BEGIN:VCALENDAR
VERSION:2.0
PRODID:-//Indonesia Kaya - ECPv6.15.15//NONSGML v1.0//EN
CALSCALE:GREGORIAN
METHOD:PUBLISH
X-WR-CALNAME:Indonesia Kaya
X-ORIGINAL-URL:https://indonesiakaya.com
X-WR-CALDESC:Events for Indonesia Kaya
REFRESH-INTERVAL;VALUE=DURATION:PT1H
X-Robots-Tag:noindex
X-PUBLISHED-TTL:PT1H
BEGIN:VTIMEZONE
TZID:Asia/Jakarta
BEGIN:STANDARD
TZOFFSETFROM:+0700
TZOFFSETTO:+0700
TZNAME:WIB
DTSTART:20240101T000000
END:STANDARD
END:VTIMEZONE
BEGIN:VEVENT
DTSTART;VALUE=DATE:20250605
DTEND;VALUE=DATE:20260106
DTSTAMP:20260421T054013
CREATED:20250606T185320Z
LAST-MODIFIED:20251231T072648Z
UID:93758-1749081600-1767657599@indonesiakaya.com
SUMMARY:Petualangan Baru di Panel Interaktif Galeri Indonesia Kaya: Lutung Kasarung & Empat Raja
DESCRIPTION:Galeri Indonesia Kaya kembali memperbarui konten pada instalasi panel layar besar di galeri publik—salah satu fitur andalan yang telah lama menarik perhatian pengunjung. Dua kisah rakyat legendaris kini hadir lebih hidup: Lutung Kasarung dari Jawa dan Empat Raja dari Papua. Kedua cerita ini bisa dijelajahi secara mandiri oleh pengunjung dalam pengalaman yang menggabungkan narasi visual dan aktivitas digital. \n \n \nPada Lutung Kasarung\, pengalaman tak berhenti pada membaca cerita. Pengunjung diajak terlibat dalam tiga tantangan seru: memasak\, merias pengantin\, dan memilih busana untuk sang pangeran. Setelah menyelesaikan misi\, pengunjung juga dapat menciptakan avatar digital yang akan tampil sebagai tamu istimewa di pesta kerajaan\, langsung di layar besar. Konsep ini menghadirkan sentuhan personal dalam menjelajahi cerita rakyat yang kaya nilai dan imajinasi. \n.  \n \n \nSementara itu\, wahana Empat Raja menyuguhkan pendekatan eksploratif yang mendorong pengunjung untuk aktif mengikuti alur cerita. Berawal dari kisah lima telur ajaib yang melahirkan empat pendiri kerajaan Papua\, pengalaman ini mengajak pengunjung mengumpulkan poin dan membuka babak-babak baru dari kisah lewat panel interaktif yang responsif dan dinamis. Setiap interaksi dirancang agar pengunjung merasa menjadi bagian dari legenda itu sendiri. \n \n \n \nKehadiran dua tema baru ini menegaskan komitmen Galeri Indonesia Kaya dalam merancang pengalaman budaya yang relevan dengan perkembangan zaman. Teknologi bukan sekadar alat\, tapi menjadi jembatan untuk merasakan kembali warisan cerita rakyat dengan cara yang lebih segar—khususnya bagi generasi muda yang tumbuh di era digital. Dan yang terbaik: semuanya bisa diakses gratis\, langsung di Grand Indonesia\, Jakarta.
URL:https://indonesiakaya.com/event/petualangan-baru-di-panel-interaktif-galeri-indonesia-kaya-lutung-kasarung-empat-raja/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2025/06/800x800px.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20251004T150000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20251004T160000
DTSTAMP:20260421T054013
CREATED:20250929T023752Z
LAST-MODIFIED:20250929T033430Z
UID:95391-1759590000-1759593600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Kala Padi Teater Koma
DESCRIPTION:Saat Batara Kala bertapa\, dia melihat Dewi Srinandi terbang melayang. Batara Kala terpikat kecantikan sang Dewi. Dia memaksa sang Dewi untuk menjadi istrinya. Tentu saja Dewi Srinandi tak mau dipaksa.\nDewi Sri kabur ke wilayah kerajaan Medangkamulyan\, mendarat di daerah penuh sawah dan menyamar menjadi padi. Batara Kala mencari\, tak menemukan\, akhirnya marah. Batara Kala memanggil pasukan raksasa untuk berubah jadi pasukan tikus\, membantu dia mencari Dewi Sri di antara padi.\nHal ini menghebohkan rakyat Medangkamulyan\, yang melapor kepada raja mereka\, Prabu Sri Mahapunggung. Beliau meminta petunjuk dari para dewa.\nPetunjuk apakah yang akan diberikan para dewa? Apakah bencana ini bisa dihindarkan? Apakah padi bisa diselamatkan?\nTentang Penyelenggara\nTEATER KOMA didirikan di Jakarta\, 1 Maret 1977 silam\, dan hingga tahun 2025 ini sudah memproduksi lebih dari 230 pementasan\, baik di televisi maupun di panggung. Kiprah kreatifitasnya biasa digelar di Pusat Kesenian Jakarta – Taman Ismail Marzuki dan Gedung Kesenian Jakarta.\nTeater Koma banyak mementaskan karya N. Riantiarno dan juga menggelar karya-karya dramawan kelas dunia\, dan sampai sekarang tetap konsisten memasukkan kritik dan komentar keadaan sosial dan politik. Kepiawaian Teater Koma dalam menyuntikkan kritik sosial ke dalam karya telah menjadi bagian dari misi mereka\, baik itu dengan tema naskah saduran dramawan Eropa\, naskah bertema wayang\, terinspirasi dari legenda-legenda Tionghoa\, naskah karya asli N. Riantiarno\, hingga ke pentas-pentas pendek yang ditayangkan secara daring sebagai bagian dari upaya berkarya di tengah pandemi.\nMelanjutkan visi N. Riantiarno yang wafat Januari 2023\, Teater Koma tetap yakin bahwa teater bisa menjadi salah satu jembatan menuju suatu keseimbangan batin dan jalan bagi terciptanya kebahagiaan yang manusiawi. Jujur\, bercermin lewat teater\, diyakini pula sebagai salah satu cara untuk menemukan kembali peran akal sehat dan budi-nurani. \nTEATER KOMA\, kelompok kesenian nirlaba yang konsisten dan produktif. Dikenal punya banyak penonton yang setia. Pentas-pentasnya sering digelar lebih dari 2 minggu\, bahkan pernah berpentas lebih dari satu bulan.
URL:https://indonesiakaya.com/event/kala-padi-teater-koma/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2025/09/gik-4okt-15-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20251004T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20251004T200000
DTSTAMP:20260421T054013
CREATED:20250929T024012Z
LAST-MODIFIED:20250929T024012Z
UID:95397-1759604400-1759608000@indonesiakaya.com
SUMMARY:Kala Padi Teater Koma - 19.00
DESCRIPTION:Saat Batara Kala bertapa\, dia melihat Dewi Srinandi terbang melayang. Batara Kala terpikat kecantikan sang Dewi. Dia memaksa sang Dewi untuk menjadi istrinya. Tentu saja Dewi Srinandi tak mau dipaksa.\nDewi Sri kabur ke wilayah kerajaan Medangkamulyan\, mendarat di daerah penuh sawah dan menyamar menjadi padi. Batara Kala mencari\, tak menemukan\, akhirnya marah. Batara Kala memanggil pasukan raksasa untuk berubah jadi pasukan tikus\, membantu dia mencari Dewi Sri di antara padi.\nHal ini menghebohkan rakyat Medangkamulyan\, yang melapor kepada raja mereka\, Prabu Sri Mahapunggung. Beliau meminta petunjuk dari para dewa.\nPetunjuk apakah yang akan diberikan para dewa? Apakah bencana ini bisa dihindarkan? Apakah padi bisa diselamatkan?\nTentang Penyelenggara\nTEATER KOMA didirikan di Jakarta\, 1 Maret 1977 silam\, dan hingga tahun 2025 ini sudah memproduksi lebih dari 230 pementasan\, baik di televisi maupun di panggung. Kiprah kreatifitasnya biasa digelar di Pusat Kesenian Jakarta – Taman Ismail Marzuki dan Gedung Kesenian Jakarta.\nTeater Koma banyak mementaskan karya N. Riantiarno dan juga menggelar karya-karya dramawan kelas dunia\, dan sampai sekarang tetap konsisten memasukkan kritik dan komentar keadaan sosial dan politik. Kepiawaian Teater Koma dalam menyuntikkan kritik sosial ke dalam karya telah menjadi bagian dari misi mereka\, baik itu dengan tema naskah saduran dramawan Eropa\, naskah bertema wayang\, terinspirasi dari legenda-legenda Tionghoa\, naskah karya asli N. Riantiarno\, hingga ke pentas-pentas pendek yang ditayangkan secara daring sebagai bagian dari upaya berkarya di tengah pandemi.\nMelanjutkan visi N. Riantiarno yang wafat Januari 2023\, Teater Koma tetap yakin bahwa teater bisa menjadi salah satu jembatan menuju suatu keseimbangan batin dan jalan bagi terciptanya kebahagiaan yang manusiawi. Jujur\, bercermin lewat teater\, diyakini pula sebagai salah satu cara untuk menemukan kembali peran akal sehat dan budi-nurani. \nTEATER KOMA\, kelompok kesenian nirlaba yang konsisten dan produktif. Dikenal punya banyak penonton yang setia. Pentas-pentasnya sering digelar lebih dari 2 minggu\, bahkan pernah berpentas lebih dari satu bulan.
URL:https://indonesiakaya.com/event/kala-padi-teater-koma-19-00/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2025/09/gik-4okt-19-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20251005T150000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20251005T160000
DTSTAMP:20260421T054013
CREATED:20250929T215735Z
LAST-MODIFIED:20250929T215735Z
UID:95409-1759676400-1759680000@indonesiakaya.com
SUMMARY:Palegongan Kiskenda oleh Bengkel Tari Ayu Bulan
DESCRIPTION:Palegongan (drama-tari berbasis seni tari legong) dibuat oleh maestro Legong (alm) Ayu Bulantrisna Djelantik pada awal 2018 dengan judul “Legong Topeng Rama Sita”. Tahun 2025\, tari ini diaransemen ulang para penari Bengkel Tari AyuBulan dan diberi judul baru “Palegongan Kiskenda”.Kisah ini diambil dari potongan epos Ramayana\, tentang kakak beradik Subali – Sugriwa dalam perjalanan menuju Gua Kiskenda. Sesampainya\, Subali meminta Sugriwa menunggu di luar gua selagi ia memerangi raksasa ganas Mahesasura di dalamnya. Pesan Subali\, jika dari gua keluar darah merah\, berarti ia berhasil membunuh Mahesasura\, tapi jika darahnya putih\, maka artinya ialah yang terbunuh.\nSugriwa yang berjaga bersama istri Subali\, Dewi Tara\, seketika berkabung melihat darah merah dan putih mengalir keluar dari Gua Kiskenda. Karena Sugriwa pun mencintai Tara\, ia ingin mempersunting Dewi Tara sepeninggalan kakaknya. \nSubali yang ternyata selamat\, keluar dari gua dengan amat murka. Kedua saudara itu bertarung sengit. Sugriwa memohon bantuan Sang Rama mengalahkan Subali yang lebih sakti\, dengan janji ia akan membantu Rama membebaskan Dewi Sita dari cengkeraman Rahwana di Alengka.\nSubali tewas\, dan Sugriwa pun menyertai Rama\, Laksmana\, Hanuman serta pasukan wanara menyerang Alengka untuk mengalahkan Rahwana dan antek-anteknya. Berkat bantuan Sugriwa\, Rama berhasil menyelamatkan istrinya Dewi Sita\, dan membawanya pulang ke Ayodya. \nTentang Penyelenggara\nBengkel Tari AyuBulan adalah kelompok penari profesional yang dibentuk di Bandung tahun 1994 oleh Dr Ayu Bulantrisna Djelantik maestro Legong Indonesia\, dengan visi dan misi melestarikan kesenian Legong yang adalah ibu dari semua tari-tari performatif di Bali. Kelompok ini aktif hingga kini dengan para penarinya menjadi guru-guru tari yang mengajar di kelas-kelas yang dinaungi educational branch kelompok ini\, yang disebut Lestari AyuBulan. \nPementas:\nBincang Legong: Nyoman Trianawati\, Renny Triwahyuni\nLegong Playon: Ni Ketut Putri Minangsari\, Nurlya\nPalegongan Kiskenda: Riesta Aldila\, Bunga Kariodimedjo\, Ni Wayan Wahyuni\, Uma Paramita\, Cindy Kartika Sari\, Devi Anas\, Nadia Olga\, Wulan Desiari\, Meutia Djaluputro\, Medya Cancerie\, Awidia Juwita\, Tesalia Tamara\, Astrid Haznam\, Mutiara Prabowo
URL:https://indonesiakaya.com/event/palegongan-kiskenda-oleh-bengkel-tari-ayu-bulan/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2025/09/gik-5okt-15-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20251005T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20251005T200000
DTSTAMP:20260421T054013
CREATED:20250929T215903Z
LAST-MODIFIED:20250929T215903Z
UID:95415-1759690800-1759694400@indonesiakaya.com
SUMMARY:Palegongan Kiskenda oleh Bengkel Tari Ayu Bulan - 19.00
DESCRIPTION:Palegongan (drama-tari berbasis seni tari legong) dibuat oleh maestro Legong (alm) Ayu Bulantrisna Djelantik pada awal 2018 dengan judul “Legong Topeng Rama Sita”. Tahun 2025\, tari ini diaransemen ulang para penari Bengkel Tari AyuBulan dan diberi judul baru “Palegongan Kiskenda”.Kisah ini diambil dari potongan epos Ramayana\, tentang kakak beradik Subali – Sugriwa dalam perjalanan menuju Gua Kiskenda. Sesampainya\, Subali meminta Sugriwa menunggu di luar gua selagi ia memerangi raksasa ganas Mahesasura di dalamnya. Pesan Subali\, jika dari gua keluar darah merah\, berarti ia berhasil membunuh Mahesasura\, tapi jika darahnya putih\, maka artinya ialah yang terbunuh.\nSugriwa yang berjaga bersama istri Subali\, Dewi Tara\, seketika berkabung melihat darah merah dan putih mengalir keluar dari Gua Kiskenda. Karena Sugriwa pun mencintai Tara\, ia ingin mempersunting Dewi Tara sepeninggalan kakaknya. \nSubali yang ternyata selamat\, keluar dari gua dengan amat murka. Kedua saudara itu bertarung sengit. Sugriwa memohon bantuan Sang Rama mengalahkan Subali yang lebih sakti\, dengan janji ia akan membantu Rama membebaskan Dewi Sita dari cengkeraman Rahwana di Alengka.\nSubali tewas\, dan Sugriwa pun menyertai Rama\, Laksmana\, Hanuman serta pasukan wanara menyerang Alengka untuk mengalahkan Rahwana dan antek-anteknya. Berkat bantuan Sugriwa\, Rama berhasil menyelamatkan istrinya Dewi Sita\, dan membawanya pulang ke Ayodya. \nTentang Penyelenggara\nBengkel Tari AyuBulan adalah kelompok penari profesional yang dibentuk di Bandung tahun 1994 oleh Dr Ayu Bulantrisna Djelantik maestro Legong Indonesia\, dengan visi dan misi melestarikan kesenian Legong yang adalah ibu dari semua tari-tari performatif di Bali. Kelompok ini aktif hingga kini dengan para penarinya menjadi guru-guru tari yang mengajar di kelas-kelas yang dinaungi educational branch kelompok ini\, yang disebut Lestari AyuBulan. \nPementas:\nBincang Legong: Nyoman Trianawati\, Renny Triwahyuni\nLegong Playon: Ni Ketut Putri Minangsari\, Nurlya\nPalegongan Kiskenda: Riesta Aldila\, Bunga Kariodimedjo\, Ni Wayan Wahyuni\, Uma Paramita\, Cindy Kartika Sari\, Devi Anas\, Nadia Olga\, Wulan Desiari\, Meutia Djaluputro\, Medya Cancerie\, Awidia Juwita\, Tesalia Tamara\, Astrid Haznam\, Mutiara Prabowo
URL:https://indonesiakaya.com/event/palegongan-kiskenda-oleh-bengkel-tari-ayu-bulan-19-00/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2025/09/gik-5okt-19-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20251018T150000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20251018T160000
DTSTAMP:20260421T054013
CREATED:20251011T084835Z
LAST-MODIFIED:20251011T084835Z
UID:95579-1760799600-1760803200@indonesiakaya.com
SUMMARY:Kala dan Nyala Dua Penjaga Tungku Kehidupan oleh Titimangsa
DESCRIPTION:Titimangsa mempersembahkan sebuah teater alegoris dengan unsur fantasi tentang mengingat kembali nilai-nilai kehidupan yang ada di dalam seni tradisi\, tidak spesifik dari budaya tertentu\, melainkan representasi tradisi-tradisi yang ada di Nusantara. Narator sebagai pusat alur dan gerbang transisi cerita\, sesekali bernyanyi atau menembang. Para pemain pun sesekali menari dan bernyanyi. Bukan teater musikal\, tetapi memiliki unsur musikal. \nPertunjukan ini bercerita tentang Kala\, sang penjaga waktu\, dan Nyala\, sang penjaga semangat (renjana). Keduanya menghadapi krisis besar; sumbu api Tungku Kehidupan meredup. Tanpa nyala itu\, peradaban akan membeku dan Nusantara terancam lenyap. Untuk mencegahnya padam total\, mereka menempuh perjalanan lintas ruang dan waktu\, menyusuri jejak api-api kecil di tiga tempat. \nKala dan Nyala bertemu Maestro di tiga tempat\, yang mengingatkan bahwa api Tungku Kehidupan padam karena manusia-manusia zaman sekarang lupa nilai-nilai kehidupan\, lupa tentang tiga hal yang perlu dijaga oleh manusia\, yaitu hubungan dengan Tuhan\, hubungan dengan sesama manusia\, dan hubungan dengan alam. Para Maestro menunjukkan  bahwa nilai-nilai itu ada dalam budaya tradisi Nusantara\, bisa dilihat dari kesenian tradisional yang ada\, misalnya dalam musik yang spiritual\, tari yang memerlukan kerja sama\, dan cerita rakyat yang mengisahkan harmoni dengan alam. \nTentang Penyelenggara \nTITIMANGSA bergerak di bidang budaya\, terutama seni pertunjukan. Titimangsa banyak mengalihwahanakan karya-karya sastra Indonesia ke dalam bentuk lain\, seperti seni pertunjukan\, podcast dan film. Selain kesusastraan\, Titimangsa juga selalu berupaya menghadirkan unsur sejarah dan budaya tradisi Nusantara dalam kekaryaannya\, agar pengetahuan tersebut terus bergulir kepada generasi muda. Hingga kini\, Titimangsa percaya kerja budaya yang konsisten dapat terjadi berkat kolaborasi dari beragam pilihan profesi dan media. Pertunjukan Titimangsa disajikan dalam format yang adaptif terhadap perkembangan zaman sehingga menarik minat pencinta teater maupun kalangan luas dari berbagai latar belakang. \nTITIMANGSA didirikan oleh Happy Salma dan Yulia Evina Bhara. Secara harfiah\, titimangsa berarti “masa” atau “waktu”; dan secara makna mengacu pada sebuah jembatan atau titian yang menghubungkan masa lalu\, masa sekarang\, dan masa depan. Titimangsa hadir sebagai wadah bagi ragam minat yang berhubungan dengan karya seni pertunjukan\, sastra\, sejarah\, dan budaya tradisi Nusantara. Selama 17 tahun ini Titimangsa telah memproduksi lebih dari 88 program\, mulai dari pertunjukan teater\, pentas monolog\, pertunjukan seni tradisi\, siniar\, festival kelas\, hingga penerbitan buku biografi kreatif. \nTitimangsa terus berupaya menjadi salah satu wadah bagi siapa pun yang tertarik dengan dunia seni pertunjukan. Kata kunci dari seluruh kerja Titimangsa adalah “kolaborasi” yang melibatkan banyak kolaborator lintas profesi dan media. Titimangsa juga membuka pintu bagi talenta-talenta potensial. Semenjak 2018\, Titimangsa membuka kelas-kelas seputar seni pertunjukan\, seperti kelas akting\, kelas manajemen produksi\, kelas manajemen panggung\, kelas desain panggung\, kelas penyutradaraan\, kelas menulis naskah drama\, hingga kelas kostum. Semua kelas Titimangsa diampu oleh pelaku seni profesional. Peserta kelas nantinya akan dilibatkan dalam berbagai produksi Titimangsa.
URL:https://indonesiakaya.com/event/kala-dan-nyala-dua-penjaga-tungku-kehidupan-oleh-titimangsa/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2025/10/gik-18okt-15-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20251018T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20251018T200000
DTSTAMP:20260421T054013
CREATED:20251011T085303Z
LAST-MODIFIED:20251011T085303Z
UID:95585-1760814000-1760817600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Kala dan Nyala Dua Penjaga Tungku Kehidupan oleh Titimangsa - 19.00
DESCRIPTION:Titimangsa mempersembahkan sebuah teater alegoris dengan unsur fantasi tentang mengingat kembali nilai-nilai kehidupan yang ada di dalam seni tradisi\, tidak spesifik dari budaya tertentu\, melainkan representasi tradisi-tradisi yang ada di Nusantara. Narator sebagai pusat alur dan gerbang transisi cerita\, sesekali bernyanyi atau menembang. Para pemain pun sesekali menari dan bernyanyi. Bukan teater musikal\, tetapi memiliki unsur musikal. \nPertunjukan ini bercerita tentang Kala\, sang penjaga waktu\, dan Nyala\, sang penjaga semangat (renjana). Keduanya menghadapi krisis besar; sumbu api Tungku Kehidupan meredup. Tanpa nyala itu\, peradaban akan membeku dan Nusantara terancam lenyap. Untuk mencegahnya padam total\, mereka menempuh perjalanan lintas ruang dan waktu\, menyusuri jejak api-api kecil di tiga tempat. \nKala dan Nyala bertemu Maestro di tiga tempat\, yang mengingatkan bahwa api Tungku Kehidupan padam karena manusia-manusia zaman sekarang lupa nilai-nilai kehidupan\, lupa tentang tiga hal yang perlu dijaga oleh manusia\, yaitu hubungan dengan Tuhan\, hubungan dengan sesama manusia\, dan hubungan dengan alam. Para Maestro menunjukkan  bahwa nilai-nilai itu ada dalam budaya tradisi Nusantara\, bisa dilihat dari kesenian tradisional yang ada\, misalnya dalam musik yang spiritual\, tari yang memerlukan kerja sama\, dan cerita rakyat yang mengisahkan harmoni dengan alam. \nTentang Penyelenggara \nTITIMANGSA bergerak di bidang budaya\, terutama seni pertunjukan. Titimangsa banyak mengalihwahanakan karya-karya sastra Indonesia ke dalam bentuk lain\, seperti seni pertunjukan\, podcast dan film. Selain kesusastraan\, Titimangsa juga selalu berupaya menghadirkan unsur sejarah dan budaya tradisi Nusantara dalam kekaryaannya\, agar pengetahuan tersebut terus bergulir kepada generasi muda. Hingga kini\, Titimangsa percaya kerja budaya yang konsisten dapat terjadi berkat kolaborasi dari beragam pilihan profesi dan media. Pertunjukan Titimangsa disajikan dalam format yang adaptif terhadap perkembangan zaman sehingga menarik minat pencinta teater maupun kalangan luas dari berbagai latar belakang. \nTITIMANGSA didirikan oleh Happy Salma dan Yulia Evina Bhara. Secara harfiah\, titimangsa berarti “masa” atau “waktu”; dan secara makna mengacu pada sebuah jembatan atau titian yang menghubungkan masa lalu\, masa sekarang\, dan masa depan. Titimangsa hadir sebagai wadah bagi ragam minat yang berhubungan dengan karya seni pertunjukan\, sastra\, sejarah\, dan budaya tradisi Nusantara. Selama 17 tahun ini Titimangsa telah memproduksi lebih dari 88 program\, mulai dari pertunjukan teater\, pentas monolog\, pertunjukan seni tradisi\, siniar\, festival kelas\, hingga penerbitan buku biografi kreatif. \nTitimangsa terus berupaya menjadi salah satu wadah bagi siapa pun yang tertarik dengan dunia seni pertunjukan. Kata kunci dari seluruh kerja Titimangsa adalah “kolaborasi” yang melibatkan banyak kolaborator lintas profesi dan media. Titimangsa juga membuka pintu bagi talenta-talenta potensial. Semenjak 2018\, Titimangsa membuka kelas-kelas seputar seni pertunjukan\, seperti kelas akting\, kelas manajemen produksi\, kelas manajemen panggung\, kelas desain panggung\, kelas penyutradaraan\, kelas menulis naskah drama\, hingga kelas kostum. Semua kelas Titimangsa diampu oleh pelaku seni profesional. Peserta kelas nantinya akan dilibatkan dalam berbagai produksi Titimangsa.
URL:https://indonesiakaya.com/event/kala-dan-nyala-dua-penjaga-tungku-kehidupan-oleh-titimangsa-19-00/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2025/10/gik-18okt-19-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20251019T150000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20251019T160000
DTSTAMP:20260421T054013
CREATED:20251011T090022Z
LAST-MODIFIED:20251011T090022Z
UID:95588-1760886000-1760889600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Nyai Hariri oleh Unlogic Teater
DESCRIPTION:Djegol adalah seorang pemuda kampung yang sudah lama menyimpan perasaan cinta kepada Nyai Hariri yang terkenal karena kecantikan dan kekayaannya di seluruh kampung. Sakit hati saat ditolak\, Djegol membalas dendam terhadap Nyai Hariri. Dengan tipu dayanya\, ia berhasil memperdaya Mak Edah yang bekerja sebagai pembantu di rumah Nyai Hariri untuk membantunya mengambil foto dan rambut Nyai Hariri. \nMelalui Dukun Siti Juharoh\, Djegol melakukan Santet Tusuk Konde dengan menggunakan foto dan rambut. Santet tersebut menghabisi nyawa Nyai Hariri dan anaknya. Nyai Hariri pun akhirnya tewas\, arwahnya penasaran karena ingin menuntut balas atas kematian anaknya. Hantu Nyai Hariri membalas dendam terhadap Djegol\, Dukun Siti Juharoh dan Mak Edah.  \nPertunjukan Nyai Hariri yang berlatar di sebuah kampung di Jakarta pada 1902\, adalah pertunjukan yang memanfaatkan layar panggung sebagai juktaposisi adegan pertunjukan\, baik sebagai latar ilustrasi\, sebagai pembesaran adegan\, dan juga sebagai kesinambungan adegan-adegan pada pertunjukan. Unlogic Teater mencoba memaksimalkan landskap ruang panggung Galeri Indonesia Kaya serta membangun hubungan organik antara peristiwa pada visual layar dan peristiwa pada panggung. \n Tentang Penyelenggara \nDidirikan pada 31 Desember 2014\, selama hampir 11 tahun\, Unlogic Teater diinisiasi oleh para seniman perempuan yang berbasis pada pendekatan dan kolaborasi seni lintas disiplin. Dengan mengangkat isu-isu gender\, sosial\, dan juga tradisi\, Unlogic Teater telah banyak berkolaborasi baik dengan kelompok teater\, institusi seni\, para seniman\, baik dari dalam negeri maupun luar negeri sebagai semangat dan upaya melakukan pertukaran gagasan dan praktik dalam ekosistem di Indonesia maupun ditingkatan global.
URL:https://indonesiakaya.com/event/nyai-hariri-oleh-unlogic-teater/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2025/10/gik-19okt25-15-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20251019T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20251019T200000
DTSTAMP:20260421T054013
CREATED:20251011T090334Z
LAST-MODIFIED:20251011T090334Z
UID:95594-1760900400-1760904000@indonesiakaya.com
SUMMARY:Nyai Hariri oleh Unlogic Teater - 19.00
DESCRIPTION:Djegol adalah seorang pemuda kampung yang sudah lama menyimpan perasaan cinta kepada Nyai Hariri yang terkenal karena kecantikan dan kekayaannya di seluruh kampung. Sakit hati saat ditolak\, Djegol membalas dendam terhadap Nyai Hariri. Dengan tipu dayanya\, ia berhasil memperdaya Mak Edah yang bekerja sebagai pembantu di rumah Nyai Hariri untuk membantunya mengambil foto dan rambut Nyai Hariri. \nMelalui Dukun Siti Juharoh\, Djegol melakukan Santet Tusuk Konde dengan menggunakan foto dan rambut. Santet tersebut menghabisi nyawa Nyai Hariri dan anaknya. Nyai Hariri pun akhirnya tewas\, arwahnya penasaran karena ingin menuntut balas atas kematian anaknya. Hantu Nyai Hariri membalas dendam terhadap Djegol\, Dukun Siti Juharoh dan Mak Edah.  \nPertunjukan Nyai Hariri yang berlatar di sebuah kampung di Jakarta pada 1902\, adalah pertunjukan yang memanfaatkan layar panggung sebagai juktaposisi adegan pertunjukan\, baik sebagai latar ilustrasi\, sebagai pembesaran adegan\, dan juga sebagai kesinambungan adegan-adegan pada pertunjukan. Unlogic Teater mencoba memaksimalkan landskap ruang panggung Galeri Indonesia Kaya serta membangun hubungan organik antara peristiwa pada visual layar dan peristiwa pada panggung. \n Tentang Penyelenggara \nDidirikan pada 31 Desember 2014\, selama hampir 11 tahun\, Unlogic Teater diinisiasi oleh para seniman perempuan yang berbasis pada pendekatan dan kolaborasi seni lintas disiplin. Dengan mengangkat isu-isu gender\, sosial\, dan juga tradisi\, Unlogic Teater telah banyak berkolaborasi baik dengan kelompok teater\, institusi seni\, para seniman\, baik dari dalam negeri maupun luar negeri sebagai semangat dan upaya melakukan pertukaran gagasan dan praktik dalam ekosistem di Indonesia maupun ditingkatan global.
URL:https://indonesiakaya.com/event/nyai-hariri-oleh-unlogic-teater-19-00/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2025/10/gik-19okt25-19-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20251025T150000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20251025T160000
DTSTAMP:20260421T054013
CREATED:20251017T115840Z
LAST-MODIFIED:20251017T115857Z
UID:95656-1761404400-1761408000@indonesiakaya.com
SUMMARY:Lautan Merah Putih oleh Teater Tanah Air
DESCRIPTION:Pertunjukan kali ini berkisah tentang mengenang perjuangan para pemuda Indonesia pada masa sebelum kemerdekaan untuk melawan para penjajah negeri ini. Sayangnya\, walaupun terus dirayakan tiap tahunnya\, saat ini kisah tentang peringatan untuk salah satu kejadian paling bersejarah di Indonesia yang dikenal dengan nama “Sumpah Pemuda” ini lambat laun terlupakan.  \nPeringatan untuk hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober ditujukan mengenang semangat juang para pemuda pejuang merah putih yang tergabung dalam perkumpulan generasi muda saat itu\, seperti Jong Java\, Jong Bataks Bond\, Jong Sumatranen Bond\, Jong Islamieten Bond\, dan Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia. Namun\, kali ini anak-anak Indonesia kembali muncul untuk menggalakkan peringatan hari Sumpah Pemuda\, dimulai dari pengibaran bendera merah putih. \nBukan hal mudah bagi anak-anak tersebut untuk tetap mempertahankan eksistensi hari Sumpah Pemuda yang mulai dilupakan. Bahkan ternyata\, anak-anak harus melawan raksasa yang berusaha menyerang. Masyarakat bangkit dimulai dari anak-anak yang menyiapkan pengibaran bendera. Ternyata raksasa tersebut silau terhadap warna putih dan takut terbakar oleh warna merah. Lalu\, perayaan peringatan sumpah pemuda kembali diramaikan oleh lautan merah putih. Anak-anak pun turut berterima kasih kepada raksasa yang ternyata adalah robot yang diciptakan sendiri oleh anak-anak pintar tersebut. \n Tentang Penyelenggara \nTeater Tanah Air didirikan di Jakarta\, 14 September 1988 di bawah asuhan dan bimbingan Sutradara Jose Rizal Manua dan dipimpin oleh Nunum Raraswati. Teater Tanah Air telah beberapa kali memperoleh penghargaan sebagai yang terbaik pada Festival Teater Anak-Anak Se-DKI Jakarta. Adapun penghargaan utama yang pernah didapatkan\, antara lain: \n– Dianugerahi Piagam Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya dari Presiden Republik Indonesia ke-6\, Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 29 Desember 2006. \n– Dianugerahi Piagam Penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI) atas rekor “Grup Teater Anak-Anak Pemenang Penghargaan Internasional Terbanyak” pada September 2008. \nSelain itu\, karena prestasi yang telah diraih\, Teater Tanah Air mendapat kehormatan untuk bergabung dalam International Amateur Theatre Association (IATA) dan menjadi grup teater pertama yang mewakili Indonesia. Kemudian\, Teater Tanah Air mengawali prestasi internasionalnya pada The Asia-Pacific Festival of Children’s Theatre di Toyama\, Jepang pada tanggal 1-6 Agustus 2004 melalui naskah teater seni rupa “Bumi di Tangan Anak-Anak” karya Danarto. Setelah itu\, kegiatan internasional yang diikuti di antaranya: \n– 9th World Festival of Children’s Theatre di Lingen (Ems)\, Jerman pada tanggal 14-22 Juli 2006 melalui naskah “Spectacle WOW: A Visual Theater Performance” karya Putu Wijaya. \n– Diundang untuk tampil di Singapura\, Singapura pada tahun 2007 membawakan lakon “Spectacle WOW: A Visual Theater Performance” karya Putu Wijaya. \n– Diundang untuk tampil pada Festival Kesenian Kanak-Kanak di Kuala Lumpur\, Malaysia tahun 2008 membawakan lakon “Spectacle WOW: A Visual Theater Performance” karya Putu Wijaya. \n– 10th World Festival of Children’s Theatre di Moskow\, Rusia pada tanggal 17-25 Juli 2008 dengan naskah “Spectacle Peace: A Visual Theater Performance” karya Putu Wijaya. \n– Diundang secara khusus untuk tampil di markas besar PBB di Jenewa\, Swiss (UNOG – United Nations Office in Geneva) pada tanggal 20-25 November 2008 dalam rangka United Nations Universal Children’s Day. Teater Tanah Air membawakan lakon “Spectacle Peace: A Visual Theater Performance” karya Putu Wijaya. \n– Diundang untuk tampil mewakili Indonesia dalam 14th Edition of International Festival of Young Theater di Taza\, Maroko tanggal 25-27 April 2013 dengan membawakan lakon “Spectacle Peace: A Visual Theater Performance” karya Putu Wijaya. \n– 13th International Children’s Festival of Performing Arts di New Delhi\, India pada tanggal 5-8 Desember 2013 dengan membawakan lakon “Spectacle ZERO: A Visual Theatre Performance” karya Putu Wijaya. \n– 14th World Festival of Children’s Theatre di Stratford\, Ontario\, Kanada tanggal 5-14 Juni 2016 membawakan lakon “Spectacle ZERO: A Visual Theatre Performance” karya Putu Wijaya. \n– 15th World Festival of Children’s Theatre di Lingen\, Jerman tanggal 22-29 Juni 2018\, Teater Tanah Air berpartisipasi dalam lakon “Spectacle HELP: A Visual Theater Performance” karya Putu Wijaya. \n– The World Festival of Children’s Performing Arts di Toyama\, Jepang\, tanggal 30 Juli – 3 Agustus 2022\, Teater Tanah Air berpartisipasi dalam lakon “Spectacle HELP: A Visual Theater Performance” karya Putu Wijaya. \n– 16th World Festival of Children’s Theatre di Lingen\, Jerman\, tanggal 27 Juni – 4 Juli 2025 dengan membawakan lakon “Spectacle HA IKU: A Visual Theater Performance” karya Putu Wijaya. \nTeater Tanah Air akan selalu mengepakkan sayapnya di kancah nasional maupun internasional agar selalu dapat mengharumkan nama bangsa di mancanegara dan tetap melestarikan serta menyebarluaskan seni teater.
URL:https://indonesiakaya.com/event/lautan-merah-putih-oleh-teater-tanah-air/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2025/10/gik-25okt-15-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20251025T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20251025T200000
DTSTAMP:20260421T054013
CREATED:20251017T120101Z
LAST-MODIFIED:20251017T120101Z
UID:95663-1761418800-1761422400@indonesiakaya.com
SUMMARY:Lautan Merah Putih oleh Teater Tanah Air - 19.00
DESCRIPTION:Pertunjukan kali ini berkisah tentang mengenang perjuangan para pemuda Indonesia pada masa sebelum kemerdekaan untuk melawan para penjajah negeri ini. Sayangnya\, walaupun terus dirayakan tiap tahunnya\, saat ini kisah tentang peringatan untuk salah satu kejadian paling bersejarah di Indonesia yang dikenal dengan nama “Sumpah Pemuda” ini lambat laun terlupakan.  \nPeringatan untuk hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober ditujukan mengenang semangat juang para pemuda pejuang merah putih yang tergabung dalam perkumpulan generasi muda saat itu\, seperti Jong Java\, Jong Bataks Bond\, Jong Sumatranen Bond\, Jong Islamieten Bond\, dan Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia. Namun\, kali ini anak-anak Indonesia kembali muncul untuk menggalakkan peringatan hari Sumpah Pemuda\, dimulai dari pengibaran bendera merah putih. \nBukan hal mudah bagi anak-anak tersebut untuk tetap mempertahankan eksistensi hari Sumpah Pemuda yang mulai dilupakan. Bahkan ternyata\, anak-anak harus melawan raksasa yang berusaha menyerang. Masyarakat bangkit dimulai dari anak-anak yang menyiapkan pengibaran bendera. Ternyata raksasa tersebut silau terhadap warna putih dan takut terbakar oleh warna merah. Lalu\, perayaan peringatan sumpah pemuda kembali diramaikan oleh lautan merah putih. Anak-anak pun turut berterima kasih kepada raksasa yang ternyata adalah robot yang diciptakan sendiri oleh anak-anak pintar tersebut. \n Tentang Penyelenggara \nTeater Tanah Air didirikan di Jakarta\, 14 September 1988 di bawah asuhan dan bimbingan Sutradara Jose Rizal Manua dan dipimpin oleh Nunum Raraswati. Teater Tanah Air telah beberapa kali memperoleh penghargaan sebagai yang terbaik pada Festival Teater Anak-Anak Se-DKI Jakarta. Adapun penghargaan utama yang pernah didapatkan\, antara lain: \n– Dianugerahi Piagam Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya dari Presiden Republik Indonesia ke-6\, Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 29 Desember 2006. \n– Dianugerahi Piagam Penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI) atas rekor “Grup Teater Anak-Anak Pemenang Penghargaan Internasional Terbanyak” pada September 2008. \nSelain itu\, karena prestasi yang telah diraih\, Teater Tanah Air mendapat kehormatan untuk bergabung dalam International Amateur Theatre Association (IATA) dan menjadi grup teater pertama yang mewakili Indonesia. Kemudian\, Teater Tanah Air mengawali prestasi internasionalnya pada The Asia-Pacific Festival of Children’s Theatre di Toyama\, Jepang pada tanggal 1-6 Agustus 2004 melalui naskah teater seni rupa “Bumi di Tangan Anak-Anak” karya Danarto. Setelah itu\, kegiatan internasional yang diikuti di antaranya: \n– 9th World Festival of Children’s Theatre di Lingen (Ems)\, Jerman pada tanggal 14-22 Juli 2006 melalui naskah “Spectacle WOW: A Visual Theater Performance” karya Putu Wijaya. \n– Diundang untuk tampil di Singapura\, Singapura pada tahun 2007 membawakan lakon “Spectacle WOW: A Visual Theater Performance” karya Putu Wijaya. \n– Diundang untuk tampil pada Festival Kesenian Kanak-Kanak di Kuala Lumpur\, Malaysia tahun 2008 membawakan lakon “Spectacle WOW: A Visual Theater Performance” karya Putu Wijaya. \n– 10th World Festival of Children’s Theatre di Moskow\, Rusia pada tanggal 17-25 Juli 2008 dengan naskah “Spectacle Peace: A Visual Theater Performance” karya Putu Wijaya. \n– Diundang secara khusus untuk tampil di markas besar PBB di Jenewa\, Swiss (UNOG – United Nations Office in Geneva) pada tanggal 20-25 November 2008 dalam rangka United Nations Universal Children’s Day. Teater Tanah Air membawakan lakon “Spectacle Peace: A Visual Theater Performance” karya Putu Wijaya. \n– Diundang untuk tampil mewakili Indonesia dalam 14th Edition of International Festival of Young Theater di Taza\, Maroko tanggal 25-27 April 2013 dengan membawakan lakon “Spectacle Peace: A Visual Theater Performance” karya Putu Wijaya. \n– 13th International Children’s Festival of Performing Arts di New Delhi\, India pada tanggal 5-8 Desember 2013 dengan membawakan lakon “Spectacle ZERO: A Visual Theatre Performance” karya Putu Wijaya. \n– 14th World Festival of Children’s Theatre di Stratford\, Ontario\, Kanada tanggal 5-14 Juni 2016 membawakan lakon “Spectacle ZERO: A Visual Theatre Performance” karya Putu Wijaya. \n– 15th World Festival of Children’s Theatre di Lingen\, Jerman tanggal 22-29 Juni 2018\, Teater Tanah Air berpartisipasi dalam lakon “Spectacle HELP: A Visual Theater Performance” karya Putu Wijaya. \n– The World Festival of Children’s Performing Arts di Toyama\, Jepang\, tanggal 30 Juli – 3 Agustus 2022\, Teater Tanah Air berpartisipasi dalam lakon “Spectacle HELP: A Visual Theater Performance” karya Putu Wijaya. \n– 16th World Festival of Children’s Theatre di Lingen\, Jerman\, tanggal 27 Juni – 4 Juli 2025 dengan membawakan lakon “Spectacle HA IKU: A Visual Theater Performance” karya Putu Wijaya. \nTeater Tanah Air akan selalu mengepakkan sayapnya di kancah nasional maupun internasional agar selalu dapat mengharumkan nama bangsa di mancanegara dan tetap melestarikan serta menyebarluaskan seni teater.
URL:https://indonesiakaya.com/event/lautan-merah-putih-oleh-teater-tanah-air-19-00/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2025/10/gik-25okt-19-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;VALUE=DATE:20251027
DTEND;VALUE=DATE:20251101
DTSTAMP:20260421T054013
CREATED:20251017T113458Z
LAST-MODIFIED:20251019T221115Z
UID:95648-1761523200-1761955199@indonesiakaya.com
SUMMARY:Ruang Kreatif Kelas Tari Cak Sesahyangan Dedari oleh Kembalikan Baliku - Sesi 2
DESCRIPTION:Tari tradisi Cak Sesahyangan Dedari mengkreasikan pakem budaya tari Kecak\, sebuah tarian yang biasa dibawakan oleh 50-60 pria dengan duduk melingkar api unggun/obor api dengan mengangkat tangan dan meneriakkan “Cak”. Kembalikan Baliku mewariskan ide seniman Bali yang menginovasikan tari Kecak Wanita. Tarian ini ditarikan oleh 20-30 orang penari perempuan mengenakan busana corak hitam dan putih atau disebut poleng\, membawakan kisah Sang Hyang Dedari yang berfungsi sebagai ritual penolak bala dan memohon keselamatan bagi masyarakat. Tari Cak Sesahyangan Dedari ditampilkan di acara Warisan Budaya Indonesia tahun 2022 juga pada perayaan Hari Tari Sedunia 2025 yang diselenggarakan oleh Kembalikan Baliku bersama Museum Nasional.   \nPengajar Ruang Kreatif: Kelas Tari Cak Sesahyangan Dedari adalah Nyoman Widia Pratiwi. Mbok Tiwi\, salah satu pengajar di Kembalikan Baliku yang juga aktif di Anjungan Taman Mini Indonesia Indah. Lokakarya ini dapat diikuti perempuan yang sudah pernah belajar menari Bali maupun yang baru ingin mempelajari tari Bali.   \n  \nJadwal kelas: \n27\, 29-31 Oktober 2025 \nSesi 1 \n16.30-18.30 WIB \nSesi 2 \n19.00- 21.00 WIB \n  \nUji pentas tanggal 1 November 2025 \nDi Galeri Indonesia Kaya \nGRATIS (TEMPAT TERBATAS) \n  \nSyarat dan Ketentuan \n  \nSyarat: \n\nWarga Negara Indonesia.\nUsia 13 tahun ke atas.\nTerbuka untuk perempuan.\nDapat mengikuti kelas secara lengkap (4 hari kelas).\nDapat mengikuti Uji Pentas di tanggal 1 November 2025.\nPakaian selama kelas adalah kaos dan legging berwarna gelap.\nMembawa kain untuk dipakai sebagai bawahan saat menari.\nMembawa botol minum sendiri.\n\n  \nKetentuan: \n\nDaftarkan diri di indonesiakaya.com\nTunggu konfirmasi via whatsapp dari petugas Galeri Indonesia Kaya (pastikan nomor yang dimasukkan adalah nomor whatsapp aktif) di tanggal 23 – 25 Oktober 2025.\n\n  \nTentang Pengajar \nKembalikan Baliku merupakan gebrakan budaya yang diinisiasi oleh Syandriasari untuk melestarikan salah satu budaya Indonesia\, yakni budaya Bali. Prihatin akan kondisi seni budaya Bali yang semakin tergerus oleh persaingan industri hiburan global\, sehingga seni budaya Bali semakin tidak selaras dengan perkembangan zaman dan kurang mampu menarik minat generasi muda\, Kembalikan Baliku mencoba hadir untuk mempertahankan seni budaya Bali sehingga dapat diserap oleh berbagai kalangan\, baik muda hingga tua. Kembalikan Baliku mendapat bimbingan langsung dari Maestro Guruh Sukarno Putra sebagai pembina seni dan mendapuk Nyoman Trianawati sebagai Pelatih Utama. Juga terdapat 4 pelatih muda seniman tari berbakat yang membantu menggarap pertunjukan dan juga mengajarkan tari. \n 
URL:https://indonesiakaya.com/event/ruang-kreatif-kelas-tari-cak-sesahyangan-dedari-oleh-kembalikan-baliku-sesi-2/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2025/10/Kelas-Tari-Cak-Sesahyangan-Dedari_Web-Square-copy-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;VALUE=DATE:20251027
DTEND;VALUE=DATE:20251101
DTSTAMP:20260421T054013
CREATED:20251017T113212Z
LAST-MODIFIED:20251019T221112Z
UID:95642-1761523200-1761955199@indonesiakaya.com
SUMMARY:Ruang Kreatif Kelas Tari Cak Sesahyangan Dedari oleh Kembalikan Baliku - Sesi 1
DESCRIPTION:Tari tradisi Cak Sesahyangan Dedari mengkreasikan pakem budaya tari Kecak\, sebuah tarian yang biasa dibawakan oleh 50-60 pria dengan duduk melingkar api unggun/obor api dengan mengangkat tangan dan meneriakkan “Cak”. Kembalikan Baliku mewariskan ide seniman Bali yang menginovasikan tari Kecak Wanita. Tarian ini ditarikan oleh 20-30 orang penari perempuan mengenakan busana corak hitam dan putih atau disebut poleng\, membawakan kisah Sang Hyang Dedari yang berfungsi sebagai ritual penolak bala dan memohon keselamatan bagi masyarakat. Tari Cak Sesahyangan Dedari ditampilkan di acara Warisan Budaya Indonesia tahun 2022 juga pada perayaan Hari Tari Sedunia 2025 yang diselenggarakan oleh Kembalikan Baliku bersama Museum Nasional.   \nPengajar Ruang Kreatif: Kelas Tari Cak Sesahyangan Dedari adalah Nyoman Widia Pratiwi. Mbok Tiwi\, salah satu pengajar di Kembalikan Baliku yang juga aktif di Anjungan Taman Mini Indonesia Indah. Lokakarya ini dapat diikuti perempuan yang sudah pernah belajar menari Bali maupun yang baru ingin mempelajari tari Bali.   \n  \nJadwal kelas: \n27\, 29-31 Oktober 2025 \nSesi 1 \n16.30-18.30 WIB \nSesi 2 \n19.00- 21.00 WIB \n  \nUji pentas tanggal 1 November 2025 \nDi Galeri Indonesia Kaya \nGRATIS (TEMPAT TERBATAS) \n  \nSyarat dan Ketentuan \n  \nSyarat: \n\nWarga Negara Indonesia.\nUsia 13 tahun ke atas.\nTerbuka untuk perempuan.\nDapat mengikuti kelas secara lengkap (4 hari kelas).\nDapat mengikuti Uji Pentas di tanggal 1 November 2025.\nPakaian selama kelas adalah kaos dan legging berwarna gelap.\nMembawa kain untuk dipakai sebagai bawahan saat menari.\nMembawa botol minum sendiri.\n\n  \nKetentuan: \n\nDaftarkan diri di indonesiakaya.com\nTunggu konfirmasi via whatsapp dari petugas Galeri Indonesia Kaya (pastikan nomor yang dimasukkan adalah nomor whatsapp aktif) di tanggal 23 – 25 Oktober 2025.\n\n  \nTentang Pengajar \nKembalikan Baliku merupakan gebrakan budaya yang diinisiasi oleh Syandriasari untuk melestarikan salah satu budaya Indonesia\, yakni budaya Bali. Prihatin akan kondisi seni budaya Bali yang semakin tergerus oleh persaingan industri hiburan global\, sehingga seni budaya Bali semakin tidak selaras dengan perkembangan zaman dan kurang mampu menarik minat generasi muda\, Kembalikan Baliku mencoba hadir untuk mempertahankan seni budaya Bali sehingga dapat diserap oleh berbagai kalangan\, baik muda hingga tua. Kembalikan Baliku mendapat bimbingan langsung dari Maestro Guruh Sukarno Putra sebagai pembina seni dan mendapuk Nyoman Trianawati sebagai Pelatih Utama. Juga terdapat 4 pelatih muda seniman tari berbakat yang membantu menggarap pertunjukan dan juga mengajarkan tari. \n 
URL:https://indonesiakaya.com/event/ruang-kreatif-kelas-tari-cak-sesahyangan-dedari-oleh-kembalikan-baliku-sesi-1/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2025/10/Kelas-Tari-Cak-Sesahyangan-Dedari_Web-Square-1.jpg
END:VEVENT
END:VCALENDAR