adab Indonesia Mulia\, Jalan P. Diponegoro No 94\, Pati. \nInfo lebih lanjut :\nWebsite: www.sulukmaleman.com\nFacebook: fb.com/sulukmaleman\nTwitter: @suluk_maleman\nInstagram: @sulukmaleman
URL:https://indonesiakaya.com/event/suluk-maleman-edisi-juni-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/suluk-maleman-edisi-juni-2019-ioed0Q.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190623T150000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190623T150000
DTSTAMP:20260404T202906
CREATED:20201023T073819Z
LAST-MODIFIED:20201023T073819Z
UID:41669-1561302000-1561302000@indonesiakaya.com
SUMMARY:Musik Indonesia Kaya oleh Indomusikgram Community feat. Josephine Alexandra
DESCRIPTION:
URL:https://indonesiakaya.com/event/musik-indonesia-kaya-oleh-indomusikgram-community-feat-josephine-alexandra/
LOCATION:DKI Jakarta
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/23-JUN-300-x-450-17djyc.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190623T193000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190623T193000
DTSTAMP:20260404T202906
CREATED:20201022T031425Z
LAST-MODIFIED:20201022T075450Z
UID:36458-1561318200-1561318200@indonesiakaya.com
SUMMARY:Forum Apresiasi Sastra Dan Budaya Kudus (FASBuK) Edisi Juni 2019
DESCRIPTION:Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK) yang didukung Bakti Budaya Djarum Foundation bekerja sama dengan Kajian Kreatifitas dan Seni Fakultas Teknik ( Teater Obeng ) Universitas Muria Kudus akan menggelar lawatan rutin sastra dan budaya. Kali ini menampilkan Pertunjukan Musik\, Puisi dan Diskusi bertema “Kembali Fitri“ di Auditorium Universitas Muria Kudus\, Kampus Gondangmanis PO BOX 53 Bae Kudus\, pada hari Minggu\, 23 Juni 2019\, pukul : 19.30 WIB. \nPada edisi bulan Juni 2019 ini panggung Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus menghadirkan beberapa insan seni muda dari kelompok teater\, musik\, dan pecinta puisi. “Kembali Fitri“\, mengajak kita semua untuk bergembira di bulan Syawal\, meningkatkan kebaikan dari apa yang sudah dilakukan. \nSekilas tentang Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK) \nBerdiri sejak 12 Januari 2009\, FASBuK adalah ruang kerja fisik dan pemikiran untuk mencipta inovasi serta varian-varian sebuah paket kemasan kegiatan dalam bidang kesusasteraan dan kesenian lokal yang nantinya mampu menjadi asset atas keberagaman kebudayaan nasional dan dekatmasyarakatnya sehingga tercapai ruang bersama untuk saling berbagi\, bertukar pikiran\, demi sebuah cita-cita luhur tumbuhnya nilai-nilai kesadaran manusia yang berbudaya. \nSecara rutin tiap bulannya FASBuK menggelar acara Sastra dan Seni Budaya yang meliputi Apresiasi sastra\, Sarasehan Budaya\, Pertunjukan Musik\, Tari dan Pementasan Drama/Teater\, dan sebagainya. \nUntuk mengetahui lebih lanjut mengenai kegiatan ini\, silahkan menghubungi: \nForum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FasBuk)\nKetua Badan Pekerja FASBuK :Arfin AM\nNo. Hp: +62 857 4259 8480\nEmail: fasbuk93@gmail.com
URL:https://indonesiakaya.com/event/forum-apresiasi-sastra-dan-budaya-kudus-fasbuk-edisi-juni-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/forum-apresiasi-sastra-dan-budaya-kudus-fasbuk-edisi-juni-2019-qKf5al.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190624T160000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190624T160000
DTSTAMP:20260404T202906
CREATED:20201023T073808Z
LAST-MODIFIED:20201023T073808Z
UID:41660-1561392000-1561392000@indonesiakaya.com
SUMMARY:Ruang Kreatif : Kelas Akting oleh Mondi Blanc Acting Lab bersama Teuku Rifnu Wikana
DESCRIPTION:Pendaftar minimal berusia 18 tahun\, workshop akan berlangsung pada tanggal 24-26 juni 2019 Pukul 16-00-21.00.Serta akan ada uji pentas pada tanggal 30 Juni 2019 Pukul 14.00
URL:https://indonesiakaya.com/event/ruang-kreatif-kelas-akting-oleh-mondi-blanc-acting-lab-bersama-teuku-rifnu-wikana-4/
LOCATION:DKI Jakarta
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/PHOTO-2018-07-12-17-23-08443122212117-RLy34J.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190625T160000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190625T160000
DTSTAMP:20260404T202906
CREATED:20201023T073806Z
LAST-MODIFIED:20201023T073806Z
UID:41659-1561478400-1561478400@indonesiakaya.com
SUMMARY:Ruang Kreatif : Kelas Akting oleh Mondi Blanc Acting Lab bersama Teuku Rifnu Wikana
DESCRIPTION:
URL:https://indonesiakaya.com/event/ruang-kreatif-kelas-akting-oleh-mondi-blanc-acting-lab-bersama-teuku-rifnu-wikana-3/
LOCATION:DKI Jakarta
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/PHOTO-2018-07-12-17-23-08443122212118-OTgtJY.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190626T160000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190626T160000
DTSTAMP:20260404T202906
CREATED:20201023T073805Z
LAST-MODIFIED:20201023T073805Z
UID:41658-1561564800-1561564800@indonesiakaya.com
SUMMARY:Ruang Kreatif : Kelas Akting oleh Mondi Blanc Acting Lab bersama Teuku Rifnu Wikana
DESCRIPTION:
URL:https://indonesiakaya.com/event/ruang-kreatif-kelas-akting-oleh-mondi-blanc-acting-lab-bersama-teuku-rifnu-wikana-2/
LOCATION:DKI Jakarta
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/PHOTO-2018-07-12-17-23-08443122212119-PBEffG.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190627T160000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190627T160000
DTSTAMP:20260404T202906
CREATED:20201023T073804Z
LAST-MODIFIED:20201023T073804Z
UID:41657-1561651200-1561651200@indonesiakaya.com
SUMMARY:Ruang Kreatif : Kelas Akting oleh Mondi Blanc Acting Lab bersama Teuku Rifnu Wikana
DESCRIPTION:
URL:https://indonesiakaya.com/event/ruang-kreatif-kelas-akting-oleh-mondi-blanc-acting-lab-bersama-teuku-rifnu-wikana/
LOCATION:DKI Jakarta
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/PHOTO-2018-07-12-17-23-08443122212120-4EhAV6.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190628T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190630T000000
DTSTAMP:20260404T202906
CREATED:20201022T031421Z
LAST-MODIFIED:20201022T075446Z
UID:36452-1561680000-1561852800@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) ke XI tahun 2019
DESCRIPTION:  \nDidukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation\, acara Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) ke XI tahun 2019 diselenggarakan di Kudus\, Jawa Tengah\, pada tanggal 28-30 Juni 2019. Acara ini dihadiri oleh 46 penyair dari Jawa Tengah\, 32 penyair nasional\, 6 penyair dari Malaysia\, 7 penyair dari Singapura\, 6 penyair dari Thailand dan 4 penyair dari Brunei Darussalam. Kegiatan kali ini mengusung tema “Puisi Untuk Persaudaraan dan Kemanusiaan”. \nPertemuan Penyair Nusantara tidak hanya menjadi peristiwa sastra atau peristiwa budaya rutin tahunan\, tapi juga bertujuan untuk menjalin komunikasi antar penyair nusantara\, membahas perkembangan sastra dan kebudayaan nusantara\, membuat antologi puisi bersama serta membaca sajak di atas panggung yang sama. \nPeserta PPN XI adalah para penyair yang karya puisinya lolos kurasi dan memenuhi persyaratan yang ditentukan panitia penyelenggara. Para kurator berjumlah 10 orang\, yakni Ahmadun Yosi Herfanda\, Kurnia Effendi\, dan Chavchay Syaifullah (kurator nasional)\, Mukti Sutarman Espe\, Sosiawan Leak dan Jumari Hs (kurator Jateng)\, Mohamad Saleeh Rahamad (kurator Malaysia)\, Djamal Tukimin (kurator Singapura)\, Mahroso Doloh (kurator Thailand)\, dan Zefri Ariff (kurator Brunei Darussalam). Selain para penyair peserta\, hadir juga para peninjau dari negara Malaysia dan sejumlah tokoh sastra Indonesia. \nKehadiran penyair dari berbagai daerah di tanah air dan dari negara-negara tetangga diharapkan bisa memviralkan Kudus yang terkenal sebagai Kota Kretek dan Kota Wali menjadi tujuan wisata yang mengesankan. Tidak hanya tentang kesenian dan budaya Kudus yang eksotis\, melainkan juga aneka ragam kulinernya yang diharapkan dapat mengajak mereka kembali ke kota ini. \nAcara pembukaan PPN XI berlangsung di Hotel Gripta Kudus\, dimeriahkan oleh kesenian khas Kudus dari kelompok Terbang Papat Menara\, musikalisasi puisi kelompok musik Sang Swara\, dan pembacaan puisi oleh penyair perwakilan negara-negara peserta. \nPada hari kedua\, panitia menggelar seminar sastra dan kebudayaan dengan menampilkan 6 pembicara\, yakni Maman S. Mahayana (Indonesia)\, Dr. Moh. Saleeh Rahamad (Malaysia)\, Prof. Zefri Arif (Brunei Darussalam)\, Dr. Rakib Bin Nik Hasan (Thailand)\, Djamal Tukiman\, MA (Singapura)\, dan Dr. Tirto Suwondo\, M.Hum. (Balai Bahasa Jawa Tengah\, Indonesia). Seminar yang dimoderatori oleh Sihar Ramses Simatupang ini\, diharapkan dapat memberikan wawasan baru tentang perkembangan sastra dan budaya nusantara dan membahas isu-isu terkini tentang sastra dan kebudayaan. \nAcara dilanjutkan dengan bedah buku antologi berjudul Sesapa Mesra Selinting Cinta yang berisi karya-karya penyair yang lolos kurasi. Pembicara dalam bedah buku adalah Prof. Suminto A. Sayuti yang akan membawakan makalah berjudul Seracik Bumbu Soto Kerbau dalam Sesapa Mesra Selinting Cinta\, dimoderatori oleh Dr. Mohammad Kanzanuddin\, M.Pd. PPN XI hari kedua ditutup dengan workshop pembacaan puisi yang disampaikan oleh Sosiawan Leak dengan moderator Jimat Kalimasadha. Peserta workshop ini adalah guru Bahasa Indonesia perwakilan dari SMP\, MTs\, SMA\, MA\, dan SMK se-Kabupaten Kudus. \nDi hari yang sama\, berlangsung kegiatan utama yaitu Panggung Penyair Asean. Para penyair akan unjuk kebolehan di atas Panggung Penyair Asean yang digelar di pelataran timur Menara Kudus. Presiden Penyair Indonesia\, Sutardji Calzoum Bachri\, bersama Kyai Mustofa Bisri (Gus Mus)\, D. Zawawi Imron\, Thomas Budi Santoso\, dan Sosiawan Leak ikut meriahkan panggung tersebut. \nSelain itu\, sejumlah penyair dari Malaysia\, Singapura\, Thailand\, Brunei Darussalam\, dan penyair dari berbagai daerah di Indonesia\, antara lain Emy Suy\, Fikar W. Eda\, Taufiq Ikram\, Didid Endro\, Rini Intama\, Warih Wisatsana\, Imam Maarif juga terlibat di panggung yang sama.  \nPada hari terakhir\, peserta akan melakukan wisata budaya ke Menara Kudus untuk berziarah ke makam Sunan Kudus dan melihat dari dekat Menara Kudus yang merupakan situs sejarah\, simbol akulturasi budaya Hindu dan Islam\, simbol toleransi umat beragama\, simbol semangat persaudaraan yang dibawa oleh Sunan Kudus\, Sayyid Ja'far Shadiq Azmatkhan.  \nWisata budaya dilanjutkan dengan mengunjungi Museum Jenang atau yang juga dikenal dengan sebutan Gusjigang X-Building. Di museum tersebut\, pengunjung dapat menyaksikan proses pembuatan jenang Kudus\, miniatur Kudus\, dan sejarah Kudus. Secara umum\, museum ini memperlihatkan Kudus dan sejarahnya\, serta aktivitas perekonomian Kudus pada masa lampau hingga sekarang. Penutupan PPN XI 2019 dilaksanakan di Museum Kretek Kudus sebagai tempat terakhir rangkaian wisata budaya. \nInformasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini\, silahkan menghubungi panitia :\nJimat : 0818 0246 3554
URL:https://indonesiakaya.com/event/pertemuan-penyair-nusantara-ppn-ke-xi-tahun-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/pertemuan-penyair-nusantara-ppn-ke-xi-tahun-2019-e2i3v4.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190629T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190629T000000
DTSTAMP:20260404T202906
CREATED:20201022T031402Z
LAST-MODIFIED:20201022T075425Z
UID:36422-1561766400-1561766400@indonesiakaya.com
SUMMARY:Komunitas KAHE Mempersembahkan Pertunjukan "Yang Terhempas\, Yang Terkikis"
DESCRIPTION:Pertunjukan berjudul “Yang Terhempas\, Yang Terkikis” persembahan Komunitas KAHE Maumere yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation sukses dipentaskan di Taman Monumen Tsunami\, Maumere\, Flores\, Nusa Tenggara Timur\, pada Rabu\, 29 Mei 2019\, pukul 19.15 WITA. \nPertunjukan ini adalah salah satu hasil karya dari pergulatan Komunitas KAHE tentang tsunami Flores 1992. Pertunjukan ini menempatkan Kampung Wuring sebagai lokus dan fokus riset penciptaan karya. Kampung Wuring sendiri adalah kampung nelayan di wilayah kelurahan Wolomarang\, Kabupaten Sikka\, yang terbentuk oleh migrasi suku Bajo dan Bugis antara tahun 1902-1918. Pada tsunami Flores 1992\, kampung Wuring menjadi salah satu tempat dengan kehancuran terparah. \n \nKampung Wuring digunakan sebagai idiom lokal untuk membicarakan perubahan-perubahan yang tengah terjadi di tubuh masyarakat kota Maumere. Mengadopsi struktur kampung Wuring sebagai dramaturgi pertunjukan\, “Yang Terhempas\, Yang Terkikis” mencoba merefleksikan arah gerak kebudayaan di Maumere yang ditandai dengan beragam pertemuan antara yang tradisional dan modern\, yang lokal dan global.  \nPertunjukan berkisah tentang Mamat Kasip\, seorang juragan kapal ikan di Wuring\, beristri lima\, dan kisah hidupnya menjadi sorotan seluruh warga kampung. Ia meminta seorang wartawan\, teman sejawatnya saat kuliah menulis kisah hidupnya sebelum ia meninggal. Pementasan ini adalah secuil cerita tentang hidup Mamat Kasip yang terus menjadi pergunjingan hingga akhir hayatnya. \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/komunitas-kahe-mempersembahkan-pertunjukan-yang-terhempas-yang-terkikis/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/komunitas-kahe-mempersembahkan-pertunjukan-yang-terhempas-yang-terkikis1-lTKCUj.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190629T150000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190629T150000
DTSTAMP:20260404T202906
CREATED:20201023T073818Z
LAST-MODIFIED:20201023T073818Z
UID:41668-1561820400-1561820400@indonesiakaya.com
SUMMARY:Konser Cerita Neona oleh Neona
DESCRIPTION:
URL:https://indonesiakaya.com/event/konser-cerita-neona-oleh-neona/
LOCATION:DKI Jakarta
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/29-JUN-300-x-450-Kgq0Ak.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190629T193000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190629T193000
DTSTAMP:20260404T202906
CREATED:20201022T031433Z
LAST-MODIFIED:20201022T075458Z
UID:36470-1561836600-1561836600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pertunjukan Berjudul "Kanya"\, Jagongan Wagen Edisi Juni 2019
DESCRIPTION:Jagongan Wagen edisi Juni 2019 yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation  menampilkan sebuah pertunjukan tari oleh Ela Mutiara\, koreografer penerima Hibah Seni PSBK 2019. Melalui proses fasilitasi penciptaan karya yang berjalan selama kurang lebih satu bulan di PSBK\, karya tari yang berjudul “Kanya” akan dipersembahkan secara perdana pada Sabtu\, 29 Juni 2019\, pukul 19.30 – 21.00 WIB\, bertempat di Panggung Diponegoro kompleks\, Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK)\, Ds. Kembaran Rt. 04-05\, Tamantirto\, Kasihan\, Bantul\, Yogyakarta. \n“Perempuan tidak akan jauh dari sumur\, dapur\, dan kasur.” \nKutipan di atas merupakan sebuah konstruksi pandangan masyarakat atas kaum perempuan.  Salah satu contohnya\, perempuan remaja akan dihadapkan pada pilihan utama yaitu bekerja atau menikah\, selain itu bukan menjadi prioritas utama. Tekanan sosial semacam ini menjadi faktor maraknya pernikahan dini\, kaum perempuan tidak perlu berpendidikan tinggi apalagi memilih untuk berkarir. \nKanya dalam bahasa Sansekerta memiliki arti anak perempuan. Penata tari ingin berbagi alasan atas pilihan perempuan terhadap dirinya sebagai individu yang mandiri. Melalui karya ini pilihan untuk menikah dan bekerja lahir atas dasar kesadaran\, setara dengan pilihan untuk melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Di satu sisi\, alih-alih memaknai konstruksi pandangan masyarakat terhadap kaum perempuan sebagai tekanan\, karya ini turut mengajak masyarakat untuk menginterpretasikan ulang persepsi ruang ‘sumur\, dapur dan kasur‘  sebagai ruang penting dan berpengaruh dalam struktur sosial. \nJagongan Wagen (JW) adalah ruang bagi masyarakat seni dan selain seni untuk bersama-sama menjalankan proses belajar kreatif\, kolaboratif\, eksploratif dan edukatif melalui praktik penciptaan dan pementasan pertunjukan di PSBK. PSBK memfasilitasi dan mengkurasi kegiatan yang berlangsung setiap bulan ini\, kecuali awal tahun dan bulan puasa.  \nHibah Seni PSBK adalah fasilitasi seniman Indonesia untuk mempresentasikan karya pertunjukan terbarunya secara perdana di platform Jagongan Wagen. Fasilitasi meliputi dukungan kuratorial\, produksi\, dan dokumentasi sebagai upaya membagi gagasan karya kepada publik. \nPadepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) \nMelanjutkan spirit Bagong Kussudiardja\, PSBK mewujudkan diri sebagai art centre dengan misi mendukung pengembangan kreatif seniman dan masyarakat umum untuk terus terhubung pada nilai-nilai seni dan budaya\, keberlanjutannya\, dan penciptaan nilai-nilai budaya melalui seni. PSBK hadir sebagai laboratorium kreatif\, tempat berkumpul\, ruang presentasi karya seniman dari berbagai disiplin. PSBK menghadirkan karya seniman-seniman muda\, memfasilitasi riset-riset artistik dan pengembangan profesional\, dan merancang program-program untuk meningkatkan community engagement dan pengembangan jaringan melalui kesenian. \nPadepokan Seni Bagong Kussudiardja\nDs. Kembaran Rt.04-05\, Tamantirto\, Kasihan\, Bantul\, DIY\nTel./Fax.: +62(0)274/ 414-404\nWhatsapp : +62 82141416252\nEmail: media@psbk.or.id   Web: www.psbk.or.id\nFacebook: psbkjogja\nTwitter & Instagram: @psbk_jogja\nYoutube: media psbk
URL:https://indonesiakaya.com/event/pertunjukan-berjudul-kanya-jagongan-wagen-edisi-juni-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/pertunjukan-berjudul-kanya-jagongan-wagen-edisi-juni-2019-RNMH8c.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190630T150000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190630T150000
DTSTAMP:20260404T202906
CREATED:20201023T073817Z
LAST-MODIFIED:20201023T073817Z
UID:41667-1561906800-1561906800@indonesiakaya.com
SUMMARY:Drama Musikal Lutung Kasarung oleh Seni Budaya Khatulistiwa
DESCRIPTION:
URL:https://indonesiakaya.com/event/drama-musikal-lutung-kasarung-oleh-seni-budaya-khatulistiwa/
LOCATION:DKI Jakarta
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/30-JUN-300-x-450-cySTfW.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190703T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190703T000000
DTSTAMP:20260404T202906
CREATED:20201022T031353Z
LAST-MODIFIED:20201022T075416Z
UID:36408-1562112000-1562112000@indonesiakaya.com
SUMMARY:"I La Galigo"\, Karya Musik-Teater Terinspirasi Sastra Klasik Sulawesi Selatan
DESCRIPTION:Didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation\, Yayasan Bali Purnati bekerja sama dengan Ciputra Artpreneur mempersembahkan pertunjukan teater kelas dunia berjudul I La Galigo yang berlangsung pada 3\, 5\, 6\, dan 7 Juli 2019 di Ciputra Artpreneur Theater. I La Galigo adalah sebuah pementasan musik-teater yang naskahnya diadaptasi dari Sureq Galigo. \nSureq Galigo adalah wiracarita mitos penciptaan suku Bugis (circa abad 13 dan 15) yang terabadikan lewat tradisi lisan dan naskah-naskah\, dan kemudian dituliskan dalam bentuk syair menggunakan bahasa Bugis dan huruf Bugis kuno.  \n \nDalam adaptasi naskah panggung ini\, Sureq Galigo menjadi dasar dari sebuah kisah yang menggambarkan petualangan perjalanan\, peperangan\, kisah cinta terlarang\, pernikahan yang rumit\, dan pengkhianatan. Elemen-elemen ini dirangkai menjadi cerita besar yang begitu menarik\, dinamis\, dan ternyata masih memiliki relevansi dengan kehidupan modern zaman sekarang.\nKarya musik-teater I La Galigo ini bercerita melalui tarian\, gerak tubuh\, soundscape dan penataan musik gubahan maestro musik Rahayu Supanggah di bawah penyutradaraan salah satu sutradara teater kontemporer terbaik dunia saat ini\, Robert Wilson. Pertunjukan yang berdurasi dua jam ini amat memukau karena tata cahaya dan tata panggung yang spektakuler. \nUntuk menciptakan ekspresi yang lebih dramatis\, sebanyak 70 instrumen musik\, mulai dari instrumen tradisional Sulawesi\, Jawa\, dan Bali dimainkan 12 musisi untuk mengiringi pertunjukan ini. Penataan bunyi dan musik ini merupakan sebuah hasil karya dan hasil kerja intensif melalui riset yang tidak main-main di bawah penyelia Rahayu Supanggah. \n“Mulai dari tahun 2001 kami mempelajari naskah tua yang dianggap sakral dalam budaya Bugis tersebut\, sekaligus mendalami budaya Sulawesi Selatan. Setelah tiga tahun\, akhirnya pada tahun 2004 kami melakukan pementasan pertama I La Galigo di Esplanade\, Singapura. Setelah melanglang buana ke 9 negara dan 18 tahun telah berlalu\, I La Galigo kembali hadir di Jakarta untuk naik pentas di Ciputra Artpreneur. Kami berharap pertunjukan yang telah kami rangkai secara modern ini dapat memperkenalkan naskah kuno asli Indonesia kepada generasi muda\, sekaligus mengusik keingintahuan masyarakat untuk lebih mendalami seni budaya Indonesia sehingga tidak punah\,” ujar Restu I. Kusumaningrum\, Ketua Yayasan Bali Purnati dan Direktur Artistik I La Galigo. \n \nSejak pentas perdananya di Esplanade Theatres on the Bay (Singapura) pada 2004\, lakon ini terus menuai pujian saat digelar di kota-kota besar dunia\, seperti: Lincoln Center Festival di New York\, Het Muziektheater di Amsterdam\, Fòrum Universal de les Cultures di Barcelona\, Les Nuits de Fourvière di Prancis\, Ravenna Festival di Italy\, Metropolitan Hall for Taipei Arts Festival di Taipei\, Melbourne International Arts Festival di Melbourne\, Teatro Arcimboldi di Milan\, sebelum kembali ke Makassar untuk dipentaskan di Benteng Rotterdam.  \nI La Galigo juga terpilih sebagai pementasan khusus berkelas dunia pada saat Annual Meetings IMF-World Bank Group 2018 di Bali\, bahkan media sekelas The New York Times pun tak segan menyebutnya "stunningly beautiful music-theater work" ketika I La Galigo menjadi pembuka pada Lincoln Center Festival 2005.  \n“Banyaknya apresiasi yang diberikan terhadap pertunjukan I La Galigo baik di dalam maupun luar negeri membuktikan bahwa budaya kita luar biasa indahnya di mata dunia. Maka tak heran jika negara ini dijuluki zamrud khatulistiwa\, karena Indonesia memang punya beragam potensi yang luar biasa. Sudah jadi komitmen bagi Bakti Budaya Djarum Foundation untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap kekayaan dan keberagaman budaya tanah air. Kami tidak akan berhenti mendukung industri seni kreatif Indonesia agar kekayaan budaya Indonesia semakin dikenal\, baik dalam negeri maupun internasional\,” ujar Renitasari Adrian\, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation. \nI La Galigo merupakan sebuah harta seni budaya Indonesia. Penghargaan masyarakat internasional pada karya ini sudah terbukti\, sehingga kini\, sudah selayaknya masyarakat Indonesia juga dapat menyaksikan sebuah pentas mahakarya asli Indonesia yang tak kalah menarik dengan kisah “Mahabharata” maupun “Ramayana”. \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia
URL:https://indonesiakaya.com/event/i-la-galigo-karya-musik-teater-terinspirasi-sastra-klasik-sulawesi-selatan/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/i-la-galigo-karya-musik-teater-terinspirasi-sastra-klasik-sulawesi-selatan-kUFfKE.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190703T193000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190707T000000
DTSTAMP:20260404T202906
CREATED:20201022T031434Z
LAST-MODIFIED:20231213T042109Z
UID:36472-1562182200-1562457600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pertunjukan Teater Kelas Dunia Bertajuk "I LA GALIGO"
DESCRIPTION:Didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation \, Yayasan Bali Purnati bekerja sama dengan Ciputra Artpreneur dengan bangga mempersembahkan pertunjukan teater kelas dunia bertajuk “I LA GALIGO” yang akan berlangsung pada tanggal 3\, 5\, 6\, 7 Juli 2019 di Ciputra Artpreneur Theater\, Jakarta. I La Galigo merupakan sebuah pementasan yang naskahnya diadaptasi dari “Sureq Galigo”. \nSureq Galigo sendiri adalah wiracarita tentang mitos penciptaan suku Bugis yang terabadikan lewat tradisi lisan dan naskah-naskah; terekam dalam bentuk syair (circa abad ke-13 dan ke-15) dalam bentuk puisi bahasa Bugis kuno yang juga ditulis dalam huruf Bugis kuno. Puisi ini terdiri dalam sajak bersuku lima yang menceritakan kisah asal usul manusia. \nDalam versi adaptasi ke atas panggung ini\, Sureq Galigo menjadi dasar dari sebuah kisah yang menggambarkan petualangan perjalanan\, peperangan\, kisah cinta terlarang\, upacara pernikahan yang rumit\, dan pengkhianatan. Semua ini merupakan plot cerita yang kemudian membentuk sebuah cerita besar yang begitu menarik\, dinamis\, dan ternyata masih memiliki relevansi dengan kehidupan modern di zaman sekarang. \nPertunjukan ini memiliki misi untuk mengenalkan seni budaya Nusantara kepada masyarakat luas. Selama ini\, sejak pentas perdananya di Esplanade Theatres on the Bay (Singapura) pada 2003\, lakon ini terus menuai pujian saat digelar di kota-kota besar dunia\, seperti: Lincoln Center Festival (New York) \, Het Muziektheater (Amsterdam)\, Fòrum Universal de les Cultures (Barcelona)\, Les Nuits de Fourvière (Rhône-France)\, Ravenna Festival (Italy)\, Metropolitan Hall for Taipei Arts Festival (Taipei)\, Melbourne International Arts Festival (Melbourne)\, Teatro Arcimboldi (Milan)\, sebelum akhirnya kembali ke Makassar untuk dipentaskan di Benteng Rotterdam\, dan baru-baru ini dipilih sebagai pementasan khusus berkelas dunia pada saat Annual Meetings IMF-World Bank Group 2018 di Bali. Bahkan\, media sekelas The New York Times pun tak segan menyebutnya “stunningly beautiful music-theater work” ketika I La Galigo menjadi pembuka pada Festival Lincoln Center 2005. \nI La Galigo merupakan sebuah harta seni budaya Indonesia. Penghargaan masyarakat internasional pada karya ini sudah terbuktikan\, sehingga kini\, sudah selayaknya masyarakat Indonesia juga dapat menyaksikan sebuah pentas mahakarya yang tak kalah menarik dengan kisah “Mahabharata” maupun “Ramayana”. \nPertunjukan berdurasi dua jam yang disutradarai oleh Robert Wilson ini dilengkapi dengan tata panggung teater modern dan tata cahaya yang spektakuler. Musik digarap oleh komposer Rahayu Supanggah setelah melakukan penelitian intensif di Sulawesi Selatan. \nTiket pertunjukan bisa didapatkan melalui :\nwww.ciputraartpreneur.com\nhttps://www.loket.com/event/i-la-galigo_VyU
URL:https://indonesiakaya.com/event/pertunjukan-teater-kelas-dunia-bertajuk-i-la-galigo/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/pertunjukan-teater-kelas-dunia-bertajuk-i-la-galigo-tHt8cJ.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190703T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190703T200000
DTSTAMP:20260404T202906
CREATED:20201022T031418Z
LAST-MODIFIED:20201022T075442Z
UID:36447-1562184000-1562184000@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pertunjukan Berjudul Gandang Sarunai di Festival Nan Jombang
DESCRIPTION:Pelestarian dan pemertahanan aset budaya seperti kesenian tradisi yang dapat dilakukan terus menerus juga dengan  dukungan para penikmat seni itu sendiri. Dengan kehadiran serta apresiasi dari penikmat seni yang ada di Sumatera Barat\, dan Padang khususnya menjadikan kegiatan yang mengapresiasi kesenian tradisi seperti Festival Nan Jombang tgl 3 ini akan terus berkembang. Festival Nan Jombang tgl 3 hadir sebagai bagian dari kepedulian seniman dan masyarakat terhadap kesenian tradisi. Galombang Minangkabau di bawah payung Nan Jombang Dance Company berkomitmen untuk selalu mempertahankan keberadaan Festival Nan Jombang tgl 3 sebagai bentuk penghargaan kepada para seniman tradisi yang ada di Sumatra Barat. \nJuli ini\, sebagai salah satu bentuk usaha pemertahanan dan pelestarian kesenian tradisi yang ada di Sumatera Barat\, Galombang Minangkabau kembali menyelenggarakan Festival Nan Jombang tgl 3 bulan ketujuh di tahun ketujuh ini secara konsisten. Kesenian yang akan ditampilkan di Festival Nan Jombang tgl 3 kali ini yakni kesenian Gandang Sarunai yang berasal dari Muaro Labuah Kecamatan Solok Selatan.  \nMemboyong kesenian Gandang Sarunai dari Solok Selatan\, grup Karang Taruna Lubuak Sati pimpinan bapak Yusrial Katik Lembang Batuah tidak hanya menampilkan kesenian tradisi Gandang Sarunai namun juga menampilkan pertunjukan eksplorasi dari instrumen Sarunai. Pada pertunjukannya nanti di Festival Nan Jombang tgl 3 grup Karang Taruna akan menampilkan pertunjukan asli dari Gadang Sarunai tersebut\, yakni dengan dua pemain gendang dan satu pemain Sarunai. Pada perkembangannya kesenian Gadang Sarunai juga sudah dibawakan dengan diiringi dendang seperti Saluang dan Rabab.  \nMenurut pemaparan bapak Yusrial Katik Lembang Batuah grup karang Taruna Lubuak Sati dengan kesenian Gandang Sarunai ini telah ada selama hampir 300 tahun. Hal tersebut beliau sampaikan juga dengan pengetahuan bahwa kesenian ini telah diturunkan selama 6 generasi. Dengan keberadaannya dan pemaparan tentang kesenian Gandang Sarunai ini akan sangat mengesankan untuk dapat menyaksikannya dan menjadi penikmat dari salah satu kesenian yang sudah dipertahankan dengan baik hampir 300 tahun. Menampilkannya di Festival Nan Jombang tgl 3 merupakan salah satu usaha yang kita lakukan bersama untuk mendokumentasikan dan memperkenalkannya lebih luas lagi bagi masyarakat Minangkabau.  \nPertunjukan Gadang Sarunai dari Grup Karang Taruna Lembang Sati ini dapat kita saksikan pada Festival Naan Jombang tgl 3 Juli nanti\, seperti pada penyelenggaraan- penyelenggaraan sebelumnya dapat disaksikan di Ladang Tari Nan Jombang Balai Baru Padang. Festival Nan Jombang Tgl 3 merupakan program tahunan Nan Jombang Grup. Tahun ini untuk kesekian kalinya Bakti  Budaya Djarum Foundation kembali mendukung kegiatan Festival Nan Jombang Tgl 3.  \nInfo lebih lanjut\, silahkan menghubungi panitia :\nAngga Djamar : 0812 6616 716\nwww.nanjombangdance.id
URL:https://indonesiakaya.com/event/pertunjukan-berjudul-gandang-sarunai-di-festival-nan-jombang/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/pertunjukan-berjudul-gandang-sarunai-di-festival-nan-jombang-yp49XS.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190705T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190705T000000
DTSTAMP:20260404T202906
CREATED:20201022T031354Z
LAST-MODIFIED:20201022T075429Z
UID:36410-1562284800-1562284800@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pertunjukan Berjudul "Celeng Oleng"\, Program Indonesia Kita Tahun 2019
DESCRIPTION:Sebagai forum seni budaya yang digawangi oleh trio seniman kreatif seperti Butet Kartaredjasa\, Agus Noor dan Djaduk Ferianto\, Indonesia Kita kembali menghibur para penikmat seni dengan pentas bertajuk Celeng Oleng. Pentas ke-32 dari Program Indonesia Kita yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation ini diselenggarakan pada 5 dan 6 Juli 2019 di Graha Bhakti Budaya\, Taman Ismail Marzuki. \nCeleng merupakan sebuah istilah untuk seekor babi hutan yang liar\, besar dan bertaring. Dalam banyak kisah\, Celeng sering digambarkan sebagai hewan yang menakutkan dan mistis. Dalam lakon ini\, Celeng menjadi pembicaraan dan kecemasan orang-orang kampung. Sebutannya\, Celeng Oleng\, dengus nafasnya membuat udara menjadi panas dan mengundang hawa tegang. Orang-orang saling curiga dan mudah terpancing permusuhan.  \n“Indonesia Kita kembali hadir kehadapan para penikmat seni dengan sebuah pementasan yang dikemas secara unik dan juga menarik. Sebagai forum seni yang bersifat terbuka\, Indonesia Kita menyadari pentingnya nilai-nilai kemanusiaan dan keberagaman dalam kehidupan sosial yang ada pada masyarakat. Kami harap\, dengan tema utama yaitu Jalan Kebudayaan Jalan Kemanusiaan\, setiap pementasan yang mereka sajikan di tahun 2019 ini dapat menginspirasi dan juga mengedukasi para penikmat seni\,” ujar Renitasari Adrian\, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation. \n \nDi suatu wilayah ada dua kampung dengan latar tradisi\, sejarah dan karakter yang berbeda. Satu kampung dihuni orang Batak dan kampung lainnya dihuni orang Jawa. Warga kedua kampung ini bersikap saling bermusuhan dan ketakutan dengan adanya Celeng Oleng. Konon kabarnya\, Celeng Oleng mampu menghisap darah dan nyawa manusia. Bisa mencuri tanpa tertangkap karena uang dan bermacam-macam barang bisa tiba-tiba lenyap. Banyak kejadian aneh di wilayah dua kampung itu\, sehingga warganya saling curiga. \nKetika ada yang bermaksud baik mau menangkap Celeng Oleng\, malah dituduh sebagai pemilik makhluk yang mengerikan itu. Ketika ada yang bermaksud mendamaikan kedua kampung yang bermusuhan itu\, malah dianggap pencitraan karena ingin berkuasa. Situasi kampung bertambah genting dengan adanya rencana penggusuran. Tawuran antar kampung sudah siap meledak\, terutama karena dua perempuan dari dua kampung itu mendadak hilang.  \n“Ketika jalan kemanusiaan direfleksikan melalui pertunjukan Indonesia Kita\, maka semakin terasa relevan untuk mengajak\, menemukan dan menumbuhkan kembali kepekaan\, kesadaran dan kemanusiaan kita. Sebab seni pertunjukan sering diibaratkan seperti oase di tengah kegersangan. Indonesia Kita menghadirkan seni di antara masyarakat yang melampaui sekat dan batas-batas suku\, agama dan orientasi politik\,” ujar Butet  Kartaredjasa selaku penggagas Indonesia Kita.  \n \nLakon yang ditulis dan disutradarai oleh Agus Noor ini\, menampilkan Cak Lontong\, Akbar\, Marwoto\, Boris Bokir Manullang\, Wisben\, Joned\, Meri Sinaga\, OBAMA (Orang Batak Marlawak)\, Sri Krishna Encik\, Sruti Respati\, Christina Panjaitan\, Febriati Nadira\, Flora Simatupang\, dan Andy Eswe. \n“Seni merupakan refleksi kompleksitas manusia dengan beragam dimensi. Kesadaran ini menjadi dasar untuk mengolah gagasan-gagasan kreatif dalam menciptakan pertunjukan Indonesia Kita sepanjang tahun 2019 di mana kita semua berada di antara gegap gempita peristiwa politik\, namun kebudayaan mengingatkan kita untuk memuliakan kemanusiaan\,” ujar Agus Noor\, Direktur Kreatif Indonesia Kita.  \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/international-mask-festival-tahun-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/pertunjukan-berjudul-celang-oleng-program-indonesia-kita-tahun-2019-1uPD4F.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190705T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190706T000000
DTSTAMP:20260404T202906
CREATED:20201022T031422Z
LAST-MODIFIED:20201022T075447Z
UID:36454-1562356800-1562371200@indonesiakaya.com
SUMMARY:"Celeng Oleng"\, Program Indonesia Kita Tahun 2019
DESCRIPTION:Program Indonesia Kita 2019 yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation hadir dengan mengangkat lakon berjudul "Celeng Oleng"\, yang akan digelar pada tanggal 5 – 6 Juli 2019\, di Graha Bhakti Budaya\, Taman Ismail Marzuki\, Jakarta. \nLakon Celeng Oleng\nCeleng\, sebutan untuk seekor babi hutan yang liar\, besar dan bertaring. Dalam banyak kisah\, Celeng sering digambarkan sebagai hewan yang menakutkan dan mistis. \nDalam lakon ini\, Celeng menjadi pembicaraan dan kecemasan orang-orang kampung. Sebutannya\, ‘Celeng Oleng’. Dengus nafasnya membuat udara menjadi panas dan mengundang hawa tegang. Orang-orang saling curiga dan mudah terpancing permusuhan. \nDi suatu wilayah ada dua kampung dengan latar tradisi\, sejarah dan karakter yang berbeda. Satu kampung dihuni orang Batak dan kampung lainnya dihuni orang Jawa. Warga kedua kampung ini bersikap salling bermusuhan dan ketakutan dengan adanya Celeng Oleng. \nKonon kabarnya\, Celeng Oleng mampu menghisap darah dan nyawa manusia. Bisa mencuri tanpa tertangkap karena uang dan bermacam-macam barang bisa tiba-tiba lenyap. Banyak kejadian aneh di wilayah dua kampung itu. Warganya saling curiga\, "Jangan-jangan ada yang sengaja melepas celeng untuk menakuti penduduk dan membuat kacau?" \nKetika ada yang bermaksud baik mau menangkap Celeng Oleng\, malah dituduh sebagai pemilik mahluk yang mengerikan itu. Ketika ada yang bermaksud mendamaikan kedua kampung yang bermusuhan itu\, malah dianggap pencitraan karena ingin berkuasa. \nSituasi kampung bertambah genting dengan adanya rencana penggusuran. Tawuran antar kampung sudah siap meledak\, terutama karena dua peremuan dari dua kampung itu mendadak hilang. Apa sebenarnya yang terjadi? \nBenarkah dua perempuan itu hilang karena digondol Celeng Oleng? Dengan sosok yang misterius dan menegangkan\, apakah warga kampung memang sudah pernah benar-benar melihat wujud Celeng Oleng? Saksikan lakon Celeng Oleng  yang merupakan pentas ke 32 dari Panggung Indonesia Kita. \nProgram Indonesia Kita 2019\nJalan Kebudayaan Jalan Kemanusiaan \nPentas ke                  : 32\nJudul Pentas              : Celeng Oleng\nJadwal                     : 2 kali pentas\n                               Jumat\, 5 Juli 2019 – Pukul 20.00 WIB\n                               Sabtu\, 6 Juli 2019 – Pukul 20.00 WIB\nVenue                      : Graha Bhakti Budaya\, Taman Ismail Marzuki\, Jl. Cikini Raya 73\, Jakarta.\nTim Kreatif                : Butet Kartaredjasa\, Agus Noor\, Djaduk Ferianto\, Paulus Simangunsong\,\nNaskah & Sutradara      : Agus Noor\nPenata Tari                : Josh Marcy\nPenari                      : I-Move Project\nPenata Musik             : Arie Pekar\nPemusik                   : Jakarta Street Music\nPemain                    : Cak Lontong\, Akbar\, Marwoto\, Boris Bokir Manullang\, Wisben\, Joned\, Meri Sinaga\, OBAMA [Orang Batak Marlawak]\, Sri Krishna Encik\, Sruti Respati\, Christina Panjaitan\, Febriati Nadira\, Flora Simatupang & Andy Eswe. \nHTM:\nPLATINUM Rp. 750.000  | VVIP Rp. 500.00 | VIP Rp. 300.000  | BALKON Rp. 150.000 \nReservasi Tiket:\nwww.kayan.co.id | www.blibli.com \nInformasi:\nKayan Production & Communications\n0895 3720 14902 | 0813 1163 0001 \nTentang Program Indonesia Kita \nIndonesia Kita mulai menggelar pertunjukan sejak tahun 2011\, dan sejak itulah pentas-pentas yang diadakan menjadi "laboratorium kreatif" bagi berbagai seniman\, baik lintas bidang\, lintas kultural dan lintas generasi. Dari satu pentas ke pentas lainnya\, pada akhirnya mengkristal menjadi sebuah ikhtiar untuk semakin memahami bagaimana proses "menjadi Indonesia".\nSebagai sebuah bangsa\, Indonesia adalah sebuah "proses menjadi"\, yakni sebuah proses yang terus menerus diupayakan\, proses yang tak pernah selesai\, untuk mencapai apa yang menjadi cita-cita bersama\, yaitu menjadi 'sebuah bangsa yang berkebudayaan’. \nIndonesia Kita telah menjadi sebuah forum seni budaya yang bersifat terbuka\, yang mempercayai jalan seni dan kebudayaan sebagai jalan yang sangat penting untuk mendukung 'proses menjadi Indonesia" itu. Terlebih-lebih ketika Indonesia hari ini seperti rentan dan penuh berbagai persoalan\, maka merawat semangat ke-Indonesia-an menjadi sesuatu yang harus secara terus-menerus diupayakan. \nIndonesia Kita yang secara berkala dan rutin diselenggarkan\, pada akhirnya telah mampu meyakinkan penonton untuk melakukan apa yang seringkali disebut oleh Butet Kartaredjasa\, sebagai "ibadah kebudayaan" yakni semangat untuk bersama-sama mendukung dan mengapresiasi karya seni budaya. Pentas-pentas Indonesia Kita mendapat apresiasi yang baik\, tanggapan positif\, dan mampu menjadi ruang interaksi tidak hanya antara seniman dan masyarakat penonton\, melainkan juga antara penonton dan penonton. Sebuah komunitas kultural terbentuk\, di mana penonton kemudian menghadiri pentas-pentas Indonesia Kita\, sebagai wujud dari "ibadah kebudayaan".
URL:https://indonesiakaya.com/event/celeng-oleng-program-indonesia-kita-tahun-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/celeng-oleng-program-indonesia-kita-tahun-2019-mTefjF.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190706T150000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190706T150000
DTSTAMP:20260404T202906
CREATED:20201023T073816Z
LAST-MODIFIED:20201023T073816Z
UID:41666-1562425200-1562425200@indonesiakaya.com
SUMMARY:Kumpul Bocah oleh Trust Orchestra feat. Cyra Alesha dan Gabriella Santoso
DESCRIPTION:
URL:https://indonesiakaya.com/event/kumpul-bocah-oleh-trust-orchestra-feat-cyra-alesha-dan-gabriella-santoso/
LOCATION:DKI Jakarta
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/6-Juli-300-x-450-kl80wl.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190707T150000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190707T150000
DTSTAMP:20260404T202906
CREATED:20201023T073814Z
LAST-MODIFIED:20201023T073814Z
UID:41665-1562511600-1562511600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Damai itu Keren oleh Sanggar Aktor Cilik Indonesia
DESCRIPTION:
URL:https://indonesiakaya.com/event/damai-itu-keren-oleh-sanggar-aktor-cilik-indonesia/
LOCATION:DKI Jakarta
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/7-JUL-300-x-450-6cZZNP.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190708T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190708T000000
DTSTAMP:20260404T202906
CREATED:20201022T031301Z
LAST-MODIFIED:20201022T075322Z
UID:36329-1562544000-1562544000@indonesiakaya.com
SUMMARY:13 Peserta Ruang Kreatif Indonesia Menuju Broadway Menginjakkan Kaki ke Broadway\, New York\, Amerika Serikat
DESCRIPTION:Menyisihkan 672 pendaftar dan terpiih dari 70 peserta workshop di Jakarta\, akhirnya 13 peserta terpilih Ruang Kreatif: Indonesia Menuju Broadway yang diinisiasi oleh www.indonesiakaya.com menginjakkan kaki ke jantung industri teater broadway\, New York\, Amerika Serikat. Mereka mendapatkan kesempatan eksklusif untuk berkolaborasi bersama tim broadway papan atas yang terdiri dari sutradara\, direktur musik\, koreografer\, dan tim pendukung produksi broadway pada 8 – 12 Juli 2019\, seperti: Amy Weinstein\, Seth Weinstein\, Kelly Feustel\, Scott Difford (pemain The Book of Mormon di Broadway)\, Heather Teepe (pemain Matilda The Musical)\, Shelby Finnie (pemain The Prom on Broadway)\, Kelly Grant (pemain Phantom of The Opera)\, Tony Freeman (pemeran Zazu dalam Lion King di Broadway)\, Maria Briggs (pemain Mean Girls) dan Stage manager Anastasia\, Bonnie Hansen. \n13 peserta terpilih juga menampilkan pementasan yang bertajuk “What I Did For Love” di Symphony Space\, Broadway\, New York. Mereka disaksikan oleh para tokoh Broadway\, di antaranya Casting Director Jeffrey Dreisbach\, Shirine Babb (pemain Harry Potter and the Cursed Child Original Broadway)\, dan Lance Roberts (pemain My Fair Lady Broadway)\, juga beberapa undangan lainnya. Melihat penampilan yang baik dan juga respon positif dari para tamu undangan di sana\, pementasan ini kembali dipentaskan di Jakarta\, saat para peserta kembali ke tanah air. Ruang Kreatif: Indonesia Menuju Broadway merupakan sebuah program beasiswa pelatihan bagi seniman muda untuk mendapatkan ilmu panggung dengan standar broadway di Indonesia. Berkolaborasi dengan organisasi peraih Premiere Award-Winning Global Arts Education StudentsLive dan Passport to Broadway\, New York yang didirikan oleh Sutradara Artistik Amy Weinstein pada tahun 2000. \n \nHarapannya dari pertunjukan ini talenta muda Indonesia dapat sejajar dengan standar Broadway dan nantinya akan ada seniman Indonesia yang berhasil menembus panggung broadway. Semoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/13-peserta-ruang-kreatif-indonesia-menuju-broadway-menginjakkan-kaki-ke-broadway-new-york-amerika-serikat/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/13-peserta-ruang-kreatif-indonesia-menuju-broadway-menginjakkan-kaki-ke-broadway-new-york-amerika-serikat-3hobUZ.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190710T160000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190710T160000
DTSTAMP:20260404T202906
CREATED:20201023T073803Z
LAST-MODIFIED:20201023T073803Z
UID:41656-1562774400-1562774400@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pentas Baca\, Musik & Visualisasi ARJUNA MENCARI CINTA oleh Yudhistira ANM Massardi
DESCRIPTION:
URL:https://indonesiakaya.com/event/pentas-baca-musik-visualisasi-arjuna-mencari-cinta-oleh-yudhistira-anm-massardi/
LOCATION:DKI Jakarta
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/PHOTO-2018-07-12-17-23-08443122212121-oundkT.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190711T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190711T190000
DTSTAMP:20260404T202906
CREATED:20201023T073802Z
LAST-MODIFIED:20201023T073802Z
UID:41655-1562871600-1562871600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Sang Waktu – Sanggar Tari Nilotama
DESCRIPTION:
URL:https://indonesiakaya.com/event/sang-waktu-sanggar-tari-nilotama/
LOCATION:DKI Jakarta
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/h600-Nilotama-3DYrIg.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190712T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190712T190000
DTSTAMP:20260404T202906
CREATED:20201023T073800Z
LAST-MODIFIED:20201023T073800Z
UID:41654-1562958000-1562958000@indonesiakaya.com
SUMMARY:Sakura Menari oleh Sanggar Wira Kencana
DESCRIPTION:
URL:https://indonesiakaya.com/event/sakura-menari-oleh-sanggar-wira-kencana/
LOCATION:DKI Jakarta
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/banner-standar494-M561Zb.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190712T193000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190730T000000
DTSTAMP:20260404T202906
CREATED:20201022T031416Z
LAST-MODIFIED:20201022T075440Z
UID:36444-1562959800-1564444800@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pameran Seni Rupa "Sihir Kata"
DESCRIPTION:Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) bersama Bakti Budaya Djarum Foundation meneruskan investasi panjang dalam dukungan fasilitasi ruang presentasi karya seniman muda melalui program Ruang Seni Rupa. Pada bulan Juli ini PSBK akan menggelar platform pameran Ruang Seni Rupa edisi kedua di tahun 2019 dengan menampilkan karya dari peserta Seniman Pascaterampil 2019. Pameran yang diberi tajuk “Sihir Kata” akan dibuka pada Jum’at\, 12 Juli 2019 dan berlangsung sampai tanggal 30 Juli 2019\, bertempat di Galeri Gedung Damarwulan\, Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK)\, Ds. Kembaran Rt. 04-05\, Tamantirto\, Kasihan\, Bantul\, Yogyakarta.\n \nSeniman yang terlibat dalam Ruang Seni Rupa ini merupakan sebagian dari peserta Program Seniman Pascaterampil yang pada bulan April kemarin telah mewujudkan gagasannya dalam pertunjukan kolaborasi pada platform Jagongan Wagen. Mereka adalah Asmiati Sihite\, Azwar Ahmad\, Briyan Farid Abdillah Arif\, Muhrizul Gholy\, Theodora Melsasail.\n  \nKelima seniman tersebut berasal dari disiplin seni yang berbeda-beda\, ada yang dari seni rupa\, film\, tari\, dan juga teater. Bagi seniman yang tidak berangkat dari disiplin seni rupa\, pameran ini tentu saja menjadi tantangan yang harus mereka hadapi\, yaitu mewujudkan gagasan mereka dalam medium yang baru. Begitu pula bagi seniman yang berangkat dari disiplin seni rupa\, pameran ini merupakan kesempatan untuk bereksplorasi dan berbagi gagasan dengan seniman lintas disiplin.\n \n“Sihir Kata” diolah peserta melaui diskusi panjang\, peserta bersepakat untuk mengangkat tema tentang Informasi. Sebuah informasi yang disampaikan secara sengaja ataupun tidak\, melalui pengalaman visual\, suara\, teks\, maupun yang diambil dari ruang-ruang ketidaksadaran manusia. Pembacaan terhadap informasi secara objektif\, keyakinan personal\, dan kecenderungan untuk menerima informasi secara emosional turut mewarnai dinamika komunikasi antarmanusia.\n \nBanyak medium digunakan sebagai ruang bertukar informasi yang memungkinkan terjadinya perkembangan pengetahuan. Pada titik tertentu informasi telah menjadi komoditas. Perlombaan memperebutkan benar berlangsung semakin ramai. Batasan antara yang benar dan salah pun menjadi semakin kabur. Tantangan untuk mampu memilah sumber-sumber terpercaya dengan bijak semakin besar.\n \nRuang Seni Rupa (RSR) kali ini memusatkan perhatian pada bagaimana pola komunikasi dan pertukaran informasi memunculkan hubungan sebab-akibat yang membangun sebuah cerita. Mulai dari mana informasi berasal\, apa saja yang dimaknai sebagai sumber informasi\, bagaimana informasi disampaikan\, bagaimana informasi diolah oleh penerimanya\, hingga efek-efek yang timbul dari pertukaran tersebut. Peserta program residensi Seniman Pascaterampil (SPt) merefleksikan pengalaman personalnya kemudian menariknya pada pembahasan yang lebih luas dengan mengidentifikasi posisi dirinya dalam konteks pengolahan informasi oleh masyarakat hari ini. \n \nPada program RSR ini PSBK mendukung seniman untuk melakukan eksplorasi interdisipliner melalui medium seni rupa. RSR hadir untuk menjadi sarana belajar bagi peserta program residensi SPt  untuk mengembangkan diri\, membuka ruang kolaborasi antar-disiplin\, dan  ruang pertukaran informasi antara seniman dengan masyarakat pada proses penciptaan dan presentasi karya seni rupa. Ruang seni PSBK memungkinkan keterbukaan interaksi dan interpretasi dalam mengasah daya pemaknaan bahasa bentuk untuk bersama-sama menyerap nilai belajarnya sebagai dasar berbagai sikap dan pilihan di kehidupan sehari-hari.\n \nPadepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) \n \nMelanjutkan spirit maestro seni Indonesia Bagong Kussudiardja\, PSBK mewujudkan diri sebagai art center dengan misi mendukung pengembangan kreatif seniman dan masyarakat umum untuk terus terhubung pada nilai-nilai seni dan budaya\, keberlanjutannya\, dan penciptaan nilai-nilai budaya melalui seni. PSBK hadir sebagai laboratorium kreatif\, tempat berkumpul\, ruang presentasi karya seniman dari berbagai disiplin. PSBK menghadirkan karya seniman-seniman muda\, memfasilitasi riset-riset artistik dan pengembangan profesional\, dan merancang program-program untuk meningkatkan community engagement dan pengembangan jaringan melalui kesenian.\n \nPadepokan Seni Bagong Kussudiardja\nDs. Kembaran Rt.04-05\, Tamantirto\, Kasihan\, Bantul\, DIY\nTel./Fax.: +62(0)274/ 414-404\nWhatsapp : +62 82141416252\nEmail: media@psbk.or.id   Web: www.psbk.or.id\nFacebook: psbkjogja\nTwitter & Instagram: @psbk_jogja\nYoutube: media psbk
URL:https://indonesiakaya.com/event/pameran-seni-rupa-sihir-kata/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/pameran-seni-rupa-sihir-kata-EETqKe.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190713T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190713T000000
DTSTAMP:20260404T202906
CREATED:20201022T031128Z
LAST-MODIFIED:20201022T075142Z
UID:36187-1562976000-1562976000@indonesiakaya.com
SUMMARY:Kompetisi Seni Persembahan JKTMOVEIN
DESCRIPTION:Jakarta Movement of Inspiration atau Jakarta Move In (JKTMOVEIN) adalah organisasi di bidang seni yang sering menggelar drama musikal. Komunitas yang ditujukan sebagai wadah generasi muda dalam berkreasi dan menciptakan sesuatu yang baru serta inovatif ini sudah menyelenggarakan beberapa pertunjukan musikal\, seperti: Musikal Petualangan Sherina\, Dongeng Pohon Impian\, Gemuruh dan lainnya. Kali ini\, Jakarta Move In bekerjasama dengan Ciputra Artpreneur menyelenggarakan Jakarta Show Off\, sebuah kompetisi seni yang melombakan 3 (tiga) cabang seni pertunjukan: BAND\, DANCE\, dan SHOW CHOIR. \nJakarta Show Off diselenggarakan pada tanggal 13 Juli 2019 yang lalu di Ciputra Artpreneur\, Jakarta. Kompetisi dengan total hadiah Rp80.000.000 ini diikuti tidak hanya oleh peserta dari Jakarta\, tapi juga dari beberapa kota dan daerah lain di Indonesia. Kompetisi ini sudah dimulai sejak bulan Mei 2019 dengan cara mengirimkan video audisi mereka secara online dan kelompok atau peserta yang terpilih mengikuti serangkaian lokakarya dan pelatihan yang diadakan sebelum tampil pada acara final Jakarta Show Off ini. Merekapun dinilai oleh juri-juri yang kompeten di bidangnya\, diantaranya ada Lea Simanjuntak dan Gita Gutawa. Acara ditutup dengan penampilan dari talenta muda yang tergabung dalam JKTMOVEIN. \nJKTMoveIn berharap melalui kegiatan ini dapat menemukan talenta dan juga mengasah kreatifitas dari anak-anak muda yang nantinya juga dapat besama-sama memberikan kontribusi dalam kemajuan seni pertunjukan di Indonesia. \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/kompetisi-seni-persembahan-jktmovein/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/kompetisi-seni-persembahan-jktmovein-mKdQZw.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190713T150000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190713T150000
DTSTAMP:20260404T202906
CREATED:20201023T073812Z
LAST-MODIFIED:20201023T073812Z
UID:41664-1563030000-1563030000@indonesiakaya.com
SUMMARY:Berdiri Teguh Indonesiaku oleh T.D.I KRU
DESCRIPTION:
URL:https://indonesiakaya.com/event/berdiri-teguh-indonesiaku-oleh-t-d-i-kru/
LOCATION:DKI Jakarta
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/13-JUL-300-x-450-1XEPqK.tmp_.jpg
END:VEVENT
END:VCALENDAR