BEGIN:VCALENDAR
VERSION:2.0
PRODID:-//Indonesia Kaya - ECPv6.15.15//NONSGML v1.0//EN
CALSCALE:GREGORIAN
METHOD:PUBLISH
X-WR-CALNAME:Indonesia Kaya
X-ORIGINAL-URL:https://indonesiakaya.com
X-WR-CALDESC:Events for Indonesia Kaya
REFRESH-INTERVAL;VALUE=DURATION:PT1H
X-Robots-Tag:noindex
X-PUBLISHED-TTL:PT1H
BEGIN:VTIMEZONE
TZID:Asia/Jakarta
BEGIN:STANDARD
TZOFFSETFROM:+0700
TZOFFSETTO:+0700
TZNAME:WIB
DTSTART:20180101T000000
END:STANDARD
END:VTIMEZONE
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20191201T160000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20191201T160000
DTSTAMP:20260519T190401
CREATED:20201022T031225Z
LAST-MODIFIED:20201022T075243Z
UID:36275-1575216000-1575216000@indonesiakaya.com
SUMMARY:Jakarta Concert Orchestra Mempersembahkan Konser "When You Wish Upon a Star"
DESCRIPTION:Nama Walt Disney sudah sejak dahulu merupakan jaminan kualitas yang tinggi di dunia film\, terutama film animasi/kartun. Meskipun Walt Elias Disney yang lahir tanggal 5 Desember 1901 telah wafat tanggal 15 Desember 1966\, namun nama besarnya tetap menjadi salah satu yang sampai saat ini merajai perfilman dunia\, dan perusahaan film raksasanya The Walt Disney Company terus berkembang dan memproduksi tidak hanya film animasi tetapi juga film non animasi (Live Action)\, yang kesemuanya selalu dilengkapi dengan ilustrasi musik indah yang kerap kali menjadi hits dunia dan sering dikumandangkan di berbagai kesempatan. Disney telah memenangkan 22 Oscar dari 59 nominasi. Juga mendapatkan dua Golden Globe Special Achievement Awards and sebuah Emmy Award\, selain penghargaan-penghargaan lainnya. \nKali ini Jakarta Concert Orchestra dengan konduktor Avip Priatna akan menutup tahun 2019 dengan menyuguhkan musik-musik dari film-film Disney untuk memberikan kenangan indah di tahun ini. Dengan tajuk “When You Wish Upon a Star”\, yang diambil dari judul lagu yang ditulis oleh Leigh Harline and Ned Washington untuk film Pinocchio tahun 1950\, yang dinyanyikan oleh Cliff Edwards dalam karakter Jiminy Jangkrik (Jiminy Cricket)\, yang dimainkan di bagian pembukaan dan bagian akhir film tersebut. Lagu ini kemudian dijadikan lagu yang mewakili  The Walt Disney Company. \nSelain lagu When You Wish Upon a Star tadi\, masih banyak lagu-lagu indah yang menghiasi film-film besutan perusahaan ini\, seperti True Love's Kiss dari film Enchanted;  Once Upon a Dream dari film Sleeping Beauty;  Belle dari film Beauty and The Beast; A Whole New World dari film Aladdin; When We're Human  dari film  The Princess and the Frog ; Colors of the Wind dari film Pocahontas; Like Other Girls dari film Mulan;  Part of Your World dari film The Little Mermaid dan masih banyak lagi yang akan dibawakan oleh Jakarta Concert Orchestra mengiringi para penampil konser “Malam Disney” ini yaitu Batavia Madrigal Singers\, The Resonanz Children’s Choir\, dan solis-solis handal Farman Purnama\, Jessica Januar\, Pepita Salim dan Valentina N. Aman. \nSemua komposisi yang sering menduduki peringkat atas tangga lagu di dunia ini diaransemen dengan keren untuk orkestra\, paduan suara dan solo vokal yang dirangkai menjadi suatu pergelaran yang sangat menghibur dan sangat cocok untuk dinikmati menjelang akhir tahun bersama keluarga dan teman.\nKonser “When You Wish Upon a Star” yang didukung oleh Galeri Indonesia Kaya akan diadakan pada 1 Desember 2019\, pukul 16.00 WIB di Teater Jakarta\, Taman Ismail Marzuki\, Jakarta. \nInformasi lebih lanjut mengenai tiket kegiatan ini : \nWeb: theresonanz.com/ticketing\nT: 021-720 1918\nM: 0812 8282 2880 | 0858 1414 2277\nEmail: ticketing@theresonanz.com  \nIbu Dibjo : (021) 319 311 78\nwww.blibli.com
URL:https://indonesiakaya.com/event/jakarta-concert-orchestra-mempersembahkan-konser-when-you-wish-upon-a-star/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/jakarta-concert-orchestra-mempersembahkan-konser-when-you-wish-upon-a-star-E8sdLr.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20191203T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20191203T200000
DTSTAMP:20260519T190401
CREATED:20201022T031203Z
LAST-MODIFIED:20201022T075220Z
UID:36239-1575403200-1575403200@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pertunjukan Grup Seni dan Budaya Tak Kondai di Festival Nan Jombang
DESCRIPTION:Setelah perjalanan panjang penyelenggaraan festival di tahun 2019 dan banyak kesuksesan penyelenggaraan kegiatan tahunan Nan Jombang Grup yang diselenggarakan secara konsisten\, tgl 3 Desember nanti Festival Nan Jombang tgl 3 menjadi penutup acara tahun ini. Festival Nan Jombang tgl 3\, KABA Festival\, dan Kato Babega menjadi program rutin yang diselenggarakan dengan penuh totalitas Nan Jombang Grup. \nSebagai pertunjukan penutup Festival Nan Jombang tgl 3 memboyong kesenian tradisi dari Solok Selatan. Grup Seni dan Budaya Tak Kondai mewakili daerah Solok Selatan untuk tampil pada bulan Desember ini. Pada pertunjukannya Grup Seni dan Budaya Tak Kondai akan membawakan 5 nomor pertunjukan pada Festival nanti. Menurut penuturan ibu Herlina Syarif (74 tahun) sebagai pimpinan grup Seni dan Budaya Tak Kondai\, para penari dari grup kesenian ini merupakan orang-orang tua yang telah lanjut usia. Menurut beliau kegigihan hati para orang tua didaerah tersebut untuk tetap mempertahankan kesenian tradisi daerah hingga sekarang. Namun\, keinginan generasi muda sangat kurang untuk dalam hal mempelajari dan mengenali tradisi dan budaya. Grup Seni dan Budaya Tak Kondai berdiri pada tahun 2007 dengan niat dan tekad menggali\, membina\, dan mengembangkan seni budaya daerah. \nDiantara kesenian yang kolaborasi musik tradisi Gonton-gontong (sejenis Canang) dengan Talempong. Pada pertunjukannya kesenian tersebut merupakan pertunjukan musik tradisi dari daerah tersebut. Pertunjukan selanjutnya yang akan ditampilkan yakni Tari Uraklah Simpua yang dikenal pada zaman sekarang dengan tari Pasambahan untuk menanti tamu. Selain Tari Uraklah Simpua Grup Seni dan Budaya Tak Kondai juga menampilkan Prosesi membawa turun mandi anak. Pertunjukan tersebut memberikan gambaran tentang bagaimana prosesi anak turun mandi di daerah Solok Selatan tersebut. Selanjutnya pertunjukan yg ditampilkan yakni Tari balimau Bakasai dan tari Iciak-iciak turun kasawah. Pada pertunjukan kali ini grup Seni dan Budaya Tak Kondai membawa 6 orang penari dan 7 orang pemusik dengan durasi 1 jam pertunjukan. \nFestival Nan Jombang tgl 3 merupakan program tahunan Nan Jombang Grup. Tahun 2019 ini Festival Nan Jombang tgl 3 didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation. Untuk dapat menyaksikan dan menikmati keseruan dari pertunjukan Grup Seni dan Budaya Tak Kondai datang dan saksikan di Ladang Tari Nan Jombang\, Belakang Komplek Perumahan Polda Balai Baru Padang  tanggal 3 Desember 2019 pukul 20.00 WIB. \nInfo lebih lanjut\, silahkan menghubungi panitia : \nAngga Djamar : 0812 6616 716 \nwww.nanjombangdance.id
URL:https://indonesiakaya.com/event/pertunjukan-grup-seni-dan-budaya-tak-kondai-di-festival-nan-jombang/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/pertunjukan-grup-seni-dan-budaya-tak-kondai-di-festival-nan-jombang-wxTnXi.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20191207T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20191207T000000
DTSTAMP:20260519T190401
CREATED:20201022T031144Z
LAST-MODIFIED:20201022T075159Z
UID:36211-1575676800-1575676800@indonesiakaya.com
SUMMARY:"Tengah Malam" Pertunjukan Persembahan Teater Pintu
DESCRIPTION:Teater Pintu dengan didukung Bakti Budaya Djarum Foundation mempersembahkan "Tengah Malam". Lakon ini diadaptasi dari naskah drama "Gelita" karya John Galloway. "Tengah Malam" digelar di Gedung Kesenian Miss Tjitjih\, pada tanggal 7 Desember 2019\, pukul 15.00 WIB dan 20.00 WIB\, merupakan produksi ke-3 dari Teater Pintu\, setelah 1 tahun dibentuk oleh beberapa alumnus IKJ jurusan teater. Dua pertunjukan sebelumnya yaitu "Mama di Tanah Sumba" di Galeri Indonesia Kaya dan "Penjaga Rumah" di Teater Salihara. \nPementasan ini berkisah tentang dua orang yang sudah lama tidak bertemu. Mereka dipertemukan lagi karena pekerjaan yang mengharuskan mereka bertemu. Pekerjaan yang sesungguhnya tidak mereka cintai. Perbincangan tentang kegelapan\, keterasingan dan masalah keluarga menjadi inti utama dalam pertunjukan ini. Kehidupan yang dihadapi Minah sebagai penjaga kamar jenazah membuatnya terus mengeluh bahkan mengutuk hidup. Apa yang dirasakan oleh Minah sesungguhnya juga dirasakan oleh Yani\, sang perias jenazah. Yani yang merasa diasingkan oleh beberapa orang merasakan bahwa hidupnya saat ini sudah di ambang keputusasaan. Berteman dengan makhluk lain membuat dirinya tak dianggap normal dan keinginan untuk menjauh pada temannya sangatlah besar. \nApakah dengan terus mengeluh hidup akan berjalan dengan baik? Apakah berteman dengan makhluk lain menjadi tidak normal? Bagaimana keduanya menemukan jalan untuk masalahnya masing-masing? Pertanyaan-pertanyaan yang muncul\, diharapkan dapat membuat penonton berpikir\, apakah kita dapat terus bersyukur untuk setiap jalan hidup yang kita hadapi ? Apakah memang ada manusia normal dan tidak normal? \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/tengah-malam-pertunjukan-persembahan-teater-pintu/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/tengah-malam-pertunjukan-persembahan-teater-pintu-9tPn4T.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20191214T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20191214T000000
DTSTAMP:20260519T190401
CREATED:20201022T031123Z
LAST-MODIFIED:20201022T075138Z
UID:36180-1576281600-1576281600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pertunjukan Kethoprak Conthong Yogyakarta "WALIDARMA"
DESCRIPTION:Jaka Walidarma dibantu oleh Jaya Palwaga dan Nyi Nilastri melakukan tapa ngrame\, berkelana sambil menolong sesama. Ketika sampai di wilayah kerajaan Bata Laksana\, mereka membantu mengamankan kerajaan. Saat itu rakyat ketakutan akibat diganggu makhluk halus. Jaya Palwaga mampu menolong. Prabu Subrahman memberi hadiah rompi pusaka. Siapapun yang memakai rompi tersebut tidak akan kasat mata. Sebagai pembantu setia\, Jaya Palwaga menyerahkan hadiah itu kepada Jaka Walidarma. \nJaka Walidarma dan kawan-kawan melanjutkan perjalanan dan sampailah di kerajaan Tirta Yuwana. Pada saat itu putri yang bernama Den Ajeng Rarasati sedang sedih karena boneka emas peninggalan alm. Ibunya tenggelam di laut pada saat keluarga kerajaan mengadakan wisata. Prabu Endra Basuki ayah Den Ajeng Rarasati membuat sayembara bahwa lelaki yang dapat menemukan boneka emas akan dijodohkan dengan putrinya. Bila perempuan akan diwisuda sebagai anak angkat. \nNyi Nilastri dibantu Ki Supyantara berhasil meminta boneka emas yang telah dikuasai Paus\, sang raja ikan. Sebagai imbalannya ia harus mengirimkan makanan untuk ikan-ikan di laut sekali setahun. Ternyata boneka emas itu kemudian diserahkan kepada Jaka Walidarma. Jaka Walidarma berhak menikahi Den Ajeng Rarasati. \nTernyata prabu Endra Basuki termasuk orang yang gila jabatan. Ia malu memiliki besan orang desa. Ia minta Jaka Walidarma mencari orang tua angkat yang menjabat sebagai raja. Permintaan disanggupi karena ia sebenarnya telah diangkat sebagai anak angkat prabu Subrahma. Beberapa saat setelah ia menyanggupi persyaratan itu\, datanglah Ki Supyantara menyusul Jaka Walidarma. Supaya pernikahan tidak batal\, Jaka Walidarma terpaksa mengusir ayahnya. Nyi Nilastri marah melihat perlakuan Jaka Walidarma. Ketika Ki Supyantara meninggalkan Jaka Walidarma\, Nyi Nilastri pun ikut meninggalkannya. \nDi luar dugaan prabu Subrahma ingin menguasai kembali wilayah Tirta Yuwana yang dahulu merupakan bagian wilayah Bata Laksana. Karena ketidak tahuannya\, Jaka Walidarma mau diutus  untuk mengalahkan prabu Subrahma. Terjadilah peperangan. Jaka Walidarma kalah dan melarikan diri. Prabu Subrahma bahkan dapat menangkap prabu Endra Basuki. Boneka emas disita dan dimiliki prabu Subrahma. Artinya pernikahan Jaka Walidarma dan Den Ajeng Rarasati batal. \nJaka Walidarma pulang ke desanya. Ki Supyantara mengingatkan\, bahwa keberhasilan seseorang sebenarnya kumpulan kebaikan dari orang lain yang mendukung. Ia hanyalah wakil dari kumpulan orang-orang baik itu. Ketika ia mensia-siakan orang yang berbuat baik\, maka keberhasilanpun ikut sirna. Saat ini Jaka Walidarma tidak memiliki apa-apa lagi\, tetapi punya utang pada paus\, yaitu mengirim makanan setiap tahun. \nKeberhasilan seseorang didunia ditentukan oleh kebaikannya pada sesama\, dimana kebaikan itu juga diikuti oleh kebaikan-kebaikan yang dilakukan oleh orang-orang yang mendukungnya. Dan ketika sesorang mengabaikan kebaikan-kebaikan yang ada disekitarnya maka keberhasilannya akan sirna. Itu pun berlaku kepada semua penghuni alam semesta. Manusia harus bisa menebarkan kebaikan bagi semuanya! \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/pertunjukan-kethoprak-conthong-yogyakarta-walidarma/
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/pertunjukan-kethoprak-conthong-yogyakarta-walidarma-M5tazL.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20191214T100000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20191214T100000
DTSTAMP:20260519T190401
CREATED:20201022T031153Z
LAST-MODIFIED:20231002T090224Z
UID:36225-1576317600-1576317600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pertunjukan "Detik Kedua Puluh Enam Minggu Dini Hari"\, Jagongan Wagen Edisi Desember 2019
DESCRIPTION:Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) bersama Bakti Budaya Djarum Foundation meneruskan investasi panjang dalam dukungan fasilitasi ruang presentasi karya seniman muda melalui program Jagongan Wagen. Pada edisi terakhir Jagongan Wagen di tahun ini\, PSBK menghadirkan Habiburrachman yang merupakan seniman penerima Hibah Seni PSBK. Ia mendapatkan fasilitasi akses studio penciptaan\, kuratorial dan produksi pementasan berlangsung di kompleks art center PSBK  sejak akhir November 2019. \nHabiburrachman lahir di Sumenep. Ia berkegiatan di seni pertunjukan teater sejak 2013 ketika bergabung dengan Teater ESKA Yogyakarta. Beberapa kali terlibat menjadi aktor\, penulis naskah dan menyutradarai. Karya terbarunya pada 2018 antara lain Pelajaran Bab Dua\, Penghujung Kau dan Aku\, dan Kelas Tambahan. Sekarang sedang menyelesaikan tugas akhirnya di jurusan Akidah dan Filsafat Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. \n“Detik Kedua Puluh Enam Minggu Dini Hari”  hadir sebagai upaya Habiburrachman untuk melihat Jogja melalui klitih. Melalui pertunjukan teaternya kali ini\, Habib akan berbagi sudut pandang lebih luas dengan mengangkat sejarah pembentukan subjektivitas pelaku dalam relasinya dengan konteks sosio-kultural yang khas. Bahwa klitih tidak lahir dari ruang buta\, tetapi dibentuk oleh sistem pendidikan\, sistem pranata sosial\, konsep moralitas\, maskulinitas\, dan premanisme yang menjamur. Karya ini juga ingin mengajak berpartisipasi untuk tidak segera menempelkan stigma negatif dalam melihat klitih dengan tidak melepaskannya dari kondisi partikular yang menentukannya. \nJogja adalah salah satu kota dengan beragam dinamika sosialnya yang memungkinkan untuk dibaca berulang demi keberlangsungannya: apakah ia akan bertahan atau binasa.  Kemunculan kota beserta dinamikanya adalah bagian tak terpisahkan dari relasi sosial warga kota itu sendiri. Sebuah kota bisa dikatakan maju\, berkembang\, atau bahkan terpinggirkan\, tidak akan terlepas dari aktivitas warganya. Namun kesadaran warga menggali pengetahuan tentang ke-berkota-annya tidak mudah untuk dibangun. Seringkali\, masyarakat berhenti pada pemahaman kota sebagai tempat geografis semata. Sedang segala persolannnya dianggap selesai dengan para birokrat dan teknokrat. Lantas\, apakah benar situasi sosial kota yang terpresentasi pada perilaku warganya akan selesai dengan pendekatan teknokratisme? Pertunjukan ini nantinya akan mencoba mengelaborasikan problematika ini. \nDalam membangun narasi dalam cerita ini Habib melakukan studi literatur dan obvervasi melalui beberapa wawancara. Kemudian ia menyusun data yang ia peroleh menjadi satu cerita untuk bisa ia sampaikan kepada penonton. Ia mengajak dua aktor yaitu Ario Mahardika dan Faried Nor Siregar a.k.a Askal untuk menghidupkan narasi ke panggung teater pertunjukan. Selain itu\, Ia juga menggandeng Febrian Adinata Hasibuan untuk membantunya menyusun tangga dramatug agar alur cerita terjaga dengan baik. Terakhir\, untuk membangun imajinasi melalui bunyi\, Regina Gandes diajak untuk mengisi ilustrasi musik dan bebunyian lainnya. Dengan demikian pertunjukan ini akan membukakan pandangan kita terkait dinamika sosial yang terjadi di kota Jogja melalui klitih. Jadi\, kami mengajak masyarakat luas untuk hadir dan menyaksikan Jagongan Wagen edisi pamungkas di tahun ini sebagai sarana kita melihat lebih jauh. \nPadepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) \nMelanjutkan spirit maestro seni Indonesia Bagong Kussudiardja\, PSBK mewujudkan diri sebagai art center dengan misi mendukung pengembangan kreatif seniman dan masyarakat umum untuk terus terhubung pada nilai-nilai seni dan budaya\, keberlanjutannya\, dan penciptaan nilai-nilai budaya melalui seni. PSBK hadir sebagai laboratorium kreatif\, tempat berkumpul\, ruang presentasi karya seniman dari berbagai disiplin. PSBK menghadirkan karya seniman-seniman muda\, memfasilitasi riset-riset artistik dan pengembangan profesional\, dan merancang program-program untuk meningkatkan community engagement dan pengembangan jaringan melalui kesenian. \nPadepokan Seni Bagong Kussudiardja\nDs. Kembaran Rt.04-05\, Tamantirto\, Kasihan\, Bantul\, DIY\nTel./Fax.: +62(0)274/ 414-404\nWhatsapp : +62 82141416252\nEmail: media@psbk.or.id   Web: www.psbk.or.id\nFacebook: psbkjogja\nTwitter & Instagram: @psbk_jogja\nYoutube: media psbk
URL:https://indonesiakaya.com/event/pertunjukan-detik-kedua-puluh-enam-minggu-dini-hari-jagongan-wagen-edisi-desember-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/pertunjukan-detik-kedua-puluh-enam-minggu-dini-hari-jagongan-wagen-edisi-desember-2019-iQmjVt.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20191214T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20191214T200000
DTSTAMP:20260519T190401
CREATED:20201022T031151Z
LAST-MODIFIED:20201022T075207Z
UID:36221-1576353600-1576353600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pertunjukan "Gatotkaca Kembar"
DESCRIPTION:Pengangkatan Raden Gatotkaca sebagai Raja Pringgandani telah menimbulkan kekecewaan dan perpecahan dari keluarga Pringgandani. Pamanda Gatotkaca Raden Brajadenta tidak menyetujui penobatan itu karena sebagai putra Prabu Kala Tremboko terasa lebih tepat untuk menjadi raja Pringgandani. \nRaden Gatotkaca pun merasa prihatin dengan keadaan itu dan dia memilih untuk mengasingkan diri dan pergi dari kerajaan. Kemudian apa yang terjadi setelah kepergian Gatotkaca ? \nKelanjutannnya dapat disaksikan di Pergelaran Wayang Orang Njajah Desa Milang Kori dengan lakon "Gatotkaca Kembar" pada Sabtu\, 14 Desember 2019 pukul 20.00 di Pendopo Bali Ndeso \, Desa Puntukrejo\, Ngargoyoso\, Karanganyar Jawa Tengah. \nInformasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini\, silahkan menghubungi panitia :\nGatot Triyanto 0881 2858 277
URL:https://indonesiakaya.com/event/pertunjukan-gatotkaca-kembar/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/pertunjukan-gatotkaca-kembar-DrAkmn.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20191220T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20191220T190000
DTSTAMP:20260519T190401
CREATED:20201022T031150Z
LAST-MODIFIED:20201022T075206Z
UID:36219-1576868400-1576868400@indonesiakaya.com
SUMMARY:Wayang Orang Bharata Mempersembahkan "Arjuna Murca"
DESCRIPTION:Dalam rangka memperingati hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember\, Wayang Orang Bharata mempersembahkan gelar "Wayang Kakung" dengan lakon "Arjuna Murca". Yang istimewa dari pergelaran ini adalah seluruh pemainnya adalah pria. Seperti apa penampilan mereka ? \nMari Saksikan bersama Pergelaran Wayang Kakung Wayang Orang Bharata "Arjuna Murca" pada Jumat\, 20 Desember 2019 di Gedung Kesenian Jakarta\, Jakarta Pusat\, pukul 19.00 WIB. \nBerkisah tentang ketika Srikandi ditinggal pergi oleh Arjuna. Srikandi bertekad untuk menemukan Arjuna dengan cara yang unik\, ia pura-pura menjadi orang yang tidak waras\, Ia menghadap beberapa rintangan seperti banyaknya raja-raja yang melamar dirinya karena diisyukan Srikandi telah diceraikan oleh Arjuna. Bahkan Pendeta Drona dari Astina juga menginginkan untuk menyuntingnya. Sebenarnya Arjuna dan Pandawa meninggalkan Amarta bukan tanpa alasan. Arjuna tengah menyamar di tapal batas Astina untuk memata-matai kekuatan Kurawa menjelang perang Bharatayuda. \nKelucuan\, kekonyolan dan juga celetukan-celetukan yang segar akan menjadi bumbu-bumbu di sepanjang pertunjukan. Walau cerita ini dikemas dalam nuansa komedi\, namun pesan moral dan kritik sosial yang disampaikan dalam canda akan mempunyai bobot tersendiri. \nPergelaran Wayang Kakung ini dimainkan oleh para seniman wayang orang bharata  serta penampilan khusus : Ari Tulang dan Ivan Gunawan. \nTentang WO Bharata \nSebagai punggawa seni panggung tradisional di DKI Jakarta\, Wayang Orang (WO) Bharata telah dengan gigih mempertahankan dan mengembangkan pertunjukan wayang orang sejak didirikan pada 5 Juli 1972. \nPerjuangan para seniman yang terdiri atas penari\, pengrawit\, pesinden dll ini bukan tanpa onak duri. Namun di sisi lain\, tekad dan kesungguhan para awak WO Bharata dalam melestarikan kesenian warisan para pendahulunya ini pun telah mendapatkan berbagai bentuk penghargaan dan pengakuan\, terbukti dari seringnya kelompok ini mengharumkan nama Ibu Pertiwi di pentas manca negara sebagai duta budaya bangsa. WO Bharata semakin bahwa pelestarian wayang orang ini akan tetap terjaga dan  juga selalu berusaha mengembangkan kesenian adiluhung ini dengan memadukan bentuk-bentuk kesenian modern tanpa menghilangkan akar budaya yang ada. \nInformasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini\, silahkan menghubungi panitia :\nM. Yunus  +62 856  121 1842 dan Endang – +62 858 1450 4644
URL:https://indonesiakaya.com/event/wayang-orang-bharata-mempersembahkan-arjuna-murca/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/wayang-orang-bharata-mempersembahkan-arjuna-murca-6L87o2.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20191221T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20191221T000000
DTSTAMP:20260519T190401
CREATED:20201022T031130Z
LAST-MODIFIED:20201022T075154Z
UID:36190-1576886400-1576886400@indonesiakaya.com
SUMMARY:Teater Musikal Nusantara Mempersembahkan Hairspray - The Broadway Musical
DESCRIPTION:Teater Musikal Nusantara (TEMAN)\, sebuah Theatre Company asal Jakarta yang memiliki visi untuk memproduksi pertunjukan musikal dengan standar internasional\, telah sukses melangsungkan pertunjukan musikal Hairspray – The Broadway Musical karya Marc Shaiman\, lirik oleh Scott Wittman dan Shaiman dan buku karya Mark O'Donnell dan Thomas Meehan yang dipentaskan di Ciputra Artpreneur pada tanggal 21-22 Desember 2019. \nProduksi yang disutradarai oleh Brandon Bieber dari Broadway\, USA ini diperankan oleh berbagai public figure Indonesia seperti Morgan Oey\, Lea Simanjuntak\, Andrea Miranda\, Gusty Pratama dan aktor kenamaan Malaysia Peter Ong. Memegang lisensi dari Music Theatre International (MTI)\, pertunjukan ini telah sukses menggabungkan standar Broadway lewat arahan Brandon Bieber dengan bakat anak – anak muda Indonesia. \nHairspray – The Broadway Musical sendiri merupakan produksi kedua dari TEMAN yang bekerjasama dengan Program Ruang Kreatif: Indonesia Menuju Broadway oleh www.indonesiakaya.com dan audisi terbuka untuk mendapatkan pemainnya. Hairspray – The Broadway Musical yang digubah oleh Marc Shaiman ini menceritakan tentang Tracy Turnblad\, seorang anak sekolah di Baltimore yang berusaha untuk meraih kesuksesan di era tahun 1960 yang sarat akan kebebasan berekspresi. \nTeater musikal ini memenangkan penghargaan Tony Award untuk kategori musikal terbaik pada tahun 2003\, dan telah diproduksi berkali – kali dengan adaptasi film di tahun 2007 dengan judul yang sama. Acara yang digarap oleh Chriskevin Adefrid (Indonesia) sebagai Produser dengan arahan Director Brandon Bieber (USA)\, Artistic Director Venytha Yoshiantini (Indonesia)\, dan Music Director Ivan Tangkulung (Indonesia) ini berhasil memproduksi pertunjukan bertaraf internasional yang menggunakan talenta yang hampir semua anak muda Indonesia\, membuktikan bahwa anak muda Indonesia bisa menciptakan produksi yang memiliki citarasa dunia. Acara yang berlangsung selama dua hari ini ditonton lebih dari 2.500 penonton. \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/naura-menutup-rangkaian-konser-dongeng-melalui-konser-dongeng-4/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/teater-musikal-nusantara-mempersembahkan-hairspray-the-broadway-musical-BSx9nP.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20191221T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20191221T200000
DTSTAMP:20260519T190401
CREATED:20201022T031147Z
LAST-MODIFIED:20201022T075203Z
UID:36216-1576958400-1576958400@indonesiakaya.com
SUMMARY:Suluk Maleman Edisi Desember 2019
DESCRIPTION:Suluk Maleman adalah acara rutin bulanan yang dirancang sebagai ajang untuk silaturrahim\, tukar pikiran\, mengaji masalah-masalah yang dihadapi bangsa\, baik di tingkat lokal maupun nasional. Acara ini sejak awal digagas sebagai oase untuk merekatkan kembali ikatan kemanusiaan\, kemasyarakatan dan kebangsaan. \nTema Suluk Maleman kali ini ‘Lho\, Balik Ke…Jahiliyah Lagi Tho?’ Tema ini merupakan bagian kedelapan belas dari episode Taubat Nusantara\, Menjaga Nalar Bangsa\, yang akan diisi antara lain oleh Dr. Abdul Jalil\, Hadun Muhammad Almuhdhor dan Budi Maryono.  Kecuali membahas tema\, seperti biasa acara ini akan diselingi pagelaran musik oleh Orkes Puisi Sampak GusUran. \nInfo lebih lanjut :\nWebsite: www.sulukmaleman.id\nFacebook: fb.com/sulukmaleman\nTwitter: @suluk_maleman\nInstagram: @sulukmaleman\nYoutube: Suluk Maleman Official Channel
URL:https://indonesiakaya.com/event/suluk-maleman-edisi-desember-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/suluk-maleman-edisi-desember-2019-rXdUXM.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20191229T193000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20191229T193000
DTSTAMP:20260519T190401
CREATED:20201022T031149Z
LAST-MODIFIED:20201022T075205Z
UID:36218-1577647800-1577647800@indonesiakaya.com
SUMMARY:Forum Apresiasi Sastra Dan Budaya Kudus (FASBuK) Edisi Desember 2019
DESCRIPTION:Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK) yang didukung Bakti Budaya Djarum Foundation bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Tekhnik Elektro Universitas Muria Kudus akan menggelar lawatan rutin sastra dan budaya. Kali ini menampilkan Pertunjukan Musik\, Puisi dan Diskusi "Nyambung Tresno" di Auditorium Universitas Muria Kudus\, Kampus Gondangmanis PO.BOX 53 Kudus\, pada hari Minggu 29 Desember 2019\, pukul 19.30 WIB. \nNyambung tresno adalah judul tema yang diangkat oleh kelompok musik keroncong gado-gado\, karena lagu garapan yang akan ditampilkan ialah seputar katresnan\, sebuah kata yang memiliki arti cinta. Tidak jauh pula dari latar belakang para personil yang cinta terhadap musik keroncong\, mereka ingin terus menjaga serta mempertahankan musik keroncong agar tetap digemari oleh anak muda. Selain itu harapan dari keroncong gado-gado adalah ingin cinta kasih sayang dan kebahagian tidak akan putus melalui pertunjukan musik ini. \nSekilas tentang Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK) \nBerdiri sejak 12 Januari 2009\, FASBuK adalah ruang kerja fisik dan pemikiran untuk mencipta inovasi serta varian sebuah paket kemasan kegiatan dalam bidang kesusasteraan dan kesenian lokal yang nantinya mampu menjadi asset atas keberagaman kebudayaan nasional dan dekat masyarakatnya sehingga tercapai ruang bersama untuk saling berbagi\, bertukar pikiran\, demi sebuah cita-cita luhur tumbuhnya nilai-nilai kesadaran manusia yang berbudaya. \nSecara rutin tiap bulannya FASBuK menggelar acara Sastra dan Seni Budaya yang meliputi Apresiasi sastra\, Sarasehan Budaya\, Pertunjukan Musik\, Tari dan Pementasan Drama/Teater\, dan sebagainya. \nUntuk mengetahui lebih lanjut mengenai kegiatan ini\, silahkan menghubungi:\nForum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuk)\nKetua Badan Pekerja FASBuK :Arfin AM\nNo. Hp: +62 857 4259 8480\nEmail: fasbuk93@gmail.com
URL:https://indonesiakaya.com/event/forum-apresiasi-sastra-dan-budaya-kudus-fasbuk-edisi-desember-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/forum-apresiasi-sastra-dan-budaya-kudus-fasbuk-edisi-desember-2019-3bR4Z5.tmp_.jpg
END:VEVENT
END:VCALENDAR