BEGIN:VCALENDAR
VERSION:2.0
PRODID:-//Indonesia Kaya - ECPv6.15.15//NONSGML v1.0//EN
CALSCALE:GREGORIAN
METHOD:PUBLISH
X-WR-CALNAME:Indonesia Kaya
X-ORIGINAL-URL:https://indonesiakaya.com
X-WR-CALDESC:Events for Indonesia Kaya
REFRESH-INTERVAL;VALUE=DURATION:PT1H
X-Robots-Tag:noindex
X-PUBLISHED-TTL:PT1H
BEGIN:VTIMEZONE
TZID:Asia/Jakarta
BEGIN:STANDARD
TZOFFSETFROM:+0700
TZOFFSETTO:+0700
TZNAME:WIB
DTSTART:20180101T000000
END:STANDARD
END:VTIMEZONE
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190303T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190303T000000
DTSTAMP:20260520T035433
CREATED:20201022T031448Z
LAST-MODIFIED:20201022T075513Z
UID:36492-1551571200-1551571200@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pertunjukan Asmarandhana Untuk Indonesia Damai
DESCRIPTION:Pentas seni tahunan bertajuk Asmarandhana yang diselenggarakan oleh Rumah  Budaya Maz Inung serta didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation\, diselenggarakan  pada 3 Maret 2019\, bertempat di De ATM Trasan Bandongan Magelang. Kegiatan ini diharapkan sarat dan  kaya akan nilai-nilai toleransi dan kreatifitas dalam bidang musik\, tari\, puisi\, dan vokal\,  bahkan juga diharapkan akan mampu membuat wabah Hoax lambat laun menyingkir jauh dari atmosfir  dan cakrawala kehidupan berbangsa.  \nMelalui seni tradisional dan seni modern yang dikemas melalui sastra\, tari\, musik\, dan vokal yang diramu sedemikian rupa adalah merupakan sebuah konsep yang bertujuan untuk menjaga Identitas Indonesia\, dengan strategi mempagelarkan karya dari para Seniman dari Magelang\,  Jogjakarta\,  Solo\, Borobudur\, dan  sekitarnya. Kegiatan ini juga turut berperan menyemarakkan program Industri kreatif yang menjadi pemicu para seniman dalam melahirkan karya-karya terbaik mereka. \n \nAcara ini menampilkan Munir Syalala (Gitaris/Vokalis/Sastra)\, Shinta Mentari (Penari tradisi)\, Disastra  (Sastrawan)\, Handoko Sudro (Penari Tradisi)\, Nisa Winartha\, (Penyanyi & Gitaris)\, Truntung Millenia (Musik Tradisi)\, Jodhokemil (Musik Tradisi Kontemporer)\, Komunitas Cakil Squat (Tarian Tradisi Kontemporer)\, Komunitas Warangan (Seni Tradisi)\, I-Pro 17 (Musik Pop Progresif)\, PSM Grandiso Sonora (Paduan Suara)\, Max Baihaqi (Musik & Vokal)\, Maz Inung (Vokal & Musik)\, Topeng Ireng Warangan (Tari Tradisi)\, Sanggar Dom Suntil (Modern Dance)\, Ajeng Dewanthi (Vokal & Gitar)\, serta Doni Suwung (Gitar & Vokal). \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/pertunjukan-asmarandhana-untuk-indonesia-damai/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/pertunjukan-asmarandhana-untuk-indonesia-damai-Q7rJ9p.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190303T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190303T200000
DTSTAMP:20260520T035433
CREATED:20201022T031534Z
LAST-MODIFIED:20201022T075600Z
UID:36562-1551643200-1551643200@indonesiakaya.com
SUMMARY:Randai Rambun Pamenan di Festival Nan Jombang
DESCRIPTION:Festival Nan Jombang Tanggal 3 (FNJT3) yang memasuki tahun ke-7 penyelenggaraan ini\, menghadirkan kesenian tradisi yang ada di Minangkabau setiap tanggal 3 setiap bulannya. Pada tahun ini FNJT3 mendapat dukungan kembali oleh Bakti Budaya Djarum Foundation dan juga didampingi oleh Taman Budaya Provinsi Sumatera Barat. Dua bulan sebelumnya FNJT3 telah menampilkan kesenian Salawat Dulang dari Kabupaten Tanah Datar dan Kesenian Indang Tagak dari Kabupaten Solok Selatan. Pada perhelatan 3 Maret 2019 besok\, FNJT3 akan menampilkan Randai dari Kabupaten Sijunjung. Pertunjukan Randai ini akan ditampilkan oleh Grup Randai Tuah Sakato.Grup Randai yang dipimpin oleh Tasril ini telah berdiri sejak tahun 1990-an. Mereka akan membawakan naskah randai yang berjudul Rambun Pamenan.  \nRambun pamenan merupakan cerita rakyat yang sangat populer di Minangkabau. Naskah ini menceritakan tentang pengembaraan seorang anak yang bernama Rambun Pamenan dalam menyelamatkan ibunya Linduang Bulan. Linduang Bulan diculik oleh Rajo angek Garang yang merupakan seorang raja dari nagari Camin Taruih sejak Rambun masih kecil. Penculikan ini diberitahu oleh perawatnya dan dibenarkan seorang pengembara yang bernama Alang bangkeh. Dalam perjalanannya rambun bertemu dengan Inyiak Paladang yang kemudian memberikannya senjata untuk menyelamatkan ibunya. \nApakah alasan Rajo Angek Garang menculik Linduang Bulan?. Bagaimanakah perjalanan Rambun Pamenan? Berhasilkah Rambun Pamenan menyelamatkan Ibunya?. Jawaban dan Kelengkapan cerita randai ini bisa disaksikan di FNJT3. Untuk itu\, silahkan datang dan bergabung dalam kemeriahan FNJT3 pada Minggu\, 3 Maret 2019 di Ladang Tari nan Jombang\, belakang perumahan Polda\, Balai Baru\, Padang. Festival ini akan dimulai pada pukul 20:00 WIB. \nInfo lebih lanjut\, silahkan menghubungi panitia : \nAngga Djamar : 0812 6616 716 \nwww.nanjombangdance.id
URL:https://indonesiakaya.com/event/randai-rambun-pamenan-di-festival-nan-jombang/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/randai-rambun-pamenan-di-festival-nan-jombang-694gbZ.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190306T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190306T000000
DTSTAMP:20260520T035433
CREATED:20201022T031514Z
LAST-MODIFIED:20201022T075540Z
UID:36532-1551830400-1551830400@indonesiakaya.com
SUMMARY:Komunitas Seni Samar Mempersembahkan Bregada Merudhandha
DESCRIPTION:Komunitas Seni Samar yang di dukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation menggelar pertunjukan dan diskusi kebudayaan yang bertajuk Bregada Merudhandha di Universitas Muria Kudus\, Kampus Gondangmanis PO. BOX 53 Bae\, Kudus\, pada hari Rabu\, 6 Maret 2019. \nNaskah pertunjukan ini merupakan karya Leo Katarsis\, dengan Sutradara Ahmad ‘Mophet’ Safrudin. Sebuah eksplorasi teatrikal\, perpaduan antara  seni drama klasik (tradisi) dan modern\, dengan tarian\, nyanyian\, serta iringan live musik  yang menghasilkan sebuah karya eksperimental. Dibawakan secara cair dengan gaya ‘Sampakan’ ala Komunitas Seni Samar tentunya\, dimana para aktor secara luwes\, kocak\, spontan dan keluar masuk berimprovisasi dalam karakter peran atau diri sendiri.  \nBregada Manyura adalah pasukan pilihan Medhang Bhumi Mataram. Pengabdi setia Ratu Sanjaya\, dipimpin oleh seorang Panglima digdaya\, Hang Anggana saudara sepupu Ratu sanjaya\, satu keturunan dari Ratu Shima.  \n \nSaat mendengar kabar rencana pemberontakan Raja Sunda-Galuh\, Ratu Sanjaya murka. Dia perintahkan Anggana menumpas pemberontakan itu. Bregada Manyura segera berangkat menuju Kerajaan Sunda-Galuh. Sepeninggalan Anggana\, tanpa diduga Istana Medhang diserbu pasukan Sriwijaya. Usai memadamkan pemberontakan\, Anggana dan pasukannya bergegas kembali ke Medhang. Prajurit Sriwijaya berhasil dipukul mundur dan digiring menuju Selat Muria. Kapal-kapal mereka dibakar dan ditenggelamkan.  \nKemenangan Anggana dan pasukannya menjadi tidak berarti karena ternyata Ratu Sanjaya gugur dalam penyerbuan pasukan Sriwijaya. Anggana sangat berduka\, Dia kehilangan saudara\, sahabat dan tujuan pengabdiannya.\n \nAnggana kemudian meninggalkan Kerajaan Medhang kembali ke Tanah Muria\, diikuti Bregada Manyura yang tersisa. Mereka mensucikan diri\, melakukan semedi Merudhandha. Anggana menjalani hidup selanjutnya sebagai orang biasa dan pasukannya menyebar dari Tanjung Para sampai Teluk Silugangga\, menjaga Tanah Muria. Daerah itu kemudian dikenal dengan nama Rananggana. Setiap tahun mereka berkumpul mengadakan upacara agung “Merudhandha”. \nKomunitas Seni Samar berdiri pada 1 maret 1998\, di BIPP (Balai Informasi dan Penyuluhan Pertanian  yang sekarang beralih fungsi menjadi Taman Ternak Kudus) Desa Besito kecamatan Gebog Kudus. Dalam perjalanannya\, Komunitas Seni Samar beranggotakan beragam latar belakang\, dari anak sekolah\, mahasiswa\, petani\, pedagang\, security\, tukang jahit\, buruh pabrik buruh bangunan yang secara rutin berproses kreatif\, menghasilkan karya – karya yang dapat di apreasiasikan pada masyarakat. \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/komunitas-seni-samar-mempersembahkan-bregada-merudhandha/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/komunitas-seni-samar-mempersembahkan-bregada-merudhandha1-BnTN84.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190306T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190306T190000
DTSTAMP:20260520T035433
CREATED:20201022T031537Z
LAST-MODIFIED:20201022T075603Z
UID:36567-1551898800-1551898800@indonesiakaya.com
SUMMARY:Komunitas Seni Samar mempersembahkan 'Bregada Merudhandha'
DESCRIPTION:Komunitas Seni Samar didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation akan menggelar pertunjukan yang bertajuk “A Vague Story Of Rananggana : Bregada Merudhandha” di Universitas Muria Kudus\, Kampus Gondangmanis PO. BOX 53 Bae\, Kudus\, pada hari Rabu\, 6 Maret 2019\, pukul 19.00 WIB.\n \nAdapun rangkaian kegiatan sebagai berikut :\n \nMusik Pembuka :\n \n– Republik Kanzu\nKelompok musik pimpinan Gus Miko yang melakukan inovasi dengan menggabungkan unsur musik tradisional (Keroncong) dan genre musik kontemporer (Ska dan Dangdut)\n \n– PEMUJAKU (Persatuan Musisi Jaipong Kudus)\nAdalah wadah dan ruang kreatif bagi musisi jaipong Kudus yang berdiri 3 April 2018 dan dipimpin oleh Topiq dan Ipin yang tidak mau terbelenggu dengan rutinitas “tanggapan” mencoba eksplore mencari nuansa baru seperti rampak dengan paduan musik barong.\n \nPementasan berjudul “A Vague Story Of Rananggana : Bregada Merudhandha”\, naskah karya Leo Katarsis\, dan disutradarai oleh Ahmad ‘Mophet’ Safrudin.\n \nBregada Manyura adalah pasukan pilihan Medhang Bhumi Mataram. Pengabdi setia Ratu Sanjaya\, dipimpin oleh seorang Panglima digdaya\, Hang Anggana saudara sepupu Ratu sanjaya\, satu keturunan dari Ratu Shima. Saat mendengar kabar rencana pemberontakan Raja Sunda-Galuh\, Ratu Sanjaya murka. Dia perintahkan Anggana menumpas pemberontakan itu. Bregada Manyura segera berangkat menuju Kerajaan Sunda-Galuh. Sepeninggalan Anggana\, tanpa diduga Istana Medhang diserbu pasukan Sriwijaya. Usai memadamkan pemberontakan\, Anggana dan pasukannya bergegas kembali ke Medhang. Prajurit Sriwijaya berhasil dipukul mundur dan digiring menuju Selat Muria. Kapal-kapal mereka dibakar dan ditenggelamkan. \n \nKemenangan Anggana dan pasukannya menjadi tidak berarti karena ternyata Ratu Sanjaya gugur dalam penyerbuan pasukan Sriwijaya. Anggana sangat berduka\, Dia kehilangan saudara\, sahabat dan tujuan pengabdiannya. \n \nAnggana kemudian meninggalkan Kerajaan Medhang kembali ke Tanah Muria\, diikuti Bregada Manyura yang tersisa. Mereka mensucikan diri\, melakukan semedi Merudhandha. Anggana menjalani hidup selanjutnya sebagai orang biasa dan pasukannya menyebar dari Tanjung Para sampai Teluk Silugangga\, menjaga Tanah Muria. Daerah itu kemudian dikenal dengan nama Rananggana. Setiap tahun mereka berkumpul mengadakan upacara agung “Merudhandha”\n \nSebuah eksplorasi teatrikal\, perpaduan antara  seni drama klasik (tradisi) dan modern\, dengan tarian\, nyanyian\, serta iringan live musik  yang menghasilkan sebuah karya eksperimental. Dibawakan secara cair dengan gaya ‘Sampakan’ ala Komunitas Seni Samar tentunya\, dimana para aktor secara luwes\, kocak\, spontan dan keluar masuk berimprovisasi dalam karakter peran atau diri sendiri. \n \nTentang Komunitas Seni Samar\n \nKomunitas Seni Samar berdiri pada 1 maret 1998\, di BIPP (Balai Informasi dan Penyuluhan Pertanian  yang sekarang beralih fungsi menjadi Taman Ternak Kudus) Desa Besito kecamatan Gebog Kudus. Dalam perjalanannya\, Komunitas Seni Samar beranggotakan beragam latar belakang\, dari anak sekolah\, mahasiswa\, petani\, pedagang\, security\, tukang jahit\, buruh pabrik buruh bangunan yang secara rutin berproses kreatif\, menghasilkan karya – karya yang dapat di apreasiasikan pada masyarakat. Sudah berbagai tempat di Kudus dan kota – kota besar lainnya menjadi media apreasiasi\, dari trotoar jalanan\, tempat orang punya hajat hingga gedung DPR. Dalam proses kreatifnya\, Komunitas Seni Samar banyak menggunakan karya – karya sendiri namun sering juga menggunakan beberapa karya dari penulis lakon terkenal.\n \nInformasi Kegiatan\nKomunitas Seni Samar :  \nJl. Masjid Al Idrus No. 24 Ds. Besito Rt. 003 Rw. 004 Gebog Kudus \nContact Person : 081392813899 (Mophet)\, 085851416920 (Upliek)\, \nEmail: komunitassamar@gmail.com \nFB : Teater Samar IG : Komunitas Samar
URL:https://indonesiakaya.com/event/komunitas-seni-samar-mempersembahkan-bregada-merudhandha-2/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/komunitas-seni-samar-mempersembahkan-bregada-merudhandha-ak5Vgg.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190307T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190307T000000
DTSTAMP:20260520T035433
CREATED:20201022T031453Z
LAST-MODIFIED:20201022T075518Z
UID:36500-1551916800-1551916800@indonesiakaya.com
SUMMARY:Teater Perdikan Yogyakarta Mempersembahkan Lakon "Sengkuni 2019"
DESCRIPTION:Teater Perdikan Yogyakarta didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation menggelar pementasan berjudul Sengkuni 2019\, pada 7 dan 8 Maret 2019\, bertempat di Balai Budaya Surabaya. Sebelum pementasan di Surabaya\, Sengkuni 2019 telah dipentaskan di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta (TBY) pada 12 dan 13 Januari 2019 lalu\, dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. \nNaskah Sengkuni 2019 ditulis oleh Emha Ainun Nadjib\, dan disutradarai oleh Jujuk Prabowo\, didukung oleh para pemain yang telah puluhan tahun berdedikasi di dunia teater seperti Joko Kamto\, Novi Budianto\, Eko Winardi\, Margono W\, Agus Istijanto\, dan Kumbo Adiguno. Musik digarap oleh Azied Dewa\, SP Joko\, Doni\, dan Widi\, tata lampu oleh Wardono\, manager panggung oleh MZ Fadil\, pimpinan produksi oleh Toto Rahardjo\, dan kegiatan ini diselenggarakan oleh Progress Management. \n \nLakon Sengkuni menyodorkan pencarian kesejatian hidup\, mengungkapkan nilai-nilai dasar humanisme dan hubungan sosial kemasyarakatan yang adil. Asal mula ketimpangan dan ketidakadilan digali secara lugas. Cara pandang terhadap benar salah yang menjadi sumber perpecahan bangsa disentil dengan cerdas. Lakon Sengkuni 2019 menawarkan ijtihad langkah menahan keruntuhan nilai yang semakin tajam melalui perenungan mendalam melalui tafsir baru suatu naskah pementasan teater. \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia
URL:https://indonesiakaya.com/event/teater-perdikan-yogyakarta-mempersembahkan-lakon-sengkuni-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/teater-perdikan-yogyakarta-mempersembahkan-lakon-sengkuni-2019-d0eHpg.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190307T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190308T000000
DTSTAMP:20260520T035433
CREATED:20201022T031530Z
LAST-MODIFIED:20201022T075557Z
UID:36557-1551988800-1552003200@indonesiakaya.com
SUMMARY:Teater Perdikan Yogyakarta Mempersembahkan Lakon "Sengkuni 2019"
DESCRIPTION:Teater Perdikan Yogyakarta akan menggelar pementasan berjudul Sengkuni 2019\, pada 7 dan 8 Maret 2019\, bertempat di Balai Budaya Surabaya\, pukul 19.00 WIB. \nSebelum pementasan di Surabaya\, Sengkuni 2019 telah dipentaskan di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta (TBY) pada 12 dan 13 Januari 2019 lalu\, dan mendapat sambutan luar biasa hingga mengadakan tiket lesehan untuk menampung  antusiasme penonton yang tidak kebagian kursi. \nNaskah Sengkuni 2019 ditulis oleh Emha Ainun Nadjib\, dan disutradarai oleh Jujuk Prabowo\, didukung oleh para pemain yang telah puluhan tahun berdedikasi di dunia teater seperti Joko Kamto\, Novi Budianto\, Eko Winardi\, Margono W\, Agus Istijanto\, dan Kumbo Adiguno. Musik digarap oleh Azied Dewa\, SP Joko\, Doni\, dan Widi\, tata lampu oleh Wardono\, manager panggung oleh MZ Fadil\, pimpinan produksi oleh Toto Rahardjo\, dan kegiatan ini diselenggarakan oleh Progress Management. \nInformasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini\, silahkan menghubungi panitia :\n0812 1617 1110 \n 
URL:https://indonesiakaya.com/event/teater-perdikan-yogyakarta-mempersembahkan-lakon-sengkuni-2019-2/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/teater-perdikan-yogyakarta-mempersembahkan-lakon-sengkuni-2019-zDZlfi.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190308T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190308T000000
DTSTAMP:20260520T035433
CREATED:20201022T031452Z
LAST-MODIFIED:20201022T075517Z
UID:36498-1552003200-1552003200@indonesiakaya.com
SUMMARY:Wayang Tavip Dalang Budi Ros
DESCRIPTION:Wayang Tavip dalang Budi Ros menggelar pentas “Beringin Setan” di Gedung Kesenian Jakarta\, Jl. Pasar Baru\, Jakarta\, pada tanggal 8 Maret 2019. Sebelumnya\, lakon tersebut telah dipentaskan keliling di 5 tempat Jakarta dan Depok. Pentas di Gedung Kesenian Jakarta\, merupakan upaya berkesinambungan agar wayang jenis baru ini lekat di hati masyarakat.  Dengan begitu\, diharapkan\, suatu hari nanti wayang baru yang penuh daya pikat ini akan hidup\, dihidupi dan lebih bermakna dalam masyarakat luas. \nLakon berkisah tentang desa bernama Kutowaringin tapi lebih dikenal luas sebagai Kampung Beringin.  Gara-garanya\, di gerbang desa itu tumbuh pohon beringin yang sangat indah\, besar dan rindang. Atas kenyataan itu\, Pak Kades kurang senang. Terlebih lagi\, ketika setan penghuni pohon beringin itu merasuki Agnes Winarni\, putri Pak Kades.  Atas nasehat seorang Dukun\, Pak Kades mengambil tindakan cepat. Menebang  pohon beringin. Tetapi\, dua minggu kemudian\, terjadi kesurupan masal. Para setan marah\, Kampung Beringin pun geger.  \nDukun didampingi Pak Kades sibuk keliling desa dan dengan susah payah membebaskan warga yang kesurupan. Upacara persembahan sesaji juga digelar. Semua berharap\, setan melunak dan tidak mengganggu. Tapi setan tetap menuntut supaya pohon beringin dikembalikan ke tempat semula. Hal yang jelas tidak mungkin. Negosiasi berjalan alot. Kesepakatan akhirnya tercapai. Setan tidak akan mengganggu\, asalkan pohon beringin baru harus ditanam di depan rumah setiap warga. Dengan berat hati\, warga mengalah.  \n \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/wayang-tavip-dalang-budi-ros/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/wayang-tavip-dalang-budi-ros1-fsVsmO.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190308T150000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190308T150000
DTSTAMP:20260520T035433
CREATED:20201022T031542Z
LAST-MODIFIED:20201022T075608Z
UID:36574-1552057200-1552057200@indonesiakaya.com
SUMMARY:Wayang Tavip Dalang Budi Ros
DESCRIPTION:Wayang Tavip dalang Budi Ros menggelar pentas “Beringin Setan” di Gedung Kesenian Jakarta\, Jl. Pasar Baru\, Jakarta\, pada tanggal 8 Maret 2019.  Pentas akan digelar dua kali\, pukul 15.00 WIB dan 20.00 WIB. Sebelumnya\, lakon tersebut telah dipentaskan keliling di 5 tempat Jakarta dan Depok.  Pentas di Gedung Kesenian Jakarta\, merupakan upaya berkesinambungan agar wayang jenis baru ini lekat di hati masyarakat. Dengan begitu\, diharapkan\, suatu hari nanti wayang baru yang penuh daya pikat ini akan hidup\, dihidupi dan lebih bermakna dalam masyarakat luas. \nLakon berkisah tentang desa bernama Kutowaringin tapi lebih dikenal luas sebagai Kampung Beringin. Gara-garanya\, di gerbang desa itu tumbuh pohon beringin yang sangat indah\, besar dan rindang. Atas kenyataan itu\, Pak Kades kurang senang. Terlebih lagi\, ketika setan penghuni pohon beringin itu merasuki Agnes Winarni\, putri Pak Kades. Atas nasehat seorang Dukun\, Pak Kades mengambil tindakan cepat. Menebang pohon beringin. Tetapi\, dua minggu kemudian\, terjadi kesurupan masal. Para setan marah\, Kampung Beringin pun geger.  \nDukun didampingi Pak Kades sibuk keliling desa dan dengan susah payah membebaskan warga yang kesurupan. Upacara persembahan sesaji juga digelar. Semua berharap\, setan melunak dan tidak mengganggu. Tapi setan tetap menuntut supaya pohon beringin dikembalikan ke tempat semula. Hal yang jelas tidak mungkin. Negosiasi berjalan alot. Kesepakatan akhirnya tercapai. Setan tidak akan mengganggu\, asalkan pohon beringin baru harus ditanam di depan rumah setiap warga. Dengan berat hati\, warga mengalah. Tapi dalam hati terus bertanya-tanya: Apakah janji setan bisa dipegang? Siapakah sesungguhnya penguasa Kampung Beringin\, Pak Kades? Pak Dukun? Atau Setan? \nInfo lebih lanjut mengenai kegiatan ini\, silahkan menghubungi panitia :\nNunung : 0877 8268 8160
URL:https://indonesiakaya.com/event/wayang-tavip-dalang-budi-ros-2/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/wayang-tavip-dalang-budi-ros-Spo3Y3.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190312T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190312T000000
DTSTAMP:20260520T035433
CREATED:20201022T031515Z
LAST-MODIFIED:20201022T075541Z
UID:36534-1552348800-1552348800@indonesiakaya.com
SUMMARY:Gamrockestra by Riki Putra
DESCRIPTION:Membawakan konser orkestra dengan kolaborasi gamelan dan musik genre rock. Menampilkan Addie MS\, Eros Chandra dari Sheila On 7\, Bhineka Full Orkestra dengan paduan suara dan rhytm section dan 5 Gamelan yang membawakan 11 lagu\, baik lagu tradisional\, lagu populer Indonesia bahkan lagu Rock mancanegara. \n \nAcara ini dihadiri oleh 750 orang dengan variasi harga tiket mulai dari Rp 75.000\,- sampai dengan Rp 450.000\,-.\nBeberapa penonton yang hadir diantaranya datang dari kota Semarang\, Solo\, Balikpapan dan beberapa kota lainnya di Jawa Tengah\, juga dihadiri oleh para personil Sheila On 7 dan GPH Paundrakarna serta Staff  Keraton Solo dan Jogjakarta.  \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia
URL:https://indonesiakaya.com/event/gamrockestra-by-riki-putra/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/gamrockestra-by-riki-putra-hQgoPC.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190316T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190316T200000
DTSTAMP:20260520T035433
CREATED:20201022T031533Z
LAST-MODIFIED:20201022T075559Z
UID:36560-1552766400-1552766400@indonesiakaya.com
SUMMARY:Suluk Maleman Edisi Maret 2019
DESCRIPTION:Suluk Maleman adalah acara rutin bulanan yang dirancang sebagai ajang untuk silaturrahim\, tukar pikiran\, mengaji masalah-masalah yang dihadapi bangsa\, baik di tingkat lokal maupun nasional. Acara ini sejak awal digagas sebagai oase untuk merekatkan kembali ikatan kemanusiaan\, kemasyarakatan dan kebangsaan. \nTema Suluk Maleman kali ini “Tunakawan”\, untuk membahas tema ini akan hadir Budi Maryono\, Ali Fatkhan\, Muhajir Arrosyid\, Muhammad Aniq\, serta akan diselingi pagelaran musik oleh Orkes Puisi Sampak GusUran. Tema ini merupakan bagian ke-sembilan dari episode Taubat Nusantara\, Menjaga Nalar Bangsa.  \nKegiatan dilaksanakan pada tanggal 16 Maret 2019\, pukul 20.00 WIB\, bertempat di Rumah Adab Indonesia Mulia\, Jalan P. Diponegoro No 94\, Pati. \nInfo lebih lanjut :\nWebsite: www.sulukmaleman.com\nFacebook: fb.com/sulukmaleman\nTwitter: @suluk_maleman\nInstagram: @sulukmaleman
URL:https://indonesiakaya.com/event/suluk-maleman-edisi-maret-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/suluk-maleman-edisi-maret-2019-kLI4tV.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190320T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190320T000000
DTSTAMP:20260520T035433
CREATED:20201022T031342Z
LAST-MODIFIED:20231221T101507Z
UID:36392-1553040000-1553040000@indonesiakaya.com
SUMMARY:ADIWASTRA NUSANTARA 2019
DESCRIPTION:Pameran Adiwastra Nusantara 2019 yang didukung juga oleh Bakti Budaya Djarum Foundation diselenggarakan pada 20 – 24 Maret 2019 di Hall A  & B  Balai Sidang Jakarta (JCC). Pameran dibuka pukul 10.00 WIB hinggal 21.00 WIB. Berbagai kegiatan yang disajikan antara lain Stand ikon Adiwastra Nusantara 2019\, Peluncuran dan bedah buku “Batik Sudagaran Solo”\, Lomba Selendang Indonesia\, Peragaan busana para perancang nasional\, Talkshow\, demo dan workshop. \nAdiwastra Nusantara adalah pameran kain adati terbesar di Indonesia yang telah diselenggarakan setiap tahun sejak 2008 di Jakarta. Wastra artinya kain dan Adi berarti unggul atau terbaik\, sehingga Adiwastra Nusantara berarti pameran kain-kain tradisional unggulan dari seluruh wilayah Indonesia. Pameran ini digagas oleh komunitas pecinta dan pegiat promosi kain adati nusantara yang dimotori oleh Edith Ratna Soeryosoeyarso dan kawan-kawan. Tujuan dari pameran ini antara lain untuk terus mengobarkan semangat pelestarian serta pengembangan kain adati nusantara sebagai kekayaan bangsa yang beragam dan memiliki keindahan serta nilai-nilai filosofis dan kearifan lokal yang tinggi. \nAdiwastra Nusantara telah menjadi peristiwa tahunan yang dinantikan oleh para UKM perajin wastra maupun masyarakat pecinta kain adati Indonesia. Pameran ini menjadi ajang interaksi antara UKM perajin/perancang kain adati dengan masyarakat konsumennya. Setiap perajin akan berusaha menampilkan kreasi dan inovasi terbaiknya untuk merebut hati masyarakat pengguna kain adati yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Adiwastra Nusantara juga merupakan ajang interaksi antar para UKM perajin wastra untuk memperkenalkan teknologi atau bahan baku baru\, mulai dari serat\, benang\, kain\, pewarna alam hingga teknik-teknik penenunan serta pewarnaan yang  mutakhir. \n \nPenyelenggaraan pameran Adiwastra Nusantara ke 12 tahun 2019 ini mengusung tema “Wastra Adati generasi Digital”. Telah kita saksikan bahwa minat masyarakat terhadap kain adati terus meningkat dari tahun ke tahun\, baik untuk busana\, interior maupun kebutuhan lainnya. Kecenderungan ini kian meningkat sejak Unesco menetapkan batik sebagai Warisan Budaya Dunia Tak Benda dari Indonesia tahun 2009 yang lalu. Tren ke arah nuansa etnik atau tradisi serta gaya hidup kembali ke alam yang banyak di anut para generasi muda\, telah turut mendongkrak pemakaian kain adati\, baik batik\, tenun maupun jumputan atau sasirangan.  Citra kain adati kini tidak menjadi monopoli generasi senior semata\, kaum milenial\, generasi digital pun mulai banyak menyukai kain tradisi\, tidak hanya untuk peristiwa resmi tetapi juga untuk suasana kasual dan sehari-hari. Para perancang busana serta kain adati dari kalangan generasi muda pun semakin banyak bermunculan membawa ide-ide segar dan inovatif\, sesuai karakter generasinya. Kecenderungan ini dengan cepat berkembang didukung oleh sistem pemasaran dan penjualan digital. Sebuah keniscayaan yang positif dan tidak mungkin dihindari. Inilah antara lain yang mendorong diusungnya tema tersebut di atas untuk Adiwastra Nusantara 2019 ini. \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia
URL:https://indonesiakaya.com/event/adiwastra-nusantara-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/adiwastra-nusantara-20191-wuH7ZB.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190320T100000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190324T000000
DTSTAMP:20260520T035433
CREATED:20201022T031520Z
LAST-MODIFIED:20231221T100410Z
UID:36542-1553076000-1553385600@indonesiakaya.com
SUMMARY:ADIWASTRA NUSANTARA 2019
DESCRIPTION:Adiwastra Nusantara adalah pameran kain adati terbesar di Indonesia yang telah diselenggarakan setiap tahun sejak 2008 di Jakarta. Wastra artinya kain dan Adi berarti unggul atau terbaik\, sehingga Adiwastra Nusantara berarti pameran kain-kain tradisional unggulan dari seluruh wilayah Indonesia. Pameran ini digagas oleh komunitas pecinta dan pegiat promosi kain adati nusantara yang dimotori oleh Edith Ratna Soeryosoeyarso dan kawan-kawan. Tujuan dari pameran ini antara lain untuk terus mengobarkan semangat pelestarian serta pengembangan kain adati nusantara sebagai kekayaan bangsa yang beragam dan memiliki keindahan serta nilai-nilai filosofis dan kearifan lokal yang tinggi. \nAdiwastra Nusantara telah menjadi peristiwa tahunan yang dinantikan oleh para UKM perajin wastra maupun masyarakat pecinta kain adati Indonesia. Pameran ini menjadi ajang interaksi antara UKM perajin/perancang kain adati dengan masyarakat konsumennya. Setiap perajin akan berusaha menampilkan kreasi dan inovasi terbaiknya untuk merebut hati masyarakat pengguna kain adati yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Adiwastra Nusantara juga merupakan ajang interaksi antar para UKM perajin wastra untuk memperkenalkan teknologi atau bahan baku baru\, mulai dari serat\, benang\, kain\, pewarna alam hingga teknik-teknik penenunan serta pewarnaan yang  mutakhir. \nPenyelenggaraan pameran Adiwastra Nusantara ke 12 tahun 2019 ini mengusung tema “Wastra Adati generasi Digital”. Telah kita saksikan bahwa minat masyarakat terhadap kain adati terus meningkat dari tahun ke tahun\, baik untuk busana\, interior maupun kebutuhan lainnya. Kecenderungan ini kian meningkat sejak Unesco menetapkan batik sebagai Warisan Budaya Dunia Tak Benda dari Indonesia tahun 2009 yang lalu. Tren ke arah nuansa etnik atau tradisi serta gaya hidup kembali ke alam yang banyak di anut para generasi muda\, telah turut mendongkrak pemakaian kain adati\, baik batik\, tenun maupun jumputan atau sasirangan.  Citra kain adati kini tidak menjadi monopoli generasi senior semata\, kaum milenial\, generasi digital pun mulai banyak menyukai kain tradisi\, tidak hanya untuk peristiwa resmi tetapi juga untuk suasana kasual dan sehari-hari. Para perancang busana serta kain adati dari kalangan generasi muda pun semakin banyak bermunculan membawa ide-ide segar dan inovatif\, sesuai karakter generasinya. Kecenderungan ini dengan cepat berkembang didukung oleh sistem pemasaran dan penjualan digital. Sebuah keniscayaan yang positif dan tidak mungkin dihindari. Inilah antara lain yang mendorong diusungnya tema tersebut di atas untuk Adiwastra Nusantara 2019 ini. \nPameran Adiwastra Nusantara 2019 diselenggarakan pada 20 – 24 Maret 2019 di Hall A  & B  Balai Sidang Jakarta (JCC). Pameran dibuka pukul 10.00 WIB hinggal 21.00 WIB. Berbagai kegiatan yang disajikan antara lain Stand ikon Adiwastra Nusantara 2019\, Peluncuran dan bedah buku “Batik Sudagaran Solo”\, Lomba Selendang Indonesia\, Peragaan busana para perancang nasional\, Talkshow\, demo dan workshop. \nInformasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini\, silahkan kunjungi  :\nhttp://www.adiwastra.id/
URL:https://indonesiakaya.com/event/adiwastra-nusantara-2019-2/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/adiwastra-nusantara-2019-7vtrHl.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190321T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190321T000000
DTSTAMP:20260520T035433
CREATED:20201022T031333Z
LAST-MODIFIED:20201022T075355Z
UID:36377-1553126400-1553126400@indonesiakaya.com
SUMMARY:Bukan Musik Biasa Edisi 69
DESCRIPTION:Kegiatan Bukan Musik Biasa edisi ke 69 yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation diselenggarakan pada tanggal 21 Maret 2019\, pukul 19.30 WIB\, di Pendapa Wisma Seni Taman Budaya Surakarta\, Jl. Ir. Sutami 57 Surakarta.  \nPada kesempatan ini\, tampil komposer muda\, yaitu Supri & Yogi (Solo)\, Juan Arminandi (Pontianak)\, dan Sanggar Kulino Riyot (Solo). Diskusi Budaya juga diadakan dengan menghadirkan pembicara Danis Sugiyanto dan Moderator Muhklis Anton Nugroho. \n \nUntuk kesekian kalinya Forum Musik dan Dialog 1×2 Bulan “Bukan Musik Biasa” (BMB) hadir mewadahi komposer-komposer muda dalam kekaryaan baru di dunia musik kontemporer. Sesuai misi visinya BMB bukan hanya media komunikasi antara kreator dan apresiator\, melainkan juga ruang untuk melihat potensi tiap individu maupun kelompok dalam mengolah daya cipta. Maka BMB bukan sekedar event musik melainkan juga media diskursus dan dialektika musik tersendiri yang bergelindang di tengah arus indutrialisasi. \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/bukan-musik-biasa-edisi-69/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/bukan-musik-biasa-edisi-691-EcJudf.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190321T193000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190321T193000
DTSTAMP:20260520T035433
CREATED:20201022T031522Z
LAST-MODIFIED:20201022T075548Z
UID:36544-1553196600-1553196600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Bukan Musik Biasa Edisi 69
DESCRIPTION:Untuk kesekian kalinya Forum Musik dan Dialog 1×2 Bulan “Bukan Musik Biasa” (BMB) hadir mewadahi komposer-komposer muda dalam kekaryaan baru di dunia musik kontemporer. Sesuai misi visinya BMB bukan hanya media komunikasi antara kreator dan apresiator\, melainkan juga ruang untuk melihat potensi tiap individu maupun kelompok dalam mengolah daya cipta. Maka BMB bukan sekedar event musik melainkan juga media diskursus dan dialektika musik tersendiri yang bergelindang di tengah arus indutrialisasi.  \nPada kesempatan ini\, akan tampil komposer muda\, yaitu Supri & Yogi (Solo)\, Juan Arminandi (Pontianak)\, dan Sanggar Kulino Riyot (Solo). Diskusi Budaya juga akan diadakan dengan menghadirkan pembicara Danis Sugiyanto dan Moderator Muhklis Anton Nugroho.\nKegiatan Bukan Musik Biasa edisi ke 69 yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation diselenggarakan pada tanggal 21 Maret 2019\, pukul 19.30 WIB\, di Pendapa Wisma Seni Taman Budaya Surakarta\, Jl. Ir. Sutami 57 Surakarta.  \nInformasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini\, silahkan menghubungi panitia :\nGondrong Gunarto : 0856 4715 8338\nDaniel : 0817 4880 815
URL:https://indonesiakaya.com/event/bukan-musik-biasa-edisi-69-2/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/bukan-musik-biasa-edisi-69-x47kXH.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190322T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190322T000000
DTSTAMP:20260520T035433
CREATED:20201022T031445Z
LAST-MODIFIED:20201022T075510Z
UID:36488-1553212800-1553212800@indonesiakaya.com
SUMMARY:"Kanjeng Sepuh"\, Program Indonesia Kita Tahun 2019
DESCRIPTION:Trio seniman kreatif Butet Kartaredjasa\, Agus Noor\, dan Djaduk Ferianto kembali hadir dalam program Indonesia Kita tahun 2019. Pentas ke-31 yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation ini hadir dengan judul “Kanjeng Sepuh”\, dan diselenggarakan pada tanggal 22 dan 23 Maret 2019 di Graha Bhakti Budaya\, Taman Ismail Marzuki\, Jakarta.     \n \n“Program Indonesia Kita senantiasa menampilkan pementasan yang tak hanya menghibur namun juga mengajak para penontonnya untuk selalu menghargai dan mencintai budaya Indonesia. Kepiawaian trio seniman handal\, Butet Kartaredjasa\, Agus Noor\, dan Djaduk Ferianto mengolah ide kreatif mereka ke dalam panggung pertunjukan\, bersambut hangat dengan para pemain dan tim pendukung yang tak kalah hebatnya\, maka lakon-lakon persembahan Indonesia Kita menjadi sayang bila dilewatkan\,” ujar Renitasari Adrian\, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation. \n \nDi tahun 2019\, Program Indonesia Kita hadir kembali dengan mengangkat “Jalan Kebudayaan Jalan Kemanusiaan” sebagai tema utama. “Pentas-pentas Indonesia Kita memilih kesenian sebagai upaya untuk menjadi Indonesia\, kini semakin terasa relevan untuk mengajak\, menemukan\, dan menumbuhkan kembali kepekaan\, kesadaran\, dan kemanusiaan kita\,” ujar Butet Kartaredjasa\, selaku penggagas dan tim kreatif Indonesia Kita\n. \n \nMelalui lakon-lakon yang digelar Indonesia Kita\, seni pertunjukan sering diibaratkan seperti oase di tengah kegersangan. Indonesia Kita menghadirkan seni di antara masyarakat yang melampaui sekat dan batas-batas suku\, agama\, dan orientiasi politik. Seni merupakan refleksi kompleksitas manusia dengan beragam dimensi. “Kesadaran inilah yang mendasari proses kreativitas dalam menciptakan pertunjukan Indonesia Kita sepanjang tahun 2019 di mana kita semua berada di antara gegap gempita peristiwa politik\, namun kebudayaan mengingatkan kita untuk memuliakan manusia\,” tambah Butet. \n \nKanjeng Sepuh bercerita tentang orang-orang yang merasa ditinggalkan oleh zaman\, hanya karena mereka tua. Di usianya yang semakin senja\, seorang pemain wayang orang yang terkenal merasa kesepian karena orang-orang di sekelilingnya mulai mengabaikannya. Bagaimanapun\, zaman telah berubah. Suatu hari pemain wayang itu menyatakan bahwa ia didatangi Semar. Ia menyatakan diri bahwa ia adalah titisan Semar. Oleh orang-orang sekelilingnya\, bahkan juga oleh sahabat-sahabat seumurannya\, dia hanya dianggap cari perhatian. Apalagi tingkah Semar itu memang sering kekanak-kanakan. \n \nPementasan ini dimeriahkan oleh penampilan Sujiwo Tejo\, Butet Kartaredjasa\, Cak Lontong\, Akbar\, Marwoto\, Wisben\, Joned\, Yu Ningsih\, Wulan Guritno\, Soimah\, Endah Laras\, Rita Tila\, SAHITA\, EKI Dance Company\, Bianglala Voice\, Bintang Indrianto\, dan masih banyak lagi. Penata tari oleh Yosep Wahyu Tristiantoro\, Kojack Kodrata\, dan Kresna ‘Peceng’ Wijaya yang selaras dengan iringan musik yang ditata oleh Bintang Indrianto dan artistik dari Ong Hari Wahyu. Naskah garapan Agus Noor ini disutradarai oleh Sujiwo Tejo dengan tim kreatif Butet Kartaredjasa\, Agus Noor\, dan Djaduk Ferianto. \n\nIndonesia Kita mulai menggelar pertunjukan sejak tahun 2011\, dan sejak itulah pentas-pentas yang diadakan menjadi “laboratorium kreatif” bagi berbagai seniman\, baik lintas bidang\, lintas kultural dan lintas generasi. Berjalan dari satu pentas ke pentas lainnya\, pada akhirnya mengkristal menjadi sebuah ikhtiar untuk semakin memahami bagaimana proses “menjadi Indonesia”.\n \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/kanjeng-sepuh-program-indonesia-kita-tahun-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/kanjeng-sepuh-program-indonesia-kita-tahun-20191-b8SgkM.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190322T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190323T000000
DTSTAMP:20260520T035433
CREATED:20201022T031528Z
LAST-MODIFIED:20201022T075555Z
UID:36554-1553284800-1553299200@indonesiakaya.com
SUMMARY:"Kanjeng Sepuh"\, Program Indonesia Kita Tahun 2019
DESCRIPTION:Program Indonesia Kita 2019 yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation hadir dengan mengangkat tema Jalan Kebudayaan Jalan Kemanusiaan. Tema ini dipentaskan perdana bulan Maret 2019 dalam lakon “Kanjeng Sepuh”\, yang merupakan pentas ke 31. \n \n \nJalan Kebudayaan Jalan Kemanusiaan\nProgram Indonesia Kita sudah berpentas dalam 30 judul pertunjukan. Di tahun 2019 ini hadir kembali dengan mengangkat “Jalan Kebudayaan Jalan Kemanusiaan” sebagai tema utama. \n \nPentas-pentas Indonesia Kita yang memilih kesenian sebagai upaya untuk menjadi Indonesia\, kini semakin terasa relevan untuk mengajak\, menemukan dan menumbuhkan kembali kepekaan\, kesadaran dan kemanusiaan kita. Melalui lakon-lakon yang digelar Indonesia Kita\, seni pertunjukan sering diibaratkan seperti oase di tengah kegersangan. Indonesia Kita menghadirkan seni di antara masyarakat yang melampaui sekat dan batas-batas suku\, agama dan orientasi politik. Seni merupakan refleksi kompleksitas manusia dengan beragam dimensi. \n \nKesadaran inilah yang mendasari proses kreativitas dalam menciptakan pertunjukan Indonesia Kita sepanjang tahun 2019 di mana kita semua berada di antara gegap gempita peristiwa politik\, namun kebudayaan mengingatkan kita untuk memuliakan kemanusiaan.\n \n \nTentang Indonesia Kita\nIndonesia Kita mulai menggelar pertunjukan sejak tahun 2011\, dan sejak itulah pentas-pentas yang diadakan menjadi “laboratorium kreatif” bagi berbagai seniman\, baik lintas bidang\, lintas kultural dan lintas generasi. Berjalan dari satu pentas ke pentas lainnya\, pada akhirnya mengkristal menjadi sebuah ikhtiar untuk semakin memahami bagaimana proses “menjadi Indonesia”.\nSebagai sebuah bangsa\, Indonesia adalah sebuah “proses menjadi”\, yakni sebuah proses yang terus menerus diupayakan\, proses yang tak pernah selesai\, untuk mencapai apa yang menjadi cita-cita bersama\, yaitu menjadi 'sebuah bangsa yang berkebudayaan’.\nIndonesia Kita telah menjadi sebuah forum seni budaya yang bersifat terbuka\, yang mempercayai jalan seni dan kebudayaan sebagai jalan yang sangat penting untuk mendukung 'proses menjadi Indonesia” itu. Terlebih-lebih ketika Indonesia hari ini seperti rentan dan penuh berbagai persoalan\, maka merawat semangat ke-Indonesia-an menjadi sesuatu yang harus secara terus-menerus diupayakan. \nIndonesia Kita yang secara berkala dan rutin diselenggarkan\, pada akhirnya telah mampu meyakinkan penonton untuk melakukan apa yang seringkali disebut oleh Butet Kartaredjasa\, sebagai “ibadah kebudayaan” yakni semangat untuk bersama-sama mendukung dan mengapresiasi karya seni budaya. Pentas-pentas Indonesia Kita mendapat apresiasi yang baik\, tanggapan positif\, dan mampu menjadi ruang interaksi tidak hanya antara seniman dan masyarakat penonton\, melainkan juga antara penonton dan penonton. Sebuah komunitas kultural terbentuk\, di mana penonton kemudian menghadiri pentas-pentas Indonesia Kita\, sebagai wujud dari “ibadah kebudayaan”.\n \nLakon Kanjeng Sepuh\n \nPentas perdana Indonesia Kita 2019 akan menjadi pentas ke 31 dalam proses ibadah kebudayaan yang dilakukan sejak tahun 2011. Melalui lakon berjudul “Kanjeng Sepuh”\, Indonesia Kita mengajak kita semua untuk bersama-sama memelihara semangat ke-Indonesiaan melalui jalan kebudayaan.\n \nKanjeng Sepuh berkisah tentang orang-orang yang merasa ditinggalkan oleh jaman\, hanya karena mereka tua. Di usianya yang semakin senja\, seorang pemain wayang orang yang terkenal\, merasa kesepian karena orang-orang di sekelilingnya mulai mengabaikannya. Bagaimanapun\, jaman telah berubah. Suatu hari pemain wayang itu menyatakan bahwa ia didatangi Semar. Ia menyatakan diri bahwa ia adalah titisan Semar. Oleh orang-orang sekelilingnya\, bahkan juga oleh sahabat-sahabat seumurannya\, dia hanya dianggap cari perhatian. Apalagi tingkah Semar itu memang sering kekanak-kanakan. \n \nTapi sepertinya ia memang benar-benar telah menjadi titisan Semar. Ia memiliki kuncung di kepalanya. Kuncung sakti yang tak bisa dipotong. Seorang tukang cukur mencoba memotong kuncung itu\, dengan gunting\, gergaji\, dengan bermacam peralatan yang paling tajam\, tapi kuncung itu tak bisa dipotong. \n \nLalu pemain wayang itu menjadi terkenal sebagai Semar sakti\, Semar yang memiliki banyak keajaiban. Dan banyak orang menjadi penasaran\, termasuk penasaran untuk memotong kuncung di kepala Semar.\n \nKemudian seseorang datang\, mengaku sebagai Arjuna. Ia berhasil memotong kuncung Sang Semar. Tentu saja Semar marah. Itu adalah penghinaan. Kemarahan Semar dianggap sebagai sikap kekanak-kanakan oleh Arjuna. Lalu Semar mengatakan bahwa\, orang-orang dewasa telah membuat dunia ini menjadi buruk\, kehidupan menjadi penuh tipu muslihat\, penuh amarah dan dendam. Semua itu karena banyak orang dewasa telah kehilangan jiwa kanak-kanak yang riang dan sederhana. Semar sengaja mempertahankan jiwa kebocahannya. Ia ingin dirinya selalu menjadi kanak-kanak\, tak ingin kehilangan jiwa kanak-kanak yang murni dan jujur. \n \nBagaimana lakon ini dipertontonkan? Siapakah yang berperan menjadi Semar dan Arjuna? \nSaksikan lakon Kanjeng Sepuh yang merupakan episode 31 Indonesia Kita.\n \nProgram Indonesia Kita 2019\nJalan Kebudayaan Jalan Kemanusiaan\n \nPentas ke : 31\nJudul Pentas : Kanjeng Sepuh\nJadwal : 2 kali pentas\n  Jumat\, 22 Maret 2018 – Pukul 20.00 WIB\n  Sabtu\, 23 Maret 2018 – Pukul 20.00 WIB\nVenue : Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki\, Jl. Cikini Raya 73\, Jakarta Pusat\nTim Kreatif : Butet Kartaredjasa\, Agus Noor\, Djaduk Ferianto\,  \nNaskah : Agus Noor\nSutradara : Sujiwo Tejo\nArtistik : Ong Hari Wahyu\nPenata Tari : Yosep Wahyu Tristiantoro\, Kojack Kodrata & Kresna 'Peceng' Wijaya \nPenata Musik : Bintang Indrianto\n \nPemain : Sujiwo Tejo\, Butet Kartaredjasa\, Cak Lontong\, Akbar\, Marwoto\, Wisben\, \n  Joned\, Yu Ningsih\, Wulan Guritno\, Soimah\, Endah Laras\, Rita Tila\,\n  SAHITA\, EKI Dance Company\, Bianglala Voice\, Bintang Indrianto dkk.\n \n \nHTM Kanjeng Sepuh:\nPLATINUM Rp. 750.000 \nVVIP  Rp. 500.000\nVIP  Rp. 300.000 \nBALKON  Rp. 150.000\n \nReservasi Tiket:\nwww.kayan.co.id\nwww.blibli.com\n \nInformasi:\nKayan Production & Communications\n0838 9971 5725 / 0813 1163 0001 
URL:https://indonesiakaya.com/event/kanjeng-sepuh-program-indonesia-kita-tahun-2019-2/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/kanjeng-sepuh-program-indonesia-kita-tahun-2019-6EYmkz.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190323T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190323T000000
DTSTAMP:20260520T035433
CREATED:20201022T031444Z
LAST-MODIFIED:20201022T075509Z
UID:36487-1553299200-1553299200@indonesiakaya.com
SUMMARY:Wayang Orang Bharata Mempersembahkan Lakon "Sinto Ilang"
DESCRIPTION:Wayang Orang Bharata didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation mempersembahkan lakon berjudul “Sinto Ilang” pada tanggal 23 Maret 2019\,  di Gedung Wayang Orang Bharata Purwa\, Jl. Kalilio 15 Senen Jakarta Pusat. \nPertunjukan ini mengangkat kisah cinta Rama dan Sinta. Saat berkelana di hutan Dandaka\, Sri Rama dan Dewi Sinta melihat kijang kencana yang sangat mempesona. Dewi Sinta memohon kepada Sri Rama agar menangkap kijang kencana tersebut untuk teman bermain selama berkelana. Tanpa mereka ketahui sebenarnya kijang kencana itu adalah pengalihan perhatian dari Prabu Rahwana agar dapat menculik Dewi Sinta. \nSri Rama meninggalkan Dewi Sinta untuk menangkap kijang kencana. Ia menitipkan Dewi Sinta kepada Raden Lesmana agar menjaganya.  Namun Dewi Sinta mendesak Raden Lesmana untuk membantu Sri Rama sehingga Raden Lesmana membuat lingkaran penjaga dari ujung kerisnya agar Dewi Sinta terlindungi . \n \nTak lama kemudian muncul seorang tua yang memancing Dewi Sinta keluar dari lingkaran penjaga tersebut yang ternyata adalah Prabu Rahwana dan berhasil menariknya keluar dan menculiknya membawa ke Kerajaan Alengka. Seekor burung bernama Jatayu\, melihat Dewi Sinta diculik. Jatayu berusaha melawan Rahwana\, tetapi kalah. Sebelum mati\, Jatayu masih sempat melaporkan penculikan Sinta kepada Sri Rama. Akhirnya Rama dan Lesmana berangkat menyelamatkan Sinta\, dibantu oleh kera putih bernama Hanoman. \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/wayang-orang-bharata-mempersembahkan-lakon-sinto-ilang/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/wayang-orang-bharata-mempersembahkan-lakon-sinto-ilang1-4j8wWl.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190323T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190323T200000
DTSTAMP:20260520T035433
CREATED:20201022T031532Z
LAST-MODIFIED:20201022T075558Z
UID:36558-1553371200-1553371200@indonesiakaya.com
SUMMARY:Wayang Orang Bharata Mempersembahkan Lakon "Sinto Ilang"
DESCRIPTION:Pada perjalanannya saat berkelana di hutan Dandaka\, Sri Rama dan Dewi Sinta melihat kijang kencana yang sangat mempesona. Dewi Sinta memohon kepada Sri Rama agar menangkap kijang kencana tersebut untuk teman bermain selama berkelana. Tanpa mereka ketahui sebenarnya kijang kencana itu adalah pengalihan perhatian dari Prabu Rahwana agar dapat menculik Dewi Sinta. \nSri Rama meninggalkan Dewi Sinta untuk menangkap kijang kencana. Ia menitipkan Dewi Sinta kepada Raden Lesmana agar menjaganya.  Namun Dewi Sinta mendesak Raden Lesmana untuk membantu Sri Rama sehingga Raden Lesmana membuat lingkaran penjaga dari ujung kerisnya agar Dewi Sinta terlindungi . \nTak lama kemudian muncul seorang tua yang memancing Dewi Sinta keluar dari lingkaran penjaga tersebut yang ternyata adalah Prabu Rahwana dan berhasil menariknya keluar dan menculiknya membawa ke Kerajaan Alengka. \nBagaimanakah reaksi Sri Rama mengetahui istrinya menghilang dari tempatnya berpijak?  \nPertunjukan Wayang Orang Bharata berjudul “Sinto Ilang” yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation digelar pada 23 Maret 2019\,  di Gedung Wayang Orang Bharata Purwa\, Jl. Kalilio 15 Senen Jakarta Pusat pukul 20.00. \nInformasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini\, silahkan menghubungi panitia :      \nM. Yunus : 0856 1211 842
URL:https://indonesiakaya.com/event/wayang-orang-bharata-mempersembahkan-lakon-sinto-ilang-2/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/wayang-orang-bharata-mempersembahkan-lakon-sinto-ilang-Ivy8de.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190330T193000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190330T193000
DTSTAMP:20260520T035433
CREATED:20201022T031527Z
LAST-MODIFIED:20201022T075553Z
UID:36552-1553974200-1553974200@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pertunjukan Tari "Ngesses"\, Jagongan Wagen Edisi Maret 2019
DESCRIPTION:Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) bersama Bakti Budaya Djarum Foundation meneruskan investasi panjang dalam dukungan fasilitasi ruang presentasi karya seniman muda melalui program Jagongan Wagen. Kali ini akan menghadirkan pertunjukan tari berjudul “Ngesses” pada tanggal 30 Maret 2019\, bertempat di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK)\, Ds. Kembaran Rt. 04-05\, Tamantirto\, Kasihan\, Bantul\, Yogyakarta. \nSetiap tempat di bumi ini memiliki cara menciptakan bahasanya masing-masing. Jawa selain dikenal dengan kekayaan bahasa dan sistem stratifikasinya\, juga mempunyai keunikan bagaimana masyarakat mengistilahkan suatu peristiwa ke dalam kata yang dibuat dari sumber bunyi. Seiring dengan perkembangannya\, bahasa Jawa juga mengalami pergeseran makna kata akibat dari perilaku manusianya. \nKali ini PLTBK akan membagikan perjumpaan mereka tentang makna ngeses dengan mengurainya menjadi penggalan kata nges dan ses. Dalam karya NGESSES ini\, nges yang berarti ngreseppake\, nrenyuhake (menyentuh hati) menjadi tema besar dipadukan dengan berbagai makna konotasi ses yang mereka jumpai sehari-hari.\nSeniman yang mewujudkan gagasannya dalam Jagongan Wagen Edisi Maret 2019 adalah:\nPusat Latihan Tari Bagong Kussudiardja\nPenari: \n1. Putra Jalu Pamungkas\, S.Sn\n2. Dwi Cahyono\, S.Sn\n3. Wisnu Darmawan\, S.Sn\n4. Gitya Bima Sanjaya\n5. Hanif Joaniko Putra\n6. Okky Bagas Saputro\n7. Mukhlis\n8. Hermawan Sinung Nugroho\, S.Pd\nManajer Produksi Karya PLTBK: Pulung Jati Rangga Murti\, S.Sn\nPenata Musik: Sudar\nPenata Busana: Anang Wahyu Nugroho\, S.Sn \nProfil Pusat Latihan Tari Bagong Kussudiardja\nPusat Latihan Tari Bagong Kussudiardja (PLTBK) didirikan oleh Bagong Kussudiardja pada tahun 1958 di kota Yogyakarta dan telah melahirkan banyak pekerja seni tari yang menyebar ke seluruh Indonesia dan mancanegara.  PLTBK telah memproduksi berbagai karya tari dan berkolaborasi dengan berbagai media.  Secara aktif PLTBK juga turut berpartisipasi pada kegiatan seni dan budaya baik di tingkat nasional maupun internasional. Email: pltbagong@gmail.com  \nPadepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) \n \nMelanjutkan spirit maestro seni Indonesia Bagong Kussudiardja\, PSBK mewujudkan diri sebagai art center dengan misi mendukung pengembangan kreatif seniman dan masyarakat umum untuk terus terhubung pada nilai-nilai seni dan budaya\, keberlanjutannya\, dan penciptaan nilai-nilai budaya melalui seni. PSBK hadir sebagai laboratorium kreatif\, tempat berkumpul\, ruang presentasi karya seniman dari berbagai disiplin. PSBK menghadirkan karya seniman-seniman muda\, memfasilitasi riset-riset artistik dan pengembangan profesional\, dan merancang program-program untuk meningkatkan community engagement dan pengembangan jaringan melalui kesenian.\n \nPadepokan Seni Bagong Kussudiardja\nDs. Kembaran Rt.04-05\, Tamantirto\, Kasihan\, Bantul\, DIY\nTel./Fax.: +62(0)274/ 414-404\nWhatsapp : +62 82141416252\nEmail: info@psbk.or.id   Web: www.psbk.or.id\nFacebook: psbkjogja \nTwitter & Instagram: @psbk_jogja\nYoutube: media psbk
URL:https://indonesiakaya.com/event/pertunjukan-tari-ngesses-jagongan-wagen-edisi-maret-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/pertunjukan-tari-ngesses-jagongan-wagen-edisi-maret-2019-UrkB94.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190331T193000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190331T193000
DTSTAMP:20260520T035433
CREATED:20201022T031526Z
LAST-MODIFIED:20201022T075552Z
UID:36550-1554060600-1554060600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Forum Apresiasi Sastra Dan Budaya Kudus (FASBuK) Edisi Maret 2019
DESCRIPTION:Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK) yang didukung Bakti Budaya Djarum Foundation bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi Universitas Muria Kudus akan menggelar lawatan rutin sastra dan budaya. Kali ini menampilkan pertunjukan musik\, puisi dan diskusi  “Barisastra“ di Auditorium Universitas Muria Kudus\, Kampus Gondangmanis PO BOX 53 Bae Kudus\, pada hari Minggu\, 31 Maret 2019\, pukul : 19.30 WIB. \nPada edisi bulan Maret 2019\, Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus menampilkan sebuah pertunjukan musik dan puisi\, pertunjukan ini akan mengangkat karya dari salah satu penyair di Kudus\, Mukti Sutarman Espe yang akan dihadirkan oleh R.O.S (Rhythm Of Smoke). Kelompok musik yang satu ini sudah menciptakan puisi-puisi juga lagu. Doni Dole adalah Barista\, sekaligus pentolan dari kelompok musik R.O.S yang akan mengkolaborasikan beberapa karyanya dengan karya Mukti Sutarman Espe bersama para pemusik muda pilihannya.  \nBerangkat dari kata BARISTA\, penyeduh ataupun penyaji kopi\,  BARISASTRA kurang lebih berarti menyeduh kata-kata untuk menjadi sebuah sajian nikmat bagi para pecinta sastra. Ruang FASBuK kali ini akan mengangkat beberapa karya puisi dan komposisi musik sastra yang disajikan untuk para praktisi  dan penikmat sastra saat ini. BARISASTRA di kedai kopi Muria\, sebuah pertunjukan yang akan di isi dengan narasi tentang kopi Muria serta latar belakang kekiniannya\, sembari menikmati cita rasa kopi khas Kudus agar suasana lebih akrab bersama para pengunjung. Selain pertunjukan\, adapula sharing tentang proses penciptaan musik yang dilakukan oleh kelompok R.O.S seputar bagaimana menciptakan sebuah musik dan puisi. \nSekilas tentang Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK) \nBerdiri sejak 12 Januari 2009\, FASBuK adalah ruang kerja fisik dan pemikiran untuk mencipta inovasi serta varian-varian sebuah paket kemasan kegiatan dalam bidang kesusasteraan dan kesenian lokal yang nantinya mampu menjadi asset atas keberagaman kebudayaan nasional dan dekatmasyarakatnya sehingga tercapai ruang bersama untuk saling berbagi\, bertukar pikiran\, demi sebuah cita-cita luhur tumbuhnya nilai-nilai kesadaran manusia yang berbudaya. \nSecara rutin tiap bulannya FASBuK menggelar acara Sastra dan Seni Budaya yang meliputi Apresiasi sastra\, Sarasehan Budaya\, Pertunjukan Musik\, Tari dan Pementasan Drama/Teater\, dan sebagainya. \nUntuk mengetahui lebih lanjut mengenai kegiatan ini\, silahkan menghubungi: \nForum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FasBuk)\nKetua Badan Pekerja FASBuK :Arfin AM\nNo. Hp: +62 857 4259 8480\nEmail: fasbuk93@gmail.com
URL:https://indonesiakaya.com/event/forum-apresiasi-sastra-dan-budaya-kudus-fasbuk-edisi-maret-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/forum-apresiasi-sastra-dan-budaya-kudus-fasbuk-edisi-maret-2019-yZGpCq.tmp_.jpg
END:VEVENT
END:VCALENDAR