BEGIN:VCALENDAR
VERSION:2.0
PRODID:-//Indonesia Kaya - ECPv6.15.15//NONSGML v1.0//EN
CALSCALE:GREGORIAN
METHOD:PUBLISH
X-WR-CALNAME:Indonesia Kaya
X-ORIGINAL-URL:https://indonesiakaya.com
X-WR-CALDESC:Events for Indonesia Kaya
REFRESH-INTERVAL;VALUE=DURATION:PT1H
X-Robots-Tag:noindex
X-PUBLISHED-TTL:PT1H
BEGIN:VTIMEZONE
TZID:Asia/Jakarta
BEGIN:STANDARD
TZOFFSETFROM:+0700
TZOFFSETTO:+0700
TZNAME:WIB
DTSTART:20230101T000000
END:STANDARD
END:VTIMEZONE
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20240302T150000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20240302T160000
DTSTAMP:20260422T114641
CREATED:20240225T080431Z
LAST-MODIFIED:20240226T042151Z
UID:79173-1709391600-1709395200@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pertunjukkan Tari: "MEDIUM" & Lengger Banyumasan oleh Rianto & Yayasan Rumah Lengger Banyumasan
DESCRIPTION:Karya tari medium adalah bentuk karya tari kontemporer yang diciptakan dari hasil penelitian selama 3 tahun tentang perjalanan tubuh penari lengger. Dalam Medium\, Rianto mengenal istilah Lengger yang berasal dari kata leng ngger yang artinya “nasehat\, untuk mengingat dan selalu berhati-hati dalam hidup\, bahwa tubuh kita akan kembali ke asalnya”. \nSerangkaian kajian mengenai hubungan antara tubuh pada sebuah kepercayaan \, tubuh sosial\, tubuh politik\, dan tubuh tradisional. Bahasa gerak Rianto yang virtuoso dipadukan dengan vokal yang kuat dan musik perkusi oleh Cahwati\, yang juga berasal dari Banyumas. Mereka mencari hubungan antara gerak tubuh dan musik yg menjadi inti tradisi Lengger. \nRianto adalah  seorang seniman tari juga aktor dari Banyumas yang sekarang menetap di Tokyo\, Jepang. Ketubuhan dan karya Rianto berfokus pada kesenian Lengger Banyumasan dari Jawa Tengah\, sebuah bentuk tari lintas gender. Beberapa karya Lengger yang telah diciptakannya yaitu\, Lengger Topeng\, Lengger Sekar melati\, Banyumas Megot\, Lengger Eling-Eling\, dan lainnya. Beberapa karya kontemporer yang telah diciptakannya yaitu Medium\, Body without Brain\, Soft Machine-Rianto\, Mantra Tubuh\, Perjalanan Tubuh Jawa (Humboldt Forum -Museum Berlin)\, Pintu Amaterasu\, Shadowing The Body\, dan lain sebagainya. \nSetelah sukses dengan karya Soft Machine yang sudah di tampilkan lebih dari 50 kali pertunjukan di berbagai festival internasional dan dunia\, kini Rianto kembali ke kampung halamannya dan menjalin hubungan dengan para empu lengger untuk mempertahankan keberlangsungan kesenian lengger dan juga untuk berdialog tentang pertentangan situasi tubuh yg dihadapinya pada tubuh biner. Sebuah ruang antara maskulin dan feminim\, antara adat istiadat dan prinsip-prinsip agama\, antara kendali kesadaran dan tidak sadar (kesurupan)\, karya Medium sudah di tampilkan di beberapa festival internasional lebih dari 50 kali pertunjukan\, juga sebagai dasar terciptanya film “Kucumbu Tubuh Indahku“ karya sutradara Garin Nugroho di tahun 2018. \nRianto juga tergabung dalam sebuah dance company di London bernama Akram Khan Dance Company yang telah mementaskan lebih dari 100 kali karya “Until The Lion” di seluruh penjuru dunia. Ia juga memiliki komunitas sanggar tari di Tokyo bernama Dewandaru Dance Company\, komunitas lengger di Banyumas yaitu Rumah lengger banyumas.
URL:https://indonesiakaya.com/event/pertunjukkan-tari-medium-lengger-banyumasan-oleh-rianto-yayasan-rumah-lengger-banyumasan/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Agenda Budaya,Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2024/02/gik-2maret-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20240302T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20240302T200000
DTSTAMP:20260422T114641
CREATED:20240225T080820Z
LAST-MODIFIED:20240226T042210Z
UID:79175-1709406000-1709409600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pertunjukkan Tari: "MEDIUM" & Lengger Banyumasan oleh Rianto & Yayasan Rumah Lengger Banyumasan 19.00
DESCRIPTION:Karya tari medium adalah bentuk karya tari kontemporer yang diciptakan dari hasil penelitian selama 3 tahun tentang perjalanan tubuh penari lengger. Dalam Medium\, Rianto mengenal istilah Lengger yang berasal dari kata leng ngger yang artinya “nasehat\, untuk mengingat dan selalu berhati-hati dalam hidup\, bahwa tubuh kita akan kembali ke asalnya”. \nSerangkaian kajian mengenai hubungan antara tubuh pada sebuah kepercayaan \, tubuh sosial\, tubuh politik\, dan tubuh tradisional. Bahasa gerak Rianto yang virtuoso dipadukan dengan vokal yang kuat dan musik perkusi oleh Cahwati\, yang juga berasal dari Banyumas. Mereka mencari hubungan antara gerak tubuh dan musik yg menjadi inti tradisi Lengger. \nRianto adalah  seorang seniman tari juga aktor dari Banyumas yang sekarang menetap di Tokyo\, Jepang. Ketubuhan dan karya Rianto berfokus pada kesenian Lengger Banyumasan dari Jawa Tengah\, sebuah bentuk tari lintas gender. Beberapa karya Lengger yang telah diciptakannya yaitu\, Lengger Topeng\, Lengger Sekar melati\, Banyumas Megot\, Lengger Eling-Eling\, dan lainnya. Beberapa karya kontemporer yang telah diciptakannya yaitu Medium\, Body without Brain\, Soft Machine-Rianto\, Mantra Tubuh\, Perjalanan Tubuh Jawa (Humboldt Forum -Museum Berlin)\, Pintu Amaterasu\, Shadowing The Body\, dan lain sebagainya. \nSetelah sukses dengan karya Soft Machine yang sudah di tampilkan lebih dari 50 kali pertunjukan di berbagai festival internasional dan dunia\, kini Rianto kembali ke kampung halamannya dan menjalin hubungan dengan para empu lengger untuk mempertahankan keberlangsungan kesenian lengger dan juga untuk berdialog tentang pertentangan situasi tubuh yg dihadapinya pada tubuh biner. Sebuah ruang antara maskulin dan feminim\, antara adat istiadat dan prinsip-prinsip agama\, antara kendali kesadaran dan tidak sadar (kesurupan)\, karya Medium sudah di tampilkan di beberapa festival internasional lebih dari 50 kali pertunjukan\, juga sebagai dasar terciptanya film “Kucumbu Tubuh Indahku“ karya sutradara Garin Nugroho di tahun 2018. \nRianto juga tergabung dalam sebuah dance company di London bernama Akram Khan Dance Company yang telah mementaskan lebih dari 100 kali karya “Until The Lion” di seluruh penjuru dunia. Ia juga memiliki komunitas sanggar tari di Tokyo bernama Dewandaru Dance Company\, komunitas lengger di Banyumas yaitu Rumah lengger banyumas.
URL:https://indonesiakaya.com/event/pertunjukkan-tari-medium-lengger-banyumasan-oleh-rianto-yayasan-rumah-lengger-banyumasan-19-00/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Agenda Budaya,Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2024/02/gik-2maret-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20240309T150000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20240309T160000
DTSTAMP:20260422T114641
CREATED:20240303T102419Z
LAST-MODIFIED:20240303T135823Z
UID:79592-1709996400-1710000000@indonesiakaya.com
SUMMARY:Sawah Tanpa Manusia oleh Koreografer Terpilih Festival Menari
DESCRIPTION:Setiap sawah di Indonesia punya teknologi pertanian yang berbeda-beda. Dengan menelisik budaya material yang dilakukan masyarakat tani pada masa menjelang panen\, seperti memasang jaring di atas sawah\, membuat orang-orangan sawah\, atau memasang sebuah kaleng yang menghasilkan bunyi bising\, yang mana semua penggunaan material itu digunakan dengan tujuan untuk mengusir burung-burung sehingga panen pun berhasil. Material-material itu dibuat untuk menggantikan kehadiran manusia yang tidak bisa menjaga sawah selama 24 jam penuh. Dengan adanya material itu\, burung-burung tetap dapat diusir dan manusia dapat melakukan kegiatan lain. Itulah makna dari Sawah Tanpa Manusia. \nDengan keberagaman cara menjaga sawah itulah para koreografer dapat mengeksplorasi lebih dalam tentang budaya material yang digunakan untuk menjaga padi di masing-masing daerah\, baik dari aspek bunyi maupun gerak\, ataupun hal bersifat immaterial seperti ritual adat sebuah suku\, hingga diolah sedemikian rupa menjadi sebuah karya tari. \nAbib Habibi Igal berasal dari Kalimantan Tengah dan telah menyelesaikan Pendidikan sarjananya di Institut Seni Indonesia Yogyakarta dengan minat utama penciptaan tari. Sejak 2012 hingga sekarang\, ia terus melakukan ekspedisi riset ritual penyembuhan Wadian Dadas. Baginya\, menyusuri bunyi tubuh Wadian sama dengan menjelajahi relasi tubuh dengan Tuhan\, alam\, dan manusia. Berbagai elemen dan fenomena dalam ritual tersebut ditransformasikan menjadi karya kontemporer melalui pendekatan penelitian artistik dan kajian budaya. Dia banyak menyerap pemahaman tentang tari kontemporer dari Martinus Miroto\, Eko Supriyanto\, Hendro Martono\, Hartati\, dan Uti Setyastuti. \nCici Wulandari lahir di Padang\, penggiat budaya asal Sumatra Barat. Cici Wulandari merupakan ketua komunitas Seni Sibat Dance. Pada tahun 2014 menyelesaikan studi S-1 di Institut Seni Indonesia Padangpanjang minat Penciptaan Seni Tari\, pada tahun 2021 menyelesaikan Pendidikan Magister di Institut Seni Indonesia Padangpanjang dengan kajian yang sama. Pernah menulis di beberapa jurnal ilmiah\, pernah menjadi narasumber pada workshop tari. Selama bergelut di dunia kesenian sudah mengikuti banyak bentuk penghargaan dan event nasional dan international diantaranya penghargaan atas terbaik I tingkat Nasional perwakilan Sumatra Barat oleh Kemenkominfo\, mengikuti Pekan Kebudayaan Nasional di Jakarta dan pelatih tari massal Kemah Budaya oleh Kemendikbud dan mengikuti Festival Seni Rumpun Melayu 2019. \nSiti Alisa\, seniman tari independent yang berbasis di Jakarta. Alisa mendalami tari ballet klasik selama 15 tahun di Namarina Dance Academy dan mendapatkan gelarnya sebagai Advanced in Royal Academy of Dancing (ARAD). Alisa melanjutkan studinya di Institut Kesenian Jakarta dan lulus pada tahun 2017. Sebagai koreografer\, ia telah menerima hibah dari Asian Cultural Council dan Yayasan Kelola untuk Residensi Koreografer Internasional American Dance Festival 2019\, dan South East Asian Choreographers Network 2021. Disamping berkarya\, Alisa adalah bagian dari tim kreatif Yayasan Seni Tari Indonesia dan fakulti dari The Ballet Academy of Indonesia. \nNurima Sari\, lahir di Padang 7 Februari 1997 berdarah Jawa. Memluai dunia tari sejak kelas 3 sekolah dasar dengan mengikuti sanggar tari\, melanjutkan sekolah tari di SMK 7 Padang\, lulusan Sendratasik UNP. Tertarik dengan tari kontemporer dan masuk kedalam sebuah komunitas Impessa Dance Company dan menari dalam beberapa karya. Mengikuti Festival Mentari #1 dengan judul karya “Aku-aku” sebuah wadah pelahiran koreografer muda. Mendapat kesempatan dalam kurasi karya pada Pekan Kebudayaan Daerah dengan judul karya “Mairiak Nan Tingga”. Kini Rima sedang berproses dalam karyanya bersama “Ruang Diskusi Tubuh”. \nMekranitingrum Hapsari lahir di Surakarta\, 1995. Mike adalah koreografer dengan latar belakang kesenian tradisional Indonesia dan tertarik dengan seni modern dan kontemporer. Ia telah berpartisipasi di beberapa platform seni local dan internasional\, seperti melakukan residensi di La Biennale Collage Danze di Venice 2018 sebagai penari dari Marie Chouinard\, direktur dari Biennale Collage Danze dan Daina Ashbee dari Canada. Sebagai koreografer\, Mike telah menciptakan beberapa karya tari dan karya seni performans. \nAhmad Iqbal\, lahir di Batusangkar 1998. Mempelajari silat Kumango semenjak umur 11 tahun. Di tahun 2017 memutuskan untuk mendalami tari dengan menempuh Pendidikan formal di ISI Padangpanjang dan pada tahun 2021 melanjtkan Pendidikan Pascasarjana ISI Padangpanjang. Beberapa karya cipta dan karya ilmiah seperti “Motion of Sada vol. 1” bersama Indonesia Kaya\, Ruang Tumbuh\, Nan Jombang Dance Company. “Motion of Sada” alih wahana berupa dance fim dengan tema tubuh dan dimensi. Koreografer terbaik dalam event Festival Folklor Indonesia\, pertunjukan hybrid SIPA pada tahun 2022 dan lainnya. Karya ilmiahnya adalah Postgraduate Program Indonesian Institute of The Arts Padangpanjang\, Melayu Art and Performance Journal.
URL:https://indonesiakaya.com/event/sawah-tanpa-manusia-oleh-koreografer-terpilih-festival-menari/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Agenda Budaya,Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2024/03/gik-9maret-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20240309T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20240309T190000
DTSTAMP:20260422T114641
CREATED:20240303T103253Z
LAST-MODIFIED:20240303T135843Z
UID:79596-1710010800-1710010800@indonesiakaya.com
SUMMARY:Sawah Tanpa Manusia oleh Koreografer Terpilih Festival Menari - 19.00
DESCRIPTION:Setiap sawah di Indonesia punya teknologi pertanian yang berbeda-beda. Dengan menelisik budaya material yang dilakukan masyarakat tani pada masa menjelang panen\, seperti memasang jaring di atas sawah\, membuat orang-orangan sawah\, atau memasang sebuah kaleng yang menghasilkan bunyi bising\, yang mana semua penggunaan material itu digunakan dengan tujuan untuk mengusir burung-burung sehingga panen pun berhasil. Material-material itu dibuat untuk menggantikan kehadiran manusia yang tidak bisa menjaga sawah selama 24 jam penuh. Dengan adanya material itu\, burung-burung tetap dapat diusir dan manusia dapat melakukan kegiatan lain. Itulah makna dari Sawah Tanpa Manusia. \nDengan keberagaman cara menjaga sawah itulah para koreografer dapat mengeksplorasi lebih dalam tentang budaya material yang digunakan untuk menjaga padi di masing-masing daerah\, baik dari aspek bunyi maupun gerak\, ataupun hal bersifat immaterial seperti ritual adat sebuah suku\, hingga diolah sedemikian rupa menjadi sebuah karya tari. \nAbib Habibi Igal berasal dari Kalimantan Tengah dan telah menyelesaikan Pendidikan sarjananya di Institut Seni Indonesia Yogyakarta dengan minat utama penciptaan tari. Sejak 2012 hingga sekarang\, ia terus melakukan ekspedisi riset ritual penyembuhan Wadian Dadas. Baginya\, menyusuri bunyi tubuh Wadian sama dengan menjelajahi relasi tubuh dengan Tuhan\, alam\, dan manusia. Berbagai elemen dan fenomena dalam ritual tersebut ditransformasikan menjadi karya kontemporer melalui pendekatan penelitian artistik dan kajian budaya. Dia banyak menyerap pemahaman tentang tari kontemporer dari Martinus Miroto\, Eko Supriyanto\, Hendro Martono\, Hartati\, dan Uti Setyastuti. \nCici Wulandari lahir di Padang\, penggiat budaya asal Sumatra Barat. Cici Wulandari merupakan ketua komunitas Seni Sibat Dance. Pada tahun 2014 menyelesaikan studi S-1 di Institut Seni Indonesia Padangpanjang minat Penciptaan Seni Tari\, pada tahun 2021 menyelesaikan Pendidikan Magister di Institut Seni Indonesia Padangpanjang dengan kajian yang sama. Pernah menulis di beberapa jurnal ilmiah\, pernah menjadi narasumber pada workshop tari. Selama bergelut di dunia kesenian sudah mengikuti banyak bentuk penghargaan dan event nasional dan international diantaranya penghargaan atas terbaik I tingkat Nasional perwakilan Sumatra Barat oleh Kemenkominfo\, mengikuti Pekan Kebudayaan Nasional di Jakarta dan pelatih tari massal Kemah Budaya oleh Kemendikbud dan mengikuti Festival Seni Rumpun Melayu 2019. \nSiti Alisa\, seniman tari independent yang berbasis di Jakarta. Alisa mendalami tari ballet klasik selama 15 tahun di Namarina Dance Academy dan mendapatkan gelarnya sebagai Advanced in Royal Academy of Dancing (ARAD). Alisa melanjutkan studinya di Institut Kesenian Jakarta dan lulus pada tahun 2017. Sebagai koreografer\, ia telah menerima hibah dari Asian Cultural Council dan Yayasan Kelola untuk Residensi Koreografer Internasional American Dance Festival 2019\, dan South East Asian Choreographers Network 2021. Disamping berkarya\, Alisa adalah bagian dari tim kreatif Yayasan Seni Tari Indonesia dan fakulti dari The Ballet Academy of Indonesia. \nNurima Sari\, lahir di Padang 7 Februari 1997 berdarah Jawa. Memluai dunia tari sejak kelas 3 sekolah dasar dengan mengikuti sanggar tari\, melanjutkan sekolah tari di SMK 7 Padang\, lulusan Sendratasik UNP. Tertarik dengan tari kontemporer dan masuk kedalam sebuah komunitas Impessa Dance Company dan menari dalam beberapa karya. Mengikuti Festival Mentari #1 dengan judul karya “Aku-aku” sebuah wadah pelahiran koreografer muda. Mendapat kesempatan dalam kurasi karya pada Pekan Kebudayaan Daerah dengan judul karya “Mairiak Nan Tingga”. Kini Rima sedang berproses dalam karyanya bersama “Ruang Diskusi Tubuh”. \nMekranitingrum Hapsari lahir di Surakarta\, 1995. Mike adalah koreografer dengan latar belakang kesenian tradisional Indonesia dan tertarik dengan seni modern dan kontemporer. Ia telah berpartisipasi di beberapa platform seni local dan internasional\, seperti melakukan residensi di La Biennale Collage Danze di Venice 2018 sebagai penari dari Marie Chouinard\, direktur dari Biennale Collage Danze dan Daina Ashbee dari Canada. Sebagai koreografer\, Mike telah menciptakan beberapa karya tari dan karya seni performans. \nAhmad Iqbal\, lahir di Batusangkar 1998. Mempelajari silat Kumango semenjak umur 11 tahun. Di tahun 2017 memutuskan untuk mendalami tari dengan menempuh Pendidikan formal di ISI Padangpanjang dan pada tahun 2021 melanjtkan Pendidikan Pascasarjana ISI Padangpanjang. Beberapa karya cipta dan karya ilmiah seperti “Motion of Sada vol. 1” bersama Indonesia Kaya\, Ruang Tumbuh\, Nan Jombang Dance Company. “Motion of Sada” alih wahana berupa dance fim dengan tema tubuh dan dimensi. Koreografer terbaik dalam event Festival Folklor Indonesia\, pertunjukan hybrid SIPA pada tahun 2022 dan lainnya. Karya ilmiahnya adalah Postgraduate Program Indonesian Institute of The Arts Padangpanjang\, Melayu Art and Performance Journal.
URL:https://indonesiakaya.com/event/sawah-tanpa-manusia-oleh-koreografer-terpilih-festival-menari-19-00/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Agenda Budaya,Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2024/03/gik-9maret-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20240316T150000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20240316T160000
DTSTAMP:20260422T114641
CREATED:20240310T021501Z
LAST-MODIFIED:20240311T032151Z
UID:80133-1710601200-1710604800@indonesiakaya.com
SUMMARY:Sound of Kaba Nan Ampek oleh Sanggar Mahoni
DESCRIPTION:Sanggar Mahoni menyajikan sebuah pertunjukan komposisi musik yang menggabungkan peleburan musik tradisional Minangkabau dengan musik modern (electronic dance music)\, atraksi gerak tari tradisional “Tapuak Galembong”\, serta pembacaan puisi untuk menghadirkan suasana estetis dan mempertajam isi karya oleh pembaca puisi nasional yang merupakan salah satu personal dari Sanggar Mahoni juga. \nAcara dibuka dengan karya “Marantau” yang menggambarkan situasi dan kondisi perantau pada zaman sekarang dengan adanya akulturasi dalam bentuk komposisi musiknya\, kemudian dilanjutkan dengan karya “Kubang Balombak” sebagai transisi dari karya berikutnya. Pertunjukan karya terakhir “Sound Of Kaba Nan Ampek” yang menjadi acara puncak di dalam karya tersebut memiliki 4 bagian yang masing-masing bagian ada ciri khas dan atraksi seperti “Tapuak Galembong”. Acara akan ditutup dengan Penampilan Astra KDI\, salah satu pendiri Sanggar Mahoni\, yang merupakan Runner Up Kontes Dangdut Indonesia 2022. \nSanggar Mahoni adalah sebuah kelompok seni yang memiliki ciri khas unik dalam penggarapan komposisi yang meleburkan Musik dan Tari Tradisional Minangkabau dengan Musik Elektronik tanpa mengurangi esensi musik tradisi tersebut. Mahoni sudah berdiri sejak tahun 2012 di Sumatera Barat. Sanggar Mahoni terdiri dari 6 orang personil yaitu ; Andre Junaedi\, Yogi Astra\, Robby Ferdian\, Aditya Rahman\, Krispra Tomi Soeharto dan Andria Catri Tamsin. Mahoni mengambil filosofi dari pohon Mahoni\, yang mekar dengan harmoni dan memiliki akar yang kuat. Sanggar Mahoni ini bertujuan untuk menyajikan musik yang indah\, mempesona\, dan penuh harmoni\, menggabungkan elemen Musik dan Tari Tradisional Minangkabau dengan gaya musik elektronik maupun kontemporer dengan inspirasi dari keindahan alam Minangkabau dan kearifan lokal. Selain itu\, Mahoni memiliki tujuan untuk menginovasikan esensi budaya Minangkabau dalam bentuk musik terbarukan\, sehingga dapat mengimbangi perkembangan zaman dan teknologi. Mahoni berusaha menjaga kekayaan budaya Minangkabau agar tetap hidup dan relevan bagi generasi masa kini dan mendatang. \nSelama berdiri\, Sanggar Mahoni sudah meraih beberapa prestasi\, yang paling membanggakan adalah West Sumatera Performing Arts Market 2023 yang diselenggrakan oleh Nan Jombang Dance Company di Padang\, Sumatera Barat\, dan banyak lagi. Tujuan Sanggar Mahoni dalam membuat karya adalah  Membangkitkan kembali kesadaran generasi muda untuk merawat dan melestarikan kesenian tradisi dengan cara meleburkannya kedalam bentuk musik dan tari yang relevan dengan zaman.
URL:https://indonesiakaya.com/event/sound-of-kaba-nan-ampek-oleh-sanggar-mahoni/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Agenda Budaya,Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2024/03/gik-16maret-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20240323T150000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20240323T160000
DTSTAMP:20260422T114641
CREATED:20240316T030736Z
LAST-MODIFIED:20240318T020924Z
UID:80550-1711206000-1711209600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Nyimas Kawung Anten oleh Padepokan Jugala Raya\, Denada dan Dewi Gita
DESCRIPTION:Nyimas Kawung Anten adalah penggambaran sosok seorang wanita yang dengan keteguhan dan kesetiaan yang tangguh dalam menghadapi dan menyikapi segala macam dinamika hidup dan kehidupan. Hal ini bisa terjadi karena diwujudkan dengan penuh perjuangan secara nyata pada kehidupannya dengan penuh keyakinan dan kecintaanya terhadap apapun yang sudah menjadi tanggung jawabnya. \nDrama tari yang dikemas dengan gaya Jaipongan ini juga turut menghadirkan seniman-seniman papan atas\, yaitu Denada dan Dewi Gita. \nPadepokan Jugala berdiri tahun 1976. didirikan oleh Bpk Gugum Gumbira (Alm) dan Ibu Euis Komariah (alm)\, lalu kemudian dilanjutkan oleh putrinya dan Padepokan Jugala Raya.
URL:https://indonesiakaya.com/event/nyimas-kawung-anten-oleh-padepokan-jugala-raya-denada-dan-dewi-gita/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Agenda Budaya,Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2024/03/gik-23maret-1x1-1.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20240330T150000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20240330T160000
DTSTAMP:20260422T114641
CREATED:20240323T133201Z
LAST-MODIFIED:20240424T074630Z
UID:80962-1711810800-1711814400@indonesiakaya.com
SUMMARY:Tari Aceh dari Masa ke Masa oleh Bapak Marzuki Hasan (Pak Uki)
DESCRIPTION:Bapak Marzuki Hasan yang aktif mengajarkan berbagai macam tari Aceh kepada generasi muda berkolaborasi bersama Gema Citra Nusantara dan Canang7 pada pertunjukan kali ini. Kolaborasi ini akan membawakan pertunjukan tari yang merupakan bagian perjalanan dedikasi beliau untuk tari Aceh dari masa ke masa yang berjudul Likok Meualoen. \nMaksud dari Likok Meualoen adalah perpaduan keselarasan\, energik\, kebersamaan didalam gerak tari yang dikemas dengan ritme pukulan perkusi Aceh dan syair-syair yang membawa pesan bermanfaat sehingga garapan ini menjadi sebuah kekuatan tersendiri. \n  \nBagian 1 : Tari Ranup Lampuan \nBagian 2 : Lagu Salam oleh Marzuki Hasan \nBagian 3 : Lagu Meusare-sare oleh Karissa A. Soerjanatamihardja \nBagian 4 : Tari Seudati Inong oleh Gema Citra Nusantara \nBagian 5 : Musik Garapan oleh Bapak Marzuki Hasan bersama Canang 7 \nBagian 6 : Tari Rapa’i Kipah oleh Gema Citra Nusantara \n  \nMarzuki Hasan adalah seorang Maestro Tari Aceh yang lahir dan besar di Gampong Meudang Ara\, Aceh Barat Daya pada tahun 1943. Sejak kecil\, beliau sudah berkiprah di dunia tari khususnya tari Seudati dan gerakan tari Saman. Beliau mendedikasikan dirinya mengajar di Institut Kesenian Jakarta hingga masa pensiunnya. Marzuki Hasan sangat kaya akan pantun berisi petuah dan budaya Aceh sehingga beliau dipandang sebagai salah satu pelopor literasi di Indonesia. Dalam dirinya mengalir darah dan jiwa seni yang begitu kuat. Sebagai sosok yang rendah hati\, beliau tulus dan ikhlas memberikan ilmu yang beliau miliki kepada generasi muda penerus bangsa. Semoga generasi penerus bangsa dapat melanjutkan apa yang telah diberikan oleh Marzuki Hasan sehingga seni tari dan budaya Aceh tetap berkumandang di mata dunia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/tari-aceh-dari-masa-ke-masa-oleh-bapak-marzuki-hasan-pak-uki/
LOCATION:Galeri Indonesia Kaya\, Grand Indonesia – West Mall Lantai 8\, Jl. M.H. Thamrin No.1\, Jakarta\, DKI Jakarta\, 10230\, Indonesia
CATEGORIES:Agenda Budaya,Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2024/03/gik-30maret-1x1-1.jpg
END:VEVENT
END:VCALENDAR