BEGIN:VCALENDAR
VERSION:2.0
PRODID:-//Indonesia Kaya - ECPv6.15.15//NONSGML v1.0//EN
CALSCALE:GREGORIAN
METHOD:PUBLISH
X-WR-CALNAME:Indonesia Kaya
X-ORIGINAL-URL:https://indonesiakaya.com
X-WR-CALDESC:Events for Indonesia Kaya
REFRESH-INTERVAL;VALUE=DURATION:PT1H
X-Robots-Tag:noindex
X-PUBLISHED-TTL:PT1H
BEGIN:VTIMEZONE
TZID:Asia/Jakarta
BEGIN:STANDARD
TZOFFSETFROM:+0700
TZOFFSETTO:+0700
TZNAME:WIB
DTSTART:20230101T000000
END:STANDARD
END:VTIMEZONE
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20240803T150000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20240803T160000
DTSTAMP:20260422T035052
CREATED:20240729T001623Z
LAST-MODIFIED:20241021T103142Z
UID:85819-1722697200-1722700800@indonesiakaya.com
SUMMARY:Seri Panakawan: Upacara oleh Teater Koma
DESCRIPTION:Gareng\, Petruk dan Bagong berulah lagi. Ketiga anak Semar itu mencari berbagai cara agar bisa datang ke IKB\, ibukota baru. Mereka mau ikut upacara di sana\, meski tidak diundang dan tak paham makna dari peringatan kemerdekaan tersebut. \nSadar bahwa anak-anaknya hanya ingin membuat konten viral\, Semar lalu mengingatkan mereka. Dia ajak mereka diskusi tentang kemerdekaan. Dia minta ketiga anaknya melihat di sekeliling mereka\, untuk mencari makna kemerdekaan. \nTetap saja\, mereka bersikeras pergi ke IKB\, tak peduli dengan metode macam apa. Akibatnya\, terjadi hal yang lebih gawat. Apakah musibah yang menimpa mampu mereka lalui? Apakah setelah musibah itu\, Semar mampu menyadarkan anak-anaknya tentang makna kemerdekaan? \nSejak didirikan di Jakarta\, 1 Maret 1977\, Teater Koma yang merupakan kelompok kesenian nirlaba yang konsisten dan produktif sudah memproduksi 229 pementasan\, baik di televisi maupun di panggung. Kiprah kreatifitasnya biasa digelar di Pusat Kesenian Jakarta – Taman Ismail Marzuki dan Gedung Kesenian Jakarta. \nTeater Koma banyak mementaskan karya N. Riantiarno dan juga menggelar karya-karya dramawan kelas dunia. Teater Koma sekarang tetap berusaha mengomentari dan mengkritik keadaan sosial dan politik lewat seni panggung\, baik dengan tema naskah saduran dramawan Eropa\, naskah bertema wayang\, terinspirasi dari legenda-legenda Tionghoa\, ataupun naskah karya asli N. Riantiarno\, hingga ke pentas-pentas pendek yang ditayangkan secara daring sebagai bagian dari upaya berkarya di tengah pandemi. \nMelanjutkan visi N. Riantiarno yang wafat Januari 2023\, Teater Koma tetap yakin bisa menjadi salah satu jembatan menuju suatu keseimbangan batin dan jalan bagi terciptanya kebahagiaan yang manusiawi. Bercermin lewat teater diyakini pula sebagai salah satu cara untuk menemukan kembali peran akal sehat dan budi-nurani.
URL:https://indonesiakaya.com/event/seri-panakawan-upacara-oleh-teater-koma/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2024/07/GIK-3Agustus-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20240803T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20240803T200000
DTSTAMP:20260422T035052
CREATED:20240729T001933Z
LAST-MODIFIED:20241021T103110Z
UID:85824-1722711600-1722715200@indonesiakaya.com
SUMMARY:Seri Panakawan: Upacara oleh Teater Koma - 19.00
DESCRIPTION:Gareng\, Petruk dan Bagong berulah lagi. Ketiga anak Semar itu mencari berbagai cara agar bisa datang ke IKB\, ibukota baru. Mereka mau ikut upacara di sana\, meski tidak diundang dan tak paham makna dari peringatan kemerdekaan tersebut. \nSadar bahwa anak-anaknya hanya ingin membuat konten viral\, Semar lalu mengingatkan mereka. Dia ajak mereka diskusi tentang kemerdekaan. Dia minta ketiga anaknya melihat di sekeliling mereka\, untuk mencari makna kemerdekaan. \nTetap saja\, mereka bersikeras pergi ke IKB\, tak peduli dengan metode macam apa. Akibatnya\, terjadi hal yang lebih gawat. Apakah musibah yang menimpa mampu mereka lalui? Apakah setelah musibah itu\, Semar mampu menyadarkan anak-anaknya tentang makna kemerdekaan? \nSejak didirikan di Jakarta\, 1 Maret 1977\, Teater Koma yang merupakan kelompok kesenian nirlaba yang konsisten dan produktif sudah memproduksi 229 pementasan\, baik di televisi maupun di panggung. Kiprah kreatifitasnya biasa digelar di Pusat Kesenian Jakarta – Taman Ismail Marzuki dan Gedung Kesenian Jakarta. \nTeater Koma banyak mementaskan karya N. Riantiarno dan juga menggelar karya-karya dramawan kelas dunia. Teater Koma sekarang tetap berusaha mengomentari dan mengkritik keadaan sosial dan politik lewat seni panggung\, baik dengan tema naskah saduran dramawan Eropa\, naskah bertema wayang\, terinspirasi dari legenda-legenda Tionghoa\, ataupun naskah karya asli N. Riantiarno\, hingga ke pentas-pentas pendek yang ditayangkan secara daring sebagai bagian dari upaya berkarya di tengah pandemi. \nMelanjutkan visi N. Riantiarno yang wafat Januari 2023\, Teater Koma tetap yakin bisa menjadi salah satu jembatan menuju suatu keseimbangan batin dan jalan bagi terciptanya kebahagiaan yang manusiawi. Bercermin lewat teater diyakini pula sebagai salah satu cara untuk menemukan kembali peran akal sehat dan budi-nurani.
URL:https://indonesiakaya.com/event/seri-panakawan-upacara-oleh-teater-koma-19-00/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2024/07/GIK-3Agustus-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20240810T150000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20240810T160000
DTSTAMP:20260422T035052
CREATED:20240802T233826Z
LAST-MODIFIED:20240805T045128Z
UID:85864-1723302000-1723305600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Teater Monolog Cut Nyak Dhien oleh Sha Ine Febriyanti
DESCRIPTION:Nama Cut Nyak Dhien tidak asing. Namun\, selama ini kita lebih mengenal Cut Nyak Dhien dari sisi maskulinnya sebagai seorang perempuan pejuang perkasa dari Nanggroe Aceh Darussalam yang pantang menyerah. Cut Nyak Dhien tak pernah menunjukkan kepedihan hati maupun dukanya saat ditinggal pergi orang yang dikasihinya; suaminya\, Teuku Ibrahim ataupun Teuku Umar. Sebagai seorang ibu\, Cut Nyak Dhien harus tetap terlihat tegar di depan anaknya\, juga di depan mereka yang membutuhkan tuntunan dan kepemimpinannya. \nTeater Monolog Cut Nyak Dhien mengangkat sisi perempuan Cut Nyak Dhien sebagai seorang istri dan ibu yang juga goyah ketika kehilangan menghampiri kehidupannya. Seorang istri yang gelisah acap kali suaminya pamit ke medan perang dan tak terdengar kabar keberadaannya. Meski dirinya memahami risiko yang akan dihadapi suaminya berhadapan dengan para khape di medan pertempuran; Cut Nyak Dhien tetaplah perempuan yang punya rasa\, yang hatinya hancur\, dan menangis kala yang datang adalah kabar duka. \nSetelah kematian Teuku Umar\, Cut Nyak Dhien bangkit untuk meneruskan jejak dan semangat juang suaminya\, bergerilya bersama pasukannya hingga dirinya ditangkap dan dijauhkan dari tanah kelahirannya; diasingkan ke pulau Jawa. Kisah ini dituturkan Cut Nyak Dhien dari hutan Sumedang\, tempatnya menjalani masa – masa pengasingan hingga tutup usia pada 6 November 1908. \nTeater Monolog Cut Nyak Dhien disutradarai dan dimainkan oleh Sha Ine Febriyanti dengan didukung tata panggung menggunakan visual art dan permainan teatrikal\, dipentaskan pertama kali pada 13 April 2014 di Galeri Indonesia Kaya\, Jakarta dan dibawa berkeliling ke beberapa kota di Indonesia pada 2015. Pada 109 tahun kepergian Cut Nyak Dhien\, monolog Cut Nyak Dhien dipentaskan kembali pada 16 November 2017 di Bentara Budaya Jakarta dan di International Women Conference\, ROSE\, Kuala Lumpur pada 7 Februari 2018\, serta roadshow dan workshop ke 10 kota Indonesia pada April – September 2018. \nSha Ine Febriyanti\, seorang pekerja seni\, aktris teater & film\, sutradara Indonesia yang mengawali karir sebagai model pada 1992. Pada 1999 mulai merambah dunia seni peran dan mengakrabi teater saat mendapat kepercayaan memerankan karakter Miss Julie. \nPada 2014-2018 menggarap kisah Cut Nyak Dien ke dalam teater monolog yang disutradarai dan diperankannya sendiri serta dipentaskan di beberapa kota di Indonesia termasuk Banda Aceh dan Kuala Lumpur. Di Juni 2017\,  ia berpartisipasi mewakili Indonesia ke Festival Teater International di Gori\, Georgia dan berperan dalam repertoar Biduanita Botak. Terakhir ia memerankan Maria Zaitun di 28th Cairo International Festival For Experimental Theatre 2021\, Kairo\, Mesir. \nSaat ini\, peraih beasiswa Asian Film Academy di Busan\, Korea Selatan\, 2012\, dan Pemeran Utama Perempuan Terbaik Festival Film Indonesia 2023 ini; mengelola dan mengembangkan Huma Art Center sebagai kantong budaya yang terbuka untuk siapa saja yang memiliki energi yang sama untuk berbagi melalui media seni.
URL:https://indonesiakaya.com/event/teater-monolog-cut-nyak-dhien-oleh-sha-ine-febriyanti/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2024/08/GIK-10agustus-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20240810T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20240810T200000
DTSTAMP:20260422T035052
CREATED:20240802T234157Z
LAST-MODIFIED:20240805T062909Z
UID:85869-1723316400-1723320000@indonesiakaya.com
SUMMARY:Teater Monolog Cut Nyak Dhien oleh Sha Ine Febriyanti - 19.00
DESCRIPTION:Nama Cut Nyak Dhien tidak asing. Namun\, selama ini kita lebih mengenal Cut Nyak Dhien dari sisi maskulinnya sebagai seorang perempuan pejuang perkasa dari Nanggroe Aceh Darussalam yang pantang menyerah. Cut Nyak Dhien tak pernah menunjukkan kepedihan hati maupun dukanya saat ditinggal pergi orang yang dikasihinya; suaminya\, Teuku Ibrahim ataupun Teuku Umar. Sebagai seorang ibu\, Cut Nyak Dhien harus tetap terlihat tegar di depan anaknya\, juga di depan mereka yang membutuhkan tuntunan dan kepemimpinannya. \nTeater Monolog Cut Nyak Dhien mengangkat sisi perempuan Cut Nyak Dhien sebagai seorang istri dan ibu yang juga goyah ketika kehilangan menghampiri kehidupannya. Seorang istri yang gelisah acap kali suaminya pamit ke medan perang dan tak terdengar kabar keberadaannya. Meski dirinya memahami risiko yang akan dihadapi suaminya berhadapan dengan para khape di medan pertempuran; Cut Nyak Dhien tetaplah perempuan yang punya rasa\, yang hatinya hancur\, dan menangis kala yang datang adalah kabar duka. \nSetelah kematian Teuku Umar\, Cut Nyak Dhien bangkit untuk meneruskan jejak dan semangat juang suaminya\, bergerilya bersama pasukannya hingga dirinya ditangkap dan dijauhkan dari tanah kelahirannya; diasingkan ke pulau Jawa. Kisah ini dituturkan Cut Nyak Dhien dari hutan Sumedang\, tempatnya menjalani masa – masa pengasingan hingga tutup usia pada 6 November 1908. \nTeater Monolog Cut Nyak Dhien disutradarai dan dimainkan oleh Sha Ine Febriyanti dengan didukung tata panggung menggunakan visual art dan permainan teatrikal\, dipentaskan pertama kali pada 13 April 2014 di Galeri Indonesia Kaya\, Jakarta dan dibawa berkeliling ke beberapa kota di Indonesia pada 2015. Pada 109 tahun kepergian Cut Nyak Dhien\, monolog Cut Nyak Dhien dipentaskan kembali pada 16 November 2017 di Bentara Budaya Jakarta dan di International Women Conference\, ROSE\, Kuala Lumpur pada 7 Februari 2018\, serta roadshow dan workshop ke 10 kota Indonesia pada April – September 2018. \nSha Ine Febriyanti\, seorang pekerja seni\, aktris teater & film\, sutradara Indonesia yang mengawali karir sebagai model pada 1992. Pada 1999 mulai merambah dunia seni peran dan mengakrabi teater saat mendapat kepercayaan memerankan karakter Miss Julie. \nPada 2014-2018 menggarap kisah Cut Nyak Dien ke dalam teater monolog yang disutradarai dan diperankannya sendiri serta dipentaskan di beberapa kota di Indonesia termasuk Banda Aceh dan Kuala Lumpur. Di Juni 2017\,  ia berpartisipasi mewakili Indonesia ke Festival Teater International di Gori\, Georgia dan berperan dalam repertoar Biduanita Botak. Terakhir ia memerankan Maria Zaitun di 28th Cairo International Festival For Experimental Theatre 2021\, Kairo\, Mesir. \nSaat ini\, peraih beasiswa Asian Film Academy di Busan\, Korea Selatan\, 2012\, dan Pemeran Utama Perempuan Terbaik Festival Film Indonesia 2023 ini; mengelola dan mengembangkan Huma Art Center sebagai kantong budaya yang terbuka untuk siapa saja yang memiliki energi yang sama untuk berbagi melalui media seni.
URL:https://indonesiakaya.com/event/teater-monolog-cut-nyak-dhien-oleh-sha-ine-febriyanti-19-00/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2024/08/GIK-10agustus-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20240817T150000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20240817T160000
DTSTAMP:20260422T035052
CREATED:20240811T234114Z
LAST-MODIFIED:20240812T004042Z
UID:86346-1723906800-1723910400@indonesiakaya.com
SUMMARY:Sajak dari Ruang Juang oleh Ananda Sukarlan\, Mariska Setiawan dan Maudy Koesnaedi Feat. Oswin Wilke
DESCRIPTION:Ananda Sukarlan (komponis dan pianis)\, Mariska Setiawan (soprano) dan Maudy Koesnaedi (aktris) berkolaborasi untuk menyuguhkan sebuah sajian manis melalui sastra\, musik\, vokal\, dan narasi. Penonton dibawa kembali untuk mengapresiasi perjuangan para pejuang kemerdekaan\, dan juga memaknai arti kemerdekaan Indonesia di usia 79 tahun merdeka. \nAnanda Sukarlan menjadi seniman Indonesia pertama yang diundang ke Portugal setelah hubungan diplomatik kedua negara terjalin. Daya inovasinya  dalam dunia musik “terdeteksi” pada tahun 2000 oleh surat kabar Sydney Morning Herald yang menuliskannya sebagai “Salah satu pianis terkemuka dunia yang berada di garis depan dalam memperjuangkan musik piano baru”. \nAnanda mendapat penghargaan sipil tertinggi di Italia “Cavaliere Ordine della Stella d’Italia” dari Presiden Sergio Mattarella\, dan pada tahun 2022 ditunjuk sebagai pendiri dan direktur artistik G20 Symphony Orchestra yang diharapkan menjadi warisan kebudayaan Indonesia untuk G20. \n17 Nov 2023\, Yang Mulia Raja Felipe VI menganugerahkannya Royal Order of Merit Isabel la Catolica\, penghargaan tertinggi untuk warga sipil dari Kerajaan Spanyol. \nMariska Setiawan adalah peraih berbagai penghargaan dalam dunia seni pertunjukan\, beberapa di antaranya meliputi pemenang Kompetisi Nasional Tembang Puitik 2011 sebagai penyanyi seriosa muda di usia 19 tahun\, peraih beasiswa pelatihan Ruang Kreatif Intensif Musikal Budaya di New York tahun 2019\, memerankan Eulis Zuraedah\, istri pahlawan nasional Ismail Marzuki di serial musical Payung Fantasi 2022\, dan menjadi salah satu dari 4 solois Indonesia yang terpilih untuk tampil bersama G2O Symphony Orchestra. \nKecintaannya pada musik\, sastra dan budaya menggerakkan Mariska untuk mendirikan Studio Sangita\, sebuah lembaga edukasi musik dan seni pertunjukan yang bertujuan untuk memupuk rasa cinta akan pendidikan. Hingga hari ini Mariska aktif sebagai performer serta sebagai pengajar & dosen luar biasa di beberapa universitas di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
URL:https://indonesiakaya.com/event/sajak-dari-ruang-juang-oleh-ananda-sukarlan-mariska-setiawan-dan-maudy-koesnaedi-feat-oswin-wilke/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2024/08/gik-17agustus-1x1-15.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20240817T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20240817T200000
DTSTAMP:20260422T035052
CREATED:20240811T234637Z
LAST-MODIFIED:20240812T004101Z
UID:86352-1723921200-1723924800@indonesiakaya.com
SUMMARY:Sajak dari Ruang Juang oleh Ananda Sukarlan\, Mariska Setiawan dan Maudy Koesnaedi Feat. Oswin Wilke - 19.00
DESCRIPTION:Ananda Sukarlan (komponis dan pianis)\, Mariska Setiawan (soprano) dan Maudy Koesnaedi (aktris) berkolaborasi untuk menyuguhkan sebuah sajian manis melalui sastra\, musik\, vokal\, dan narasi. Penonton dibawa kembali untuk mengapresiasi perjuangan para pejuang kemerdekaan\, dan juga memaknai arti kemerdekaan Indonesia di usia 79 tahun merdeka. \nAnanda Sukarlan menjadi seniman Indonesia pertama yang diundang ke Portugal setelah hubungan diplomatik kedua negara terjalin. Daya inovasinya  dalam dunia musik “terdeteksi” pada tahun 2000 oleh surat kabar Sydney Morning Herald yang menuliskannya sebagai “Salah satu pianis terkemuka dunia yang berada di garis depan dalam memperjuangkan musik piano baru”. \nAnanda mendapat penghargaan sipil tertinggi di Italia “Cavaliere Ordine della Stella d’Italia” dari Presiden Sergio Mattarella\, dan pada tahun 2022 ditunjuk sebagai pendiri dan direktur artistik G20 Symphony Orchestra yang diharapkan menjadi warisan kebudayaan Indonesia untuk G20. \n17 Nov 2023\, Yang Mulia Raja Felipe VI menganugerahkannya Royal Order of Merit Isabel la Catolica\, penghargaan tertinggi untuk warga sipil dari Kerajaan Spanyol. \nMariska Setiawan adalah peraih berbagai penghargaan dalam dunia seni pertunjukan\, beberapa di antaranya meliputi pemenang Kompetisi Nasional Tembang Puitik 2011 sebagai penyanyi seriosa muda di usia 19 tahun\, peraih beasiswa pelatihan Ruang Kreatif Intensif Musikal Budaya di New York tahun 2019\, memerankan Eulis Zuraedah\, istri pahlawan nasional Ismail Marzuki di serial musical Payung Fantasi 2022\, dan menjadi salah satu dari 4 solois Indonesia yang terpilih untuk tampil bersama G2O Symphony Orchestra. \nKecintaannya pada musik\, sastra dan budaya menggerakkan Mariska untuk mendirikan Studio Sangita\, sebuah lembaga edukasi musik dan seni pertunjukan yang bertujuan untuk memupuk rasa cinta akan pendidikan. Hingga hari ini Mariska aktif sebagai performer serta sebagai pengajar & dosen luar biasa di beberapa universitas di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
URL:https://indonesiakaya.com/event/sajak-dari-ruang-juang-oleh-ananda-sukarlan-mariska-setiawan-dan-maudy-koesnaedi-feat-oswin-wilke-19-00/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2024/08/gik-17agustus-1x1-19.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20240824T150000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20240824T160000
DTSTAMP:20260422T035052
CREATED:20240816T173939Z
LAST-MODIFIED:20240819T022420Z
UID:86473-1724511600-1724515200@indonesiakaya.com
SUMMARY:Harmoni Indonesia Merdeka oleh TJNDD & Nava Daya Swara
DESCRIPTION:TJNDD (Prof. Tjut Nyak Deviana Daudsjah) bersama dengan Nava Daya Swara akan menyuguhkan konser dengan nuansa kemerdekaan Republik Indonesia. Lagu-lagu karya Ismail Marzuki\, Ibu Soed\, Raden Soetedja\, dan masih banyak lainnya dibawakan dengan gaya khas Nava Daya Swara dengan berbagai gaya dan genre. TJNDD dan Nava Daya Swara dibentuk untuk mempromosikan group vokal dengan harmonisasi Sopran\, Alto\, Tenor\, Bariton. \nKonser kali ini diharapkan dapat memberikan suguhan penampilan dengan kemasan grup vocal yang bisa mempresentasikan lagu-lagu Indonesia dengan cara yang modern dan fresh. \nPenampil: \nTJNDD & Nava Daya Swara\nProf. Tjut Nyak Deviana Daudsjah\, pelatih vocal serta pimpinan dari Ensemble – Piano/Arrangement \nAli Akbar Sugiri\, M.Mus – Keyboard \nAlvina Hendradi\, MBA – Vocals \nAde Rianom\, MA – Vocals \nMaria Dissideria BA – Vocals \nAjeng Sharfina\, BA – Vocals \nObaja Maruli Simatupang\, Mahasiswa DAYA Tingkat akhir – Double Bass \nWahyu Prastya\, B.Mus – Drums
URL:https://indonesiakaya.com/event/harmoni-indonesia-merdeka-oleh-tjndd-nava-daya-swara/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2024/08/gik-24agustus-1x1-15-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20240824T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20240824T200000
DTSTAMP:20260422T035052
CREATED:20240816T172252Z
LAST-MODIFIED:20240818T180227Z
UID:86481-1724526000-1724529600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Harmoni Indonesia Merdeka oleh TJNDD & Nava Daya Swara - 19.00
DESCRIPTION:TJNDD (Prof. Tjut Nyak Deviana Daudsjah) bersama dengan Nava Daya Swara akan menyuguhkan konser dengan nuansa kemerdekaan Republik Indonesia. Lagu-lagu karya Ismail Marzuki\, Ibu Soed\, Raden Soetedja\, dan masih banyak lainnya dibawakan dengan gaya khas Nava Daya Swara dengan berbagai gaya dan genre. TJNDD dan Nava Daya Swara dibentuk untuk mempromosikan group vokal dengan harmonisasi Sopran\, Alto\, Tenor\, Bariton. \nKonser kali ini diharapkan dapat memberikan suguhan penampilan dengan kemasan grup vocal yang bisa mempresentasikan lagu-lagu Indonesia dengan cara yang modern dan fresh. \nPenampil: \nTJNDD & Nava Daya Swara\nProf. Tjut Nyak Deviana Daudsjah\, pelatih vocal serta pimpinan dari Ensemble – Piano/Arrangement \nAli Akbar Sugiri\, M.Mus – Keyboard \nAlvina Hendradi\, MBA – Vocals \nAde Rianom\, MA – Vocals \nMaria Dissideria BA – Vocals \nAjeng Sharfina\, BA – Vocals \nObaja Maruli Simatupang\, Mahasiswa DAYA Tingkat akhir – Double Bass \nWahyu Prastya\, B.Mus – Drums
URL:https://indonesiakaya.com/event/harmoni-indonesia-merdeka-oleh-tjndd-nava-daya-swara-19-00/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2024/08/gik-24agustus-1x1-19-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20240831T150000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20240831T160000
DTSTAMP:20260422T035052
CREATED:20240827T162226Z
LAST-MODIFIED:20240919T072211Z
UID:86606-1725116400-1725120000@indonesiakaya.com
SUMMARY:GIE - Dalam Musikal! oleh TEMAN (Teater Musikal Nusantara)
DESCRIPTION:“GIE – Dalam Musikal!” adalah sebuah karya teater musikal original yang menceritakan kisah aktivis muda Indonesia-Tionghoa\, Soe Hok Gie\, yang berjuang melawan ketidakadilan sosial di puncak perjuangan politik Indonesia pada tahun 1960an. GIE – Dalam Musikal pertama kali dipentaskan di FESTIVAL MUSIKAL INDONESIA (Ciputra Artpreneur Theatre\, 2022) dan menjadi sensasi teatrikal sejak saat itu. Menggabungkan pendekatan imajinatif dan cerita yang menyentuh hati\, dituturkan dengan musik original dan pengarahan panggung yang eksploratif\, pertunjukan musikal ini menjanjikan pengalaman teatrikal yang fenomenal dan menginspirasi serta mengingatkan kita akan pentingnya sejarah. \nTEMAN adalah kelompok teater dan hiburan profesional Indonesia yang mengkhususkan diri dalam memproduksi teater musikal dan live shows berstandar internasional. TEMAN didirikan pada tahun 2018 dengan visi untuk memberikan dampak kepada generasi dengan pertunjukan teater yang imajinatif\, inovatif\, dan kolaboratif. TEMAN menjadi terkenal dengan memelopori produksi berkualitas Broadway di Indonesia. Beberapa pertunjukan TEMAN antara lain “MUSIKAL KELUARGA CEMARA” (2024)\, debut Indonesia “RENT” (2022)\, “HAIRSPRAY” (2019)\, dan karya klasik Stephen Sondheim: “Into The Woods” (2018) serta adaptasi panggung GIE (2022). TEMAN juga menciptakan konten berkualitas untuk film\, TV\, dan media lainnya termasuk Seri Musikal SITI NURBAYA & Seri Musikal PAYUNG FANTASI (Dipersembahkan oleh Indonesia Kaya\, Garin Nugroho\, dan Boowlive)\, Panggung Musikal Indonesia (Serial TV Musikal\, 2020)\, RARA J (film pendek adaptasi cerita rakyat Rara Jonggrang\, 2020).
URL:https://indonesiakaya.com/event/gie-dalam-musikal-oleh-teman-teater-musikal-nusantara/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2024/08/GIE-dalam-Musikal-01-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20240831T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20240831T200000
DTSTAMP:20260422T035052
CREATED:20240827T162223Z
LAST-MODIFIED:20240919T072429Z
UID:86612-1725130800-1725134400@indonesiakaya.com
SUMMARY:GIE - Dalam Musikal! oleh TEMAN (Teater Musikal Nusantara) - 19.00
DESCRIPTION:“GIE – Dalam Musikal!” adalah sebuah karya teater musikal original yang menceritakan kisah aktivis muda Indonesia-Tionghoa\, Soe Hok Gie\, yang berjuang melawan ketidakadilan sosial di puncak perjuangan politik Indonesia pada tahun 1960an. GIE – Dalam Musikal pertama kali dipentaskan di FESTIVAL MUSIKAL INDONESIA (Ciputra Artpreneur Theatre\, 2022) dan menjadi sensasi teatrikal sejak saat itu. Menggabungkan pendekatan imajinatif dan cerita yang menyentuh hati\, dituturkan dengan musik original dan pengarahan panggung yang eksploratif\, musikal ini menjanjikan pengalaman teatrikal yang fenomenal dan menginspirasi serta mengingatkan kita akan pentingnya sejarah. \nTEMAN adalah kelompok teater dan hiburan profesional Indonesia yang mengkhususkan diri dalam memproduksi teater musikal dan live shows berstandar internasional. TEMAN didirikan pada tahun 2018 dengan visi untuk memberikan dampak kepada generasi dengan pertunjukan teater yang imajinatif\, inovatif\, dan kolaboratif. TEMAN menjadi terkenal dengan memelopori produksi berkualitas Broadway di Indonesia. Beberapa pertunjukan musikal TEMAN antara lain “MUSIKAL KELUARGA CEMARA” (2024)\, debut Indonesia “RENT” (2022)\, “HAIRSPRAY” (2019)\, dan karya klasik Stephen Sondheim: “Into The Woods” (2018) serta adaptasi panggung GIE (2022). TEMAN juga menciptakan konten berkualitas untuk film\, TV\, dan media lainnya termasuk Seri Musikal SITI NURBAYA & Seri Musikal PAYUNG FANTASI (Dipersembahkan oleh Indonesia Kaya\, Garin Nugroho\, dan Boowlive)\, Panggung Musikal Indonesia (Serial TV Musikal\, 2020)\, RARA J (film pendek adaptasi cerita rakyat Rara Jonggrang\, 2020).
URL:https://indonesiakaya.com/event/gie-dalam-musikal-oleh-teman-teater-musikal-nusantara-19-00/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2024/08/GIE-dalam-Musikal-02-1.jpg
END:VEVENT
END:VCALENDAR